Sinopsis lie to me episode 16 (end)

Sinopsis Lie To Me episode 16 – End

Ah Jung menjelaskan kalau menikahi pria hebat seperti Ki Joon dan menghadapi realitanya, Ah Jung tidak yakin. Ki Joon tidak mengerti, bukankah Ah jung mencintainya?

Ah jung membenarkan, aku mencintaimu. Aku sangat mencintaimu sampai aku takut apa aku bisa hidup di dunia ini tanpa dirimu..tapi membicarakan pernikahan, aku takut. Apa aku punya hak, berilah aku waktu, sepertinya aku kehilangan sesuatu yang penting tapi aku tidak tahu apa itu. Sampai dengan aku menemukannya, kumohon tunggulah sebentar.

Ki Joon : Ya ada kemungkinan, dari pandangan seorang wanita, ini mungkin saja terjadi.

Ki Joon bersedia menunggu, aku akan menunggumu sampai kau menemukan-nya. Tapi jangan membuatku menunggu terlalu lama. Kau tahu aku benci menunggu, ya kan? Karena ini adalah kau, aku bersedia menunggu.
Ah Jung : Terima kasih.

Ah Jung minta ditugaskan ke pulau Jeju dan bossnya heran kenapa mendadak. Ah Jung berkata ia merasa capek dan ingin ganti suasana. Bossnya mengerti. Ia berkata tidak akan ada yang akan menghentikan Ah jung jika Ah jung ingin pindah ke Jeju. Kau akan diterima disana.

Ah jung : Kau akan mengurusnya, ya kan?
Boss tanya bagaimana dengan rencana pernikahan Ah jung, apa dia tidak akan menikah. Ah Jung berkata ia banyak pekerjaan dan tidak ada waktu memikirkan itu. Boss berkata kalau Presiden Hyun pasti akan sangat cemas. Tapi setuju dengan perpindahan Ah Jung.

Ki Joon mengantar Ah jung ke bandara. Ki Joon memberikan hadiah jam tangan untuk Ah Jung, agar waktu berlalu dengan cepat.

Ah Jung mengerti dan Ki Joon minta Ah jung segera kembali. Ki Joon mengulurkan tangan, seperti akan berjabat tangan. Tapi ia menarik Ah Jung dan menciumnya. Ki Joon minta Ah Jung telp dan mengambil kesempatan ini untuk menenangkan diri.

Ah jung mengambil foto mereka berdua, lalu jalan masuk sambil melambai ke Ki Joon.

Ah Jung kirim e-mail ke Ki Joon, sudah satu bulan ia di Jeju tapi Ah Jung suka menulis e-mail untuk tetap menyapa Ki Joon. Ini seperti menulis surat cinta. Ah jung mengalami masa sulit saat awal kerja tapi sekarang Jeju bagaikan kampung halaman-nya dan Ah Jung merasa nyaman.

Ah jung menulis : Apa kabar? Apa kau baik2 saja di duniamu yang sibuk?
Ki Joon membalas, bagaimana aku bisa baik2 saja? Apa kau tahu betapa mengesalkannya karena aku tidak melihatmu selama sebulan? Aku sudah bilang akan kesana, tapi kau tidak mengijinkanku. Kau juga tidak mengijinkanku sering meneleponmu. Tunggu saja sampai kita bertemu.

Ah Jung berkata pada rekannya ia masih tidak tahu semua hasil seni di tempat ini. Pria itu berkata ia lebih parah lagi, sudah 10 tahun kerja disini dan masih tidak tahu semuanya.

Lalu pria itu curhat, ia sudah menikah selama 20 th dan masih belum tahu perasaan istrinya. Aku sudah hampir tahu, tapi kemudian menjadi semakin tidak jelas. Ah jung berkata ia juga masih tidak mengerti.

Bibi Myung Jin resah karena banyak orang yang membicarakan hubungan Ki Joon-Ah Jung, apa kau melamar Gong Ah Jung dan ditolak?

Ki Joon berkata bukan seperti itu. Bibi kesal, ia ngomel kalau Ki Joon itu bodoh, apa yang sangat kau suka darinya?

Ki Joon : Dia cantik!
Bibi : Apa kau tahu apa yang dikatakan orang-orang dibelakangmu? Bercerai…putus. Mereka berkata ini karena kau selingkuh. Sungguh mengesalkan. Jika kau mau menikah, lakukan segera. Jika tidak, maka pergi kencan buta. Aku tidak bisa melihatmu terus menunggu begitu saja.

Ki Joon mohon bibi menunggu sebentar lagi, ia akan segera membawa Ah Jung untuk menemui Bibi secara resmi untuk mengumumkan pernikahan kami.
Bibi : Jangan cuma bicara tapi lakukan.

Ki Joon : Bagaimana kalau akhir bulan ini, apa kau bisa menyediakan waktu?
Bibi : Kau yakin?
Ki Joon : Apa kau pernah melihatku tidak menepati kata-kataku?
Bibi : Kau hanya bicara besar, aku akan menyediakan waktu pada hari itu.
Ki Joon : Baiklah.

Ki Joon telp Ah jung dan menanyakan kabar Ah Jung. Ki Joon berkata ia tidak bisa pergi ke Jeju akhir pekan ini karena banyak pekerjaan. Ah Jung mengerti. Ki Joon heran, kenapa Ah Jung tidak sering telp dan bahkan jarang menulis e-mail.

Ah Jung sibuk dan banyak pekerjaan. Ah Jung mendengar Ki Joon harus pergi, jadi ia berkata tutup saja, kau banyak pekerjaan kan, Ki joon janji akan telp lagi nanti.

So Ran memeriksakan kandungan dan ia tampak senang. Tapi saat pulang, Jae Bum tidak ada di rumah. Jae Bum sudah membawa semua bajunya, ia menulis pesan, aku muak dan lelah dengan wanita seperti dirimu, hiduplah dengan baik.

So Ran marah dan merobek surat Jae Bum, pria jahat, bagaimana kau bisa melarikan diri setelah membuatku seperti ini. So Ran menarik nafas, aku akan bertahan, aku akan bertahan…

Ah Jung asyik belajar bahasa Inggris dan ia memuji dirinya sendiri, wah aku cukup pintar. Ah Jung memikirkan ide tentang pameran, “Memory From the Underground” wah..tidak jelek! So Ran telp Ah Jung dan mengabarkan kalau ia hamil.

Ah Jung senang sekali, benarkah? selamat! Tapi kenapa suaramu seperti ini?

So Ran memaki Jae Bum dan berkata ia meninggalkan rumah. Beberapa hari lalu mereka bertengkar dan pertengkaran itu semakin besar.
Ah Jung tanya apa Jae Bum pergi karena tahu So Ran hamil.
So Ran : Tidak, aku juga baru tahu hari ini. Ah Jung kesal karena So Ran suka bertengkar dengan Jae Bum. So Ran bingung, lalu apa yang harus kulakukan? Apa ia meneleponmu?

Ah Jung : Kenapa dia harus mengontakku?
So Ran : Jika kau dekat, kita bisa langsung ketemu. Ah Jung minta maaf karena tidak bisa mendampingin So Ran disaat seperti ini, Ah jung menghibur So Ran, jangan cemas tidak akan terjadi apa-apa.

Ah jung menulis e-mail lagi ke Ki joon, Akhir2 ini, aku sangat sibuk karena urusan pameran. Aku harus menyiapkan nama dan juga kegiatan pameran. Aku benar2 tidak tahu bagaimana aku akan hidup, kau mengirim e-mail dan tanya apa pendapatku tentang pernikahan. Setelah menerima telp So Ran hari ini, semuanya jadi lebih rumit. So Ran hamil dan Jae Bum sunbae melarikan diri dari rumah. Ini membuatku bingung tentang hidup pernikahan. Mungkin menikah masih terlalu dini untukku.

Ki Joon membaca e-mail Ah jung sambil senyum-senyum.

Park Hoon masuk untuk memberikan dokumen, Park Hoon tertarik dengan apa yang dibaca Ki Joon. Ada berita menarik? Ki Joon tidak menjawab dan meminta Park Hoon pergi. Ki Joon sepertinya mendapat ide.

Ah Jung selesai kerja dan melihat Ki Joon menunggunya. Keduanya duduk bersama di tepi air. Ki Joon tanya apa Ah Jung merasa kikuk karena sudah lama tidak bertemu. Ah Jung membenarkan, sedikit.

Ki Joon berkata sepertinya Ah Jung baik-baik saja. Ah Jung tanya apa Ki Joon tidak suka karenanya. Ki Joon mengiyakan, lihat wajahku, aku bahkan jadi Panda. Lihat lingkaran hitam di mataku.
Ah Jung : Kau jelas terlihat semakin tampan, apa ini karena kau punya wanita lagi? Ki Joon tidak percaya, apa Ah jung harus seperti ini?

Ah jung : Bukannya kau datang untuk kerja? Ki Joon memang ingin menghindari pekerjaan di Seoul, saat mendengar harus memeriksa proyek di Jeju, ia senang sekali. Ki Joon pikir langit benar2 membantunya.

Ah jung : Kalau begitu kau pasti sibuk. Ki Joon akan menyelesaikan pekerjaan dengan cepat dan main dengan Ah Jung. Ah Jung berkata ia banyak pekerjaan.

Tidak lama, Ki Joon dapat telp ada meeting hari ini. Ah Jung minta Ki Joon pergi saja karena sibuk. Alamat resortmu sama dengan yang waktu itu kan?
Ki Joon : Itu tempat kita tinggal dulu. Ah Jung protes, siapa yang tinggal dengan Ki Joon, bukankah waktu itu kita menginap di kamar yang berlainan? Ki Joon menggodanya, jadi, apa kau menyesalinya?
Ah jung : Siapa yang menyesal?

Jae Bum ternyata juga di Jeju, ia melihat gadis2 dengan bikini dan teriak2, kebebasan!kebebasan!

Para gadis berbikini itu tertawa geli melihat Jae Bum.

Ki Joon melihat Jae Bum dan ingat e-mail Ah jung tentang So Ran yang hamil dan Jae Bum yang pergi dari rumah. Ki Joon tersenyum.

So Ran telp Ah Jung dan berkata ia sudah menemukan lokasi Jae Bum dari telpnya. Jae Bum ada di Pulau Jeju. Ah Jung kaget, apa So Ran akan nekad ke Jeju. So Ran berkata kehamilannya masih muda, ia bisa naik pesawat ke Jeju tanpa masalah. Ah Jung tidak setuju, So Ran tidak tahu persis dimana Jae Bum.

So Ran tetap ingin pergi karena ingin ketemu Ah Jung. Soal Jae Bum, So Ran hanya perlu terus menelepon-nya saja. Ah Jung senang kalau So Ran bisa pergi main, karena nanti So Ran tidak akan bisa kemana-mana selama setahun.

So Ran tiba di Jeju dan bertemu Ah Jung, keduanya berpelukan. Ah Jung semangat dan ia berkata harus hati-hati karena bayi So Ran. Ah jung membungkuk dan mendengarkan suara perut So Ran, So Ran geli, baru tiga minggu.
Ah Jung : Tapi selamat, aku senang kau datang.

Ah jung tanya apa yang akan So Ran lakukan jika ia mengatakan dimana Jae Bum. So Ran heran, bagaimana kau bisa tahu dimana dia? Apa dia mengontakmu? Ah jung berkata bukan, ia dapat sms dari Hyun Ki Joon. Ki Joon melihat Jae Bum di resort. Ah Jung menjelaskan kalau Ki Joon ada di Jeju sejak kemarin.

So Ran kesal pada suaminya, Chun Jae Bum awas kau! aku akan menangkapmu, Ah Jung menahan So Ran.

Jae Bum sedang bersama tiga orang wanita. So Ran melihat mereka, ia teriak : Sayang!

So Ran mendekati mereka dan minta para wanita itu pergi. Jae Bum heran, bagaimana So Ran tahu keberadaan-nya. So Ran berkata Ah jung yang mengatakan padanya. Jae Bum lari karena stres.

So Ran : Kalau begitu, aku tidak bisa berbuat apa-apa. Aku akan membesarkannya sendiri.

Jae Bum heran siapa yang akan dibesarkan So Ran. Apa kau beli anak anjing? Lalu ia sadar, So Ran! Apa itu benar? apa itu benar? Kau benar2 hamil?
So Ran : Lalu? Kalau ingin jadi ayah kau tidak bisa tidak peduli seperti itu. Jae Bum kaget dan senang, ayah? ayah?! Ia gembira sekali menjadi ayah dan memeluk So Ran, aku akan jadi Ayah!

So Ran : Bayinya, bayinya…aku pusing! Jae Bum gembira sekali, dan meminta So Ran duduk, tapi So Ran ingin berdiri saja.

Ki Joon menemui mereka, keduanya mengucapkan salam. Mereka berterima kasih pada Ki Joon. Ki Joon tersenyum dan memberi selamat pada keduanya.
Ki Joon : Aku ingin minta tolong.
Keduanya heran, minta tolong apa?

Ah Jung selesai kerja. Ia melihat Ki Joon bersama So Ran dan Jae Bum. So Ran langsung mengajak liburan bersama.

Mereka makan bersama. Jae Bum dan So Ran saling menyuapi, sayang..ini kesukaanmu. Ayo buka..aaa..

Ki Joon melihat ke arah Ah Jung. Ki Joon seperti ingin menyuapi Ah Jung. Tapi Ah Jung pura2 tidak sadar dan minum 🙂

Jae Bum sibuk memotret So Ran. Lalu So Ran merangkul Ah jung dan Ki Joon dan berfoto bersama dengan beberapa macam pose.

So Ran meninggalkan mereka dan minta Jae Bum memotret keduanya. Cute 🙂

So Ran dan Jae Bum jalan bergandengan tangan, sementara Ki Joon – Ah Jung jalan dibelakang mereka. Ki Joon menggandeng tangan Ah Jung.

Ki Joon, Ah Jung, So Ran, Jae Bum bersulang bersama, tapi sebelum So Ran minum, Jae Bum tiba2 mencegahnya dan menyuruh So Ran minum jus saja. So Ran berkata ia hanya akan minum sedikit atau hanya membunyikan gelas saja. So Ran tidak ingin merusak suasana. Tapi Jae Bum tetap memesan jus untuk istrinya.

Ah Jung : Apa kau bahagia sekali?
So Ran : Ya, sangat bahagia. Aku sudah menikah beberapa tahun, tapi hari ini dia (JB) sangat baik padaku.
Ah jung : Bukankah kalian baru saja bertengkar, dan kau kesini untuk menangkap suamimu yang melarikan diri?

So Ran berkata memang seperti itulah hidup, kau akan menjadi semakin dekat dengan pasanganmu kalau kau bertengkar. So Ran tanya Ki Joon, benar kan? Ah aku lupa, kau masih belum tahu itu ya? Ki Joon membenarkan, ia ingin belajar.

Jae Bum tanya ke Ah jung, apa kau jual mahal ya? Ah jung kaget, Sunbae! Jae Bum menasihati Ah Jung, dimana lagi mau mendapatkan pria seperti Hyun Ki Joon, seleramu benar2 tinggi. So Ran memukul Jae Bum dan pura2 perutnya sakit. Jae Bum pura2 panik dan tanya apa perlu ke RS. So Ran berkata ia pasti kebanyakan makan dan ingin istirahat di kamar. Jae Bum dan So Ran pergi dulu sambil bergandengan tangan.

Ki Joon berkata mereka itu terlihat bahagia. Ah Jung membenarkan dan ia iri. Ki Joon senang, kau iri ya? Ah jung berkata ia tahu hari ini akan tiba, tapi sekarang aku sadar seperti apa pasangan itu, mereka benar2 seperti keluarga seutuhnya. Aku bahagia untuk mereka. Ki Joon buka rahasianya, apa usahaku berhasil?

Ah jung kaget, apa? jadi semua ini rancanganmu? Ki Joon tadi minta Jae Bum dan So Ran menunjukkan betapa bahagianya hidup pernikahan itu di depan Ah Jung. Ki Joon mengajak Ah jung pergi, aku akan mengantarmu pulang. Ah Jung menolak, tapi Ki Joon tetap saja mengantar Ah Jung.

Ki Joon mengantar Ah Jung sampai ke rumah dan mencari berbagai alasan untuk masuk ke rumah dinas Ah jung di Jeju.

Misalnya, Apa Ah jung tega Ki Joon pulang selarut ini. Ki Joon tidak ingat jalan pulang ke resortnya dari rumah Ah Jung. Lalu, Ki Joon sudah sampai situ, apa tidak akan diundang untuk minum kopi? Atau makan cemilan atau haisom (tripang laut)?

Ki Joon : Tidak ada kapal lagi.
Ah Jung : Mana ada kapal disekitar sini?
Ki Joon : Aku sebenarnya tidak enak badan hari ini, apa aku tidak bisa menginap disini? Ki Joon janji, ia hanya akan tidur sambil memegang tangan Ah Jung 🙂

Ah jung tidak mau. Ki Joon memegang tangannya, apa kau tidak percaya pada oppa? Ki Joon menyeret Ah Jung, ayo cepat. Ah Jung teriak, kau mau kemana? tidak! Aku sudah bilang tidak!

Ki Joon melihat-lihat sekitar rumah Ah Jung, wow..ini lebih bagus dari yang kuperkirakan. Ki Joon mengambil buku Ah Jung, kau mulai belajar bahasa Inggris?
Ki Joon adalah Ki Joon, ia memeriksa rak buku Ah Jung dan menemukan debu, wah! kau tidak bersih-bersih?
Ah Jung : Siapa yang mengira kau akan datang?

Ki Joon ingin memeriksa yang lain, seperti kulkas dan ia ribut. Lihat, lihat..susu ini sudah basi, tapi masih di kulkas. Tempat makanan yang sudah kosong, tapi masih disini dan tidak dicuci. Ada gochujang dimana-mana..

Ki Joon : Kenapa ada soju di rumah wanita single?
Ah Jung : Apa kau kesini untuk pemeriksaan? Apa kau pikir ini World Hotel? Ki Joon berkata memang bukan, tapi kalau Ah Jung stafnya, ia pasti sudah memecat Ah Jung.

Ki Joon lari ke kamar Ah Jung. Ah Jung protes, ah! kau mau kemana sekarang? Ki Joon : Bukannya aku tidak mempercayaimu.
Ah Jung : Ki Joon!
Ki Joon : Hanya memeriksa apa ada pria lain saat aku tidak ada. Ki Joon memeriksa tempat tidur Ah Jung dan menemukan selembar rambut, ah ada rambut di tempat tidur.

Ah jung : Itu rambutku bodoh. Ki Joon tidak percaya dan berkata itu rambut pria. Ah jung kesal, pria mana yang rambutnya sepanjang itu. Ki Joon mengambil buku harian Ah Jung dan Ah jung panik. Ah Jung mendarat di atas tubuh Ki Joon dan berusaha merebut bukunya kembali.

Ah Jung berhasil mengambil bukunya kembali, tapi tidak beranjak. Ki joon ingin tahu isinya, apa kau menulis hal jelek tentang aku? Ah Jung membenarkan. Tentu saja, Ki Joon bodoh, jelek, dan aku sama sekali tidak merindukanmu. Ki Joon akan mencium Ah Jung, tapi telp berdering dan Ah Jung harus menerima telp dari kantor.


Ki Joon mengeluh, apa ini. Di jam selarut ini. Ki Joon menunggu Ah Jung selesai bicara, sambil membuka lengan bajunya, bersandar ke bantal dan merentangkan lengannya. Ki joon menyeringai dan menepuk dadanya, ayo sini! Ah Jung lari, makan..kita belum makan.

Ki Joon : Kau sudah makan tadi dasar babi. Ki Joon mengejar Ah Jung. Gong Ah Jung, kembali kesini.

Ae Kyung menyuapi Prof Gong buah dan Prof bingung bagaimana cara memberi tahu Ah Jung kalau mereka akan menikah. Apa kita pura2 bodoh dan menngirim undangan ke Jeju?

Ae Kyung : Katakan saja padanya. Prof Gong tidak tahu caranya. Ae Kyung minta telp saja dan katakan. Jangan cemas. Kita tidak tahu kapan Ah Jung akan pulang apa kita akan menunggu dan mengatakan-nya langsung?

Prof Gong : Benar, lebih baik menelepon-nya dulu. Ae Kyung minta Prof Gong telp Ah Jung sekarang.
Ah Jung membawa makanan dan bir untuk Ki Joon. Ki Joon membaca buku hariannya. Ah Jung protes, siapa yang mengijinkan Ki Joon membaca buku harian orang lain? Ki Joon tidak merasa bersalah, tidak ada rahasia diantara kita.

Ki Joon ingin membicarakan isi buku harian Ah Jung dan ada telp lagi. Ki Joon kesal, aku akan lempar telp itu. Ah Jung berkata ini dari ayahnya. Prof Gong telp dan Ae Kyung ikut mendengarkan. Ayah berkata ia kesepian karena Ah Jung tidak disini. Prof Gong menyinggung tentang pernikahan, jika aku menikah, apa itu bisa mengurangi rasa sepi?

Ah Jung mengatakan tentang pernikahan dan Ki Joon salah persepsi. Ia pikir Ah Jung membicarakan pernikahan mereka. Ki Joon jadi senang.

Prof Gong : Jadi aku harus menikah kan? Ki Joon berusaha mendengar. Ah Jung minta ayahnya tidak perlu cemas tentang reaksinya. Ayah terlalu baik. Prof Gong mengingatkan, kalau ia menikah maka akan ada dua keluarga.
Ah Jung : Jika dua orang saling mencintai dan menyukai, maka itu cukup. Ki Joon mendekat dan berbisik, aku akan mengatakan itu padanya (Ayah).

Ah Jung menjauh dari Ki Joon, ayah meskipun aku menentangmu, kau harus tetap menikah. Dengan demikian kau akan jadi pria keren. Prof Gong berterima kasih.

Ki Joon tahu kalau ini tentang Prof Gong. Ki Joon kecewa, senyumannya hilang. Ki Joon tengkurap dan wajahnya tenggelam di kasur.

Ah jung datang lagi, aku sudah menyiapkan makanan, kau tidak akan makan? Ki Joon mengeluh, sepertinya Ayah akan menikah sebelum aku, lalu aku kapan?
Ah Jung : Jika kau mencoba mengintip buku harian wanita, maka sepertinya kau tidak akan pernah menikah. Berapa buku yang kau baca? Ah jung tanya sambil berbaring diatas punggung Ki Joon. Ki Joon heran, tapi mengapa ada bintang di tanggal2 ini? Untuk apa itu?

Ah Jung : Kau tidak perlu tahu. Tanggal yang hanya diketahui oleh wanita.
Ki Joon berpikir sejenak dan ia mengerti lalu berkata ahhh… Ki Joon senyum tipis, dan berkata pelan, Aku lihat hari ini tidak dikasih bintang. Ah Jung memukul Ki Joon dengan bukunya.

Mereka minum bir di atas tempat tidur. Ki Joon minta diijinkan menginap di rumah Ah Jung.
Ah Jung : Tidak boleh, kau punya hotel mewah, kenapa tidur disini? Ki Joon tiduran diatas pangkuan Ah Jung, aku lebih suka disini.

Ah Jung : Apa kau tidak mau bangun?
Ki Joon : Aku tidak mau.

Ah Jung mengeluh, kepalamu berat. Ki Joon berkata, karena penuh dengan Gong Ah Jung. Ah Jung berkata kalau Ki Joon benar akan menginap, ia harus beli sikat gigi sebelum toko tutup. Ki Joon berkata tidak perlu, mereka bisa pakai sikat gigi Ah Jung saja.

Ki Joon : Aku hanya ingin memegang tanganmu, apa kau berpikir tentang ciuman? Ah Jung kesal, siapa yang memikirkan itu? Itu karena kau sangat gila kebersihan. Ki Joon ingin tinggal di Jeju saja, tidak perlu pulang ke Seoul. Hanya mengerjakan proyek di Jeju saja.

Ah Jung : Omong kosong, itu mustahil. Ki Joon mulai memejamkan matanya, tapi apapun yang kau katakan, kau tidak membenciku kan? Ah Jung membungkuk dan mencium Ki Joon. Ki Joon tersenyum. Apa maksudmu aku tidak menyukaimu? Aku sangat menyukaimu.

Ah Jung membelai rambut Ki Joon. Ki Joon lega, aku cemas setiap hari, apa yang akan kulakukan jika kau tidak menyukaiku dan menolakku?

Ki Joon tanya, waktu itu kau berkata ada sesuatu yang hilang, apa kau sudah menemukannya? Ki Joon menggelitik Ah Jung, apa mungkin di kantungmu? biar kulihat! Ah jung teriak, jangan macam2 denganku.

Paginya, Ah Jung masih tidur. Ki Joon sudah menyiapkan sarapan dan membangunkan Ah Jung, ayo bangun, kau harus kerja.
Ah Jung : Lima menit lagi..biarkan aku tidur lima menit lagi!

Ki Joon menunjukkan sarapan yang ia buat dan Ah Jung makan sambil setengah tidur. Ki Joon tanya, bagaimana? jangan meremehkan keahlian Presiden Hotel.
Ah Jung makan : Enak sekali!

Ki Joon membujuk Ah Jung, kalau mereka menikah, ia bisa membuat sarapan untuk Ah Jung setiap hari. Ah jung tidak percaya, Ki Joon terlalu sibuk dan bahkan tidak sempat makan untuk dirinya sendiri.
Ki Joon : Kalau aku membuat sarapan tiap pagi, apa kau akan segera menikah denganku? Apa kita harus menulis kontrak atau kita rekam saja?
Ah Jung : Trik seperti itu berhasil untuk wanita lain ya?

Ki Joon mengantar Ah Jung ke kantornya dan meminta upah karena sudah mengantar Ah Jung.

Ki Joon : Aku sudah mengantarmu sendiri ke tempat kerja. Kau tidak bisa pergi begitu saja! Ah jung ingin langsung masuk, aku sudah terlambat kerja! Ki Joon menahannya, tunggu! tunggu! Bayar dulu tarifnya! Ah Jung ngomel, dasar…lalu mendekat ke jendela dan mencium Ki Joon 🙂

Ki Joon terlihat senang. Ah Jung langsung lari karena ada temannya yang melihat mereka.

Ki Joon sibuk kerja di proyek konstruksi baru World Grup.

Ah jung menerima turis dan mengantar mereka keliling. Ada pria bule yang tanya tentang penyewaan audio player dan minta Ah Jung mengantarnya.

Ki Joon juga muncul dan minta Ah Jung menjelaskan tentang pameran. Ki joon pura2 membungkuk, anda sudah kerja keras.

Ah jung kaget, kenapa kau datang kesini?

Ki Joon tanya macam-macam hal, tapi menjurus, seperti apa itu keranjang bayi? Ah Jung menjelaskan, itu adalah anyaman dari bambu. Ayunan higienis dengan dasar lembut yang nyaman. Ah jung berkata semua sudah tertulis, apa anda mau lihat atau harus saya panggilkan kurator?
Ki joon : Apa yang dipajang di ruangan Tamra (nama Jeju kuno)? Ah Jung bersabar, dan menjelaskan : Dari sejak Sebelum Masehi sampai masa Goryeo, kebudayaan Tamra waktu itu bisa dilihat disana. Ki Joon melihat-lihat dan berkata, ah kudengar kau yang mengatur pameran kali ini.

Ah jung membenarkan. Ki Joon membaca judul pameran, Memory dari bawah tanah. Apa artinya itu?
Ah Jung : Ini adalah pameran dari Pulau Jeju yang menampilkan penemuan dan juga karya seni yang sudah digali selama 10 tahun ini. Kebanyakan adalah barang pecah belah dari tanah liat. Meskipun semuanya tidak ada dalam ingatan kita lagi, tapi demi menemukan kembali nilai dari barang2 ini dalam memori, kami memakai tema ini.

Ki Joon : Menggunakan memori untuk menemukan kembali nilai penggalian. Itu sama dengan cinta. Dengan memori, kau bisa menemukan jalanmu kembali pada cinta. Terima kasih karena sudah mengatakan ide bijak ini. Ah Jung ingin tahu kenapa Ki Joon seperti ini. Ki Joon berkata karena Ah Jung terlalu lama, apa kau masih belum menemukan apa yang sudah kau hilangkan?

Ki Joon : Aku mempelajari satu hal setelah datang ke museum. Mungkin kau bisa menemukan apa yang sudah kau hilangkan.
Ah jung : Apa itu? Ki Joon berkata terlalu sulit dimengerti dan ia akan menulisnya, jangan bergerak! Ki Joon menulisnya di lengan Ah jung. Ingat ini. Ah Jung membacanya, tapi ini…

Ki Joon akan segera kembali ke Seoul. Ah Jung menanyakan pekerjaan Ki Joon. Ki Joon menyelesaikan pekerjaan dengan baik tapi masalah Gong Ah Jung belum selesai. Kapan aku bisa bertemu denganmu lagi? Ah Jung berkata kapan saja mereka bisa bertemu.

Ki Joon minta Ah jung meluangkan hari untuk pulang ke Seoul dan makan bersama bibinya. Ki Joon memberikan kalung pada Ah jung, kalung untuk melamar Ah Jung waktu itu. Perasaan Ki Joon sudah terperangkap bersama kalung itu/lamaran-nya selama sebulan lebih, sangat sulit untuk bernafas.

Ki Joon minta kalau Ah Jung datang nanti, pakai kalung itu. Ah Jung mengerti tapi ia masih belum yakin (untuk jadi istri Ki Joon).
Ki Joon : Aku tahu kau belum yakin, itulah sebabnya aku memberimu waktu. Jika kau muncul pada hari itu dengan mengenakan kalung ini maka aku akan tahu kalau kau mau menikah denganku.

Ah Jung : Ki Joon..
Ki Joon : Kalau kau tidak mau, maka kau tidak perlu datang. Tapi kuharap kau akan datang.

Ki Joon akan pulang dan dia sudah di bandara. Ah Jung juga disitu tapi ia sembunyi. Ah jung telp dan minta maaf karena tidak bisa mengantarnya pergi.

Ki Joon : Tidak apa-apa, kita akan bertemu lagi.
Ah Jung : Aku seharusnya menemuimu dan mengatakan ini sambil memandangmu, tapi aku tidak punya keberanian, jadi aku telp. Ah Jung berkata jika ia nanti tidak datang…Ki joon memotongnya, tidak bisa. Ah jung harus datang. Ki Joon sudah mengatakan-nya pada bibi Myung Jin.
Ki Joon : Jika kau tidak datang, aku benar2 akan sangat marah, kau mengerti kan?
Ah Jung janji akan memikirkannya.
Ki Joon : Baiklah aku masuk dulu.

Ki Joon mencari oleh-oleh untuk orang tua Ah jung (Prof Gong dan Ae Kyung).

Ah Jung tampak tertekan. Menikah dengan Hyun Ki Joon memang tidak semudah itu. Ah Jung harus menemukan dirinya sendiri sebelum memutuskan untuk komitmen.

Ah Jung memandangi kalung pemberian Ki Joon dan ingat kata2 Ki Joon, kalau ia sudah terperangkap di dalamnya selama sebulan lebih. Tentang acara makan bersama bibi Myung Jin.

Ah Jung mengangkat kalung itu dan mendekatkan ke lehernya. Lalu menyimpannya kembali dalam kotak.

Ah Jung mengecek inventaris dan heran kenapa ada guci kecil disini. Guci itu tertukar. Rekan Ah jung heran, ia sendiri yang menerima dan membawanya kesini. Ah Jung minta dicarikan nomor kontak, siapa yang sudah mengirim guci kesini dan juga ahli yang menemukan barang2 ini.
Rekan Ah jung berkata kalau mereka libur, aku tidak tahu apa bisa menghubungi mereka. Ah Jung tetap ingin temannya mencoba.

Ki Joon menjemput bibi. Bibi heran, bukannya kita akan datang sendiri2, aku masih banyak pekerjaan. Ki Joon berkata ini sangat penting, makanya ia akan mengantar sendiri bibinya. Ki Joon menunggu Bibi selesai kerja, masih ada waktu.

Ah Jung masih sibuk dengan urusan artefak itu dan ia baru sadar kalau ketinggalan pesawat ke Seoul.

Bibi Myung Jin dan Ki Joon sudah tiba di lokasi pertemuan dan mereka menunggu Ah jung. Bibi tanya apa Ah jung bisa menepati waktu perjanjian. Ki Joon menenangkan bibi dan berkata kalau Ah jung akan segera tiba.

Ah Jung telp dan minta maaf, aku menepati janji tapi aku ketinggalan pesawat. Ki Joon kaget, kenapa baru telp sekarang? Ah Jung merasa bersalah, ada masalah mendesak dan aku sibuk telp.

Ki Joon tidak percaya, kau bahkan tidak punya waktu untuk telp? Aku sudah bilang sebelumnya untuk memastikan kedatanganmu. Ah Jung minta maaf dan mohon agar Ki Joon menjelaskan pada bibi Myung Jin.

Bibi kesal, aku akan mengatakannya. Kau membuatku cemas, ini sangat membuatku frustrasi. Apa kau tahu sekarang ini seperti apa? Gong Ah Jung tidak menghargai kita dan dia mengabaikanmu.
Bibi marah2, Jika dia tidak bisa datang, dia seharusnya mengatakan-nya. Apa dia tidak bisa telp? Dia bahkan tidak tahu sopan santun dasar.

Bibi pergi. Ki Joon terlihat marah dan terluka.

Ah Jung jalan ke ruang pameran dan menemukan guci yang hilang itu. Ah Jung menangis, dan terus menangis sambil berkata aku menemukannya. Aku menemukannya.
Temannya datang dan heran, kau disini rupanya. Ah jung berkata sudah menemukannya. Ah Jung sudah menemukan apa yang hilang dari hatinya.

Ah Jung pulang dan ingat saat Ki Joon berkata ia harus datang dan jika tidak maka Ki Joon akan benar2 sangat marah. Ah Jung ingin telp Ki Joon tapi tidak berani dan membatalkannya.

Ki Joon menyuruh Park Hoon mengirim kotak ke alamat tertentu. Park Hoon mengerti dan pergi.

Ki Joon telp Ah Jung dan berkata ia akan ke Jeju untuk urusan kerja hari ini. Tapi karena ia sibuk, ia minta ketemu Ah Jung di bandara.
Ki Joon : Kau harus datang apapun yang terjadi. Aku harus melihat wajahmu dan mendengar sendiri penjelasan darimu.

Ah Jung menulis pesan dan meletakkan dalam kotak kalung, tapi kalungnya tidak ada. Pesan Ah jung : Untuk kekasihku, Hyun Ki Joon….

Ah Jung bertemu Ki Joon di bandara. Ki joon minta maaf karena tidak punya banyak waktu. Ki Joon ingin tahu, apa waktu itu Ah Jung tidak datang memang karena tidak ingin datang atau sebenarnya ingin datang hanya tidak bisa? Ah Jung minta maaf dan menyerahkan kotak kalung kosong itu, ini jawaban Ah jung

.

Ah Jung memandangi kalungnya : Apa kau belum melihatnya? Kenapa dia belum telp?

Ki Joon belum membuka kotak kalung itu, ia takut. Ki Joon akan membukanya, tapi tidak jadi karena bibi telp.
Bibi : Kudengar kau ke Jeju lagi, apa kau bertemu Ah Jung? Apa katanya? Apa dia tidak ingin menikah denganmu?
Ki Joon : Aku akan mengatakan-nya padamu kalau aku pulang nanti.
Ki Joon menyimpan kotak itu ke laci tanpa membukanya! arrrgh….ok drama belum selesai. Ah Jung masih menunggu telp Ki Joon.

Ki Joon memeriksa dokumen dari Park Hoon. Tidak ada stempelnya. Hoon minta maaf.
Ki Joon : Apa ini standarmu mengurus pekerjaan? Cepat cari stempel. Hoon segera mencari ke seluruh ruangan. Ia membuka laci dan menemukan kotak kalung. Hoon langsung membukanya.

Hoon : Presiden, apa isi kotak itu? ada catatan-nya.
Ki Joon kaget, catatan? kotak apa? Akhirnya Ki Joon melihat pesan Ah Jung.

Ki Joon membacanya : Ki Joon, di hari itu, hari dimana kita memutuskan untuk bertemu bibimu. Kau pasti sangat marah karena aku tidak memenuhi perjanjian kita. Aku benar-benar minta maaf. Tapi aku, aku sudah menemukan hal yang hilang itu. Seperti yang kau katakan saat di museum, di waktu yang tanpa akhir ini, tidak ada bekas. Di ruang yang tidak jelas ini, tidak ada jalan.
Di waktu yang tidak berakhir ini, kita dilahirkan di usia yang sama. Di ruang yang tidak jelas ini, bisa bertemu dan menjadi satu denganmu..jodoh ini sungguh mengagumkan dan keajaiban-nya benar2 indah. Aku akhirnya merasakan-nya. Dan akhirnya..aku bisa menemukannya. Memori yang menjadi milikku, yang sempat menyesatkan arahku.

Di museum ini, masa lalu dan sekarang ada bersama-sama. Meskipun memakan waktu cukup lama. Tapi, aku yakin sekarang kalau aku bisa lari ke sisimu. Terima kasih karena bersedia menungguku. Dan juga.. Aku mencintaimu.

Kita lihat my cute Park Hoon terakhir kalinya di drama ini…

Ki Joon sadar dan langsung lari. Park Hoon panik, Presiden kau mau kemana? Masih ada yang harus diselesaikan!
Ah Jung mengenakan kalung itu dan sarapan. Ia ingat saat Ki Joon membuatkan sarapan untuknya. Ah Jung ngomel, hanya karena aku tidak memenuhi satu janji, ia tidak telp. Dasar pria jahat. Ada kiriman untuk Ah Jung.

Ki Joon lari dan memanggil taksi. Tidak sabar menunggu mobilnya.

Ah Jung membuka kotak, itu kotak yang dikirim Park Hoon atas perintah Ki Joon.

Isinya, ada jus tomat, coca cola, bebek karet (oh ini maksudnya kapal bebek hehe), uang 73200 Won yang dibayar Ah Jung untuk tagihan RS, boneka kakek batu Jeju (Saat mereka tiduran di rumput Jeju dengan latar belakang Jeju grandfather stone)

Mainan cone es krim dari plastik, tiket dari pertunjukan musik klasik yang diborong Ki joon. Bolpen World Hotel Ah Jung. Kliping koran waktu Ki Joon teriak menyatakan perasaan-nya ke Ah jung.


Ah Jung menangis melihat isi kotak itu, ia ingat Ki Joon dapat ide ini dari Ah Jung sendiri. Ki Joon telp.

Ah Jung menunggu Ki Joon di tepi pantai. Ki Joon lari menemuinya dan keduanya berpelukan.

Ki Joon : Aku belum terlambat kan?
Ah Jung : Kenapa kau baru telp sekarang?

Ki Joon : Maaf karena tidak mengerti perasaanmu.
Ah Jung : Maaf karena membuatmu menunggu. Aku sangat mencintaimu. Ki Joon…

Ki Joon : Tidak…aku lebih mencintaimu.

Ki Joon mencium Ah Jung ….

Ki Joon : Mulai sekarang, aku tidak ingin jauh darimu meskipun hanya sehari saja.
Ah Jung : Aku juga. Meskipun kau berusaha melepasku, tidak akan bisa.

Keduanya berciuman lagi.
Suara Ah Jung berkata ke So Ran : Kami akan segera menikah.
So Ran tidak percaya, bohong. Kau mau aku percaya itu? Kali ini benar! kata Ah Jung. So Ran tidak mau percaya, aku tidak akan tertipu olehmu lagi.
Ah Jung : Kali ini benar! kami akan segera menikah musim gugur tahun ini.

Suara Ah Jung : Cinta datang padaku dalam kebohongan. Lalu kebohongan itu menjadi cinta.

Suara Ki Joon : Lalu kami belajar…kadang-kadang dalam sebuah kebohongan, ada tersembunyi kebenaran yang lebih menggairahkan daripada kenyataan.

-THE END-

Iklan

Sinopsis Lie to me episode 15

Sinopsis Lie To Me episode 15

Ki Joon mengejar Ah Jung, ia ingin tahu ada apa. Ah jung minta Ki Joon masuk, karena dia belum menyapa para tamu.

Ki Joon tetap ingin tahu, tidak mungkin orang lari begitu saja tanpa sepatu jika tidak terjadi apapun. Ah Jung berkata ia tidak enak badan dan minta Ki Joon menyampaikan maafnya pada Tuan & Ny. Chen.
Ki Joon : Ada apa? setelah menerima telp itu..telp apa itu?

Ah jung : Bukan karena itu.
Ki Joon : Lalu apa karena reporter tadi?

Ah Jung tetap tidak memberikan penjelasan. Ki Joon jalan dan jongkok di depan Ah jung, ayo naik ke punggungku, karena kau tidak pakai sepatu.
Awalnya Ah jung ragu, tapi Ki Joon menarik tangannya. Akhirnya Ah Jung naik ke punggung Ki Joon.

Ki Joon : Ini pertama kalinya aku menggendongmu.
Ah Jung membenarkan. Ki Joon tanya apa Ah jung menyukainya, kau lebih berat dari yang kukira.

Ah Jung minta maaf. Ki Joon heran, untuk apa? Ah Jung minta maaf karena berat.
Ki joon berkata ia cuma bercanda, ia ingin menggendong Ah Jung seperti ini setiap hari.

Ki Joon mengantar Ah Jung ke mobil dan menerima sepatu Ah Jung dari seorang wanita. Ki Joon membungkuk dan memakaikan sepatu Ah Jung.
Ah Jung malu dan minta sepatunya, tapi Ki Joon berkata ia yang akan memakaikan untuk Ah Jung. Ki Joon minta Ah Jung jangan menangis, ia tidak ingin melihat air mata dari mata Ah jung.

Ki Joon : Aku akan memastikan kau tidak akan lagi menangis. Aku akan memastikan kau tersenyum setiap hari.
Lalu Ki Joon mengantar Ah Jung pulang.

Ah Jung memikirkan lagi semua yang terjadi, dari pertanyaan reporter tentang hidupnya yang bagai Cinderella, saat Ah jung ditanya apa dia mencintai Ki Joon, saat Ki Joon teriak di lapangan kalau ia mencintai Ah Jung dan saat dapat telp kalau dia dipecat.

Jae Bum juga mendengar dari Ah Jung kalau dia dipecat dan Jae Bum marah. Dimana lagi bisa mendapatkan PNS yang kerja keras dan beretika seperti dirimu?
Jae Bum berpikir keputusan ini pasti karena Ah Jung pacaran dengan Hyun Ki Joon. Kalau tidak, mereka tidak akan memecat Ah Jung.

Ah jung mohon Jae Bum merahasiakan ini dan membantunya. Ah Jung ingin berjuang dan tidak bersedia dipecat begitu saja, ia tidak ingin meninggalkan pekerjaan dengan cara seperti ini.
Jae Bum berkata mereka bisa mencari bukti dan memasukkan-nya pada Komite Disiplin.

Prof Gong sedang bicara dengan seseorang, mungkin rekan dosen. Pria itu membicarakan Ah Jung, terus terang dia seharusnya tidak bisa dipecat. Prof Gong baru dengar kalau Ah jung dipecat dari orang itu.

Bibi Myung Jin menunjukkan surat kabar ke Ki Joon “Pacar Hyun Ki Joon, Petugas Gong Ah Jung, dipecat.”

Ki Joon kaget dan dia baru tahu kenapa Ah Jung menangis semalam.

Bibi ingin tahu apa yang akan dilakukan Ki Joon, mereka bilang kalau penunjukkan Gold Resort karena perlakuan khusus. Karena Gong Ah jung adalah pacar Ki Joon. Ini membuat Bibi marah.

Bibi juga kesal dengan foto Ki Joon saat pernyataan cintanya di depan publik. Baik! Cinta memang seperti katamu, pribadi dan bebas. Tapi, apa kau harus menciptakan keributan?
Myung Jin : Apa kau tidak memikirkan posisiku di perusahaan ini?

Ki Joon minta maaf, lalu pergi meninggalkan Bibi.
Ki joon minta Park Hoon menelepon kantor Kementrian Pariwisata.

Ah Jung makan bersama ayahnya dan tidak menghiraukan telpnya yang berdering. Prof Gong berkata ia sudah membaca koran. Ah jung kaget, sudah keluar di berita?
Ah jung : Ayah, apa kau percaya padaku?

Prof Gong : Tentu saja! Apa kau tahu kenapa kau dinamakan Gong Ah Jung? Agar kau bisa menjadi warga negara Korea Selatan yang paling positif dan adil, makanya kau dinamakan Gong Ah Jung. Apa kau mengerti?
Gong Ah Jung yang kukenal tidak akan melakukan apapun yang akan merusak reputasinya seperti itu.

Bahkan meskipun semuanya menyerah, kau akan tetap teguh memegang prinsipmu. Meskipun ada yang memberimu kelebihan 10 ribu Won, kau tidak akan menerimanya.

Ah jung : Ayah…aku tidak bersalah. Jadi aku ingin berjuang melawan ini.
Prof Gong setuju, bagus, bagus. Itu pemikiran yang bagus. Kau akan melakukan-nya dengan baik.

Prof Gong : Dan juga, mereka tidak tahu, putri siapa kau itu!

Ki Joon pergi ke rumah Ah Jung malam itu dan Prof Gong mengeluh, kau ini benar2 keras kepala. Tidak berhenti mengejar Ah Jung.
Prof Gong : Kau tidak cemburu karena aku bersama dengannya tadi?

Ki Joon berkata ia cemburu. Prof Gong akhirnya mengijinkan Ki Joon “meminjam” putrinya sebentar, tapi tidak boleh lama-lama.
Ki Joon : Terima kasih, Ayah.

Ki Joon tanya apa Ah Jung sudah makan. Ah Jung kesal, aku bukan babi.
Ki Joon : Aku lega kalau kau tetap kuat.

Ki Joon ingin membantu Ah Jung menyelesaikan masalahnya, tapi Ah Jung ingin melakukannya sendiri. Ki Joon tidak setuju, meskipun ini tidak adil, kita harus melawannya bersama, ok? Apa kau mengerti?
Ah Jung : Baiklah.

Ki Joon berkata kalau dia dengar Menteri Pariwisata akan ke Gold Resort untuk mengumpulkan informasi, apa Komite kedisiplinan mengatakan sesuatu?

Ah Jung : Mereka pikir aku memilih Gold Resort karena pertimbangan khusus.
Ki joon tahu akan seperti ini, karena aku. Masalah ini muncul. Aku sama sekali tidak membantumu.

Ah Jung menghiburnya, kau bisa membantuku mulai sekarang.

Ki Joon tanya kalau dia tidak bisa menolong, apa Ah jung akan melarikan diri?
Ah jung : Meskipun aku mencoba untuk melarikan diri, aku akan memulihkan reputasiku dulu sebelum pergi.

Ki Joon : Kau berani melarikan diri? Aku akan menculikmu sebelumnya.
Ki Joon mengatakan itu sambil celingukan, seperti benar2 akan menculik Ah jung 🙂

Ah Jung pergi ke kantor Kementrian dan mulai mengumpulkan informasi. Sambil mendaftarkan keberatan-nya.

Kim Kyu Jin muncul, ia memberikan dokumen yang diminta Ah jung lalu memberikan semangat. Fighting petugas Gong!

Jae Bum memeriksa semua dokumen yang mendukung Ah jung. Mereka memeriksa rating hotel milik Ki Joon, yang memang tinggi.

Boss Ah jung dan rekan kantornya juga bersedia membantu Ah Jung berjuang, kita tidak akan diam saja dan melihat apa yang terjadi.
Mereka akan mengumpulkan tanda tangan untuk Gong Ah Jung. Mereka bertekad akan kampanye untuk Ah Jung, agar dipekerjakan kembali.

Park hoon juga membantu. Hoon tidak menemukan kesalahan dalam pekerjaan Ah jung. Aku sudah memeriksa dokumen yang terkait dan ini tidak berguna.

Park hoon : Jika kita bisa membuktikan kalau Presiden dan Nona Gong Ah jung tidak ada hubungan cinta, maka masalah ini bisa diselesaikan. Tapi Nona Gong Ah Jung…berkeras kalau dia punya hubungan cinta denganmu.

Ki Joon yakin kalau masih ada cara lain dan Park Hoon harus mencobanya, tidak peduli butuh uang seberapa banyak, jika aku bisa melakukan sesuatu maka ia akan melakukannya. Kau harus cari cara!
Park hoon : Ya, aku tahu.

Ah Jung membagikan selebaran untuk orang-orang, ia ingin mencoba mendapatkan tandatangan.

Ki Joon juga membagikan selebaran, isinya : Staf Acara dari Kementrian Pariwisata, Gong Ah Jung adalah orang yang jujur. Kebenaran akan muncul pada akhirnya!

Ah Jung dan Ki Joon bertemu di depan kantor.
Ah Jung : Apa yang kau lakukan?
Ki Joon melakukan ini untuk pertama kalinya, tapi ternyata menyenangkan. Ah jung minta Ki Joon berhenti.

Ki Joon berkata ia sudah minta Park Hoon memberikan ide, tapi Park Hoon hanya memberikan ide kuno.
Ah Jung : Ki Joon, sudahlah tidak apa-apa.

Ah Jung berkata ini memalukan, ini masalah pribadinya, dia harus menyelesaikannya sendiri.
Ki Joon : Di dunia ini, ada hal yang bisa diselesaikan dengan uang dan ada yang tidak.

Ki Joon berkata siapa lagi yang bisa melakukan ini kalau bukan dia, Ki joon kan populer, jadi tidak perlu malu. Mereka harus mempekerjakan Ah jung kembali.

Ki Joon akan pergi ke depan kantor Kementrian dan teriak untuk menyelamatkan Gong Ah Jung. Kau tidak tahu keahlianku, aku menyelesaikan pekerjaan dengan cepat.
Ki joon : Bagaimana aku bisa sampai ke posisi ini di usia semuda ini?
Ah Jung : Aku iri dengan keahlian itu.

Ki Joon : Ah..lagipula, kalaupun kau pengangguran, itu bukan masalah. Aku Hyun Ki Joon, Presiden World Hotel. Kau cuma perlu belajar merangkai bunga, yoga, dan shopping..Apa kau tidak tahu banyak orang menginginkan gaya hidup seperti ini?
Banyak wanita yang akan iri padamu.

Ah Jung bukan orang seperti itu dan ia tidak bisa hidup hanya melakukan itu.

Ki Joon : Sejak kapan kau jadi sangat berdedikasi pada pekerjaan. Bukankah kau dulu tidak punya banyak pilihan makanya kau mengambil pekerjaan ini?
Aku pikir kau ikut ujian PNS karena sunbae-mu, ya kan?

Ah Jung : Hei, hentikan! Dulu aku tidak punya impian dan tujuan. Demi cinta pertamaku, aku ikut ujian PNS. Lalu aku beruntung bisa lulus.

Sampai sekarang aku selalu mendapat pekerjaan kecil. Lalu, kenapa kita harus menuntut dipekerjakan kembali. Kita bisa diam saja dan mengakhiri karirku.

Ki joon menunjukkan foto Ah Jung, tapi aku memilih foto yang bagus di selebaran ini kan?
Ki Joon menggoda Ah Jung.

Yoon Ju sedang stress dan frustasi, ia sedang melihat berita tentang Ah Jung – Ki Joon.

Ibu Yoon Ju membawakan makanan untuk putrinya, ia cemas karena Yoon Ju tidak mau makan. Ny. Seo tanya kenapa Yoon Ju membaca semua berita tentang Ah Jung-Ki Joon?

Yoon Ju berkata ia tidak apa-apa dan memeluk ibunya, dia senang karena punya ibu.

Ibu berkata Yoon Ju tidak salah. Yoon ju tahu Ki Joon tidak akan kembali padanya, tapi disaat terakhir dia melakukan hal buruk.
Ibu : Apa maksudmu?
Yoon Ju : Aku hanya merasa aku menjadi semakin buruk dan buruk saja.

Ibu minta Yoon Ju kembali saja ke Paris. Hidup disini berat untukmu, kenapa kau tidak mulai lagi dari awal di Perancis?

Jae Bum kerja lembur dan istrinya mulai cemas. Melihatmu seperti ini, orang akan berpikir kau menyiapkan ujian.
Jae Bum minta So Ran tidur saja dulu.

So Ran : Jika kau seperti ini dalam setiap pekerjaanmu, kau akan dapat penghasilan ganda sekarang. Kau sudah melakukan banyak untuk Ah Jung. Apa lagi yang harus kau lakukan?


Jae Bum : Aku harus menjaga rahasia klien-ku.

So Ran : Jika kau gagal membuat Ah jung bekerja kembali..jangan pernah berpikir untuk menyentuhku selama setahun. Hahaha….Jae Bum langsung kelabakan..

Ah Jung latihan pidato, Saya Gong Ah Jung dari Kementrian Pariwisata bagian Publikasi Pariwisata. Ini adalah hasil penyelidikan dari Institut Pelatihan PNS. Saya…
Ah Jung menahan tangis. Dan bicara sendiri : Jangan menangis..jangan menangis..

Ah Jung pergi dan menghadap komite. Mereka berkata akan memberi keputusan untuk permohonan Gong Ah Jung. Petugas Gong Ah Jung, apa kau menyiapkan pembelaan final?

Ah Jung mengiyakan dan memberikan semua dokumen yang ia masukkan ke pusat latihan PNS. Isinya sama dengan dokumen yang dia pakai untuk mengambil keputusan dalam mengevaluasi Gold Resort.
Ah Jung berkata kalau polling yang ia lakukan pada 100 orang, 98 orang juga memilih Gold Resort, jadi keputusan-nya sama dengan keputusan kebanyakan orang.

Ah jung : Karena hubungan pribadi kami, saya mengerti kalau timbul kecurigaan. Tapi itu tidak cukup untuk menghukum saya seperti ini tanpa proses. Saya tidak bisa menerimanya.

Jika anda ingin menghukum saya hanya karena itu, ini akan menyulitkan di masa mendatang, karena petugas lain mungkin tidak akan bisa membuat keputusan yang adil karena takut dicurigai.

Jadi Ah Jung ingin melindungi PNS lainnya yang mungkin akan mendapat masalah sama dengannya. Ah Jung benar2 obyektif saat memilih resort yang akan digunakan untuk konferensi, meskipun saya harus memilih lagi, saya tidak akan mengubah pilihan saya. Kenapa? Karena sebagai PNS, seorang pegawai kantor atau presiden, jika mereka melakukan tugas dengan benar, cinta bukanlah kejahatan.
Ini adalah pembelaan terakhir saya.

Komite : Kami akan mengambil keputusan untuk masalah ini.

Ki Joon menunggu di luar ruang sidang. Ah Jung keluar dan Ki Joon tanya, bagaimana?
Ah Jung menangis. Ki Joon menghibur, sudah ..tidak apa-apa. Ki Joon berpikir, pasti Ah Jung gagal.

Ah jung : Ki Joon, nanti aku tidak bisa olah raga pagi bersamamu lagi.
Ki Joon heran.
Ah Jung : Aku bisa mulai kerja lagi!

Ki joon kaget dan senang, kau berhasil? kau dipekerjakan lagi? Ah Jung apa ini benar? Kau benar2 dipekerjakan lagi?
Ah Jung menangis karena terlalu gembira. Ki Joon langsung memeluknya.

Ah Jung minum bersama ayahnya, mereka saling merangkulkan tangan dan minum. (Seperti di pesta pernikahan hehe)
Ayahnya tanya apa Ah jung ingin liburan sebelum kerja lagi.
Ah jung : Denganmu?
Prof Gong : Apa kau mau pergi dengan anak itu?

Ah jung mengiyakan. Prof Gong berkata kalau Ah jung menikah nanti, pasti tidak akan bisa bertemu ayahnya tiap saat.
Ah Jung berkata ia belum memikirkan pernikahan, dan masih ingin tinggal dengan ayahnya.

Prof Gong : Tapi, kau kau sudah mampu membuat keputusan besar sendiri tanpa bantuanku. Kau benar2 sudah dewasa!
Ah jung menggoda : Secara fisik, aku lebih tinggi darimu.

Prof Gong berterima kasih karena Ah Jung tetap bisa tumbuh dengan baik tanpa ibunya. Mereka bersulang lagi.

Bibi Myung Jin : Aku dengar tentang pengangkatan kembali Gong Ah Jung. Kau melakukan demonstrasi sendiri di depan Kantor Kementrian?
Ki Joon : Kau sudah dengar.

Bibi tidak mengerti, ada apa dengan Ki Joon, apa kau benar2 ingin menikah dengannya?

Ki Joon membenarkan, kalau bisa ia ingin segera menikah dengan Ah Jung.
Bibi : Apa hebatnya dia? dia cuma PNS biasa dengan latar belakang keluarga biasa.
Ki Joon : Dia biasa, itulah mengapa aku menyukainya.

Bibi : Sepertinya kau tidak akan mendengar apapun perkataanku.
Ki Joon : Apa kau benar2 ingin menghentikanku? kau tahu itu tidak akan berhasil, ya kan?

Ah Jung kembali kerja, ia lari dengan terburu-buru, mencari ponsel dan ID-tagnya. Ayah minta Ah Jung makan dulu.
Ah jung makan dengan cepat, enak sekali.
Ayahnya minta Ah jung makan pelan2 dan duduk.

Ah Jung sampai kantor dan mendengar musik. Ada stand es krim dengan Pooh lucu yang lari ke arahnya. Ah jung geli, lucu sekali.

Pooh itu mendorong Ah Jung ke stand es. Rekan2 kerja Ah Jung lari dengan spanduk, selamat!!!

Ki Joon juga ada, mengenakan seragam dan memberi selamat untuk Ah jung. Ia mengalungkan bunga ke leher Ah Jung.

Ki Joon sudah membayar semua es krim dan mereka akan merayakan ini. Semua bergembira dan rekan2 Ah Jung berkata mereka juga berjuang, lalu tanya kapan mereka akan menikah?
Ah jung malu, menikah apa? Kami tidak menikah.
Ki Joon langsung menoleh ke Ah Jung.

Rekan2 Ah jung tetap mendorong Ah Jung untuk segera menikah. Ki Joon memukul Pooh, sudah hampir selesai, buka itu.

Pooh membuka kepalanya, dan ternyata itu Park Hoon! lucu juga.
Hoon memberi selamat untuk Ah Jung dan berseru ayo menikah! menikah!

Ki Joon makan es bersama Ah jung. Ah jung merasa ini memalukan.
Ki Joon : Kau tidak menyukainya?
Ah Jung : Ya.

Ki Joon kaget, apa kau benar2 tidak menyukainya?
Ah Jung : Tidak, aku menyukainya, benar2 menyukainya.
Ki Joon tertawa, kau menyukainya, kenapa kau tidak jujur? Kau bilang PNS harus jujur.

Ki Joon serius, ia ingin tahu, kenapa tadi saat orang2 tanya kenapa Ah jung menjawab seperti itu?
Ah Jung pura2 tidak mengerti. Ki Joon tanya apa Ah jung tidak berpikir untuk menikah dengannya.

Ah Jung tidak bisa menjelaskan dan Ki Joon tanya apa Ah jung sama sekali tidak memikirkan pernikahan?
Ah jung menghindar dan berkata harus segera masuk.
Ki Joon : Tidak boleh, kau harus menjawabnya dulu.
Ah jung : Nanti, aku akan menjawabnya nanti.
Ki Joon : Gong Ah Jung!

Sang Hee beres2 ruangan-nya dan Yoon Ju datang, ia heran melihat Sang Hee.
Sang Hee : Apa ini pertama kalinya kau melihatku bersih2?

Yoon Ju senang karena Sang Hee terlihat lebih baik. Yoon Ju datang karena ia akan segera kembali ke Paris.
Yoon Ju ingin melepaskan Ki Joon, aku ingin pergi untuk istirahat dan belajar.
Sang Hee : Ok, itu sangat bagus.

Yoon Ju : Lagipula, aku ingin mencari pria yang lebih baik dan hidup bahagia.
Sang Hee tersenyum, itu bagus. Tapi kalau kau bertemu orang yang lebih baik, aku mungkin akan cemburu.

Ah jung bertemu Yoon Ju. Yoon Ju minta maaf karena ia membenci Ah jung padahal Ah Jung orang baik. Aku tidak seharusnya melakukan itu.

Ah Jung berkata mungkin ia juga akan melakukan yang sama kalau mereka bertukar posisi.

Ah Jung : Kau boleh membenciku, membenciku adalah hal yang wajar. Kau tidak perlu merasa bersalah. Tapi kuharap kau hanya membenciku (bukan membenci Ki Joon).
Yoon Ju berkata ia sudah kalah.
Ah Jung : ini bukan soal kalah dan menang.

Yoon Ju juga mengatakan kalau ia akan kembali ke Paris besok pagi.

It’s time to cook! The most wanted bachelor in South Korea is cooking right now!
Ki Joon sibuk memasak. Ah Jung menunggunya di meja dapur, apa ini spaghetti paling enak di dunia?

Ki Joon : Kau akan tahu saat kau memakan-nya. Setelah kau merasakan-nya, jangan pingsan!
Ah jung heran, kapan Ki Joon belajar masak? Bukankah Ki Joon sibuk?

Ki joon menjelaskan, saat ini, kau tidak bisa hanya bergantung pada karir saja. Olahraga, seni, musik…kau harus bagus dalam segala bidang.
Ki Joon : Dengan demikian, kau bisa dihargai sebagai pebisnis sejati.

Ah jung : Sepertinya kau berasal dari keluarga terpandang dan kaya.
Ki Joon : Kau tidak tahu? Apa kau mendekatiku tanpa tahu siapa aku?

Ah jung menyangkal, kapan ia mendekati Ki Joon. Ki Joon mengingatkan Ah Jung, itu..saat kau memangilku, sayang..aku disini!
Ah Jung : Kapan aku melakukan itu?

Ki Joon berkata tidak lama lagi ia akan mendengar Ah Jung memanggilnya seperti itu lagi.
Ah Jung : kata siapa?

Ki Joon mengambil spaghetti dan minta Ah jung mencicipi, bagaimana?
Ah jung makan, lalu pura2 pingsan.
Ki Joon : Apa? kau pingsan? kau mau dipanggilkan 119?

Ah jung : Enak!

Ki Joon dapat sms dan Ah Jung yang membukanya, dari Yoon Ju. Ah jung minta Ki Joon menemui Yoon Ju sebelum ia pergi besok. Ini demi Ah Jung.

Yoon Ju menunggu Ki Joon sambil mencoba cincin-nya lagi, tapi segera dilepas saat Ki joon datang.
Yoon Ju berkata akan pergi dan melepaskan Ki Joon.

Ki Joon tanya rencana Yoon Ju. Yoon Ju akan hidup dengan baik karena ia punya kehidupan yang berharga.
Ki Joon lega karena Yoon Ju sudah bisa melepasnya.

Yoon Ju mengaku ini berat, tapi dia harus menghadapinya. Ki Joon berkata waktu bersama Yoon Ju sangat berharga baginya, dan ia berterima kasih untuk kenangan indah itu. Itu tidak akan berubah.
Yoon Ju : Terima kasih.
Ki Joon : Aku lebih berterima kasih.

Yoon Ju ada di bandara dan siap berangkat. Sang Hee datang untuk mengantarnya, ia membawa hadiah.

Yoon Ju heran, apa ini?
Sang Hee berkata sesuatu yang sulit ditemukan di Paris.

Yoon Ju ingin melihat tapi Sang Hee melarangnya, kalau kau membukanya, pasti akan bau.

Yoon Ju menebak, ini pasti gochujang. Sang Hee membenarkan, ini buatan Suk Bong, ia tidak tidur semalaman membuat ini.
Yoon Ju menyukainya, terima kasih.

Sang Hee berkata ia tidak melakukan apapun. Yoon Ju berkata, jika bukan karena Sang Hee, ia tidak akan dengan cepat mengatur perasaan-nya.
Sang Hee : kalau begitu kau harus memberiku hadiah.

Yoon Ju mengiyakan, baiklah, kapan2. Kalau aku ada pameran di Paris. Aku akan mengontakmu
Sang Hee : Baiklah, kalau aku mengadakan pameran, aku akan mengontakmu juga.

Sang Hee berkata kalau waktu itu tiba, Yoon Ju sebaiknya ditemani bintang film bule. Yoon Ju geli. Sang hee senang melihat Yoon Ju tersenyum dan keduanya berjabat tangan. Bye..

Ah Jung minta Ae Kyung datang ke rumah dan meriasnya. Ae Kyung heran, kau membuatku terkejut. Kenapa tiba2 minta aku datang?
Ah jung berkata ada tempat yang harus didatangi Ae Kyung.

Ae Kyung : Kemana?
Ah Jung : Kau akan tahu nanti. Ayo senyum, bibir..bibir..
Ah Jung memuji Ae Kyung, kau terlihat cantik. Ae Kyung heran, kenapa kau tidak jawab, kita mau kemana?

Ki Joon juga sibuk memilih jas dan dasi untuk Prof Gong.
Prof Gong heran buat apa ini semua. Ki Joon berkata hanya untuk perayaan Ah jung yang sudah kerja kembali.
Ki Joon : Ayah mertua, ayo coba ini dulu. cepat.

Suk bong menyiapkan bawang dan ia menangis. Sang Hee heran, kau menangis? Suk Bong menyangkal dan berkata ini karena bawang.
Sang hee menghiburnya, jangan menangis, ini bukan pemakaman.
Suk Bong tidak mengira kalau rasanya akan sangat berat.

Prof Gong dan Ae Kyung dibawa ke cafe yang sengaja dimatikan lampunya. Mereka protes, sampai kapan akan gelap2an seperti ini? Nyalakan lampunya.
Mereka minta Prof Gong dan Ae Kyung menunggu.

Saat lampu dinyalakan, Prof Gong heran, kenapa Ae Kyung dandan? bukankah ini pesta syukuran untuk Ah jung? Ae Kyung juga heran, Prof Gong mau kemana dengan baju lengkap sperti itu.

Satu, dua, tiga! Semua memberi selamat. Sang Hee muncul dengan kue.
Prof Gong panik dan berkata ke Ah Jung, kau berani menggoda orang tua?

Ki Joon minta keduanya duduk, ini cake-nya, cake tiga tingkat.
Prof Gong kesal, apa Ah jung sengaja melakukan ini untuk menyingkirkan ayahnya, agar bisa menikah?

Ah Jung : Ayahku sungguh pintar menilai.

Ae Kyung tanya kapan Ah Jung dan Ki Joon akan menikah. Ki Joon minta mereka tidak cemas, kami akan segera menikah.
Ah Jung : Siapa bilang?

Sang Hee berseru, ayo kita foto bersama! Suk Bong melarangnya, kau juga bagian keluarga, kau harus ikut foto. Biar aku yang mengambilnya.
Selamat untuk kalian berdua!

Ki Joon bertemu Ah Jung dan memberikan selembar kertas. Ah Jung tanya apa kontrak lagi.

Ki Joon ingin Ah jung menulis 10 hal yang diinginkan Ah jung pada seorang pria.
Ki Joon juga akan menulis 10 hal yang ia inginkan dari wanita.

Ah Jung : Mengapa?
Ki Joon : Aku sudah memikirkannya, dan kita tidak banyak mengenal satu sama lain, jadi aku ingin melakukan penelitian.
Ah jung : Jika aku menulisnya, apa kau akan bisa melakukannya?

Ki Joon berkata pasti bisa, apa kau lupa aku Hyun Ki Joon lima paket. Ah Jung tidak lupa itu.
Ki Joon : Kita tulis sekarang.

Keduanya menulis dan selesai hampir bersamaan. Ki Joon minta tukar kertas.
Ki Joon langsung meraih kertas Ah jung. Ah Jung berkata kalau Ki Joon bisa melakukan 5 saja dari daftar itu, ia akan menganggap Ki Joon bisa melakukan semuanya.

Ki Joon : Bagiku, jika kau bisa memenuhi 3 saja, kau akan kugendong setiap hari.

Ah jung membaca daftar Hyun Ki Joon :
1. Meskipun hanya sereal, wanita itu harus membuatkan sarapan untukku.
2. Wanita yang bisa olahraga bersamaku setiap pagi.
3. Wanita yang minta maaf setelah bertengkar dan bisa menerima permintaan maafku.
4. Wanita yang menangis dengan keras setelah menonton film sedih.
5. Wanita yang akan menghabiskan waktu bersamaku meskipun hobi kami berbeda.
6. Wanita yang tidak akan berbohong, meskipun itu kebohongan kecil, wanita yang jujur.
7. Wanita yang meskipun keriput tapi tidak memakai produk perawatan.
8. Wanita yang tahu siapa Hyun Ki Joon sebenarnya.
9. Wanita yang menginginkan 1 anak laki dan 2 anak perempuan.
10. Wanita yang mampu minum seperti pria dan juga punya kaki dan tangan yang cantik.

Ah Jung menemui Sang Hee sambil membawa makanan. Ah Jung melihat lukisan wajahnya.

Ah Jung tanya wajah siapa itu, ia seperti kenal. Sang Hee berkata itu Ah Jung.

Sang Hee meledek Ah jung yang bawa makanan, kau sudah mirip kakak ipar. Ah jung membenarkan.

Ah jung ingin tahu kenapa Sang hee melukisnya. Sang hee berkata ia hanya melukis dan membutuhkan wajah yang memiliki kepribadian.
Ah jung berkata seharusnya lukisannya dipajang di dinding. Sang hee berkata awalnya memang dipajang, tapi tidak tahan melihat wajah jelek Ah Jung jadi diturunkan.

Ah jung memintanya, berikan padaku sebagai hadiah, ok? Kau melukis apa sekarang ini?
Sang hee : Masih berupa ide.

Tidak apa-apa, kata Ah jung. Sang hee minta foto Ki Joon dan Ah jung, ia akan melukis mereka. Kalian berdua terlihat bagus. Meskipun kau jelek tapi kali ini, aku akan membuatmu lebih cantik.
Ah Jung geli dan akan memukul Sang Hee tapi tidak jadi, aku akan bersabar..makanlah.

Ah Jung membaca lagi daftar Ki Joon dan komen, sereal bagus juga. Olahraga? bisa..sedikit. Permintaan maafmu akan diterima. Aku masih bisa tertawa dan menangis (untuk film), lalu Ah Jung protes, tapi ini cukup tidak masuk akal!

Setelah tahun-tahun berlalu, orang semakin tua, wanita yang keriput tapi masih kelihatan cantik tanpa perawatan anti keriput, dimana ada wanita seperti itu? Ah benar-benar..terlalu muluk. Berhenti bermimpi Presiden Hyun.

Paginya, Ah Jung menemui Bibi Myung Jin. Bibi Myung Jin masih bicara di telp dan minta Ah Jung duduk dulu.
Bibi bicara tentang proyek konstruksi di Jeju, dan nilainya sebesar 200 Milyar Won. Ini membuat mata Ah jung membulat karena terkejut. Mungkin Bibi sengaja melakukan ini agar Ah jung mendengarnya.

Setelah itu Bibi menemui Ah Jung, Aku minta kau datang tapi aku masih sibuk, tapi ini pekerjaan, aku tidak bisa apa-apa.
Ah Jung mengerti.

Bibi menunjukkan sebuah daftar, lihatlah ini. Jika kau ingin membantu Ki Joon dan mendampinginya. Maka, kau harus melihat ini.

Dalam setahun, ada sekitar 10 konferensi yang diadakan oleh kedutaan asing. Jadi kau harus belajar 5 sampai 6 bahasa. Meskipun ini sedikit sulit, kau harus belajar.
Jika kau ingin jadi istri Ki Joon, kau tidak bisa hanya tersenyum sepanjang waktu. Ya, dan juga..golf, berkuda..apa kau bisa melakukannya?

Ah jung kaget : Apa?

Myung Jin : Kau tidak harus mahir, ini tidak akan jadi masalah karena kau bisa pelan-pelan menguasainya.
Kau tahu kalau Ki Joon sering bepergian ke LN untuk pekerjaan kan?

Ah jung tahu itu.
Myung Jin : Ki Joon selalu bepergian sendiri selama ini. Nanti, jika kau bisa menemaninya, beban Ki Joon juga akan berkurang.
Kau sudah bertemu Presdir Chen dan istrinya, ya kan? Kau sudah pengalaman, kau seharusnya juga tahu kalau kau banyak.

Ah jung : Tidak seperti itu. Sebenarnya, saya tidak banyak melakukan apapun. Tapi CEO..Saya ingin tetap mempertahankan pekerjaan saya.

Bibi tersenyum, dia tahu tidak mudah bagi Ah jung untuk dipekerjakan kembali di Kementrian Pariwisata, tidak akan pantas untuk mengundurkan diri begitu saja.
Ah Jung : Tidak. Meskipun saya pacaran dengan Ki Joon atau menikah dengannya nanti, saya tidak berniat melepaskan pekerjaan saya.

Bibi : Benarkah? Bagus sekali. Ingin terus kerja adalah hal yang bagus. Tapi Ah Jung, jika kau bisa membantu Ki Joon. Aku merasa itu akan lebih baik.
Tapi tentu saja ini semua terserah padamu, kau lakukan saja apa yang kau pikir baik.

Ah jung : Baik.

Ah Jung bertemu seorang reporter wanita, dari Lady Power, namanya Shin Hye Seon. Dia memuji Ah Jung yang lebih cantik daripada di foto. Reporter tanya kapan Ah jung dan Presiden Hyun akan menikah.
Shin : Orang2 ingin tahu bagaimana cara Hyun Ki Joon melamar Ah Jung.
Ah Jung berkata kalau mereka belum sampai tahap itu.

Shin kaget, kalian belum membicarakan pernikahan? Jangan bilang..apa kalian putus?
Ah Jung : Tidak, kami tidak putus.

Shin ingin tahu apa nanti setelah menikah, Ah Jung akan bergabung dengan keluarga World Grup? Prioritas utamamu seharusnya menjadi istri Presiden Hyun Ki Joon kan?

Ah Jung melihat daftar Ki Joon lagi, ia memberi tanda silang untuk hal-hal yang tidak bisa ia lakukan. Ternyata ada banyak.


Ah Jung ingat kata2 bibi Myung Jin bagaimana seharusnya istri Hyun Ki Joon itu. Intinya bahwa Ah Jung harus sepadan dengan Ki Joon.

Ki Joon bertemu Ah Jung sambil minum kopi, ia menunjukkan beberapa design interior rumah, tapi Ah Jung tidak terlalu bersemangat.
Ki Joon tanya apa Ah jung tidak menyukainya. Ah Jung berkata semuanya bagus.
Ki Joon : Tapi?

Ah Jung : Apa kau sudah membaca daftarku?
Ki Joon : Oh..tipe ideal itu? tentu saja, aku sudah menghafalnya.

Ah Jung tidak percaya, kau menghafalnya tapi tetap melakukan ini?
Ki Joon : Apa?
Ah Jung : Seorang pria yang bisa menempatkan dirinya di tempat orang lain, mempertimbangkan masalah dan mengerti perasaan orang lain.

Ki Joon baru mengerti, ah perasaanmu tidak terlalu baik hari ini. Apa terjadi sesuatu di kantor?
Tidak ada, kata Ah Jung. Ki Joon berkata akan membuat Ah Jung santai hari ini. Aku sudah menyiapkan sesuatu yang akan berguna sekarang, ayo.

Ki Joon membawa Ah Jung ke rumahnya. Ia menutup mata Ah Jung, hati..hati.

Ki Joon memperlihatkan karya seninya bersama Sang Hee, Ah jung heran, apa ini? Ki Joon bangga, aku cukup berbakat kan? Sang Hee juga.
Ini hanya diperlihatkan untuk anggota keluarga dan ada nama Ah Jung diukir di sebuah patung.

Ah Jung : Ini belum semuanya, ini tidak bisa menghiburku.
Ki Joon : Masih ada lagi, kamar rahasia.
Ah Jung : Kamar rahasia?

Ki Joon belum pernah menunjukkan kamar ini pada orang lain, ruangan pribadiku. Ah Jung heran.

Ki Joon mengajak Ah jung ke ruang miniaturnya. Ah Jung terpana melihat semua karya Ki Joon, ini benar2 indah. Bagaimana kau membuatnya? Tunggu, kau membuat semua ini sendiri?

Ki Joon : Tentu saja, semua ini buatanku sendiri.
Ah jung : Tunggu, kapan kau punya waktu membuat ini? Kau kan orang sibuk.Ki Joon menyebutkan daftarnya : “Seorang wanita yang akan menghabiskan waktu bersamaku meskipun hobi kita berbeda.”

Ki Joon : Berita utama hari ini…
Lalu ada kereta api kecil yang jalan. Ada kalung berlian diatasnya.

Ki Joon mengambil kalung itu dan memakaikan kalung itu untuk Ah Jung.

Ki Joon : Bagi orang yang selalu hidup untuk orang lain, tempat seperti ini bisa dikatakan sebagai hadiah. Mulai hari ini, aku ingin membagi ini denganmu.

Apakah kau…mau menikah denganku?

Ah Jung : Ki Joon-ssi, aku sudah banyak memikirkan tentang pernikahan. Aku…sepertinya tidak cocok menjadi istrimu.
Ki Joon tertegun.

 

Bersambung…………

Sinopsis Lie To Me episode 14

Sinopsis Lie To Me episode 14

Ah Jung berdiri di depan wartawan dan media. Mereka tanya kenapa Ah Jung berbohong. Ah Jung berkata kalau ia ingin menjadi wanita yang menikah dengan pria kaya seperti Hyun Ki Joon di depan teman-nya. Itulah mengapa dia mengarang kebohongan seperti ini. Dan mengatakan kalau dia adalah istri Hyun Ki Joon di depan Tuan dan Ny. Chen.

Salah seorang reporter tanya apa Hyun Ki Joon terjebak dalam kebohongan Ah Jung dan tidak bisa menyangkal.
Ah Jung membenarkan, karena gosipnya sudah semakin besar, Hyun Ki Joon tidak bisa berkata yang sebenarnya pada Tuan Chen, semuanya adalah salah Ah Jung. Hyun Ki Joon sama sekali tidak bersalah.

Reporter tanya, kenapa Hyun Ki Joon juga ikut berbohong.
Ah Jung berkata kalau ia ketakutan kebohongannya akan ketahuan, dan ia janji akan membantu mendapatkan investasi dari Tuan Chen. Ah Jung sudah membuat kontrak untuk tetap merahasiakannya.

Reporter tanya tentang kontrak itu dan semakin mendekat. Manager Park memerintah keamanan untuk menghentikan media dan menarik Ah Jung pergi.
Ponsel Ah Jung terjatuh dan diinjak oleh para reporter. Padahal saat itu Ki Joon telp

Hoon melaporkan semuanya pada Ki Joon. Ki Joon ingin tahu apa Ah Jung sudah mengaku.
Hoon berkata belum, tapi banyak reporter dan mereka tidak akan melepaskan masalah ini begitu saja.

Bibi Myung Jin telp dan minta Ki Joon tidak pergi ke Hotel, karena banyak reporter disana.
Ki joon berkata akan tetap ke Hotel dan mengatakan semuanya. Bibi melarang karena Ah Jung sudah mengatakan semuanya.

Ki Joon kaget, apa maksudnya?
Myung Jin : Dia berkata kalau semua ini terjadi karena kebohongannya dan mengatakan pada semuanya kalau itu adalah salahnya. Jadi kau diam saja mulai sekarang.
Ki joon : Apa maksud bibi?
Myung Jin : Pergilah kesini.

Ki Joon panik dan minta sopir putar arah. Park hoon berkata untuk menemui bibi dulu tapi Ki Joon membentak mereka untuk segera berputar. Ki Joon menangis.

Manager Park tanya mengapa Ah Jung melakukan itu. Ah Jung melakukan-nya karena ia menyebabkan semuanya. Ah Jung sudah memikirkan semuanya.
Park ingin mengantar Ah Jung dengan mobilnya, tapi Ah Jung berkata akan naik taksi saja.

Seorang anak buah Park datang mengembalikan ponsel Ah Jung. Manager Park berkata Ah jung pasti menjatuhkan-nya tadi. Park minta anak buahnya mencari taksi untuk Ah Jung dan menghalangi reporter agar tidak mengganggu Ah Jung.
Ah Jung naik taksi dan memikirkan semua kejadian masa lalu-nya dengan Ki Joon.

Ki Joon telp dari dekat rumah Ah Jung. Tapi tidak ada jawaban. Ki Joon pergi dan tidak lama, taksi Ah Jung tiba.

Ki Joon ada di bangku pinggir jalan istimewa itu. Ia mencoba telp Ah Jung lagi. Ah Jung ada di rumah dan memeriksa telpnya, ada banyak pesan dan missed call. Ki Joon telp, tapi Ah Jung tidak mengangkatnya.
Ki Joon melihat semua koran dipenuhi wajah Ah Jung.

Ah Jung jalan ke arah bangku itu dan melihat Ki Joon. Ki Joon menangis, apa kau sudah makan?
Ah Jung menahan tangis dan tanya apa perjalananmu menyenangkan?

Ki Joon : Ya. Kau baik-baik saja?
Ah Jung akhirnya menangis, tapi tetap berkata dia baik-baik saja.

Ki Joon jalan mendekat dan memeluk Ah Jung. Ah jung menangis tersedu-sedu, dan Ki Joon menangis tanpa suara.

Ayah Ah jung juga sudah membaca berita di koran dan Ah Jung minta maaf, Ayah pasti sudah kecewa padanya dan juga Ki Joon. Ah Jung minta Ayahnya jangan percaya pada berita di koran.

Prof Gong : Mengungkapkan kebenaran, itulah hukum. Siapa yang benar dan siapa yang salah. Apa orang itu penjahatnya atau bukan, biasanya kebenaran tidak akan diungkapkan dengan mudah. Sayang memang, tapi seperti itulah dunia.
Tapi siapa ayahmu, ayahmu tahu yang sebenarnya. Yaitu kalau Ki Joon bukan pria jahat, aku benar kan?

Ah Jung membenarkan, tapi ia tanya bagaimana Ayahnya tahu. Prof Gong berkata karena Ki Joon minum lebih baik dari pada dirinya.
Ah Jung tidak percaya, itu bukan ukurannya. Sebagai profesor hukum seharusnya mencari bukti.
Ayah Ah Jung berkata tidak perlu bukti, kalau dia sudah tahu semuanya.

Ah jung : Ayah, apa yang harus kulakukan?
Prof Gong memeluk Ah Jung, putriku..tidak apa-apa.

So Ran juga mendengar berita tentang Ah Jung. Jae Bum berkata kalau Ah jung sudah menemuinya dan memintanya sebagai pengacara untuk membantu masalah yang timbul.
So Ran heran kenapa Jae Bum baru cerita sekarang. Jae Bum membela diri, sebagai pengacara dia harus menjaga privasi klien-nya.

So Ran ingin telp Ah Jung tapi Jae Bum melarangnya, Ah Jung tidak akan mengangkatnya. So Ran curiga, apa kalian berkencan?
Jae Bum : Apa itu harus dibahas? Baru tadi juga kau tahu bagaimana perasaanku.
So Ran memeluk lengan Jae Bum karena merasa bersalah.

Staf Dept Kebudayaan syok dengan semua berita ini, mereka tanya Ah Jung apa Ah jung benar memberikan keistimewaan pada Hyun Ki Joon. Ah Jung hanya bisa minta maaf pada mereka.

Kepala bagian memanggil Ah Jung dan ingin tahu apa yang terjadi. Ah jung berkata akan mengundurkan diri dan bertanggung jawab.

Bossnya berkata kalau Menteri akan memanggil Ah Jung, jadi Ah Jung harus siap-siap.

Kim Kyu Jin heran bagaimana reporter bisa tahu kalau Hyun Ki Joon mengajukan hotelnya untuk festival kebudayaan. Berita seperti itu tidak akan mudah didapatkan.
Hyo Jun juga mengiyakan tapi jalan pergi dengan wajah bersalah. Sepertinya dia yang membocorkan berita itu pada reporter.

Ah Jung menghadap Menteri yang marah karena departemen Kebudayaan menjadi kacau dan website mereka jadi down (mungkin karena banyak yang mengakses) karena masalah Ah Jung. Menteri juga ingin tahu tentang surat pengunduran diri Ah Jung, apa maksudnya ini.
Ah jung hanya berkata minta maaf.

Menteri berkata ini adalah kesempatan terakhir Ah jung untuk meyakinkan-nya atau kalau tidak Ah jung harus menghadap Dewan dan pasti akan dipecat sebagai PNS selamanya.
Ah Jung sudah pasrah dan berkata tidak apa-apa jika memang itu konsekuensinya.

Bibi Myung Jin juga marah karena nilai saham mereka turun drastis. Ki Joon berkata jika investasi dari Presdir Chen masuk, maka keadaan akan baik lagi.

Bibi Myung Jin ingin tahu bagaimana caranya, apa Ki Joon berhasil membuat Tuan Chen tanda tangan kontrak secara rahasia saat ke Cina?

Ki Joon meminta bibi bersabar dan menunggu sebentar lagi. Bibi mengeluh kalau Ah Jung memang luar biasa.

Ki Joon curiga, apa Bibi melakukan sesuatu. Bibi marah, apa kau pikir aku memberikan uang pada Ah jung dan memintanya melakukan ini?

Ki Joon minta maaf. Bibi minta Ki Joon melupakan Gong Ah Jung untuk sementara ini dan konsentrasi kerja. Jika kau kembali pada posisi semula, maka kau akan melihat kalau semuanya akan berubah. Kau bukan Hyun Ki Joon yang sudah kubesarkan, akhir2 ini. Kau bukan Hyun Ki Joon yang kukenal.

Ah jung mengemasi barang-barangnya dan meninggalkan kantornya.
So Ran ada di kantor Ah Jung, ia ingin bertemu Ah Jung. Mereka bertemu di lobi kantor Ah Jung.

So Ran kesal, seharusnya Ah jung tidak perlu keluar dan mencoba bertahan di kantornya. Kalau dipecat Ah Jung tidak akan bisa menikah. So Ran marah karena Ki Joon sepertinya tida bertanggung jawab dan sembunyi di balik Ah Jung.

Ah jung menyangkalnya, Ki Joon tidak seperti itu. So Ran berkata Ah Jung memang bohong, tapi tidak mencoba menjebak Ki Joon seperti apa kata media.
Ah Jung berterima kasih karena So Ran mencemaskannya.

Ah Jung tanya apa So Ran sudah tahu kalau dia minta bantuan hukum pada Jae Bum, untuk jaga-jaga.

So Ran berkata ia baru saja dari kantor suaminya dan berkata kalau tidak ada cara melawan orang di internet yang menyerang Ah Jung, jadi Jae Bum juga kesulitan.
Ah Jung : Tidak masalah, aku hanya tidak akan membacanya.

Ah Jung ketawa, ini lucu kan, aku bukan artis, tapi justru punya anti-fans (orang atau kelompok yang membenci artis tertentu)
So Ran merasa cemas, tapi Ah jung berkata ia baik2 saja.

Ki joon minta Manager Park untuk mengumpulkan reporter, tapi Manager Park menolaknya.
Ki Joon teriak, hubungi mereka!
Manager Park berkata ia tidak bisa melakukannya.

Ki Joon ingin telp sendiri dan Park Hoon mencoba mencegahnya. Ki Joon teriak, minggir!
Manager Park minta Park hoon keluar dulu. Tinggalkan kami dulu, Park Hoon.

Manager Park : Dari Markas Besar Seoul sampai Pulau Jeju, ada total 14 cabang World Hotel. Juga, Gold Resort mempunyai 15 cabang diseluruh negeri.
Dari World Supermarket, kita memiliki 1600 toko diseluruh negeri. Juga, Asuransi World Life dan..

Ki Joon : Apa maksudmu dengan itu semua?

Manager Park : Kau bertanggung jawab memimpin semua grup ini. World Hotel ini memiliki 2500 staf, itu baru di Seoul.

Dengan keputusanmu, saham kita akan terus berfluktuasi beberapa kali dalam sehari. Setiap pernyataan yang kau buat, membuat keuntungan para pemegang saham kita juga berfluktuasi.

Ki Joon : Kau sudah mengatakan ini sebelumnya padaku.

Park : Tapi sekarang, kau ingin mengabaikan ini semua dan hanya memikirkan kehidupan pribadimu, tentang cintamu? Jika hanya akan menghancurkanmu, dan hanya akan membunuhmu saja. Aku tidak akan menghentikanmu.
Tapi karena tidak seperti itu, maka aku harus menghentikanmu.

Ki Joon : Jika aku tidak maju, dia (Ah Jung) akan terluka!
Park : Jika kau maju, apa yang akan dipikirkan oleh keluarga para staf World Grup?

Ki Joon : Jadi kau akan memintaku terlihat pengecut dan bersembunyi di balik seorang wanita?

Park : Ya, sembunyilah. Jika aku ada di posisimu, aku akan bersembunyi dimanapun. Bukan itu saja, aku akan melakukan banyak hal yang lebih buruk lagi!
Ki Joon : Kau, benar2..!
Park : Aku belajar semua ini darimu. Kau berkata itu satu2nya cara untuk bertahan.
Ki joon tidak bisa melakukannya.

Park : Kalau begitu mundur dari posisimu. Jika kau tidak melakukannya, kau tidak pantas duduk di posisi itu. Kenapa? kau tidak bisa melepaskannya? Kalau begitu, tolong jangan lakukan apapun.

Manager Park keluar dan Ki Joon ngamuk, ia melempar sesuatu.
(Manager Park ini keren…otak bisnis memang harus seperti itu, kalau Ki joon ini makhluk langka di dunia nyata. )

Ah Jung menemui Sang Hee sambil membawa kotak. Sang Hee tanya kotak apa itu. Ah Jung berkata ia membersihkan mejanya, karena akan dipindah.
Sang Hee : Ah ..kau dipecat ya.
Ah jung : “Kau dipecat”, bagaimana kau bisa mengatakan itu dengan mudah.

Sang Hee merasa tidak salah, karena kau bisa menulis surat pengunduran dirimu di atas kertas tissue, kau lumayan tidak punya pikiran. Mengatakan sesuatu tanpa batasan, apa lagi..dalam satu kali tanda tangan, kau punya tagihan 2 juta Won di kartu kreditmu untuk satu baju. Kau benar2 menyedihkan.

Ah jung berkata ia sudah sedih, tapi mendengar perkataan Sang Hee, ia semakin sedih.
Sang hee : Sedih? kau sama sekali tidak terlihat sedih.

Ah jung berkata ia pura2 tidak sedih, dia juga kesepian. Sang Hee tanya apa dia bisa menghibur Ah Jung?
Ah Jung minta Sang Hee mencobanya.

Sang hee menyanyi dan nyanyian-nya jelek sekali. Ah Jung ketawa, berhenti..berhenti menyanyi.

Sang Hee tanya, apa sekarang dia bisa menghibur Ah Jung, apa kakaknya sudah menyakiti orang yang ia cintai, dia kakakku tapi aku taruhan kalau kau benar2 membencinya, ya kan? Kau tidak perlu seperti itu.
Ah Jung berkata ia tidak terluka, ia juga tidak akan terluka mulai sekarang. Aku tidak punya penyesalan.

Ki Joon telp dan tanya dimana Ah jung sekarang.
Ah Jung : Kenapa? Apa kau tidak kerja sekarang?
Ki Joon : Karena aku Presiden-nya, aku bisa kerja kapanpun aku ingin, kau dimana?
Ah Jung : Di taman bermain, apa kau mau datang?

Sang hee tersenyum mendengar percakapan keduanya. Sang hee jelas sudah melepaskan Ah jung. Nice…

Ah Jung menemui Ki Joon sambil membawa kotaknya. Ki Joon ingin tahu kotak apa itu. Ah Jung bercanda, aku punya pacar kaya. Apa aku tidak bisa dipecat oleh kantor dan jadi pengangguran?
Ki Joon : Jika kau tidak mau kerja, kau bisa mengundurkan diri.

Ah jung berkata ingin istirahat. Ki Joon merasa bersalah, karena aku, kau terpaksa mengundurkan diri. Aku tidak bisa membiarkan itu.

Ki Joon mengajak Ah jung pergi. Ke satu tempat dimana kita belum pernah pergi sebelumnya.

Ki Joon mengajak Ah Jung ke tengah kota, di tengah banyak orang. Mereka gandengan tangan. Ah Jung heran dan tanya berapa lama lagi harus berdiri seperti ini.

Ki Joon minta Ah Jung menunggu sebentar. Ah Jung merasa malu karena banyak orang mengenali mereka.

Ki Joon sengaja teriak : Aku mencintai wanita ini! Aku benar2 sangat mencintai Gong Ah Jung! Aku, Hyun Ki Joon benar2 mencintai Gong Ah Jung!
Jika aku tidak melihatnya sehari saja, aku merindukannya setengah mati! Aku benar2 mencintainya!

Ah jung malu dan ingin melepaskan diri, tapi Ki Joon justru memeluk bahu Ah jung semakin erat dan tangan kananya menunjukkan tanda victory sambil nyengir.

Orang2 langsung berkumpul dan mengambil foto. Berita itu langsung direkam dan masuk internet.

Yoon Joo juga melihat rekaman itu dan bagaimana Ki Joon berteriak mengakui perasaan-nya. Yoon Joo menangis.

Tiga tahun lalu, Ki Joon tidak seperti itu mempertahankan Yoon Joo. Sekarang, mungkin kalau Ki Joon tahu Sang Hee suka dengan Ah jung, dia pasti tidak akan mau mengalah lagi 🙂

Media menyerbu Hotel lagi. Park Hoon minta mereka agar tenang dan Presiden sedang rapat, Presiden bukan tipe orang yang akan melakukan interview. Park Hoon minta mereka kembali.

Reporter tidak mau menyerah dan tanya sejak kapan Ki Joon kencan diam2 dan apa Park hoon sebagai sekretaris tidak tahu, apa benar Presiden Hyun Ki joon akan menikah.
Hoon tidak tahu, ia tetap minta mereka pergi. Karena menghalangi pekerjaan mereka.

Reporter berkata banyak yang ingin tahu kisah cinta Hyun Ki Joon (ceritanya chaebeol paling populer se-Korea)
Hoon minta mereka kirim e-mail saja, Hoon akan menjawabnya satu per satu.

Ki Joon tanya persiapan festival kebudayaan pada Manager Park tapi dia tidak menjawab. Manager Park memberikan koran dan tanya, apa ini idemu?

Ki Joon melihat fotonya dengan Ah Jung, tapi dia tetap tanya soal pekerjaan, kapan perbaikan kamar suite dimulai?

Park tidak percaya ini, kau benar2 luar biasa, bukan saja kau menghemat biasa konferensi pers, kau juga bisa memperbaiki image-mu. Serta mencegah Gong Ah Jung-ssi terluka. Benar2 Hyun Ki Joon yang kukenal.

Ki Joon berkata itu terjadi begitu saja.
Park : Terjadi begitu saja?

Ki Joon mengaku ia melakukannya karena gila, demi Gong Ah Jung.

Park : Kau selalu…membuatku tidak punya pilihan lain selain belajar darimu. Kau membuatku merasa bersalah atas kata2ku kemarin. Aku ingin minta maaf.
Aku harus menghormatimu. Tapi untuk Gong Ah Jung-ssi, jangan biarkan dia mencintaimu. Kuharap kau akan mencintainya, sebagai seorang wanita.

Ki Joon : Ji Yun, kita ketemu nanti diluar kantor.

So Ran mengajak Ah Jung ke salon dan berkata kalau hidup Ah jung sedang berbunga-bunga. Ini karena Ki Joon mengakui perasaan-nya di depan umum.
Para pekerja salon mulai mengenali Ah Jung.

So Ran yakin Ah Jung pasti menyukainya. Ah Jung membenarkan, tapi ia juga ketakutan.
So Ran : Aku tidak mengerti dirimu, kau mendapatkan pria terbaik di Korea dan ia teriak kalau dia mencintaimu di depan semua orang dan kau bilang kau takut, bukannya menyukainya.

So Ran hanya mengingatkan, kalau nanti mereka menikah, Ah jung tidak boleh lupa kalau So Ran yang secara tidak langsung menjodohkan mereka.
Ah Jung : Pernikahan apa? Apa yang kau lakukan untuk kami?

So Ran : Bukannya untuk aku makanya kau bohong? Jika kau tidak bohong, apa kau akan bertemu Hyun Ki Joon? Aku membuat kalian bersama.
Ah Jung membenarkan.
So Ran minta dibelikan baju rancangan designer untuk jasanya ini. (Kalo berjasa menjodohkan orang biasanya harus diberi hadiah, seperti baju mahal. Itu kebiasaan di Korea)
Ah Jung : Baiklah, terima kasih.

Padahal tanpa So Ran mereka juga sudah kenal di bar itu dan insiden di RS. Tapi memang tidak akan seru kalau tanpa So Ran hahaha…

Ki Joon bertemu Manager Park diluar. Park berkata ini sudah malam, kenapa kau memanggilku keluar, Presiden?

Ki Joon : Park Ji Yun, aku memanggilmu keluar sebagai teman. Senang melihatmu tersenyum.
Ji Yun mengaku tidak bisa melihat kesalahan Ki Joon lagi.

Ki Joon heran, ia melihat Park selalu sibuk sampai Ki Joon tidak bisa bernafas. Bagaimana orang bisa hidup hanya memikirkan pekerjaan?

Ki Joon menuangkan bir untuk Manager Park. Park tanya apa Ki Joon bahagia dengan kehidupannya, kerja sambil kencan.
Ki Joon mengiyakan dan Park berkata kalau Ki Joon terlihat bahagia.

Ki Joon : Apa kali ini aku akan berhasil?
Park : Kau..benar2 mencintai Nona Gong Ah Jung, apa yang kau suka darinya?

Ki Joon : Impulsif, cuek, dan banyak kekurangan. Tapi dia juga sangat jujur, sangat polos. Dia kadang seperti anak-anak. Kadang tidak memakai kepalanya, tapi memakai hatinya untuk menghadapi dunia, seperti hidup di dunia lain. Jadi aku juga tidak tahu bagaimana memperlakukannya.

Park : Hyun Ki Joon, kali ini kau tidak boleh menggunakan otakmu. Ikuti kata hatimu, ok?
Jika kau merasa duniamu berbeda, maka masuklah ke dunia-nya, tapi jangan berharap kau akan mendapat semuanya. Ada beberapa hal yang akan hilang, jika kau tidak apa-apa dengan itu ya lakukan saja.

Ki Joon : Kau benar-benar temanku.

Ah Jung melihat2 etalase toko dan banyak orang melihatnya. Tiba-tiba Ki Joon muncul dan berkata siapa ini, cantik sekali.
Ki Joon melihat Ah Jung, wow..kau benar2 cantik sekali.

Ah Jung memukul Ki Joon, apa yang kau lakukan, semua melihat kita.
Ah Jung ingin pergi. Ki Joon menggandeng Ah Jung, kemana? nonton film atau makan?

Ah Jung minta Ki Joon yang memutuskannya. Ah Jung melepaskan tangan Ki Joon, ia malu karena banyak yang mengenali mereka.
Ki Joon membenarkan, berita di koran sungguh besar. Ia justru ingin menyebarkan ke seleuruh dunia, agar tidak ada pria lain yang mendekati Ah Jung.
Ah jung malu dan menarik Ki Joon pergi.

Mereka kencan di mobil, Ah Jung ngomel, nanti kita hanya bisa kencan di mobil.
Ki Joon tanya apa Ah Jung merasa terganggu karena orang mengenali mereka.

Ah Jung membenarkan, ia ingin kencan seperti orang lain, minum kopi, makan, nonton film bersama dan jalan bergandengan tangan.

Ki Joon : Bagaimana kalau kita ke luar negeri saja?
Ah jung : Bertemu sebentar denganmu seperti ini saja sulit, dan kau masih ingin ke LN?

Ki Joon ingin berhenti kerja saja. Ah Jung melarangnya, apa kau gila? melepaskan pekerjaan di perusahaan sebagus itu?
Ki Joon : Tunggu sebentar, kau menyukaiku atau kau menyukai perusahaanku?

Ah Jung menggodanya, kau tidak tahu?
Ki Joon : Tidak tahu.
Ah Jung : Keduanya.

Ki Joon merengut dengan lucu, Ah Jung memegang kedua pipi Ki Joon, kau lucu sekali, seperti ini paling lucu.
Ki Joon : Mulai besok, kau harus mengikuti jadwalku.
Ah jung setuju.

Paginya, Ki Joon meminta Ah jung keluar rumah pagi2. Ah jung hampir tidak mengenali Ki Joon karena Ki Joon mengenakan jaket dan menaikkan penutup kepalanya.
Ah Jung mengeluh, kenapa minta orang keluar pagi2 sekali. Ki Joon berkata ia merindukan Ah Jung.
Ah Jung protes, aku masih mengantuk!

Ki Joon mengajak Ah jung olah raga, Ah Jung tidak mau.
Ki Joon : Kenapa?
Ah Jung : Karena orang akan mengenali kita dan mengganggu kita, ini melelahkan. Aku akan kembali tidur.

Ki Joon : Tunggu..tunggu, kau harus menjaga tubuhmu lebih lagi disaat kau tidak kerja.

Ki Joon menarik tutup kepala Ah jung sampai menutupi wajahnya, kalau seperti ini, tidak ada yang mengenali kita. Ayo!

Ki Joon menarik Ah jung. Ah Jung teriak, aku tidak bisa melihat! aku tidak bisa lihat!

Ki Joon mengajak Ah Jung mendaki gunung dan Ah Jung tidak sanggup lagi dan pegangan pada Ki Joon.

Ki Joon : Itulah sebabnya kau harus lebih sering olah raga! Dengan kondisi tubuh seperti ini, bagaimana kau bisa meraih hal besar dalam hidup?
Ah Jung : Kau bisa menghabiskan uang untuk olah raga di gym. Tapi aku selalu sibuk mengurus masalah umum. Mana punya waktu untuk olah raga?

Ki Joon : Oh kau PNS yang baik..

Mereka melihat mata air dan Ah Jung ingin air, tapi Ki Joon minum lebih dulu di mata air itu.
Ah jung juga ingin minum, tapi Ki Joon minta ia berhenti.

Ki Joon melarang Ah Jung menggunakan tangannya, nanti tangan Ah Jung akan disini. Ki Joon mengambilkan air untuk Ah jung dan membantunya minum.
Ah Jung berkata airnya sangat menyegarkan.

Ah jung membuka tutup kepalanya, sehingga banyak orang mengenalinya. Oh..apa ini kau? Ini Presiden Hyun Ki Joon!

Beberapa wanita paruh baya mengelilingi mereka. Aigoo..Nona Gong Ah Jung. Aku benar2 iri padamu. Kau benar2 beruntung. Semua wanita iri padamu. Kau harus memperlakukan pria seperti ini dengan baik.

Kencan berikutnya, Ah Jung dan Ki Joon mengenakan kacamata hitam dan jaket bertudung lagi di bioskop. Ki Joon yakin tidak akan ada yang menganali mereka.
Ah Jung : Kita bukan selebritis, kenapa kita harus bersembunyi?

Ki Joon minta Ah jung menikmasti saja, bukannya gadis2 suka hal seperti ini. Ah Jung tidak suka. Dan usaha mereka juga gagal, beberapa anak mengenali mereka dan minta tanda tangan keduanya.

Yoon Joo menemui Anggota Konggres Park. Mereka jalan di taman. Ayahnya tanya, biasanya jika anak perempuan mencari Ayahnya, pasti ada permintaan. Apa kau juga sama?
Yoon Joo : Ayah.

Bibi Myung Jin menemui Ki Joon. Akan ada pertemuan pemegang saham besok pagi. Agenda mereka adalah memecatmu sebagai Presiden.

Kesalahan Ki Joon banyak sekali, hal-hal yang dilakukannya untuk mendapatkan investasi dari Presdir Chen sampai liputan media yang besar2an telah membuat hotel ini rugi besar.
Pemegang saham sangat resah. Jadi apapun yang dikatakan bibi sia-sia saja.

Ki Joon heran, kenapa bibi baru mengatakannya sekarang. Bibi Myung Jin berkata untuk apa tahu lebih awal, tidak ada gunanya.

Ah Jung menghadap komite disiplin. Mereka berkata tidak peduli apa yang dikatakan media, komite disiplin punya prosedur dan cara kerja mereka sendiri untuk dipatuhi.
Ketua Komite : Petugas Gong Ah Jung, katakan pada kami situasi sebenarnya.

Ah jung minta maaf. Komite tanya apa Ah jung bertanggung jawab atas konferensi internasional di Gold Resort?
Ah Jung membenarkan. Juga kalau Presiden Hyun Ki Joon adalah pemimpin Gold Resort.

Ah jung heran : Kenapa anda menanyakan ini?
Ketua Komite : Jawab saja pertanyaan-nya.

Ki Joon juga harus menghadapi sidangnya sendiri, Pertemuan ke-67 World Grup dimulai. Mereka akan mulai mengambil suara dan akan memecat Hyun Ki Joon.

Komite tanya apa Presiden Hyun Ki Joon dan Gong Ah Jung punya hubungan istimewa, jika ya, dalam proses pemilihan lokasi konferensi, apa kau memberikan perlakuan istimewa pada resort milik kekasihmu?

Ah jung : Perlakukan istimewa apa? Apa ini? Saya memilih resort dengan hati-hati tanpa berat sebelah.

Ketua Komite : Berat sebelah atau tidak, akan diputuskan oleh anggota komite. Apa benar seperti kata media, kau punya hubungan istimewa dengan Presiden Hyun Ki Joon.
Ah Jung membenarkan.

Di World Hotel,

Pemegang saham siap memberikan suaranya. Hyun Ki Joon berdiri dan minta kesempatan untuk memberikan penjelasan.
Tapi mereka menolak dan siap mengangkat tangan untuk memberikan suaranya.

Manager Park tiba-tiba masuk, maaf saya mengganggu pertemuan. Ada telepon dari pihak Presdir Chen. Rencana bisnis yang sudah diperbaiki dan diajukan kembali oleh Presiden Hyun Ki Joon akhirnya disetujui.
Bibi Myung Jin kaget dan juga senang, dia tanya Ki Joon : benarkah? Apa itu benar?

Park membenarkan, Presdir Chen akan tiba dua hari lagi.
Ki Joon lega dan semua pemegang saham bertepuk tangan.

Ah Jung duduk di bangku mereka. Ia mengingat lagi kata-kata anggota Komite. “Kami akan menentukan apa selama proses menentukan resort yang akan digunakan kau memberikan perlakuan istimewa untuk perusahaan kekasihmu atau tidak.”

Ki Joon datang, ia melihat Ah Jung mengamati foto di ponselnya dan berkata ia tidak suka dengan fotonya. Ki Joon mengeluh karena wajahnya selalu muncul di media.

Ki Joon : Ada sesuatu yang bagus terjadi padaku hari ini.

Ah Jung : Itu bagus. Kalau aku, ada sesuatu yang buruk terjadi padaku hari ini.

Ki Joon tanya ada apa. Ah Jung berkata bukan apa-apa. Ki Joon mendesaknya.
Akhirnya Ah jung berkata kalau dia dipanggil Dewan Disiplin, tapi mereka belum memutuskan apapun. Ah Jung harus menunggu hasilnya.

Ah Jung : Kau bagaimana Ki Joon?
Ki Joon : Presdir Chen sudah memutuskan untuk investasi dengan kami.

Ah Jung senang sekali, benarkah? itu benar2 hebat!
Ki Joon : Kau segembira itu?
Ah Jung membenarkan, karena baginya ini sangat penting. Ki Joon merasa menyesal karena atas bantuan Ah jung, ia mendapatkan investasi tapi karena Ki Joon, maka Ah Jung kemungkinan besar akan dipecat.
Ah Jung berkata Ki Joon harus baik padanya.

Ki Joon mengiyakan dan mengajak Ah jung pergi. Ah Jung heran, kemana? Sepanjang hari kau hanya tahu mengatakan ayo pergi.

Ternyata Ki Joon mengajak Ah jung pulang untuk menghadap Prof Gong. Ki Joon berlutut di depan Ayah Ah Jung, ia minta maaf karena Ayah pasti sangat sedih karena putrinya mengalami semua masalah ini. Ini salahnya.
Ki Joon : Semua kekacauan ini timbul karena kesalahan saya, tolong hukum saja saya.

Prof Gong menunjukkan tampang sangar, Apa kau tahu mengapa kau salah?
Ah Jung berusaha menahan ayahnya agar tidak marah.

Tapi Prof Gong tetap marah, apa kau benar2 tahu kesalahanmu? Mengapa kau dibodohi oleh kebohongan putriku? Jika mau dipikir lagi, kau seharusnya bersikap lebih baik padanya, mengapa membuatnya menangis?

Jika kau membuatnya menangis, kau seharusnya bertanggung jawab. Mengapa membuatnya mempermalukan dirinya sendiri? Ada banyak pria yang berbaris untuk kencan dengan putriku, mereka memohon padaku untuk mengijinkan mereka kencan dengan putriku sekali saja, apa yang akan kau lakukan?

Ki Joon : Anda tidak bisa membiarkan itu terjadi.
Ah Jung minta Ayahnya jangan bohong.

Prof Gong ke Ki Joon : Dasar brengsek. Ingatlah satu hal. Tujuan dari hidup adalah cinta. Hidup tanpa cinta itu tidak ada artinya. Kalian berdua membuatku menyadari hal ini.

Tidak masalah apa kalian berdua mengorbankan segalanya untuk yang lain. Perasaan berharga itu…kalian berdua sudah membuktikan apa yang kusadari. Jadi, aku bangga kalau kalian berdua sudah melakukan dengan benar, meskipun semua orang di dunia ini melempari aku dengan batu.

Ah Jung mulai terharu, Ayah…

Prof Gong melanjutkan, tentu saja, karena harga dirinya, putriku sudah berbohong padamu sebelumnya. Itu adalah tindakan yang kekanak-kanakan. Tapi coba lihat dia sekarang? Apa dia tidak berubah? Dia akan semakin berubah mulai sekarang, ini semua karena kekuatan cinta yang mengubah seseorang.

Ki Joon berterima kasih pada Ayah.
Prof Gong : Terima kasih untuk apa? karena kau sudah disini, kita harus minum. Ronde kedua!

Ah Jung : Ayah!
Prof Gong memperingatkan Ki Joon: Kau harus siap mental.

Ki Joon berkata dia juga tidak akan mengalah pada Ayah kali ini, karena mereka sedang bertanding.
Ah Jung : Ki Joon.

Prof Gong : Apa yang kau tunggu? Waktu itu aku membuatkanmu sup anti mabuk, kali ini bukankah giliranmu melakukannya? Cepat! pergi dan siapkan snack.
Ki joon mengiyakan dan bergegas ke dapur.

Ki Joon pulang dengan mabuk. Ah Jung sekarang yang jalan dibelakangnya untuk membantu Ki Joon, apa kau baik-baik saja?

Ki Joon berkata, tentu saja, memangnya siapa aku Hyun Ki Joon 5 paket ..tampan, bertanggung jawab, berwawasan luas, berpendidikan, dan sopan. Tapi yang paling kusuka adalah aku ini tampan.
Ah Jung mencemaskan Ki Joon, bagaimana kau bisa pulang seperti ini.

Park Hoon datang untuk menjemput Ki Joon. Ki Joon memeluk Ah Jung. Park Hoon mendekat dan Ki Joon memeluk Park Hoon juga.
Hoon cemas, apa kau tidak apa-apa?

Ah Jung minta maaf pada Park Hoon, Karena Presiden, kau pasti banyak mengalami kesulitan. Aku minta maaf.
Tidak apa-apa, kata Park Hoon. Park Hoon meminta Ki Joon bergegas.
Ki Joon ke Hoon, kau tahu perasaanku, kan? kalau begitu tunggu saja di mobil.

Ah jung heran, kenapa? pergi saja.
Ki Joon tetap minta Hoon menunggu dalam mobil. Hoon mengerti, ia menunggu dalam mobil sambil berkata, silahkan bersenang-senang.

Ki Joon mendorong Ah Jung ke pagar semak, Ah jung panik, apa yang kau lakukan?

Ki Joon : Ah Jung-ah…jadilah milikku. Ayah bilang kalau ..kalau banyak pria yang mengantri.
Ah jung : Itukah sebabnya mengapa kau cemas?
Ki Joon : Bukan cemas, cemburu. Jadilah milikku.

Ah Jung : Aku tidak mau.

Ki Joon : Setelah semua orang tahu tentang hubungan kita apa kau masih mau putus dengan oppa?
Ah Jung : Apa kau melamar sambil mabuk?

Ki Joon berkata kalau Ah Jung adalah miliknya. Park hoon akhirnya membantu Ki Joon masuk ke mobil.

Ki Joon masih mengeluarkan badannya dari jendela mobil, ia memeluk Ah jung, Gong Ah Jung kau milikku sekarang.
Mobil Park Hoon mulai jalan, Ki Joon tetap tidak melepaskan pelukannya. Ah jung berkata ini bahaya, pergilah.

Setelah Ki Joon pergi, Ah jung bicara sendiri, Oppa? dia pikir dia itu oppa? Ah jung geli.

Ah jung senang sekali dan bicara pada bonekanya, Gong Ah Jung adalah milikku.

Paginya, Presdir Chen, Ki Joon dan Bibi Myung Jin menandatangani perjanjian. Mereka saling jabat tangan.

Bibi Myung Jin berkata dengan ini, World Grup akan bergandengan tangan dengan China Gold. Mari kita membangun jaringan hotel terbaik.
Ki joon berkata ia tidak akan mengecewakan Presdir Chen.

Chen : Aku sudah membaca berita tentangmu. Karena aku, kau pura-pura jadi suami dan istri. Tapi karena aku juga, kau sudah bertemu wanita yang baik.
Ki Joon berterima kasih.
Chen berkata ia akan mengadakan perjamuan makan malam, dan istrinya ingin bertemu dengan Ah Jung. Ki Joon janji akan mengajak Ah Jung.

Ki Joon langsung mengatakan ini ke Ah jung. Ah Jung kaget dan senang, Apa aku boleh hadir?
Ki Joon berkata kalau Ny. Chen sangat ingin bertemu Ah Jung dan Tuan Chen menyuruhnya mengajak Ah Jung.

Ah Jung masih ragu, bagaimana ia bisa pergi bersama Ki Joon kesana, sementara ia sudah terancam pengangguran.
Ki Joon berkata kenapa tidak, dengan wajah secantik itu..

Ah Jung tanya tentang cafe tempat mereka bertemu (A Twosome Place), bagaimana dengan tempat ini? Apa aku membuat coffee shop seperti ini untukku? Kudengar pendapatannya bagus.
Ki Joon : Jika kau mau, tidak masalah membuka beberapa cafe.

Ah jung geli, sudahlah Presiden Hyun. Jika aku mau aku akan bergantung pada kekuatanku sendiri.
Ki Joon, tapi kau harus pergi ke pesta denganku, kau tidak bisa menolak.

Ah jung sibuk memilih baju untuk pergi ke pesta.

Tuan Chen sangat senang dan berterima kasih pada Park yang sudah merancang pestanya. Ia sudah lama ingin mengadakan pesta ini.
Bibi Myung Jin dan Ibu Yoon Joo berbasa basi dengan Tn-Ny. Chen. Anggota Dewan Park juga mengundang reporter yang ingin bicara dengan Tuan Chen.

Ki Joon datang bersama Ah jung yang tampil anggun dengan black cocktail dressnya.

Ny. Chen langsung bersemangat saat melihat Ah Jung, ia langsung menyapanya. Tuan Chen juga.
Ah jung membalas salam mereka.

Ny. Chen langsung memeluk Ah Jung, aku ingin memelukmu, karena saat aku sedih, kau memelukku.

Tuan Chen berkata kalau istrinya sangat menyukai Ah Jung, Ny. Chen ingin berterima kasih pada Ah Jung.

Bibi Myung Jin terlihat kurang senang dan memandang Ah Jung. Ah jung mengucapkan salam ke Bibi Myung Jin.

Bibi mengajak Ki Joon menjauh untuk bicara berdua. Ki Joon berusaha menyenangkan bibi dan mengambilkan makanan kesukaan-nya. Tapi Bibi Myung Jin menghindar dan membuat Ki Joon menjatuhkan makanan-nya.

Bibi marah karena Ki Joon tidak mengatakan padanya sebelumnya.
Ki Joon berkata kalau Bibi toh akan melihatnya hari ini, apa gunanya mengatakan-nya lebih awal. Kau pasti tidak suka mendengarnya.

Myung Jin : Jika kau tahu itu kenapa kau melakukan ini.
Ki Joon berkata kalau Tn dan Ny. Chen lebih ingin bertemu Ah Jung daripada dia.

Myung Jin : Gong Ah Jung?
Ki Joon : Ya, jadi kau jangan seperti itu.

Myung Jin masih kesal, kenapa melakukan ini padahal orang tua Yoon Joo ada disini. Tidak tahu malu.
Ki Joon : Tidak apa-apa.

Reporter yang tadi bicara dengan Chen juga mendekati Ah Jung, hari ini anda sudah memberikan bahan yang bagus untuk berita.
Ah jung heran, bahan apa?
Reporter : Bagaimana perasaanmu menjadi kekasih CEO World Hotel?

Ki Joon mendekati Ah Jung dan tanya siapa pria ini. Ah Jung berkata kalau dia adalah reporter yang dekat dengan Anggota Dewan Park.
Ki joon tanya apa reporter sedang melakukan wawancara sekarang?

Reporter itu minta maaf, begitu melihat Ah Jung, ia merasa ingin tanya. Dia ingin tahu bagaimana perasaan Ah jung karena tiba-tiba menjadi Cinderella?

Ki Joon berkata kalau pertanyaan itu seharunya ditujukan padanya, karena Ah jung dia tiba-tiba berubah jadi pangeran.
Reporter : Benarkah?
Ki Joon kesal, kenapa kami harus menjawab pertanyaan disaat seperti ini.

Anggota Dewan Park tertawa dan heran kenapa Ki Joon seperti ini, lalu minta reporter kenalan-nya itu untuk pergi.

Ah Jung sekarang yang dapat telp. Halo? siapa ini?
Ternyata itu dari pihak dewan komite, saya akan mengatakan keputusan Komite Disiplin.
Ah Jung : Ya?
Staf Dewan Komite : Gong Ah Jung, anda dipecat. Saya minta maaf. Saya…tutup telp sekarang.

Ah jung tertegun. Ki Joon mendekat dan tanya ada apa, telp apa itu?
Ah Jung menahan tangis dan jalan menjauh, Ki Joon maaf, aku pergi dulu.

Ah Jung tersandung dan membuat ukiran es di pesta itu ambruk. Ah jung berdiri sendiri, ia minta maaf dan menangis. Meninggalkan sepatunya.
Ki joon mengejarnya, Ah Jung!

Ah Jung tidak pakai sepatu, saat dengar suara Ki Joon dia sempat berhenti, tapi jalan lagi tanpa menoleh sambil menangis.
Ki Joon : Ah Jung! Ah Jung!

 

Bersambung ke episode 15………..

Sinopsis lie to me peisode 13

Sinopsis Lie To Me episode 13

Ki Joon : Aku tidak tahu kenapa, tapi aku sangat merindukanmu hari ini. Kenapa kau kelihatan resah?

Ki Joon menemui Ah Jung dan memeluknya. Ki Joon berkata ia merindukan Ah Jung. Ah Jung menyeka air matanya.
Ki Joon ingin tahu ada masalah apa. Ah Jung berkata kalau tadi Menteri menyinggung tentang ayah Yoon Ju.

Ki Joon minta Ah Jung jangan cemas dan tetap mempercayainya. Ki joon mengajak Ah jung jalan-jalan dan main.

Ki Joon dan Ah Jung membeli kue beras dan juga makan usus. Mereka saling menyuapi.

So Ran dan Jae Bum makan malam bersama. Jae Bum memberi hadiah untuk So Ran, sebuah jam tangan cantik. Sedangkan So Ran memberikan novel misteri untuk Jae Bum.
Mereka sepakat untuk menganggap setiap hari bagaikan ulang tahun pernikahan mereka. So Ran berkata akan ke toilet sebentar.

Saat jalan, So Ran melihat Bibi Myung Jin dan keluarga Yoon Ju. So Ran tertegun. Sementara Jae Bum memeriksa kotak novel dari So Ran, apa benar cuma novel..:)

So Ran telp Ah Jung dan tanya apa yang dilakukan Ah Jung, sekarang ia dan Jae Bum sedang makan malam. So Ran ingin ketemu Ah jung.

Ah Jung berkata ia sedang main. So Ran ingin tahu, dengan siapa? dengan Hyun Ki Joon? Kau benar2 dengan Hyun Ki Joon?
Ah Jung membenarkan. So Ran lega dan ia terlihat ikut senang dengan tulus.

So Ran : Kau dan Ki Jun bersenang-senang saja, ok? bye..

So Ran tidak sadar kalau ibu Yoon Ju juga ada di toilet itu dan terkejut mendengar percakapan So Ran.
So Ran selesai telp dan kaget melihat ibu Yoon Ju.

Ny. Seo langsung kembali ke ruang makan dan mengajak suaminya serta Yoon Ju pulang. Yoon Ju heran, ibu!
Myung Jin juga terkejut, Nyonya..kenapa anda seperti ini? Ada apa?

Ny. Seo : CEO Hyun, aku benar-benar..
Ny. Seo tidak bisa bicara lagi dan ia menahan marahnya. Ia minta Tuan Park dan Yoon Ju segera pergi. Bibi Myung Jin jelas tidak suka.

Ki Joon dan Ah jung sedang asyik main. Ki joon tidak menghiraukan telp-nya dan terus saja main.
Ah Jung : Kenapa kau tidak mengangkat telpmu?
Ki Joon berkata tidak apa-apa.

Ah Jung kesal, jika pria yang sedang kencan dan tidak mengangkat telpnya, maka itu aneh. Itu pasti dari wanita.

Lalu ada sms. Ah jung minta Ki Joon melihatnya.

Ki Joon membaca sms, dari Yoon Ju : Oppa, tidak apa-apa kalau kau tidak bisa datang karena aku. Tapi kumohon jangan menghina orang tuaku.

Ah Jung ingin tahu siapa yang sms tapi Ki Joon berkata bukan apa-apa.

Ah Jung duduk menunggu sambil mengistirahatkan kakinya. Ki Joon datang membawa ice cream.
Ah Jung ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi, kenapa telp tadi tidak diangkat.

Ki Joon mengaku kalau sebenarnya ia ada janji makan malam ini. Ah Jung kaget, apa ada hubungannya dengan pekerjaan?
Ki Joon menjawab ya dan tidak.
Ah jung : Apa? kau bahkan memintaku untuk mengatakan sebenarnya, apa kau tidak akan mengatakan-nya padaku?

Ki Joon berkata ia mengenal Anggota Dewan Park, dia ayah Yoon Ju. Yang membuatmu tertekan hari ini, ya kan?
Ki Joon balik tanya bagaimana Ah jung mengenal Anggota Dewan Park.
Ah Jung : Itu bukan masalah besar. Nanti, meskipun kau sudah hampir mati, aku tetap tidak akan mengatakannya.

Ki Joon tidak percaya. Lalu Ki Joon membuat hidung Ah Jung terkena ice cream.

Ah Jung kaget. Ki Joon ketawa lebar. Ah jung tidak terima, ini benar2..lalu ia menggosokkan mukanya yang belepotan ice cream ke wajah Ki Joon.
Membuat wajah Ki Joon merah hahaha, tidak..jangan! Ki Joon ketawa. Sayangnya scene ini sepertinya di-cut dengan cepat. (KJH wajahnya merah beneran hahaha)

Paginya, Bibi Myung Jin memanggil Ki Joon dan memarahinya, ada apa denganmu? Kenapa kemarin kau tidak muncul?
Ki Joon : Ada hal lain yang kulakukan.

Myung Jin : Kau bertemu Gong Ah Jung, ya kan? benar kan? Kau ini..dibandingkan karirmu, apa pacarmu lebih penting? Aku sudah mengatakannya padamu.
Kau! Apa kau Hyun Ki Joon yang kukenal?

Ki Joon minta maaf, tapi ia tidak setuju kalau meyakinkan Tuan Chen dengan Anggota Dewan Park.
Myung Jin : Apa yang sebenarnya ingin kau katakan?

Ki Joon : Meskipun tanpa Yoon Ju aku sudah berkata akan mendapatkan kontrak dengan cara lain.
Ki Joon ingin menemui Tuan Chen dan Anggota Dewan Park secara pribadi untuk meyakinkan mereka dan minta maaf.

Ki Joon : Karena ini adalah urusan World Hotel kita.
Myung Jin mengeluh, anak ini benar2 keterlaluan…

Ki Joon : Aku akan menyelesaikan masalah ini. Kumohon percayalah padaku.
Ki Joon berdiri dan memberi hormat lalu pergi.

Di kantor Kementrian Pariwisata. Boss Ah jung marah pada Hyo Jun karena menyerahkan semua pekerjaan ke Gong Ah jung.

Hyo Jun minta maaf dan akan menulis laporan lain. Kepala bagian keluar untuk makan siang bersama beberapa rekan Ah Jung. Meninggalkan Ah Jung dan Hyo Jun.

Ah Jung dan Ki Joon bicara di telp dan membicarakan Festival Kebudayaan Korea-Cina. Ah Jung berkata ia jadi ingat Tuan Chen, apa proses investasinya berjalan lancar?

Ah Jung : Hyun Ki Joon memang lain. Festival Kebudayaan Korea Cina harus dilaksanakan di World Hotel? kenapa?

Keduanya bercanda dan Hyo Jun mendengar pembicaran ini. Ia terlihat curiga.

Tuan Chen main mahyong bersama Tuan Park dan dua teman mereka. Tuan Park menyesal kalau hubungan Ki Joon dan Yoon Ju tidak bisa diperbaiki lagi. Siapa yang mengira dia sudah punya wanita lain.
Tuan Chen tanya, apa wanita itu staf di Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata, Gong Ah Jung?

Tuan Park heran, bagaimana Tuan Chen tahu. Tuan Chen berkata ia pernah bertemu Ah jung. Tuan Chen juga belum memutuskan untuk inves di Great Hotel.
Tapi yang pasti, Tuan Chen tidak mau investasi di World Hotel-nya Hyun Ki Joon.
Tuan Park kalah dan ia harus pergi lebih dulu.

Diluar, ia bertemu dengan Ki Joon. Tuan Park menyindir Ki Joon tentang makan malam semalam. “Makan malam kemarin, karena Kau, aku sangat senang.”

Ki Joon menjawab, “Aku lega setelah mendengar bahwa Kau senang.”

Saat akan masuk, Ki Joon ditahan oleh bodyguard. Yang bukan anggota dilarang masuk. Ki Joon langsung membereskan dengan segepok uang plus tips.
Ki Joon : Aku anggota sekarang?

Ki Joon masuk dan menemui Tuan Chen. Ki Joon minta maaf karena datang begitu saja.

Tuan Chen : Jangan minta maaf. Aku bosan, kenapa kau tidak bergabung untuk main dengan kami? Jika tidak main, pergi saja. Apa kau bisa main mahyong?
Ki Joon : Tidak. Tapi, aku ingin bermain. Aku punya alasan untuk main. Tolong berikan balok untukku.

Tuan Chen minta Ki Joon menyerah saja. Baginya, pernikahan seperti karir, sangat penting. Tapi Ki Joon menganggapnya seperti mainan anak-anak.
Tuan Chen tidak akan kerja dengan Ki Joon.

Ki Joon mengaku dia memang sudah berbohong. Tapi alasan kenapa aku berbohong telah menikah dengan Gong Ah Jung adalah karena aku mencintainya. Juga disaat bersamaan, mengatakan kalau kami tidak menikah juga karena dia.
Meskipun jawaban kami berbeda, tapi hati kami sama.

Ki Joon : Untuk pertama kalinya, aku tahu artinya kebenaran dan ketulusan.
Tuan Chen : Kebenaran dan ketulusan?

Ki Joon : Karena kebohongan, aku kehilangan banyak kesempatan. Tapi ketulusanku tetap sama.
Karena satu orang, aku bisa melepaskan semuanya. Tapi, rencana investasiku tidak bohong. Jadi, aku harap kau akan mempertimbangkan-nya lagi.

Tuan Chen : Ya, karena uang tidak akan bohong. Aku akan mempertimbangkan rencana kerjamu. Sayangnya, sekarang kau punya banyak pesaing.
Ki Joon mengerti. Tuan Chen minta maaf dan melanjutkan permainan mahyongnya. Ki Joon pergi.

Ah jung mendapat telp dari para tamu yang akan menghadiri festival Kebudayaan Korea, mereka memutuskan untuk tinggal di World Hotel.

Kyu Jin heran, World Hotel lagi ya, padahal banyak hotel lain yang sudah bersaing, tapi akhirnya yang menang tetap World Hotel. Presiden Hyun Ki Joon benar2 beruntung. Lebih dari 1500 orang akan datang dari LN.

Hyo Jun minta bossnya keluar sebentar. Mereka bicara di halaman luar.
Boss kaget, apa katamu? Petugas Gong Ah Jung memberikan keistimewaan pada World Hotel?

Hyo Jun berkata bukan itu saja, banyak hal aneh terjadi. seperti tiket untuk mempromosikan musik tradisional terjual habis. Mungkin saja ada orang yang membeli semuanya. Juga, saat di pulau Jeju..Ah Jung tidak perlu memesan hotel.
Dia bahkan membatalkan jasa penerjemah. Ah ini aneh…sepertinya ada banyak kebetulan.

Bossnya heran, sebenarnya bagaimana dia menyelesaikan pekerjaan-nya? Hyo Jun yakin Ah jung pasti dapat bantuan.
Boss : Jadi menurutmu, Presiden Hyun sudah melobi petugas Gong Ah Jung?
Hyo Jun membenarkan, tapi bossnya marah, kau ini, jangan sembarangan menuduh orang!

Suk Bong dan Sang Hee akan melukis diluar. Suk Bong sudah menyiapkan gitarnya, ia sangat semangat.
Suk Bong heran, kenapa Sang hee sama sekali tidak semangat? Cuacanya cerah dan hangat. Bagus untuk jalan-jalan.

Suk Bong telp Yoon Ju dan ingin mengajaknya juga.

Yoon Ju : Sunbae, aku minta maaf. Kalian saja yang pergi, ok?
Suk bong membujuk Yoon Ju dan Sang Hee teriak dari telp, ayo cepat! datanglah. Yoon Ju akhirnya setuju.

Ah Jung tanya apa bossnya sudah selesai memeriksa ulasan laporan-nya. Boss Ah Jung mengiyakan dan memberikan laporan pada Ah jung.

Boss tanya apa ada yang mengajukan diri lagi. Ah Jung berkata belum, sepertinya cuma World Hotel dan Great Hotel saja yang jadi pesaing.

Boss Ah jung heran, Wo..World?
Ah Jung menoleh, ada apa?
Bossnya berkata bukan apa-apa, aku serahkan semua padamu.

Pada saat itu, Ah Jung mendapat telp dari Ki Joon dan Hyo Jun langsung memberi kode pada boss, apa kubilang.

Ah Jung jalan ke sudut untuk bicara. Ah Jung ingin tahu dimana Ki Joon.

Ki Joon berkata dari bertemu dengan seseorang dan siapa orangnya, itu rahasia. Ah Jung merajuk dan berkata pasti ketemu wanita. Ki Joon berkata ia bertemu pria asing.

Ah jung menebak, jangan-jangan itu Tuan Chen. Ah Jung cemas kalau Ki Joon berterus terang.
Ki Joon berkata bukan seperti itu dan minta Ah Jung jangan cemas. Cepat pulang setelah kerja, jangan jalan2, agar tidak diculik pria lain.
Setelah telp ditutup, Ah jung merasa suara Ki Joon terdengar tidak terlalu gembira.

Suk Bong, Sang hee dan Yoon Ju jalan untuk melukis di luar. Suk Bong kagum karena pemandangan-nya tetap tidak berubah.

Hanya manusia yang berubah. Sang Hee berkata kalau ingin bicara setelah makan saja.

Sang Hee menemui Yoon Ju, ia tanya apa Yoon Ju sakit. Yoon Ju berkata ia baik-baik saja.
Sang Hee : Mencintai seseorang bukanlah dosa.
Yoon Ju : Apa?

Sang Hee berkata tentang dirinya sendiri. Kenapa setiap kali aku jatuh cinta, maka akan jadi dosa. Aku bingung dengan dilema ini.

Yoon Ju berkata awalnya ia menyalahkan Sang Hee. Aku merasa, jika saja bukan karena kau..jika saja kau bukan adik Ki Joon.

Yoon Ju : Tapi..oppa dan aku sampai ke keputusan ini bukan karena kau. Aku berpikir..apa kau sudah menguji cintaku untuk kakakmu. Tapi sepertinya aku tidak lulus tes.
Yoon Ju merasa semua berubah kecuali dirinya.
Sang Hee minta Yoon Ju juga berubah, menjadi lebih baik.

Yoon Ju mengiyakan, ia akan berusaha berubah dan tidak akan menderita sendirian lagi.

Ki Joon dan Park Hoon kerja sampai larut. Mereka membahas proposal bisnis yang baru.

Manager Park masuk. Ki Joon heran, kenapa kau datang selarut ini?
Park : Kau pikir aku datang untuk apa?

Park berkata mulai sekarang mereka harus kerja keras. Ki Joon heran, apa maksudnya.

Park : Presdir Chen berkata dia akan mempertimbangkan kembali proposal kita. Kita juga harus menggunakan kesempatan ini untuk mengevaluasi ulang.
Park Hoon langsung berdiri dan tos dengan manager Park.

Ah Jung sms dan berkata kalau dia langsung pulang dari kantor.

Ah Jung berkata akan menambahkan bentuk hati dalam sms-nya.

Ki Joon geli membaca sms Ah Jung.

Paginya, Ah jung dapat laporan kalau jadwal wisata anggota dari Jepang yang diberikan dari World Hotel beda dengan jadwal dari kementrian pariwisata.
Ah Jung memeriksanya dan ia segera menangani masalah ini.

Park Hoon lapor kalau Tuan Chen akan meninggalkan Korea segera. Ki Joon tanya apa Hoon yakin.
Hoon mendengarnya dari manager Great Hotel. Berita ini akurat.

Ki Joon mengerti. Lalu Ah Jung telp. Ki Joon tersenyum dan mengangkatnya, tapi Ah Jung menggunakan bahasa resmi untuk bicara dengan Ki Joon.

Ah Jung : Halo, saya dari kementrian Kebudayaan, Bagian Promosi Pariwisata, Gong Ah Jung. Anda adalah Presiden World Hotel Hyun Ki Joon, ya kan?
Ki Joon heran, tapi ia membenarkan, kenapa?

Ah Jung mengeluh karena jadwal perjalanan yang disiapkan staf Ki Joon tidak ada yang benar dan Ah Jung heran kenapa ada kesalahan dalam dokumen resmi.
Ki Joon minta Ah Jung tidak bercanda lagi.

Ah Jung berkata sebagai PNS, dia tidak bercanda.

Ki Joon mengerti dan akan mengirim dokumen yang benar. Ki Joon tanya apa Ah Jung sudah makan siang.
Ah Jung berkata ia belum makan siang dan itu karena siapa coba.

Ah Jung menuntut Ki Joon untuk membawa dokumen itu sendiri, kalau tidak, World Hotel akan dikeluarkan dari acara ini.

Ki Joon geli dan minta anak buahnya mencetak semua dokumen tentang Acara Kebudayaan Korea-Cina.

Ki Joon dan Park Hoon pergi ke kantor Ah Jung. Hoon membawa dokumen dalam bungkusan pink. Hoon heran apa memang harus datang sendiri.
Ki Joon : Dia minta aku memberikannya langsung.

Whooooaaaa.......Oppa keren bgt !!!!

 

Hoon melarangnya, tidak bisa, kau punya harga diri.

Ki Joon mengambil bungkusan pink di tangan Hoon, apa kau akan tanggung jawab kalau kita tidak bisa mengikuti acara itu?

Ki Joon langsung masuk ke kantor Ah Jung, aku membawa semua informasi yang kau minta. Petugas Gong Ah Jung!

Ki Joon meletakkan bungkusan pink-nya dengan keras diatas meja Ah Jung. Membuat semua kaget. Ah Jung memandang Ki Joon dengan geli.

Ki Joon, Ah Jung dan semua staf dept Pariwisata meeting. Ah Jung membaca daftar, bukankah disini dikatakan kalau tamu Jepang tidak akan sarapan?

Ah jung : Tapi kau sudah memasukkan biayanya dalam dokumen yang dimasukkan. Apa kau mau membuat kami membayar untuk sarapan hotel yang mahal?

Ki Joon membela diri, itu karena kementrian Kebudayaan telp diluar jam kerja hotel. Ki Joon menunjukkan dokumen revisi yang mereka kirimkan keesokan harinya.
Disitu jelas tertulis kami mengurangi biaya sarapan mereka.

Ki Joon dan Ah Jung membicarakan pekerjaan tapi pandangan mata mereka sama sekali bukan tentang pekerjaan haha..

Boss Ah jung masuk dan berbisik, kalau tidak terlalu penting biarkan saja. Ah Jung tidak mau. Sebagai PNS, mereka tidak bisa menganggap enteng tugas dan mereka harus melakukan pekerjaan dengan baik dan akurat. Boss yang mengatakan-nya padaku sebelum aku masuk ke sini.

Ki Joon dan Ah Jung duduk di luar sambil makan. Ah Jung minta maaf karena membuat Ki Joon datang, padahal Ki Joon sibuk.
Ki Joon komplain, ini penyalahgunaan wewenang.

Ah Jung : Apa salahnya? Jika aku bisa seperti ini, aku akan senang melakukannya.
Ki Joon : Apa kau harus merahasiakan hubungan kita di kantor?
Ah Jung : Hubungan apa?

Ki Joon tersinggung, apa? jangan bilang kau tidak menganggapnya serius.
Ah Jung geli dan memukul lengan Ki Joon perlahan, tapi ia melihat Boss dan Hyo Jun juga memperhatikan mereka.

Makanya Ah jung langsung bersikap formal dan pamit pergi pada Ki Joon.

Malamnya, Ah Jung kerja lembur lagi dan Ki Joon kirim sms, petugas Gong Ah Jung, apakah kiriman-nya sudah sampai? Aku tidak tahu apa sesuai dengan seleramu.

Ah Jung membalas : Aku tadi ingin makan kaki babi dengan soondae (pork sausage with blood, sorry..jangan makan ini ya kalo main ke Korea hati2 hehe…), tapi ini juga tidak apa-apa.

Ah Jung pulang dan Ki Joon sudah menunggu di depan kantor. Ah jung kaget, kau belum pulang?

Ki Joon berkata ia lelah karena seseorang, tapi kalau pulang juga ia akan merindukan Ah jung. Rindu membuatku semakin lelah. Ayo pergi ke satu tempat denganku.
Ah Jung menolak, dia harus pulang malam ini.

Ki Joon : Telp ayahmu, aku akan menjelaskan padanya. Apa aku bisa meminjam putrinya sehari.
Ah Jung malu, apa kau gila?
Ki Joon membelai wajah Ah Jung, aku ingin bersamamu hari ini.
Ah Jung kaget, apa ini?
Ki Joon ketawa, ayo cari keringat..masuk.

Don’t get mistaken, mereka ke jimjilbang kok hahaha…
Sebelumnya, Ah jung telp ayahnya dan berbohong kalau dia tidak bisa pulang karena harus lembur.
Prof Gong minta Ah jung menjaga kesehatan-nya, kerja semalam suntuk akan membuat kesehatan Ah Jung terganggu.

Prof Gong juga berkata akan pulang terlambat karena harus menyiapkan materi kuliah.

Ki Joon tanya kenapa tidak terus terang saja, ini terdengar seperti kita akan melakukan hal yang buruk saja.
Ki Joon : Apa ayahmu tidak mengatakan apapun tentang aku? Apa aku bukan pria pertama yang dikenalkan ke ayahmu?

Ah Jung membenarkan, tentu saja, kau bukan yang pertama.
Ki Joon kaget, aku bukan yang pertama?

Ah jung geli, ia bercanda. Ki Joon tetap ingin tahu apa benar ayah Ah Jung tidak mengatakan apapun?
Ki Joon ngambek dan Ah jung ketawa, kau lucu sekali kalau marah.

Ah jung dan Ki Joon pergi ke sauna. Ki Joon ingin sekali ke sauna bersama pacarnya. Karena ia tidak bisa sauna bersama Ah jung di hotelnya.

Keduanya mengenakan handuk di kepala mereka. Ah jung dan Ki Joon makan makanan khas sauna, telur rebus (direbus lama sekali sampai keras) dan minuman shikhye (minuman khas dari air beras manis, ada juga yang minuman jahe).

(Kalau ke sauna, orang Korea memang biasa makan telur rebus dan minum shikhye. Telur untuk mengganti mineral yang hilang dari tubuh setelah berkeringat. Shikhye untuk mencegah dehidrasi, menghaluskan kulit, dan menyegarkan badan. Selain itu, ada juga yang suka makan miyeokguk/sup rumput laut dan patbingsu/es serut)

Ah jung memecahkan telur di kepala Ki Joon. Ki Joon teriak. Ah Jung berkata rasanya lebih enak kalau dipecahkan dengan cara seperti ini.
Ki Joon ingin melepas handuk di kepalanya, ia takut ketahuan stafnya. Ah Jung melarangnya. Ia menyuapi Ki Joon.

Ah Jung mengajak Ki Joon ke ruang es, karena disana katanya orang bisa mengembangkan perasaan cinta mereka. (Kamar es di jimjilbang tidak sedingin freezer, sekitar 17 derajat celcius, katanya bagus untuk sirkulasi darah, penyesuaian ke suhu normal.)

Saat mereka jalan ke ruang es, Ah jung melihat ayahnya dan Ae Kyung. Prof Gong tiduran di pangkuan Ae Kyung sambil menutup mukanya dengan masker.
Ah Jung awalnya tidak ingin menyapa. Tapi ia mengubah pikiran dan mendekati ayahnya.

Ah Jung menyindir, sekarang kalau menyiapkan materi kuliah bisa dilakukan di sauna. Prof Gong kaget dan ia segera duduk, ia kaget melihat Ah Jung dan Ki Joon.
Prof Gong juga menyindir, sekarang, apa kementrian juga memeriksa sauna? Katamu kau kerja lembur.

Ki Joon mendekat. Ayah Ah Jung langsung menyindir Ki Joon, kau belum lama pacaran, tapi sudah menghabiskan malam bersama? Bagaimana jika terdengar gosip di lingkunganku dan menghancurkan nama baik putriku.

Ki Joon minta maaf, tapi ia tidak suka dituduh seperti itu. Ae Kyung langsung curhat ke Ki Joon, kalau Prof Gong dan Ah Jung itu sama saja.

Tidak jauh dari tempat duduk mereka, ada lomba minum air soda.
Ki Joon berbisik ke Ah jung, air soda? Seperti cola? hahahaha…Ah jung menyikut Ki Joon dan memberi tanda untuk diam. Prof Gong bisa pingsan kalau tahu.

Prof Gong dan Ki Joon tentu saja ikut. Mereka tidak mau kalah. Sementara Ah Jung dan Ae Kyung bertepuk tangan memberi semangat.

Saat final, Ki Joon tidak bisa minum lagi dan ia kalah. Prof Gong menang. Ki Joon juara kedua. Ah jung lari mengikuti Ki Joon sambil mengambil boneka beruang besar.

Paginya, Ki Joon bertemu Tuan Chen. Ki Joon memberikan salinan proposal dari World Grup yang sudah direvisi.
Ki joon : Kami sangat berterima kasih untuk semua perhatian pada perusahaan kami selama ini.

Chen : sepertinya kau tidak peduli kalau kami tidak memilih perusahaanmu.

Ki Joon berkata sekalipun mereka dikeluarkan dari lingkaran investasi, itu tidak masalah. Karena kami mungkin bisa mendapatkan kesempatan yang lebih besar.
Ki Joon juga yakin, kalaupun tidak sekarang, Tuan Chen bisa investasi pada perusahaan mereka di masa mendatang.

Tuan Chen mengambil dokumen dari Ki Joon dan ia berdiri. Lalu berjabat tangan dengan Ki Joon dan jalan pergi.

Setelah itu, Ki Joon bertemu dengan Anggota Dewan Park. Ki Joon mengucapkan terima kasih karena Tuan Park bersedia datang.

Ki Joon minta maaf, soal makan malam kemarin adalah ide bibinya. Kalau tentang investasi, Ki Joon ingin melakukannya dengan kekuatan-nya sendiri.
Ki Joon juga menegaskan kalau hubungan-nya dengan Yoon Ju sudah berakhir 3 th lalu.

Tuan Park : Dengar, Presiden Hyun. Karena Yoon Ju bukan putri kandungku, itulah mengapa aku lebih merasa kasihan padanya. Aku tahu dalam hatimu, kau sudah punya wanita lain.
Aku juga seorang pria. Aku bisa mengerti. Tapi, akan tiba saatnya, dimana Presiden Hyun akan memanggilku, “Ayah mertua”

Ki Joon memotongnya, Anggota Dewan, apakah cabang yang mati masih bisa berbunga?

Tuan Park ketawa, Presiden Hyun, sepertinya Yoon Ju punya alasan menyukaimu.

Bibi Myung Jin menerima Direktur Jang, yang berkata kalau ia merasa malu bertemu Myung Jin. Jang sudah mengabdikan dirinya sejak lama demi World Grup. Kau tidak bisa melakukan ini padaku.

Jang : Ini karena kami semua percaya pada CEO Hyun, itulah mengapa kami bisa sampai sejauh ini. Tapi tiba2 dipecat oleh Presiden muda..

Bibi Myung Jin membela Ki Joon, meskipun hukuman Presiden Hyun mungkin terlalu keras, tapi kami tidak menyelesaikan masalah ini dengan mengikutsertakan polisi, ini adalah bentuk penghormatan bagi kalian semua. Akan lebih baik jika kau kembali, tapi…

Myung Jin belum selesai bicara, Ki Joon sudah datang. Direktur Jang dan rekannya langsung keluar.
Ki joon berkata akan pergi ke Cina hari ini. Ia ingin bertemu orang yang bisa meyakinkan Presdir Chen.

Ki Joon : Di saat bersamaan, menggunakan proposal yang baru dan mencari investor lain.

Myung Jin mengalah, lakukan sesukamu. Kau bertanggung jawab untuk masalah yang kau timbulkan. Tapi jangan membuang waktu terlalu lama.
Ki Joon mengerti dan pergi.

Ki Joon menemui Ah Jung. Ah Jung heran, kenapa kau selalu datang kesini?
Ki Joon : Apa aku tidak boleh kesini?
Ah Jung cemas kalau orang mungkin akan melihat mereka.

Ki Joon minta Ah Jung terus terang saja. Tapi Ah Jung belum bisa.

Ki Joon : Kenapa? Apa kau malu? Belum lama ini kau menyombong pada temanmu dan berbohong kalau kita menikah.

Ah Jung berkata ia belum bisa. Kenapa? tanya Ki Joon.
Ah Jung : Karena aku PNS

Ki Joon : Apa hidup PNS tidak termasuk makan atau kencan dan hanya kerja saja. PNS yang kukenal hidup dengan melakukan yang perlu mereka lakukan.

Ah Jung heran, apa Ki Joon benar2 tidak sadar apa yang akan terjadi jika orang2 tahu kalau mereka pacaran?
Ki Joon : Tidak tahu.
Ah Jung : Jika jadi headline, maka akan terjadi kekacauan. Karena Ki Joon orang terkenal.

Ki Joon menggoda Ah Jung, kau juga orang terkenal kan, kau kan PNS.
Ah Jung : Sama sekali tidak lucu.

Ki Joon berkata akan ke Cina hari ini. Ah Jung heran, mengapa?
Ki Joon : Apa maksudmu mengapa? Orang bisnis biasa pergi ke Cina, Jepang, Paris dan tempat lain.

Ah Jung : Kapan kau kembali?
Ki Joon : Setahun.

Ah Jung kesal, jangan bercanda! Ki Joon berkata ini keputusan mendadak. Aku harus sering bepergian nanti, kau tidak bisa melakukan apa-apa.
Ah Jung mengancam, aku akan cari pacar baru.
Ki Joon : Coba saja kalau berani!

Ki Joon berkata sudah harus pergi. Ah Jung ingin tahu kapan kembali, tapi Ki Joon juga tidak yakin.
Ah jung mengeluh, ini di depan kantornya. Kalau tidak ia bisa memeluk Ki Joon.
Ki Joon : Kembalilah, aku pergi ya.
Ah jung : Hati-hati.

Ki Joon menunggu Hoon di bandara. Park Hoon datang untuk memberikan boarding pass dan koper untuk Ki Joon. Ki Joon minta Hoon kembali kerja, karena dia pasti akan mengecek Hoon 🙂
Park Hoon berkata tidak perlu cemas dengan itu, kau tahu bagaimana Manager Park, kan? hahaha..ngga perlu Ki joon, Manager Park pasti langsung ngecek Hoon.

Setelah Park hoon pergi, Ki joon melihat ponselnya dan sepertinya ingin telp Ah Jung, tapi tidak jadi lalu jalan ke antrian.

Tiba-tiba Ah Jung muncul di depan Ki Joon . Ki Joon kaget. Bagaimana kau bisa kesini?

Ah Jung berkata aneh kalau pergi ke luar negeri sendirian (tidak diantar). Ah Jung tanya, sampai di Cina, Ki Joon akan menginap dimana?

Ki Joon tertawa. Ah Jung mengeluarkan bolpen World Hotelnya.
Ki Joon : Apa ini?
Ah Jung : Ini adalah bolpen keberuntunganku.

Ki Joon geli, jadi Ah jung masih menyimpan-nya. Ah jung berharap bolpen ini bisa membawa keberuntungan saat tanda tangan kontrak.
Ada panggilan untuk segera boarding dan Ki Joon berkata ia harus masuk. Aku tidak akan pergi le LN seperti dalam drama2 🙂

Ah jung mengulurkan tangan dan membelai kancing baju Ki Joon, lalu Ki Joon memegang tangan Ah Jung. Hati-hati, kata Ah jung.

Keduanya saling mendekat lalu berputar posisi, Ki Joon sekarang ada di depan Ah jung. Ia minta Ah Jung telp karena ponselnya bisa menerima panggilan dimanapun.

Ki Joon jalan menjauh, tapi tangan keduanya masih saling terkait…lalu tinggal jarinya saja yang masih terkait.

Ki Joon jalan mundur sambil mengacungkan bolpennya, ia tersenyum. Ah jung juga tersenyum.

Malamnya, Direktur Jang bertemu dengan beberapa orang. Ia sepertinya dendam pada World grup dan memberikan dokumen pada mereka.

Ah jung online dan melihat peta Cina. Ia mengeluh betapa jauhnya Seoul dan Shanghai itu. Ah Jung jalan ke tempat tidur dan mulai tidur. Komputernya masih menyala dan ada berita baru tentang Ki Joon, tapi Ah jung tidak melihatnya.

Paginya, media sibuk menyiarkan tentang Ki Joon. Ki Joon berusaha keras untuk mendapatkan investasi dari Presdir Chen. Agar Presdir Chen terkesan, maka Hyun Ki Joon berbohong kalau dia sudah menikah.

Yoon Ju dan ibunya juga melihat berita itu. Yoon Ju tanya apa ayahnya yang sudah melakukan ini.

Ibu Yoon Ju berkata kalau ayahnya tidak akan melakukan hal seperti ini.
Yoon Ju : Ibu, apa aku bisa bertemu ayahnya besok pagi?

Bibi Myung Jin marah besar pada Park Hoon dan Manager Park. Ki Joon menyebabkan ini semua dan pergi ke Cina. Apa dia sudah tahu hal ini dan pergi ke Cina untuk menghindarinya?

Park berkata Ki Joon pergi untuk urusan lain. Bibi Myung Jin tidak mengerti, kenapa harus mengurusnya sendiri, memangnya tidak ada staf di Cina.
Myung Jin tanya apa Park Hoon sudah memberitahu Ki Joon. Park Hoon mengiyakan, beberapa menit lalu.

Myung Jin tanya apa Ki Joon akan pulang. Hoon berkata Ki Joon pesan kalau mereka tidak perlu memperhatikan masalah ini. Bibi marah, bagaimana mereka bisa tidak memperhatikan ini. Bibi minta Hoon menelepon Ki Joon.

 

Ah Jung sampai ke kantor dan heran melihat boss serta rekan2nya heboh di depan komputer. Ternyata mereka membaca berita online tentang Ki Joon.
Ah Jung ingin tahu dan syok saat membacanya. Ia langsung lari keluar lalu pergi dengan taksi.

Beberapa judul artikel yang membahas skandal Ki Joon :
 ~~Demi kerja sama dengan perwakilan dari China, Hyun Ki Joon berbohong tentang pernikahannya.~~
~~Perwakilan World Hotel, Hyun Ki Joon sedang mengalami krisis dalam memasuki pangsa pasar di China.~~

Ah Jung pergi ke World Hotel. Sementara Hoon meninggalkan pesan untuk Ki Joon. Manager Park datang dan Ah Jung tanya apa yang terjadi, apa manager Park tidak bisa menghubungi Ki Joon.

Manager Park sulit menghubungi Cina. Ia janji akan telp Ah Jung kalau Ki Joon telp. Ah jung mengerti dan ia pergi.

Ah Jung bertemu Yoon Ju. Yoon Ju merasa aneh, Ki Joon tidak pernah seperti ini sebelumnya.
Ah Jung tidak bisa berpikir. Yoon Ju mengerti, Ah Jung pasti merasa sedih dan terluka.

Ah Jung : Bukan itu, aku hanya merasa menyesal dan menyesal dan sangat menyesal.
Yoon Ju tanya apa Ah Jung sekarang tahu apa artinya menjadi wanita bagi Hyun Ki Joon itu?

Yoon Ju : Lebih dari yang kau atau aku pikirkan. Ki Joon menanggung beban lebih berat. Dari sejak usia muda ia tidak pernah berkata kalau itu berat dan tidak pernah melakukan apapun yang ia inginkan.
Selain mengurus bisnis, dia tidak pernah tertarik untuk melakukan hal yang lain.

Ah jung tidak mengerti apa maksud Yoon Ju.
Yoon Ju berkata mungkin saja setelah bertemu Ah jung, Ki joon mungkin melihat dunia untuk pertama kalinya, dan ia terjebak dalam dunia itu. Kau harus menariknya keluar dari dunianya.

Yoon Ju : Menjadi wanitanya, tidak sesederhana yang kau pikirkan. Kau harus memberikan segalanya dan membuang segalanya. Kau harus melepaskan segalanya. Apa kau bisa melakukan itu? Ki Joon juga sudah kehilangan banyak hal, mulai sekarang, berapa banyak lagi kehilangan yang harus ia alami…aku ingin mengatakannya padamu terakhir kalinya. Pikirkan baik-baik, apa yang terbaik untuk Ki Joon.

Ah Jung pulang dan ia menangis di dalam taksi, lalu Bibi Myung Jin telp.

Ah Jung menghadap Bibi Myung Jin. Myung Jin minta maaf pada Ah Jung tentang pertemuan mereka waktu itu. Juga tentang apa yang terjadi. Myung Jin punya alasan kenapa ia melakukan itu.
Ah Jung tanya apa yang sebenarnya ingin dikatakan Bibi.

Myung Jin minta Ah Jung mengembalikan Ki Joon, Lihatlah bisnis dan masa depannya. Ini saat yang penting untuknya. Selama ini Ki Joon selalu bertanggung jawab. Seorang Presiden yang seperti itu tidak akan hancur hanya karena dirimu, iya kan?

Ah jung tahu dan ia minta maaf. Aku tidak tahu bahwa kebohongan yang kukatakan tanpa berpikir akan menjadi tidak terkendali seperti ini, maaf karena tidak berpikir sebelumnya. Saya minta maaf.

Di rumah, Prof Gong juga membaca berita tentang Ki Joon.

Ah Jung jalan pulang. Ia duduk di bangku mereka. Ah Jung memikirkan lagi kata2 bibi Myung Jin : Jika kau benar2 memikirkan Ki Joon, bantu dia agar bisa berdiri dengan tegak lagi..
Lalu ia ingat kata2 Yoon Ju, kalau Ki Joon sudah kehilangan banyak hal..pikirkan lagi apa yang terbaik baginya.
Ah Jung menangis.

Ah Jung pulang dan telp So Ran. Tapi So Ran dan Jae Bum masih tidur. Jae Bum terbangun dan kaget, ia mengangkat telp dan Ah Jung ingin bertemu.

Jae Bum menemui Ah Jung subuh2. Ada apa, sepagi ini? Ada apa? Aku mencemaskanmu.
Ah Jung : Sunbae..apa kau bisa membantuku sekali ini? Aku tidak yakin apa yang harus kulakukan. Aku sangat bingung.

Jae Bum bingung, omong kosong apa ini?
Ah Jung : Sunbae..aku perlu pengacara, apa kau bisa jadi pengacaraku?

Hari itu, Ah Jung masuk kantor lebih awal. Saat semua temannya belum datang. Ah Jung meletakkan surat pengunduran diri di meja Bossnya.

World Hotel sibuk menjawab telp. Park berkata kalau saat ini mereka tidak bisa mengeluarkan pernyataan apapun.
Park Hoon dan Bibi Myung Jin juga sibuk menjawab telp.

Ki Joon akhirnya bisa ditelp oleh manager Park. Ia tanya apa Ki Joon sudah tahu apa yang terjadi, apa Ki Joon sudah melihat internet?

Ah Jung pergi ke World Hotel dan berdiri di depan reporter. Manager Park mendekatinya, bagaimana kau bisa ada disini sekarang?
Park : Gong Ah Jung-ssi!

Ah Jung tidak mengikuti larangan manager Park, ia mendekati para wartawan, maaf…Presiden Hyun Ki Joon..tidak berbohong.

Sementara itu Ki Joon muncul di bandara. Reporter langsung lari mendekatinya, itu Hyun Ki Joon! Hyun Ki joon!

Park Hoon langsung menarik Ki Joon pergi. Reporter tetap mengejar Ki Joon, tolong katakan sesuatu. Katakan apa yang anda pikirkan!
Hoon : Maaf, tolong beri jalan.
Tolong katakan sesuatu!

Ah Jung mengaku, semua kebohongan itu…aku yang melakukannya.
Ah Jung : Ya, aku. Akulah yang berkata telah menikah dengan Presiden Hyun Ki Joon…yang menyebabkan semua ini terjadi.

Reporter tanya siapa Ah Jung.
Ah jung mengaku, aku dari Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata. Petugas Gong Ah Jung.

 

Bersambung ke episode 14……….

Sinopsis lie to me episode 12

Sinopsis Lie To Me episode 12

Ki Joon mengantar Ah Jung kembali ke kamarnya, Ah Jung naik ke tangga dan mengucapkan selamat tidur lalu pergi ke kamarnya.

Ki Joon berkata agar Ah Jung tidur nyenyak dan akan membangunkan Ah Jung besok.
Ah Jung jalan keluar ke balkon menunggu Ki Joon.

Ki Joon sudah melepas jas dan jalan ke balkon. Keduanya saling memandang dan tersenyum. Ah Jung jadi malu dan masuk ke dalam. Ah Jung duduk sambil senyum2 sendiri.

So Ran memandangi cincin-nya di dekat kolam dan Jae Bum muncul, ia memanggil nama So Ran dan lari ke arah So Ran sampai hampir terpeleset.
So Ran menolak dipeluk Jae Bum dan mendorongnya ke kolam. Jae Bum pura-pura tenggelam.

So Ran panik dan minta Jae Bum keluar dari kolam.  So Ran mulai panik, karena badan Jae Bum yang tidak bergerak, “Jangan seperti ini. Apa yang kau lakukan? Ayo keluar! Honey. Honey. Apa yang harus aku lakukan? Apa yang harus aku lakukan? Help! Apakah ada orang di sana? Apa yang harus aku lakukan? Cheon Jae Beom, apa yang harus aku lakukan?” So Ran panik setengah mati.

So Ran membantu Jae Bum untuk keluar dari kolam renang, tapi So Ran malah ikutan ketarik ke dalam kolam renang.

Tapi engga lama kemudian, badan Jae Bum bergerak dan kembali normal.. Jae Bum berkata, “Dear, aku salah.”
” Bagaimana kau tahu bahwa aku ada di sini?” tanya So Ran.
“Ah Jeong mengatakan kepada aku.”
“Ah Jeong, lagi? Ah Jeong, Ah Jeong, Jeong Ah!  Apakah kau akan ke rumahnya lagi untuk mencari dia?”

“Apa yang bisa aku lakukan? Kau tidak ada. . . Bila Kau tidak ada di sini, di mataku, aku tidak bisa melihat hal lain. Aku khawatir tentangmu. Aku merasa cemas. Aku benar-benar berdiri di Jembatan Sungai Han, berpikir tentang bunuh diri. Jadi wajahku akan muncul di televisi. Dengan cara itu, tidak peduli di mana Kau berada, Kau dapat melihat aku. Aku bahkan punya pikiran semacam ini.” Jae Bum menjelaskan panjang lebar.
“Benarkah? Benar-benar. . . Sungguh, Kau berpikir tentang bunuh diri?” tanya So Ran.
“Tanpa Kau, bagaimana aku bisa hidup?Aku tidak bisa hidup untuk sehari saja. Aku bahkan tidak bisa bernapas selama satu jam. ” jawab Jae Bum.
Dan mereka berpelukan sambil menangis.

Paginya, Jae Bum keluar dari kamar dan So Ran menyiapkan sarapan. Jae Bum tanya apa setelan-nya sudah kering, karena dia hanya membawa baju itu.

So Ran tersenyum dan mengambilkan setelan baru, ia membelinya. Jae Bum berkata So Ran juga harus beli untuk dirinya sendiri. So Ran membenarkan, ia memang sudah beli baju.
So Ran minta Jae Bum melepas jubahnya. Jae Bum heran, lagi? hehehe…
So Ran : Apa maksudmu lagi? kita harus pergi.

Ki Joon juga mengantar Ah jung pulang dengan limonya ke bandara. Yoon Ju melihat kemesraan keduanya dan tampak terluka.
Yoon Ju masuk ke kamarnya dan teringat lagi saat Ki Joon akan mencium Ah jung semalam.

“Istirahatlah dengan baik, dan aku akan menemuimu besok.” jawab Ki Joon.
“Besok? Besok aku akan sibuk. . . “
“Aku juga. Jam berapa kau bebas?” tanya Ki Joon.
 
Ah jung berpikir, “Aku benar-benar sibuk, sulit untuk mengatakannya. . . pukul 8?” tanya Ah Jung.

“Pukul 7.” jawab Ki Joon.
“Bagaimana kalau 7.20”
” Oke, baiklah…”

Keduanya tersenyum.

Ah Jung masuk ke rumah dan berseru, aku pulang! Ayahnya tanya apa pekerjaan-nya beres. Ah Jung berkata sepertinya berjalan baik, tapi tetap harus menunggu hasilnya.


Prof Gong percaya kalau Ah Jung punya bakat. Ah Jung berkata ia lapar, lalu heran melihat makanan satu meja penuh. Siapa yang membuat ini? Ayah?
Ah Jung mencicipi Jap Chee dan berkata enak. Ah Jung ingin tahu siapa yang masak, tapi ayahnya hanya berkata ada orang yang memberikan semua makanan ini.

Ah jung berkata masakan-nya enak, meskipun Ah Jung tidak tahu siapa yang memasaknya. Ah Jung masuk ke kamarnya dan main dengan boneka monyet-nya, aigoo..apa kau baik-baik saja?

Ah Jung masuk ke kamarnya, handphonenya berdering.
“Hello?” ucap Ah Jung.
“Ini Yoon Joo.”
“Yoon Joo.” Ah Jung sedikit terkejut.
“Ya. Bisakah kita bertemu sekarang?”
“Sekarang?”
“Ya, aku berada di dekat rumahmu sekarang.”

Ah Jung menemui Yoon Ju di bar dan Yoon Ju menawarkan alkohol.
Yoon Ju berkata kalau dia juga ke Jeju dan mengaku telah melihat Ki Joon dan Ah Jung.


Yoon Ju : Ya, aku melihat kalian berdua, tapi untuk satu alasan aku tidak bisa mendekati kalian.
Yoon Ju ingin pendapat Ah Jung, bagaimana menurut Ah Jung, dia dan Ki Joon membatalkan pertunangan tapi Ah Jung menikah dengan Ki Joon setelah satu kebohongan.

Yoon Ju berkata meskipun ia tunangan dengan Ki Joon, tapi tidak berjalan dengan baik karena satu alasan yang membuatku tidak berdaya.

Ah jung bingung, apa…

Yoon Ju langsung mengatakan kalau ini karena Sang Hee. Waktu itu Sang hee juga menyukaiku dan Ki Joon minta pertunangan dibatalkan karena Sang Hee. Hanya untuk sementara waktu.
Ah Jung : Aku pikir aku tidak harus mendengarkan ini.

Yoon Ju : Oppa adalah cinta pertamaku. Orang yang kupikir akan menjadi milikku sampai aku mati, perasaan kehilangan orang itu karena orang lain..
Ah jung ..apa kau mengerti perasaan seperti itu?


Ah Jung jelas mengerti, persis apa yang pernah terjadi pada dirinya dulu.
Ah Jung berkata ia mengerti sedikit dan ia harus pergi lebih dulu.

Myung Jin, Ki Joon dan para direksi mengadakan pertemuan dengan Tuan Chen.
Myung Jin berkata ia percaya semua persetujuan sudah diselesaikan dan ia janji atas nama perusahaan mereka untuk membangun hotel kelas dunia di Cina.

Tiba-tiba Ki Joon ingin mengatakan sesuatu pada Tuan Chen. ia berdiri dan membungkuk, pertama-tama, saya benar2 minta maaf.
Ki Joon : Saya tidak dengan sengaja ingin menipu anda. Saya…tidak menikah.

Tuan Chen bingung, apa maksudmu?

Ki Joon mengaku kalau ia berbohong sudah menikah demi mendapatkan kesan baik dari Tuan Chen, saya minta maaf karena untuk mempertahankan bisnis yang sehat, saya harus mengatakan yang sebenarnya pada anda.
Ki Joon : Saya ingin semuanya jujur dan transparan, saya minta maaf.

Tuan Chen marah : Kau bohong padaku?

Ki Joon : Saya harus berbohong padamu dan ini adalah hal yang tidak dapat dimaafkan, ini adalah kesalahan saya. Tapi rencana bisnis perusahaan kami bukanlah kebohongan. Kumohon percayalah pada saya.

Tuan Chen tampak kecewa, kenapa kau baru mengatakan ini sekarang?
Ki Joon : Saya sudah berbohong, dan ini adalah hukumanku.

Tuan Chen berdiri dan bergegas pergi bersama rombongannya. Wajah bibi Myung Jin terlihat sangat marah.

Bibi Myung Jin murka! Ia teriak2 pada Ki Joon, apa kau gila? Apa kau sudah kehilangan akal? Sebelum kontrak ditandatangani, kau melakukan ini?!
Ki Joon minta maaf.

Bibi Myung Jin : Kenapa? kenapa kau bohong padaku dan memilih untuk jujur saat ini? Jika kau bohong, kau seharusnya bohong sampai akhir. Kenapa kau harus mengaku sekarang dan minta maaf?


Ki Joon : Aku minta maaf, aku akan bertanggung jawab penuh.

Myung Jin : Tanggung jawab? tanggung jawab? ha! jika kau tidak bisa membuat Presdir Chen tanda tangan kontrak pada pertemuan Dewan Direksi berikutnya, aku akan mengatakan pada mereka kalau aku tidak akan memberikan hotel ini padamu!

Ah Jung di kantornya dan mendapat banyak pujian dari boss. Kepala Bagian memuji Ah Jung. Ah Jung berkata ia hanya mengatakan kejujuran pada para juri.
Lalu seorang rekan Ah jung berkata ada proyek lagi, yaitu mempromosikan musik tradisional Korea dan ia perlu bantuan. Bossnya langsung menunjuk Ah jung. Petugas Gong adalah ahlinya!

Boss : Petugas Gong, coba selamatkan program ini, ok?

Ah Jung akhirnya selesai kerja dan Ki Joon muncul sambil membunyikan klakson sambil tersenyum.

Ki Joon : Kenapa kau kerja sampai larut?

Ah Jung : Karena aku PNS, apa aku harus pulang kerja tepat waktu? Untuk orang yang menjalankan usaha, kenapa kau pulang awal?
Ki Joon : Awal? Aku sangat merindukanmu sampai aku pikir aku akan mati.

Ah Jung menunjukkan tugas barunya. Ki Joon tahu Ah Jung mendapatkan tugas ini karena tidak ada rekannya yang mau melakukannya.
Ah Jung : Kepala Bagian sudah memberikan penghargaan atas pekerjaanku di Jeju.

Ki Joon : Kau sudah melakukan semua pekerjaan dept kebudayaan.
Ah Jung heran, kita mau kemana?

“Kali ini kita akan pergi menemui Sang Hee.”
“Sang Hee.. Memang ada apa?” tanya Ah Jung.
“Kita hanya berkunjung saja.” jawab Ki Joon.

Suk Bong, Ae Kyung, Sang Hee dan Jadu ada di cafe. Ki Joon dan Ah Jung tiba bersama.
Sang Hee kaget. Ki Joon memberi salam pada Suk Bong.

Suk Bong langsung berdiri, ah lihat siapa yang datang!

Suk Bong mengenalkan Ki Joon, ini Kakak Sang Hee, Presiden Hyun dan ini adalah pemilik cafe, Shin Ae Kyung.
Ae Kyung memberi salam dan terpesona dengan Ki Joon, dia tampan sekali..
Suk Bong : Kau tidak perlu mengatakan itu.

Sang hee heran, kenapa kalian datang bersama? Sang Hee minta mereka duduk. Ki Joon heran, kau kenapa? Apa kau belum pernah dengar seorang suami harus mengikuti istrinya?

Ah Jung malu, mengapa kau mengatakan itu?
Ki Joon : Apa yang kulakukan?

Ki Joon ke Suk Bong : Hyungnim, apa kau tidak punya makanan enak? Suk Bong menyajikan wafelnya, ini aku baru saja membuatnya.
Suk Bong minta Ki Joon memberi komentar setelah makan, boss kami tidak mau memakannya.

Ah Jung mengambil sepotong dan menggigitnya, enak. Lalu menyuapi Ki Joon. Ki Joon menggigit wafel Ah jung dan memuji rasanya, Hyungnim, keahlian memasakmu benar2 luar biasa!

Suk Bong ke Ae Kyung, lihat? orang2 menyukai masakanku.
Sang Hee tampak tidak percaya dengan pemandangan di depan-nya.

Ki Joon menyuapi Ah Jung, keduanya tampak mesra. Ja du kelihatan iri. Suk Bong dan Ae Kyung terus saja bicara dan tidak menyadari kehadiran Yoon Ju.

Yoon Ju kaget melihat apa yang terjadi di dalam dan langsung pergi.

Sang Hee melihat Yoon Ju, ia langsung mengejarnya.
Yoon Ju berdiri diluar dan Sang Hee mendekatinya, kau pasti sangat terkejut.

Yoon Ju berkata tidak dan pergi.
Sang hee menahan tangan Yoon Ju dan mengajak minum, Yoon Ju menolak.

Sang Hee : Di awal pacaran, sepasang kekasih akan bergandengan tangan. Saat salah satu melepaskan tangan pasangan-nya, sepertinya hubungan itu berakhir.
Yoon Ju : Maksudmu aku satu2nya yang berpegangan tangan?

Yoon Ju berkata ini membuatnya sakit hati. Sang Hee berkata ia benci mengatakan ini, tapi sepertinya…kau harus melepaskan kakak-ku.
Yoon Ju pergi.

Sang Hee duduk di studionya dan minum soju, ia mabuk. Sang Hee menendang kuda2 lukisan Ah jung dan bicara sendiri, lihatlah aku sekali saja..

Suk Bong masuk dan kaget, ini jam berapa? kenapa kau minum banyak sekali?

Suk Bong membantu Sang Hee berdiri. Sang Hee menangis, apa yang harus kulakukan?
Suk Bong hanya menghela nafas, orang yang kau maksud adalah Ah Jung, ya kan?

Sang Hee minta Suk Bong memukulnya, sekali saja.
Suk Bong : Dasar gila…mengapa kau ingin aku memukulmu?

Sang Hee frustasi, kedua kalinya, ia jatuh cinta pada seseorang yang juga dicintai oleh Ki Joon.

So Ran bertemu dengan tiga temannya dan berkata kalau sekarang hubungan-nya dengan Jae Bum seperti bulan madu. Lalu So Ran berkata kalau Ah Jung pura-pura menikah dengan Ki Joon karena marah pada So Ran yang merebut Jae Bum, ini benar.

So Ran juga berkata kalau Ah jung sudah punya orang yang ia suka, dan orang itu Ki joon.

Tapi, kata So Ran, Ki Joon punya wanita lain. So Ran berkata ia tidak akan belajar ke LN.

Ah Jung mulai sibuk dengan proyek barunya, memperkenalkan musik tradisional Korea. Ia memimpin rapat, mengatur spanduk dan poster2, mengecek auditorium, lighting, sampai mengurus promosi dan penjualan tiket di website. Ah Jung sibuk sekali.

Yoon Joo menjawab,”Aku merindukanmu. Kau bilang aku harus menata kembali perasaanku, tapi aku tidak bisa. Aku tahu kau tidak menyukainya, tapi aku bertemu Gong Ah Jeong. Aku bertemu dengannya dan mengatakan apa yang aku benar-benar merasakan.  Aku bisa berbicara dengannya dengan tulus.”

Ki Joon : Yoon Ju, sebelumnya aku tidak pernah percaya hal-hal seperti takdir. Tapi, aku berubah pikiran. Kadangkala kita jatuh cinta dengan seseorang yang seharusnya tidak kita cintai.
Atau putus dengan seseorang yang tidak seharusnya. Saat itu, putus denganmu adalah takdirku. Sama sepertimu, aku juga merasakan masa susah tapi aku menerimanya dan sekarang giliranmu.


Yoon Ju : Oppa!
Ki Joon : Aku mencintai Gong Ah Jung. Seperti katamu, aku tidak ingin jadi pengecut lagi. Apapun yang kau katakan, telingaku tidak bisa mendengarnya. Di mataku…aku tidak bisa melihatmu.
Ki Joon jalan pergi.

Ki Joon telp Ah Jung dan mengajak bertemu. Ki Joon dan Ah Jung jalan sambil bergandengan tangan di dekat bangku mereka dan Ki Joon tanya apa yang dibicarakan Ah jung saat bertemu Yoon Ju.

Ah Jung tidak mau mengatakan karena tidak akan ada yang berubah, hanya dia semakin mengerti tentang Yoon Ju sedikit. Seperti saat So Ran menyakitiku dulu dan aku menyakiti Yoon Ju saat ini.
Ah Jung merasa bersalah awalnya lalu ia bisa mengerti dan hatinya sakit.

Ki Joon : Apa kau sudah baik-baik saja sekarang?
Ah Jung mengangguk.

Ki Joon ingin, mulai sekarang apapun yang terjadi, Ah jung harus mengatakan segalanya padanya. Kau sarapan atau kelaparan, apa makanan kecilmu, apa kau senang atau sedih, atau kau mengubah gaya rambutmu, berapa kali kau mencuci tanganmu dalam sehari, aku ingin tahu tentang segalanya.

Ki Joon : Jadi katakan padaku segalanya yang terjadi padamu.
Ki Joon meraih tangan Ah jung dan menggenggamnya, aku tidak akan membiarkanmu merasa sakit lagi sendirian, tidak akan pernah.

Ah Jung heran dan merasa Ki joon semakin berbeda. Ki Joon memeluk Ah Jung dengan erat.

Ah Jung tersenyum : Apa kau mencemaskanku? Itukah sebabnya kau datang? Atau apa kau datang hanya untuk memelukku?

Ki Joon tersenyum dan melepaskan diri. Ah Jung tersenyum pada Ki Joon dan balas memeluknya dengan hangat.

Hoon masuk ke kantor Ki Joon dan heran melihat bossnya bercukur lagi, padahal tadi pagi sudah cukur.
Ki joon : Apa sudah bersih?

Hoon : Apa kau akan pergi kencan buta? Jika terlalu bersih, wanita tidak akan menyukainya.
Ki Joon tanya tentang mobilnya dan Park hoon berkata sudah siap, sudah dibersihkan dan dilap. Hoon tetap heran, Presiden mau kemana?
Rahasia, kata Ki Joon.

Ki Joon menelepon Ah Jung dan tanya apa Ah Jung masih kerja. Ah Jung ada di rumah dan berkata ia masih kerja, banyak pekerjaan yang tertunda karena sering jalan dengan Ki Joon.
Ki Joon minta Ah Jung segera pulang kalau capai.

Bel berbunyi dan Ah jung membukakan pintu. Ia kaget karena Hyun Ki Joon sudah berdiri di depan pintu rumahnya. Ah Jung berusaha menghalangi Ki Joon masuk dan memintanya pergi.
Ki Joon justru teriak, apa Ayahmu ada?
Ah Jung panik, apa yang kau lakukan?

Prof Gong muncul dan heran, ada apa? Ah Jung tidak bisa apa-apa dan Ki Joon membungkuk, apa kabar?

Prof Gong dan Ki Joon duduk berhadapan. Ah Jung gelisah dan menyiapkan soju serta snack.
Ayah menuangkan soju, silakan minum.
Ki Joon menerima dengan hormat, Ya Paman.

Ayah langsung menuduh Ki Joon, kau si bunga ceri itu kan?
Ki Joon heran, apa?
Ayah Ah Jung : Apa kau tahu seperti apa saat Ah jung menangis waktu dia lihat bunga ceri berguguran?
Ah Jung kaget, Ayah!

Lalu mereka tanding minum. Ada apa dengan orang Korea ini haha..ketemu calon menantu pasti kuat2an minum.
Ayah Ah Jung terus memaksa Ki Joon minum, sambil ngomel, dasar pencuri…maksudnya, Ki Joon sudah mengambil Ah Jung-nya. Sampai Ki Joon tersedak.

Ayah : Apa dia bercahaya?
Ki Joon : Apa?
Ayah : Aku tanya apa Ah jung-ku bercahaya?
Ki Joon : Dia seperti Polaris, reinkarnasi bintang jatuh..hahaha..

Semakin lama, soju yang dituang semakin banyak dan puncaknya mereka pakai baskom!

Ayah Ah Jung menghabiskan sojunya, Ah jung tampak ngeri. Setelah habis, Ayah Ah Jung langsung pingsan.

Ki Joon juga menghabiskan bagiannya dan setelah itu seperti akan muntah, lalu ia juga pingsan. Ah Jung langsung merangkul Ki Joon dan tampak tidak percaya dengan apa yang mereka lakukan.

Ah Jung membaringkan Ki Joon di tempat tidurnya. Ki Joon gelisah dan berguman, ayah…aku tidak mabuk! Aku belum mabuk!

Ah Jung melepaskan dasi Ki Joon dan Ki Joon menarik tangan Ah Jung. Ah Jung membungkuk dan mencium pipi Ki Joon.
Ki Joon terus memegang tangan Ah Jung. Ah Jung mengambil bonekanya dan meletakkan-nya di pelukan Ki Joon. Ah jung disini, ini Ah Jung.
Ki Joon memeluk boneka itu sambil berkata, Ah jung!

Ah Jung geli dan memandangi Ki Joon, ia membelai bulu mata Ki Joon.

Paginya, Ki Joon masih tidur sambil memeluk boneka.

Prof Gong dan Ah Jung berdiri memandangi Ki Joon. Ayah tanya, apa yang kau suka darinya?
Ah Jung : Dia tampan! alisnya tidak setebal ayah..
Ayah : Tapi dia punya rambut lebih banyak dariku..tapi tetap tidak bisa.

Ah Jung berkata Ki Joon tinggi. Ayahnya mencibir, apa gunanya tubuh tinggi? Hanya digunakan untuk pegangan di bis.
Ah Jung : Dia tidak naik bis.

Ayah Ah Jung langsung membangunkan Ki Joon. Ah Jung mendorong Ayahnya keluar dari kamar.

Ki Joon bangun juga dan sarapan bersama Ah Jung juga Prof Gong. Ah Jung memuji ayahnya, Ayah yang terbaik, terima kasih untuk makanan-nya.
Ayah berkata ke Ki Joon, aku menang.

Prof Gong berkata saat minum semalam, Ki Joon pingsan lebih dulu, jadinya dia menang. Ki Joon tidak terima, aku melihat yang pingsan lebih dulu adalah ayah, baru aku.
Prof Gong tetap berkata kalau dia menang karena sadar lebih dulu. Keduanya tidak ada yang mau mengalah.

Ah Jung minta keduanya makan saja. Kalian semua menang.
Prof Gong berkata dia adalah pengacara, dan tidak suka ambiguitas/keadaan yang tidak pasti.

Ki Joon berkata kalau ahli hukum tidak boleh seperti ini. Kau harus mengatakan dengan jelas.
Ah Jung kesal dan teriak : Ah tolong hentikan!

Ki Joon masuk kantor dan Hoon langsung komen, bau alkohol…kau minum berapa banyak?
Ki Joon tidak menjawab, ia justru tanya apa kau sudah memeriksa yang kuperintahkan?

Hoon menjelaskan kalau penjualan tiket sangat rendah, baru 5%-nya dan meskipun itu tiket gratis, orang masih belum tentu datang.
Ki Joon mendelik ke arah Hoon. Hoon buru2 berkata kalau acaranya sebenarnya bagus, hanya terlalu tradisional.

Ki Joon : Tradisional? apa untungnya melakukan sesuatu yang sudah diketahui semua orang? Kau harus punya keberanian untuk melakukan apa yang tidak berani dilakukan orang lain.
Hoon jadi bingung, kenapa..kenapa kau marah padaku Presiden?
Ki Joon : Karena nada suaramu..tidak enak didengar.

Telp Ki Joon berdering, dari Manager Park. Ia mengatakan kalau pihak Presdir Chen mulai aneh. Mata-mataku di Great Hotel sudah lapor kalau mereka mulai kontak dengan Presdir Chen.
Park : Sepertinya mereka sangat aktif untuk kerjasama.
Ki Joon mengerti dan menutup telp. Ia bicara sendiri, meskipun aku sudah menduganya tapi aku tidak mengira akan secepat ini.

Ah Jung dan rekan-rekannya mengecek penjualan tiket dan mereka senang karena penjualan tiket mulai naik.
Ah Jung : Tapi penjualan-nya masih 5%!
Rekan Ah Jung berkata kalau petugas Park yang bertanggung jawab atas penjualan tiket, tapi Ah Jung sudah kerja keras.
Ayo semangat! semangat! mereka saling memberi tos.

Bibi Myung Jin bertemu dengan orang tua Yoon Ju. Bibi memuji anggota konggres Park dan berkata ia iri pada Ny. Seo.
Ibu Yoon ju berkata asal suami dan putrinya bahagia, ia juga sangat bahagia.

Bibi Myung Jin berkata Yoon Ju akan lebih bahagia di masa depan. Tuan Park mendengar kerjasama Chen dan Ki Joon, Ki Joon pasti sibuk sekali, alangkah bagus kalau dia juga disini.
Myung Jin : Situasi ini memerlukan bantuan Anggota Dewan Park.
Park : Ah aku mengerti.

Bibi Myung Jin menemui Ki Joon dan berkata ia mendengar Tuan Chen bertemu pihak Great Hotel.
Ki Joon berkata ia juga menerima laporan mengenai itu.

Myung Jin : Lalu apa yang akan kau lakukan? apa kau hanya akan melihatnya dari pinggir saja? Duduk dan melihat saja?
Meskipun kau bilang kau akan bertanggung jawab, bukankah kau seharusnya punya rencana?

Ki Joon ingin mengubah perencanaan-nya dan mencari investasi dari perusahaan lain.
Bibi Myung Jin : Kau juga tahu, kalau untuk memasuki pasar Cina, satu-satunya cara adalah kerjasama dengan Presdir Chen. Tidak akan bisa diselesaikan hanya dengan mencari investor lain.

Ki Joon : Aku tahu itu.
Myung Jin : Jadi, hari ini aku, Ny. Seo dan Anggota Dewan Park makan siang bersama dan Anggota dewan Park tinggal di Cina selama ini, kau tahu ini kan?
Saat Anggota dewan Park tinggal di Cina, ia sudah membantu Presdir Chen melakukan ekspansi di Korea.

Ki Joon : Jadi…
Myung Jin : Kau dan Yoon Ju..
Ki Joon memotongnya, bibi, kau berharap kalau aku akan bersama dengan Yoon Ju, siapa yang memintanya ikut serta? Apa kau ingin aku mulai lagi bersamanya?

Myung Jin berkata, ia tidak peduli Ki Joon akan kencan, menikah atau putus dengan Yoon Ju. Tidak ada hubungan-nya denganku. Aku ini pengusaha, paling tidak sekarang, disaat seperti ini, apapun yang terjadi, kita harus bisa menahan anggota dewan Park.

Myung Jin : Anggota dewan Park adalah cara terakhir untuk membuat Presdir Chen mengubah pendirian-nya.

Ibu Yoon Ju pulang dan mencari putrinya, ia heran melihat Yoon Ju terbaring di sofa, Yoon Ju, kenapa tidur disini?
Ny. Seo membangunkan Yoon Ju dan kaget karena Yoon Ju tidak bergerak. Omo! Yoon Ju!

Ny. Seo membawa Yoon Ju ke RS dan Tuan Park datang, ternyata Yoon Ju stress dan kelelahan. Dokter minta Yoon Ju minum obat dan istirahat cukup.

Manager Park menemui Ki Joon dan berkata kalau orang mendengar alasan Tuan Chen kerjasama dengan Great Hotel.
Ki Joon minta Park berhenti, bagaimanapun aku akan menyelesaikan ini.

Park ingin tahu bagaimana caranya.
Ki Joon : Masih ada waktu. Kalian berdua bisa pergi.

Ah Jung mengirim sms ke Ki Joon, ia mengingatkan Ki Joon untuk makan.

Tidak lama, Bibi Myung Jin telp dan berkata kalau Yoon Ju masuk RS, Ki Joon harus menjenguk Yoon Ju sekarang apapun yang terjadi.

Ki Joon pergi ke RS dan menjenguk Yoon Ju. Ia menghela nafas dan menyelimuti Yoon Ju, jangan sakit.

Ki joon jalan pergi dan Yoon Ju tidur sambil menangis.

Ki Joon pergi menemui Ah Jung.

Ah Jung siap melakukan promosi dan ia mengenakan hanbok pink. Benar-benar cantik. Ah Jung melongok keluar dan melihat beberapa orang diluar.
Ah Jung masuk ke dalam dan tanya apa akan ada banyak penonton, karena tiketnya terjual habis.

Salah satu panitia berkata mereka harus segera keluar ke panggung. Ah Jung mengerti dan siap2.

Pemusik itu keluar dan menyapa penonton, hanya ada belasan orang dan Hyun Ki Joon duduk di deretan bagian tengah.

Pria itu berterima kasih atas kehadiran semuanya dan mengenalkan Ah Jung. Saya perkenalkan pendukung utama untuk pertunjukan musik tradisional Korea, petugas dari Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata, Gong Ah Jung.

Ah Jung keluar dan pidato, halo semua, saya Gong Ah Jung. Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata bekerja sejak setahun lalu untuk mempromosikan musik tradisional kita. Ini adalah pertunjukan pertama yang kita lakukan. (ah..harusnya lihat angklung atau sasando kita, pasti melongo mereka hahaha)

Ah Jung menyelesaikan pidatonya dan Hyun Ki Joon tepuk tangan paling keras. Ah Jung curiga melihatnya.

Setelah pertunjukan, Ah Jung menemui Ki Joon. Ia duduk di luar sambil membawa bunga. Ki Joon berdiri dan memuji Ah Jung, hebat! kau melakukan dengan baik.
Ah jung : Apa yang kau lakukan?
Ki Joon heran, ada apa?

Ah Jung tanya berapa tiket yang sudah dibeli Ki Joon. Sedikit kata Ki Joon.
Ah jung : Berapa ? 50?
Ki Joon : Tidak.

Ah jung semakin menaikkan jumlahnya, 100? 300? 500? dan Ki Joon semakin terdiam. Ah Jung tidak percaya, bagaimana kau bisa melakukan ini?
Ah Jung kesal, apa kau ingin membuatku tampak bodoh?

Ah Jung jalan pergi tapi Ki Joon menahan-nya, tunggu, karena rencana ini sudah disiapkan dengan baik aku pikir banyak yang akan menyaksikan-nya. Jadi aku membeli tiket dan membagikannya pada banyak orang.

Ki Joon juga tidak percaya kenapa tidak ada yang datang. Benar-benar tidak setia.

Ah Jung tidak percaya ini terjadi, aku masih berpikir aku melakukannya dengan kemampuanku sendiri dan aku sangat senang.
Sebelum aku naik panggung, hatiku berdebar keras, bagaimana kau bisa membuatku terlihat bodoh?

Ki Joon tampak bersalah dan berkata kalau ia pikir jika tiketnya terjual habis maka Ah jung akan senang, jadi dia membeli semuanya.
Ah jung menggelengkan kepala, aku tidak percaya ini..Ah jung jalan masuk tanpa mengambil bunga dari Ki Joon.

Ah Jung jalan pulang dan duduk di bangku spesialnya. Tiba-tiba ada lampu dipohon-pohon sekitar Ah jung.
Ah jung senang sekali dan kagum. Lalu lampu itu padam. Ah Jung bingung dan saat menoleh ke belakang, ternyata Ki joon masih sibuk membetulkan sambungan kabelnya. Ah Jung kaget.

Ki Joon juga kaget dan tersenyum bloon, kau terkejut, ya kan? Aku lega. Aku cemas kau tidak akan terkejut.

Ki Joon minta maaf, tentang tiket itu..aku tidak tahu bagaimana cara melakukannya dan karena kau sudah kerja keras. Aku tidak ingin kau kecewa. Aku minta maaf.
Ah Jung diam saja dan Ki Joon duduk di sampingnya. Aku pikir aku akan belajar satu demi satu, bagaimana menyenangkanmu.

Ah Jung tersenyum dan Ki joon tanya, cantik kan lampunya?

Ah Jung menyandarkan kepala ke bahu Ki Joon.
Ki Joon tersenyum sambil memati-hidupkan lampu hahaha

Sementara itu Tuan Chen bertemu dengan Anggota Dewan Park dan keduanya tampak berbincang akrab.

Paginya, Bibi Myung Jin marah pada Ki joon, kenapa Ki joon tidak menjenguk Yoon ju.
Ki Joon tidak berkata kalau dia pergi malam itu dan hanya berkata tidak ingin membahas masalah itu lagi.

Myung Jin marah, kau ini kenapa? kenapa kau melepaskan jalan yang mudah dan jelas? Kenapa kau selalu memilih jalan yang susah?
Myung Jin juga sudah memeriksa Gong Ah Jung.

Ki Joon minta bibinya berhenti, ini kehidupan pribadiku! aku tidak ingin mencampur ini dengan persetujuan bisnis.

Myung Jin : Kau sudah mendapatkan posisi Presiden World Hotel dengan kemampuanmu sendiri. Jadi, kau pasti tahu ini lebih baik dari orang lain. Bisnis tidak sebersih dan sesimpel yang kau pikirkan. Paling tidak kau harus mendengarkanku untuk masalah ini.

Ki Joon : Bibi.
Myung Jin teriak : Dengarkan aku! jika kau terus saja memperlakukan Yoon Ju seperti orang asing..
Nanti malam akan ada makan malam dengan keluarga Anggota dewan Park. Bagaimanapun, kau harus menghadirinya. Ini kesempatan terakhirmu.

Menteri telp Ah jung dan ingin bertemu. Menteri memuji Ah Jung soal pekerjaan-nya di Jeju. Karena pasti sulit meyakinkan mereka, terutama juri dari Jepang.
Ah Jung berkata ia hanya melakukan tugasnya.

Menteri : Tapi, sebelumnya kau pernah berkata kalau kau dan Presiden World Hotel Hyun Ki Joon menikah?
Ah jung mengangguk.

Menteri tanya : Lalu, apa kau tahu Anggota Dewan Park Seung Gun?

Ah Jung berkata ia belum pernah bertemu Anggota Dewan Park sebelumnya.

Menteri berkata kalau putri Anggota Dewan Park dan Presiden Hyun Ki Joon akan menikah. Lalu kenapa kau mengatakan kebohongan seperti itu? aku tidak tahu alasan kau berbohong, tapi kau adalah petugas di Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata.
Jadi, kalau kau punya skandal dengan Presiden yang ada hubungan bisnis dengan kita, bagaimana pendapat orang lain padamu?

Ah jung menunduk. Menteri berkata karena Ah jung sudah berprestasi, maka kali ini Menteri akan melepaskan Ah jung. Tapi lain kali tidak boleh ada masalah yang tidak menyenangkan lagi.
Ah jung : Saya minta maaf.

Ibu Yoon Ju melihat baju Yoon Ju dan menyarankan untuk mengenakan baju yang lebih bagus.
Yoon Ju heran, apa ini tidak bagus?

Ny Seo : Bukan, putriku akan terlihat bagus untuk apapun yang kau kenakan.
Yoon Ju : Pasti tidak apa-apa mengenakan ini untuk bertemu Ayah tiri.
Ny Seo membenarkan, tapi CEO Hyun dan Ki Joon juga akan datang.

Anggota dewan Park, Ny. Seo dan Yoon Ju bertemu bibi Myung Jin untuk makan malam, tapi Ki Joon tidak juga datang.
Myung Jin minta maaf, biasanya Ki Joon tidak pernah terlambat. Ia minta waktu untuk telp Ki Joon.

Tuan Park dan keluarganya terlihat tidak terlalu senang.

Ki Joon menerima sms dari Ah Jung, kalau hari ini dia tertekan dan perlu sedikit hiburan.

Bibi Myung Jin telp Ki Joon, kau dimana sekarang? Bagaimana kau bisa tidak memenuhi perjanjian?
Ki Joon berkata kalau dia tidak menjanjikan apapun.

“Kau bilang kau akan memisahkan bisnis dan masalah pribadi, Maka Kau lebih baik datang segera! Ini adalah bisnis. Ini adalah sesuatu yang berhubungan dengan masa depan perusahaan kita. Ki Joon. Aku memohon padamu. Bahkan jika aku membiarkan orang lain yang mengaturnya, aku tidak bisa membiarkan Great Hotel menang, mengambil kesempatan untuk memasuki pasar yang Cina, kita harus mengambil kesempatan itu! Kau memahami apa yang bibi pikirkan, kan?

Ki Joon minta maaf : Maafkan aku, CEO

Ki Joon sepertinya bersedia mengalah dan datang.

Tapi saat di mobil, Ah jung telp. Kau dimana?

Ki Joon berkata masih di kantor. Ah Jung mengeluh, kau sepertinya sedikit sibuk, bahkan tidak membalas smsku.
Ki Joon minta maaf. Ah jung merasa Ki Joon pasti lebih tertekan dari dirinya.

Ah Jung tanya jam berapa Ki Joon selesai, ia akan datang menemui Ki Joon.
Ki Joon berkata akan datang setelah selesai, Ah jung tidak perlu pergi menemuinya.

Ah Jung : Aku benci salah paham dan kecurigaan. Awalnya aku ingin menyimpan semua kesulitan sendiri, apa kau tahu anggota dewan Park?

Ki Joon tertegun. Ah Jung berkata seharusnya ia tidak mengatakan-nya. Aku merasa sedih hari ini. Jangan pedulikan kata-kataku. Pacaran dengan pria paling sibuk di Korea, Hyun Ki Joon, meskipun aku ingin bertemu denganmu. Aku seharusnya menahannya, ya kan?
Ki joon : Ah Jung!
Ah jung : Apa?
Ki Joon : Tidak. Aku akan telp setelah pekerjaanku selesai.

Ah Jung sms lagi dan minta maaf. Ki Joon menghentikan mobil dan jalan keluar, ia merenung.
Memikirkan kata-kata bibinya dan telp Ah jung. Juga kata-kata Yoon Ju kalau dia tidak bisa melupakan Ki Joon. Ki Joon lalu pergi lagi.

Ah Jung duduk sendiri dan berkata akan sangat baik kalau Ki joon ada disampingnya saat ini.
Ah jung kirim sms tapi tidak dibalas. Ah jung mengeluh, pacar seperti apa ini.

Lalu Ki joon kirim sms :

~Aku tidak tahu mengapa, tapi aku merindukanmu hari ini.~
~Mengapa kau tampak begitu gelisah?~

Ki Joon telp dan minta maaf karena terlambat.

Ah Jung : Tidak apa-apa, kau pasti sangat sibuk.
Ki Joon : Aku sibuk tapi kenapa kau terlihat seperti itu?

Ki Joon ternyata sudah di dekat Ah jung.

Ah jung langsung lari dan memeluk Ki Joon, ia menangis.

Ah Jung : Apa kau tahu betapa beratnya bagiku?
Ki Joon : Apa kau tahu betapa aku sangat ingin bertemu denganmu.

Bersambung ke episode 13………

Sinopsis lie to me episode 11

Sinopsis Lie To Me episode 11

Ah Jung berkata mereka menikah, sedangkan Ki Joon berkata tidak. Menteri Lee dan Tuan Chen bingung.

Lalu Chen berkata pada Menteri kalau mereka ini sudah menikah dan bahkan sangat serasi. Menteri bingung dan berkata kalau dia tidak mengira kalau keduanya sudah…
Tuan Chen memotong dan berkata kalau dia sudah menikah selama 30 th, dan mengerti situasi seperti ini. Mereka bisa saja akur dalam satu hari dan bertengkar dihari lainnya.
Chen dan Menteri mengerti dan ketawa.

Ki Joon ingin menjelaskan yang sebenarnya, tapi Ah Jung buru2 berkata, saya menyarankan kalau kita pergi makan siang dulu.
Menteri dan Tuan Chen setuju dengan usul Ah Jung. Ah Jung berkata akan makan bersama rekannya saja dan Ki Joon pergi bersama Menteri dan Tuan Chen.

Ki Joon duduk satu meja dengan Menteri dan Tuan Chen, ia berkata terkejut dengan kedatangan Tuan Chen yang mendadak.

Tuan Chen minta maaf karena tidak memberi tahu Ki Joon, tapi memang seperti inilah cara kerjanya, ia harus menyelidiki tentang investasinya. Tidak akan jadi sampai semuanya sempurna, ya kan?

Ah Jung duduk bersama boss dan rekan kerjanya di meja lain, Ah Jung mencuri lihat ke arah Ki Joon. Lalu rekan2nya memberi applaus untuk presentasi Ah jung hari ini.

Boss Ah jung melihat ke arah meja Menteri, siapa orang yang disebelah Menteri?
Rekan Ah Jung lain-nya berkata kalau dia adalah Presdir World Hotel, Hyun Ki Joon. Apa anda tidak mengenalnya?

Boss Ah jung langsung semangat dan siap berdiri untuk memberi salam. Tapi Ah Jung menahan-nya. Kepala Bagian!
Ah Jung : Sepertinya mereka sedang membicarakan masalah penting, ini demi Kementrian Kebudayaan, tunggulah sebentar.

Kebetulan ponselnya berdering, jadi Boss Ah Jung tidak jadi ke meja Menteri. Ada pekerjaan di Pulau Jeju.

Setelah makan siang, Ki Joon dan Ah Jung bertemu secara pribadi. Ah Jung tidak mengerti kenapa Ki Joon berkata mereka tidak menikah, bukankah kau memintaku pura-pura menikah denganmu di depan Presdir Chen?
Ah Jung : Aku takut dia akan membatalkan investasi, itu yang kutakutkan.

Ki Joon : Benarkah? Tapi bagaimana kau bisa bohong di depan Menteri? Kau punya berapa banyak wajah?
Ah Jung : Apa kau lupa dengan kontraknya?

Ki Joon mengeluarkan kontrak yang ditulis diatas kertas dari resto itu dan menyobeknya, jangan pernah bohong tentang ini lagi.
Ah Jung kaget, apa?

Ki Joon : Aku akan memastikan kalau kau tidak akan bohong lagi! Aku tidak peduli siapa yang ada di depanku. Aku akan mengatakan pada mereka kalau kita tidak menikah. Dan kemudian, kita akan memulai dari awal lagi.

Ah Jung : Apa yang akan kita mulai lagi?
Ki Joon : Karena kebohonganmu, semuanya kacau. Tapi aku masih akan memaafkanmu untuk semuanya. Kita akan mulai dari awal lagi.
Ah Jung kesal, siapa yang memaafkan siapa?

Ki Joon sekarang teriak, dengarkan saja perkataanku! Jika kau mau, aku akan menggandeng tanganmu dan pergi nonton film! Aku bahkan akan mencium-mu. Dan jika kau mau, aku bahkan akan…

Ah Jung : Jika aku mau, kau akan melakukan apa? Dengar, Hyun Ki Joon, apa kau pikir itu yang kuinginkan?
Ki Joon : Kau tidak mau? Jika kau tidak suka seperti itu, maka, aku akan membuatmu..
Ah Jung : Apa? Apa yang akan kau lakukan? apa harus selalu seperti itu, karena kau mengatakannya?

Ah Jung kesal, kau selalu seperti ini..Aku tidak akan pernah bohong untukmu lagi dan aku tidak akan terbuai olehmu lagi. Jadi, jangan minta orang datang dan pergi lagi, mengerti?
Ah Jung jalan pergi. Ki Joon hanya bisa menghela nafas.

Rumah Jae Bum berantakan, dan Jae Bum menangis saat membaca blog So Ran. So Ran meninggalkan pesan, aku akan pergi sekarang. Semuanya..selamat tinggal.
Jae bum : So Ran..

Jae Bum minta tolong polisi mencari So Ran, ia memberikan foto So Ran dan ingin agar So Ran ditemukan.
Polisi mengerti dan minta Jae Bum pulang.
Tapi Jae Bum merasa cemas dan takut kalau So Ran akan bunuh diri.

Tiga teman So Ran menyusul ke kantor polisi dan berkata mereka membaca pesan di blog. Salah seorang menghibur Jae Bum, tidak akan apa-apa.
Yang lain berkata ini aneh, seperti memberikan pesan terakhir.
Jae Bum semakin stress, apa yang harus kulakukan?

Ah Jung rapat bersama Boss dan rekan2nya. Boss mengeluh, Kementrian Kebudayaan mereka sedang dalam krisis terburuknya.
Kyu Jong : Kau selalu berkata krisis terburuk.
Boss mengeluh karena Pulau Jeju terancam dieliminasi sebagai 7 Keajaiban dunia (karena menurutku memang kalah dengan Raja Ampat, Bunaken, atau Lombok, ya ngga? Indonesia itu keren, sayang kurang dikelola.)

Semua berkata itu pasti cuma rumor saja. Jika Jeju dieliminasi, setelah pengujian ulang, maka semua kerja keras Kementrian Kebudayaan akan sia-sia.
Boss ingin salah satu dari mereka pergi ke Jeju untuk bertemu anggota penguji dan meyakinkan mereka.

Saat semua sibuk diskusi, Ah Jung dapat sms dari Jae Bum yang mencemaskan So Ran. Ah Jung kirim pesan ke So Ran dan ingin tahu dimana So Ran, juga ingin bertemu.
Boss masih tanya, siapa yang mau pergi ke Jeju? Tidak ada yang mau.

Ah Jung terima telp dari So Ran si rubah, dan tanya kau dimana? So Ran ada di Jeju. Ah Jung kaget, apa? P. Jeju? Aku akan kesana! Aku bilang aku akan ke pulau Jeju. Jadi jangan kemana-mana dan tunggu!

Semua rekannya, juga boss bersorak, Bravo!! Sekarang, tunjukkan pada kami, apa yang bisa kau lakukan. Jenny, cepat pesan tiket.
Ah Jung bengong, apa?

Paginya, Hyun Ki Joon sudah siap di depan rumah Ah Jung 🙂 Ah Jung keluar sambil menarik koper.
Ki Joon : Apa itu? Apa kau mau pergi?

Ah Jung berkata akan pergi untuk kerja. Ki Joon ingin tahu kemana dan mau mengantar Ah Jung.
Ah Jung : Aku akan pergi dengan kapal.
Ki Joon : Kapal? Kau mau kemana?

Ah Jung : Dari Seoul ke Gwangju, lalu naik ferry di Jang Heung ke pulau Jeju.

Ki Joon tetap ingin mengantar Ah Jung, dia ingin mulai lagi dari awal. Ah Jung tidak mau, siapa yang bilang kalau aku setuju? Taksi!
Ah Jung meninggalkan Ki Joon dan masuk ke taksi. Ki Joon teriak, hei!

Ki Joon kembali ke kantor dan rapat dengan Bibi Myung Jin dan direksi mereka.

Ki Joon berkata kalau rencana tentang proyek Shanghai akan segera selesai dan negosiasi dengan Presdir Chen juga berlangsung lancar.

Ki Joon berharap bulan depan mereka bisa tanda tangan kontrak.

Ki Joon : Juga ada kampanye di Pulau Jeju untuk mempromosikan pendidikan bahasa Inggris global.

Bibi Myung Jin memuji kerja Ki Joon dan berkata kalau sebelum MOU ditandatangai, mereka harus tetap merahasiakannya pada publik. Ki Joon mengerti dan minta bibinya tenang saja.

Myung Jin : Baiklah, jangan lupa apa artinya menjadi Presiden yang sudah mengatur seluruh perusahaan. Perusahaan ini ada dalam garis tipis antara surga dan neraka.
Ki Joon : Ya.

Setelah meeting, Ki Joon tanya apa Park Hoon sudah mendapat informasi yang dia minta.

Hoon mengiyakan. Ini tentang Ah Jung dan memang benar ada perjalanan bisnis ke Jeju. Agendanya, untuk membantu pebisnis lokal tujuan-nya untuk memasukkan P. Jeju dalam 7 Keajaiban Dunia.
Hoon berkata tidak akan mudah bertemu mereka.

Ki joon ingin tahu dimana lokasinya, Jeju Global Education City, Jang Heung? dimana Jang Heung?

Ki Joon langsung telp Ah Jung, kau dimana?
Ah Jung ada di bis, mengapa aku harus mengatakan-nya padamu? Apa mungkin kau akan kesini?

Ki Joon : Kau seharusnya sudah melewati Daejeon dan akan sampai ke Gwang Ju, ya kan?

Ah jung : Kau pasti sedang bosan, ya kan? Aku sibuk membaca beberapa informasi. Jika tidak ada yang lain, aku tutup, ok?

Ki Joon : Tunggu…Gong Ah Jung, apa kau tahu kalau pajakku membayar gajimu? Jadi, kerja yang keras. Aku sibuk sekali, aku tutup.

Ah Jung keluar dari terminal dan kaget saat melihat Ki Joon sudah menunggunya. Apa yang kau lakukan disini?
Ki Joon ingin mengantar Ah Jung ke pulau Jeju.

Ki Joon : Apa kau pikir semua urusan Kementrian Kebudayaan dari Rep Korsel harus dikerjakan olehmu? Kau ini PNS Rep Korsel paling egois. Gong Ah Jung..Gong Ah Jung..
Ki Joon terus saja memanggil nama Ah jung, Ah jung ah..apa itu terdengar lebih baik?

Ah Jung tidak mau. Ki Joon terus saja mengikutinya dan memanggil Ah Jung ah..Ah jung ah..

Ah jung : Berisik, jangan panggil aku seperti itu, kenapa kau mengikutiku?

Ki Joon ingin menjelaskan kalau dia ada bisnis juga, tapi Ah Jung membuat gerakan untuk mengunci mulut Ki Joon, jangan panggil namaku.

Ki Joon bahkan menyalakan radio di mobilnya yang memutar lagu tentang Jeju, dan ikut menyanyi. Ah Jung tersenyum sedikit tapi tetap pergi.
Ki joon menahan tangan Ah jung : Apa kau benar2 akan naik itu ke Jeju?

Ah Jung membenarkan, karena jauh lebih cepat daripada pesawat. Ki Joon berkata, dia tidak bisa naik kapal. Kemanapun aku pergi selalu dengan pesawat, aku tidak bisa naik kapal. aku mabuk laut.

Ah Jung berkata itu masalah Ki Joon. Ki Joon menahan-nya, karena sudah mencarter Helikopter yang akan tiba dalam 5 menit. Ki Joon telp dan tanya siapa pilotnya hari ini.
Ah jung tertegun, dan benar saja, ada heli terbang mendekat.

Ki Joon berkata ia tidak suka naik kapal. Ah Jung tidak peduli dan jalan terus masuk ke kapal.
Ah Jung : Terserah, mau naik helikopter atau burung, terserah.

Ki Joon ingin menyusul Ah Jung, tapi ditahan petugas tiket. Ki Joon telp Hoon untuk membatalkan helikopternya.

Hoon kaget, apa? Setelah telp ditutup, ia mengeluh, apa dia itu bercanda. Punya presiden seperti ini benar-benar..

Hoon lalu telp perusahaan penyewaan heli dan minta maaf. Hoon kena marah oleh pemilik helikopter.

Manager Park heran melihat Park Hoon sudah kembali dan ia tanya apa Ki Joon ada di dalam. Tidak, kata Hoon.
Manager Park : Dia pergi kemana?
Hoon : Ah..

Manager Park : Aku tanya lagi, kemana dia pergi?
Hoon menyanyi sebuah lagu..mereka pergi, hanya berdua, meninggalkan segalanya ..
Manager Park menatap tajam ke Hoon.

Akhirnya Manager Park yang memimpin rapat. Terima kasih karena sudah memberikan waktu hadir di pertemuan ini.
Mereka tanya dimana Presiden Hyun Ki Joon. Park berkata kalau Ki Joon pergi.

Seorang direksi marah, kalau Ki joon tidak ada, kenapa mereka dipanggil rapat.

Park berkata ia ingin mereka melihat data yang dikumpulkannya, th 2005, bagian inti dari World Hotel adalah Gold Resort, sekarang resort itu harus berjuang dan pendapatan-nya turun 30%. Ini seharusnya menjadi jelas untuk semuanya.

Aku sudah menganalisa selama satu tahun untuk menentukan alasan kenapa ini bisa seperti ini. Yaitu manajemen yang sembarangan, pengeluaran yang tidak perlu, dan hubungan yang tidak pada tempatnya. Statistik yang dipalsukan atau operasional yang tidak benar.

Seorang Direksi senior marah, kau pikir kau siapa? atas otoritas siapa kau berani bertindak seperti Direktur? Apa kau menyelidiki kami atau apa?

Manager Park juga marah : Direktur Jang. Dana publikasi kita sebsar 200 juta digunakan untuk kepentingan pribadimu. Bukan itu saja, kalian semua sudah mengambil 57 juta masing-masing.
Park menantang, apa kau mau dikatakan secara terbuka pada publik?

Park : Setelah mendapat persetujuan CEO, akan dibentuk sebuah dewan. Kita tidak bisa terus menerus seperti ini. Siapkan surat pengunduran dirimu.
Tidak ada yang bisa dikatakan Direktur Jang, ia hanya bisa duduk diam.

Hyun Ki Joon mabuk laut. Ia muntah2. Ah jung menghela nafas, semua orang tidak apa-apa, kenapa dia seperti ini?

Ah Jung membantu Ki Joon dan menempel koyo bulat anti mabuk di belakang telinganya, untuk mengurangi mual. (seperti merk Transderm Scop 1.5mg)
Keduanya kembali duduk dan Ki Joon tampak sedikit membaik.

Akhirnya keduanya sampai di P. Jeju. Sudah ada limousine menunggu Ki Joon. Kali ini, Ki Joon tidak peduli lagi dan memasukkan Ah Jung ke dalam limo.

Di dalam, Ki Joon menawarkan anggur pada Ah Jung. Ah Jung menolaknya. Ki Joon kaget, kau tidak minum anggur?
Ah jung tidak mau karena dalam tugas.

Baik, kata Ki Joon. Lalu mengambil botol cola. Bagaimana kalau cola? Cara Ki Joon tanya dan menunjukkan cola benar2 lucu.
Wajah Ah Jung berubah dan ingat insiden Cola Kiss itu. Apa yang kau lakukan?

Lalu Ki Joon mengambil jus tomat, pasti jus tomat, ya kan? Aku lihat kadang-kadang kau minum ini.
Ah Jung ingat saat ingin mengembalikan uang Ki Joon dan menumpahkan jus tomat ke bajunya.

Ki joon : Apa? Kau tidak tersentuh? Tidak mudah menyiapkan semua ini.

Ah Jung melihat motel tempatnya menginap dan Ki Joon merasa tempat itu tidak layak.
Ah jung : Kami pegawai pemerintah tidak akan bisa tinggal ditempat lain dalam urusan pekerjaan.

Ah jung melihat tempat yang menarik dan minta mobil dihentikan.

Keduanya turun dan Ah jung mengagumi pemandangan-nya, bagus sekali disini! Mereka jalan di jembatan Seogwipo-Jeju. Ah Jung mengambil kamera dan mulai memotret.

Ki Joon tanya, apa sebenarnya pekerjaanmu sampai harus mempelajarinya sungguh2.

Rahasia, kata Ah Jung. Ini ada hubungan-nya dengan Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata, aku tidak tahu apa aku mampu meyakinkan mereka.
Ki joon : Maksudmu para juri?

Lalu Ki Joon menyebutkan nama2 mereka, Jam, Nasson, Edmund, Gadero, Takashi Kimura. Yang paling sulit kudengar adalah Takashi Kimura.
Ah Jung heran, bagaimana Ki Joon tahu.

Ki joon tidak percaya, apa Ah jung mau bertemu dengan mereka sendirian, sebenarnya hanya satu yang sulit. Apa mungkin tidak ada petugas yang cukup bagus di kantormu?
Ah Jung : Aku tertekan dan kau mengatakan seperti itu.

Ah Jung menjelaskan kalau sebenarnya tujuan-nya ke Jeju bukan untuk ini tapi untuk So Ran. So Ran dan suaminya bertengkar karena aku, dan ia pergi ke Jeju.
Ki Joon : Jadi ini salahmu, ayolah.

Ki Joon membawa Ah Jung ke hotel, meskipun Ah Jung protes. Ki Joon memberikan jadwal ketiga juri, resto Perancis, pantai Seogwipo, lapangan golf, gunung Halla, pulau Udo, Seongsan Ilchubong…ini akan lebih melelahkan dari yang kau pikirkan.
Ah Jung heran bagaimana Ki Joon bisa memiliki jadwal para juri. Ki Joon berkata hanya membantu Ah Jung mengerjakan tugasnya.

Ki Joon : Ini bukan hanya jumlah kecil pajak yang dipertaruhkan. (Ki Joon sudah bayar pajak besar dan mengharapkan kerja pegawai pemerintah yang maksimal, atau kalau tidak, kembalikan pajaknya.)
Ah Jung berterima kasih dan janji akan membalas kebaikan Ki Joon.

Ki Joon berkata lebih menguntungkan jika tinggal disini karena para juri itu menginap disini.

Ah jung masuk ke dalam dan tanya pada staf resto perancis, apa para juri itu pesan tempat di sini. Tapi staf hotel tidak bisa memberikan informasi.
Ah Jung ingin pesan tempat, tapi staf berkata tidak bisa jika bukan anggota VVIP.

Ah jung jalan mendekati Ki Joon yang berdiri sambil membaca brosur lalu jalan ke kamarnya sendiri.

Ah Jung melihat pemandangan dari jendelanya dan Ki Joon menyusul Ah Jung, lalu berdiri di belakang Ah jung, pemandangan-nya bagus.

Ki Joon : Bagaimana tempat bisa sebagus ini dan masih juga kalah?
Ah Jung berkata ini jelas rumor, dimana lagi kau bisa menemukan tempat sebagus pulau Jeju?

Ki Joon : Aku sudah pergi ke seluruh dunia, tapi Jeju tetap masih memiliki bentuk tanah alamiah yang paling cantik.

Ah Jung merasa tidak enak karena Ki joon berdiri terlalu dekat dengannya, ia mendorong Ki Joon keluar, pergi. Kau sudah membantuku tinggal disini, sudah cukup.
Ki Joon : tunggu, kau tidak mau mengatakan sesuatu padaku?
Ah Jung : Apa? oh benar, kau anggota VIP ya..

Ki joon meralat, bukan, aku VVIP. Ah Jung senang, benarkah? Aku bisa ikut ke resto denganmu?
Ki Joon mengiyakan, tapi menggoda Ah jung, aku tidak mau, aku lelah, tidak ingin makan, Ki Joon jalan pergi

Ah jung ngomel, lelah apanya? Lalu ia mencoba telp So Ran.

Ki Joon bersedia mengantar Ah Jung bertemu para juri. Tiga juri asing itu duduk makan bersama satu meja. Ah Jung mengenalkan diri dalam bahasa Inggris dan memberikan kartu nama, tapi mungkin karena gugup, ia hampir menumpahkan jus.
Untung Ki joon dengan tangkas menahan-nya, lalu berkata I can be quick, sometimes.

Keduanya ikutan duduk bersama mereka lalu menawarkan beberapa alternatif kunjungan wisata. Pria Perancis itu bingung, apa mereka punya hak duduk bersama kita?
Ki Joon menjawab dalam bahasa Perancis juga, jangan cemas.

Kimura : Ini membuang-buang waktu saja.
Ki Joon tidak kehilangan akal dan bicara dalam bahasa Jepang : Kimura-san, Saya dengar putra anda adalah fan Tohoshinki (DBSK dalam bhs Jepang). Saya kira saya bisa mendapatkan tiket VIP konser Tokyo untuk anda.

Kimura langsung senang : Benarkah? lalu menutup mulutnya, behave..behave..hahaha

Suk Bong tanya kemana Ae Kyung, tapi Ja Du tidak tahu. Tapi mungkin saja mereka kencan. Maksudnya Ae Kyung dan ayah Ah Jung, karena Ah Jung pergi keluar kota untuk perjalanan bisnis. Sang Hee mendengar ini, ia heran..Ah Jung bepergian?

Ae Kyung memang ada di rumah keluarga Gong dan sibuk memasak. Ia tertawa malu saat ayah Ah jung mengamatinya masak, kau lihat apa?
Ayah Ah Jung berkata Ae Kyung cantik. Ae Kyung ketawa dan meminta Prof Gong mencicipi sup.

Ayah Ah Jung memuji masakan Ae Kyung, ini enak. Ah Jung juga suka sup seafood. Ae Kyung janji akan memasaknya lagi lain kali. Kita bisa makan bersama kalau dia pulang nanti.
Tapi prof Gong berkata tidak perlu, ia juga bisa masak.

Ae Kyung tanya apa Ayah Ah Jung takut kalau Ah Jung marah jika dia melihat mereka seperti ini. Prof berkata bukan, hanya Ah Jung sudah cukup banyak masalah.
Ae Kyung : Itu karena kau terlalu memanjakannya, dia akan bertemu pria yang baik.

Sementara itu, Suk Bong sudah menahan panas hati dan tidak sanggup lagi, ia berkata pada Sang Hee, jangan menghentikannya.
Sang Hee : Tidak akan, tapi kalau kau kesana, apa kau tidak akan mempermalukan dirimu sendiri?
Suk Bong tidak peduli dan ingin pergi ke rumah Ah Jung, hei dimana rumahnya?

Ki Joon dan Ah jung mengantar tiga juri asing itu pergi. Lalu ponselnya bunyi. Dari Sang Hee (Namanya di ponsel Ah Jung : pria aneh).
Sang hee : Aku dengar kau ada perjalanan bisnis, kemana?
Ah jung berkata ke Jeju.

Ki Joon langsung mengambil ponsel Ah jung dan bicara dengan Sang Hee, ya benar. Dia baru saja menyelesaikan pekerjaan-nya, jika ada yang harus dibicarakan, katakan saja nanti.
Ki Joon mematikan ponsel.

Ah Jung protes, kenapa kau mengambil ponselku?
Ki joon sudah menjadwalkan agar Ah Jung bertemu dengan beberapa orang VVIP.

Ki Joon mengajak Ah Jung main golf besok pagi, kau bisa main golf?. Ah Jung kaget, bagaimana bisa PNS junior punya kesempatan main golf?
Ki Joon janji akan mengatasi yang jadi bagian-nya, tapi apa yang bisa dilakukan Ah jung?

Ah Jung kesal, lalu ia mencoba telp So Ran. so Ran ada di tepi kolam renang, ia berjemur.
Awalnya So Ran tidak mengangkat telp Ah Jung, Lalu diangkat tapi diam saja.
Ah Jung : Kau dimana? apa kau mendengarku?

So Ran akhirnya menjawab, aku dengar..Ah jung. Ah Jung berkata kalau Jae Bum kacau.
So Ran hanya berkata kalau dia tidak ingin hidup lagi, ia ingin melupakan semuanya dan mati. Lalu So Ran masuk ke kolam.

Ah Jung jadi bingung, hei! kau dimana? Ternyata So Ran ada di hotel yang sama, Ah jung melihatnya berenang. Ah Jung langsung menemui So Ran, kau mau mati ya?

Ah Jung marah2, apa kau mau aku membunuhmu?
So Ran berkata orang bisa saja mati karena kram kaki.

So Ran berkata seharusnya dia yang marah karena melihat Jae Bum bersama Ah Jung. Ah jung berkata itu salah paham, dia sama sekali tidak menyukai Jae Bum.
So Ran tidak percaya, karena Ah jung suka berbohong.

Ah Jung berkata kalau Jae Bum hanya mampir dan sebenarnya sudah akan pulang. Hanya Ah jung jatuh dan Jae Bum menolongnya.

So Ran masih berpikir kalau Ah Jung belum bisa melupakan cinta pertamanya. Itulah mengapa kau berbohong sudah menikah.
Ah Jung : Hei! aku sudah memiliki orang lain yang kusukai!

Ki Joon muncul di belakang Ah Jung.
So Ran : Apa mungkin..Hyun Ki Joon-ssi?
Ki Joon : Kita bertemu lagi disini.
So Ran : Ya, apa kabar! apa kalian datang bersama-sama?

Ah jung segera telp Jae Bum yang mabuk, kalau dia sudah menemukan So Ran. Jae Bum langsung sadar, dimana? Oh baiklah. Aku mengerti! Jae Bum langsung bergegas pergi.

Ae Kyung dan Ayah Ah Jung mulai makan bersama. Ae Kyung menyuapi Prof Gong dan Prof memuji masakan Ae Kyung, ah ini enak..enak. Kau juga makan..

Tiba-tiba ada bunyi bel. Prof Gong membuka pintu. Ada Suk Bong di depan pintu sambil membawa soju. Ae kyung kaget dan sepertinya kesal.

Suk bong mengajak mereka minum soju, dan memuji semua makanan yang disajikan, dan tidak percaya saat tahu Ae Kyung yang membuatnya.

Ae Kyung dan Prof bingung kenapa Suk Bong datang. Suk Bong sudah setengah mabuk dan ingin kepastian hubungan Ae Kyung dengan Prof Gong. Karena Suk Bong ingin tahu, dia atau Prof yang harus mundur.
Ae Kyung geli dan menuangkan soju lagi, sudah minum saja.

Bibi Myung Jin bertemu dengan Yoon Joo dan ibunya. Yoon Ju berkata kalau Ki Joon pasti sibuk.
Myung Jin membenarkan, dia ada pekerjaan di luar kota.

Ibu Yoon Ju berkata seharusnya mereka berkumpul lebih cepat, seperti saat Yoon Ju pulang.
Myung Jin membenarkan dan mengaku merasa bersalah pada Yoon Ju. Yoon Ju berkata bukan masalah besar.

Myung Jin ingin segera mempertemukan Yoon Ju dengan Ki Joon lagi. Yoon Ju tertegun, bibi..
Myung Jin : Ini benar, masalah ini sudah terlalu lama.
Ibu Yoon Ju juga heran dengan keraguan putrinya.

Ayah tiri Yoon Ju datang, seorang anggota dewan. Myung Jin dan yang lain berdiri, anda sudah datang?

Ayah tiri Yoon Ju minta maaf karena terlambat. Myung Jin berterima kasih pada Tuan Park sehingga pihak mereka mendapat banyak bantuan dari Menteri.
Tuan Park berkata, kalau dia politikus, mana mengerti masalah pebisnis.

Myung Jin tertawa : Tidak..tolong bimbing Presiden Hyun.
Park : Kudengar Presiden Hyun sedang kerjasama dengan Tuan Chen dari Cina?
Myung Jin membenarkan, meskipun Ki Joon terdengar optimis, tapi masih ada beberapa ketidakpastian.

Yoon Ju buka suara, Ayah, kau akan membantunya, benar kan?
Ayahnya ketawa, siapa lagi yang akan kubantu? Myung Jin tampak puas.

So Ran duduk bersama Ki Joon dan Ah Jung. So Ran memandang keduanya dengan penuh selidik lalu tanya,

Jadi apa sekarang kau kencan dengan Hyun Ki Joon-ssi?

Ah Jung tersedak air. Ki Joon langsung mengambil tissue dan membantu Ah Jung mengeringkan bajunya.
So Ran memandangi keduanya, lalu ia ingat saat Ki Joon bersama Yoon Ju. So Ran ingin mengatakan sesuatu tapi tidak jadi.

So Ran berdiri dan berkata akan pergi dulu. Ah Jung heran, kenapa?
So Ran : Aku merasa capai.

Ah jung memastikan, jadi sekarang tidak salah paham lagi?
So Ran : Ya, kesalahpahaman kita sudah selesai. Tinggal masalah Jae Bum.

Ki Joon masih sibuk menyeka air di baju Ah jung dan berkata ia bisa melihat dibalik baju Ah Jung.

Ah Jung kesal, sini..biar aku saja. Lalu ponselnya bunyi. Boss tanya perkembangan pekerjaan dan Ah Jung berkata sudah bertemu para juri, besok rencananya akan bertemu mereka lagi.
Ah Jung : Jika kau memang cemas, kenapa tidak datang dan memeriksanya sendiri? ya..aku akan melakukan yang terbaik.

Ah Jung sadar kalau dia sudah memegang tangan Ki Joon selama ini. Ah Jung mengeluh, ah benar2..aku kan sedang telp. Lalu berdiri dan berkata akan pergi.

Ki Joon kaget, kau mau pergi? aku ikut juga!

Ki Joon berdiri di balkon kamarnya sambil minum bir, ia ingin mengintip kamar Ah Jung. Sampai Ki Joon memanjat pagar balkon.

Tapi begitu Ah Jung jalan ke arah balkon, Ki Joon langsung turun dan pura2 olah raga dan berkata pemandangan-nya bagus.

Ah Jung ingin tahu apa Ki Joon benar2 pergi ke Jeju karena dirinya.

Ki Joon : Tidak, ini karena aku. Aku tidak bisa fokus pada apapun.. aku terus saja ingin tahu dan merindukanmu, ini menjengkelkan.
Apa aku juga boleh bertanya? Apa semua gadis itu seperti itu, selalu ingin mendapatkan pacar yang lebih baik daripada pacar teman-nya?

Ah jung : Bukan seperti itu…aku jadi kesal melihatnya hidup lebih baik dariku. Ya mungkin karena itu.
Ki Joon : Karena teman-mu mencuri cinta pertamamu, kau mengarang kebohongan sudah menikah dengan pria kaya, begitu?

Ah jung : Tidak. Itu..
Ki Joon : Tidak penting. Aku hanya ingin tahu apa ada alasan lain, makanya aku tanya. Ohh..aku lelah! Aku harus bangun pagi besok.
Ki Joon masuk ke dalam kamarnya.

Ah Jung bolak balik di tempat tidurnya dan mengingat lagi kata-kata Ki Joon. Ah Jung merasa malu dan menutup kepalanya dengan selimut.

Paginya, ponsel Ah jung bunyi. Ternyata Ki Joon, ia tidak hanya menelepon Ah Jung tapi juga menggedor pintu kamar Ah jung, Ayo cepat bangun! ini sudah jam 5 pagi! haha..

Mereka main golf dan Ah Jung protes, kenapa jam 5 pagi? katanya jam 9? Ah Jung sudah minta penerjemah datang jam 9.
Ki Joon : Kenapa harus cari penerjemah kalau aku bisa melakukan-nya untukmu?
Ah Jung : Kau tidak menerjemahkan satu pun kata2ku, kau datang untuk main kan?

Ki Joon mengajari Ah Jung rahasia melobi, disini, kata-kata tidak akan berhasil. Yang penting mengambil hati mereka.

Jadi Ki Joon menemani mereka main golf dengan sepenuh hati, tidak pura-pura kalah tapi justru main dengan mengesankan. Ki Joon mengajak mereka pindah lokasi dan saling memuji.

Ah Jung mulai tidak sabar, kapan selesai main golfnya? kenapa pindah2 terus?

Ki Joon menjelaskan memang seperti itulah bisnis. Jika seorang pria dan wanita bertemu, apa mereka langsung menikah? tidak kan? mereka bertemu, minum teh, makan, melihat film, berciuman dan sekarang belum saatnya berciuman.

Ah jung bingung. Tapi maksud Ki joon, mereka masih harus mengambil hati dan berteman dulu dengan para juri. Sebelum Ah jung bisa mengatakan maksudnya.

Sang Hee melukis di studio, sepertinya melukis wajah Ah Jung.
Yoon Ju datang dan Sang hee menawarkan minum. Yoon Ju menolak, tidak apa-apa.

Sang hee menebak kalau Yoon Ju tidak bisa menghubungi Ki Joon, makanya dia datang.
Yoon Ju tanya, Apa dia juga tidak menjawab telpmu?
Sang Hee berkata justru sebaliknya, dia menjawab telpku.

Sang hee : Kak Ki Joon, ada di Jeju bersama Gong Ah Jung.

Yoon Ju kaget. Sang hee berkata ia ingin hubungan Ki Joon dan Yoon Ju berjalan baik, tapi kali ini sepertinya tidak seperti itu.

Ki Joon dan ketiga juri duduk untuk istirahat sebentar dan Ah jung juga datang.

Tapi ketiga juri berdiri dan pindah lagi. Ah Jung kaget, aigoo sudah mau pergi lagi?
Ah Jung dan Ki Joon mengikuti mereka, apa kalian sudah mau pergi?
Ah Jung mendesak Ki Joon mengatakan sesuatu pada mereka.

Ki Joon berkata kalau permainan golf hari ini sangat menyenangkan.
Ah Jung tidak sabar dan berkata dalam bhs Inggris, excuse me, I have something to tell you. Ah Jung ingin Ki Joon menerjemahkan untuknya.

Kimura memotong, dia tahu apa maksud Ah jung. Aku tahu kau ingin mempromosikan Pulau Jeju.
Kimura : Apa kau bisa memberikan satu kata saja padaku untuk menggambarkan pulau Jeju?

Ki joon tertegun dan memandang Ah Jung. Ah Jung berpikir dan mengambil tiram.
Ki Joon sebenarnya ingin menghalangi Ah Jung karena menurut Ki Joon belum saatnya bicara tentang Jeju.

Ah Jung : Pulau Jeju seperti seorang ibu.
Kimura heran, ibu? mengapa?

Ah Jung : Tiram ini…adalah salah satu makanan khas Jeju, sebagian besar tiram dari pulau Jeju didapatkan dari para wanita penyelam yang mempertaruhkan nyawanya dan mengumpulkan tiram2 ini dari laut.

Tidak ada peralatan selam yang dipakai, dan mereka benar2 mengandalkan tubuh mereka untuk menangkap tiram. Jika ingin mendapatkan tiram yang besar, para wanita penyelam itu harus menahan mengenakan baju yang basah dan menyelam ke dalam, apapun yang terjadi.

Dalam proses menyelam dan mengumpulkan ini, banyak wanita yang telah meninggal dan tidak pernah kembali ke keluarganya. Apa anda ingin tahu kenapa mereka tetap terus menyelam? Karena mereka harus menghidupi anak-anak mereka. Meskipun nyawa mereka dalam bahaya, mereka juga harus menghidupi anak-anak mereka.
Meskipun ibunya tidak bisa makan, demi untuk menghidupi anaknya, dia akan mencari dan menjual tiram.
Sam da do (nama lain Jeju), artinya : Angin, batu, dan wanita. semua ini ada di Jeju.

Laut dan angin bisa sangat berbahaya untuk para ibu. Mereka membawa batu diatas kepala mereka untuk membangun taman. Para ibu ini, lebih dari wanita biasa, mereka adalah ibu yang paling utama. Paling tidak seperti inilah Pulau Jeju. Aku tidak punya ibu. Jadi setiap kali aku datang ke pulau Jeju. Aku teringat akan dia.

Pemandangan alam yang begitu bagus, apa benar hanya diciptakan oleh alam saja? Dengan adanya orang-orang yang tinggal di tanah ini, apa tidak membuat tanah ini jauh lebih bagus lagi? Punya segala sesuatu yang saling membantu ditanah ini, bukankah ini cukup untuk alasan dipih sebagai satu dari tujuh keajaiban dunia?

Ki Joon menerjemahkan dengan pelan. Tuan Kimura tersenyum dan berkata dia mengerti sekarang.

Juri lain berkata, sekarang kami mengerti satu hal lagi tentang pulau Jeju. Bahkan setelah pergi keliling dunia, ada di negara yang penuh kebanggaan dan masuk akal seperti milik kalian benar2 sesuatu yang tidak pernah kualami sebelumnya.
Cangkang tiram ini benar2 luar biasa, sama seperti tanah di Jeju.

Lalu ketiga juri itu pergi sambil tersenyum. Ah Jung seperti akan pingsan dan Ki Joon memujinya, kau hebat sekali! Lalu ia buru2 menyusul para juri.

Ki Joon mengantar Ah jung ke hotel dengan limo, ia tertawa dan tepuk tangan dalam limo, kau hebat sekali! benar2 mengagumkan. Tadi itu hebat!
Ah jung : semua tersentuh, ya kan? terjemahanmu tadi akurat kan?
Ki Joon : tentu saja.

Ki Joon menghentikan limo dan jalan menghirup udara. Keduanya duduk di rumput. Dadu sudah dikocok, hasilnya ditangan Tuhan.
Kaki Ah Jung sakit, aigoo kakiku..
Ki Joon : Apa aku perlu memijatnya?

Ah Jung malu, tidak perlu. Aku pijat sendiri saja.
Ki Joon berkata, ia iri karena bagi Ah jung, Jeju adalah seperti pelukan ibu. Lain kali, aku ingin jika kau ke Jeju, kau memikirkan aku.

Ki Joon ingin tahu tentang ibu Ah Jung.
Ibu Ah Jung sakit keras dan meninggal saat dia masih kelas 3 SMA. Saat itu sangat berat dan Ah Jung selalu menutupi kesedihan dan lukanya.

Ki Joon berbaring : Itu sebabnya kau sangat berani dan mandiri?

Ah Jung : Kau sendiri? pura-pura kuat, bisa diandalkan, padahal didalam..Ah Jung menunjuk dada Ki Joon, kau masih seperti anak-anak yang membuat mainan miniatur.

Ah Jung ingin tahu seperti apa Ki Joon waktu muda. Ki Joon sadar, masih banyak yang tidak kita ketahui tentang kita.

Ki Joon : Ayahku meninggal saat aku usia 11th. Ibu meninggal dua tahun setelah kematian ayah. Saat itu, Sang Hee baru 5 th. Meskipun berat bagi kami untuk menahan luka, sepertinya kami bisa mengatasinya dengan cepat. Mungkin karena bibi menjaga kami.

Ah Jung : Pasti sangat menyakitkan.

Ah Jung ikut berbaring, ah sangat menyenangkan!

Ah Jung sampai hotel dan langsung melompat ke sofa, capek…
Ki Joon telp, kau sedang apa? Ah Jung berkata dia capek sekali dan tiduran di sofa.

Ki joon minta Ah jung pergi ke ruangan di belakang sofa itu. Masuk saja dan lihatlah.
Ah jung jalan masuk dan mengikuti instruksi Ki Joon, dari sana jalan 4 langkah ke kanan.

Ah jung : Apa lagi leluconmu?
Ki Joon minta Ah jung membuka lemarinya. Ah Jung heran, lemari?
Ah Jung membukanya dan ia tertegun…

Di dalam lemari ada gaun cantik dan satu set tindik mutiara. Ki Joon berkata, Ah jung sudah kerja keras hari ini dan ia mengundang Ah jung untuk merayakannya. Pakai itu dan cepatlah, aku kesal kalau harus menunggu.
Ah jung mengagumi gaun itu, cantik sekali…

Ki Joon sudah menyiapkan candle-light dinner, with wine and rose petals everywhere! whoa! Ki Joon membuat jalan dengan kelopak bunga mawar. Ki Joon mengenakan tuxedo putih hitam, senada dengan gaun Ah Jung.

Ah Jung masuk dan jalan mendekat di jalan yang sudah dibuat Ki Joon. Ki Joon mendekat dan menarikkan kursi untuk Ah Jung.

Setelah itu, ia bertepuk tangan dan lampu-lampu menyala, musik serta pelayan masuk sambil menyajikan makanan.

Ki Joon mengangkat gelas anggur dan mengajak Ah jung bersulang. Ki Joon memuji Ah Jung, kau sudah kerja dengan baik dan kau juga sangat cantik malam ini.

Ah Jung malu, kenapa kau tiba-tiba seperti ini?
Ki Joon berkata ini pujian dan dia tulus mengatakan-nya.

Ah jung berterima kasih pada Ki Joon, kalau bukan karena Ki joon, dia tidak akan bertemu tiga juri itu. Bahkan sekarang hasilnya juga belum diketahui, tapi kita sudah merayakan-nya.
Ki Joon : Tidak, hasilnya tidak penting lagi. Hari ini kau benar2 sudah memberikan yang terbaik.

Ah Jung berkata dia memikirkan kata2 Ki joon, awalnya ia pikir ingin balas dendam dengan teman-nya yang mencuri cinta pertamanya, tapi bukan itu. Karena suami bohonganku adalah Hyun Ki Joon, So Ran jadi semakin marah.

Ah Jung merasa egois dan hanya mementingkan kesenangan dirinya sendiri. Karena kau, Hyun Ki Joon yang sudah jadi kambing hitam-nya. Aku merasa aku mengerti situasinya sekarang. Aku benar2 minta maaf.

Ki Joon jalan mendekati Ah Jung dan mencium dahinya.

Ki Joon juga merasa malu karena sudah memanfaatkan Ah jung untuk kesepakatan-nya sendiri. Aku memanfaatkanmu untuk tujuanku sendiri…Aku malu.

Ah Jung berkata ia bisa merasakan perasaan Ki Joon saat merobek kontrak mereka.
Ah Jung : Di depan Tuan Chen, saat kau berkata kau tidak menikah denganku, aku bisa merasakan hatimu..

Ah Jung menangis dan Ki Joon menghapus air matanya, sekarang kita bisa melupakan apa yang sudah terjadi dan mulai dari awal. Ah Jung mengangguk.

Ki Joon mendekat dan ingin mencium Ah jung, tapi Ah Jung menarik dirinya begitu bibir mereka bersentuhan, aku takut..Apa kita bisa pelan-pelan saja?

Ki Joon mengerti, baiklah. Aku akan berusaha keras untuk mendapatkan kepercayaan-mu. Aku hanya akan melihatmu seorang, selamanya.
Ah Jung tersenyum, terima kasih..

Keduanya tidak tahu, ternyata Yoon Ju menyusul ke Jeju dan melihat keduanya. Yoon Ju sakit hati. Lalu berbalik dan jalan pergi.

Sementara Ki Joon dan Ah Jung saling tersenyum.

 

Bersambung ke episode 12………….

Sinopsis lie to me episode 10

Sinopsis Lie To Me episode 10

 

Setelah menarik paksa Ah Jung, Ki Joon membawanya keluar hotel. Ah Jung beberapa kali memberontak tapi genggaman tangan Ki Joon terlalu kuat.

Bertepatan dengan itu, ketiganya berselisih jalan. Ki Joon dan Ah Jung pergi keluar hotel, sedangkan Sang Hee baru datang dan ia langsung pergi menuju restaurant hotel.

 

Park dan 2 orang staff kebetulan melihat Ah Jung da Ki Joon. Tapi Ki Joon engga peduli dengan tanggapan semua orang, ia terus menggenggam tangan Ah Jung.

 

 

Para staff terkejut saat melihat Ki Joon berpegangan tangan, “Kita tidak salah liat kan? Mereka berpegangan tangan.”

Sang Hee mengitari restaurant, dan sama sekali engga menemukan Ah Jung.

 

Ah Jung membuat alasan pada teman kencannya, “Miss Gong Ah Jung, itu bukan keadaan yang benar-benar darurat, kan?” tanya teman kencan Ah Jung saat Ah Jung menelponnya.

Ki Joon membawa  Ah Jung ke pinggiran kota. Sekeluarnya dari mobil, Ah Jung langsung mengomel, “Bagaimana Kau bisa menyeretku keluar seperti ini?”
Ki joon menjawab dengan meninggikan suaranya, “Kau bilang saat itu waktu terakhir, tapi kenapa kau selalu muncul di depanku?”

 

“Tidakkah kau lihat? Aku sedang dinner dengan orang lain.” jawab Ah Jung.
“Menggunakan kerja dan dinner dengan orang lain sebagai alasan. Apakah ini untuk terakhir kalinya?”
“Kalau begitu abaikan saja aku.”
“Kau membuat semuanya tidak mungkin bagiku untuk mengabaikanmu. Bukankah kau bilang kau tidak ingin ada kesalahpahaman?  Kau bilang kau tidak ingin berakhir seperti orang bodoh?” jawab Ki Joon.
“Maaf kalau aku membuatmu dalam masalah. Aku tidak melakukannya dengan sengaja. Jangan khawatir. Aku tidak akan muncul di depanmu lagi.”

 

Ah Jung pergi meninggalkan Ki Joon dengan berjalan kaki, ia bergumam “Kau bisa saja memberitahuku. Mengapa Kau harus menyeretku keluar seperti ini? Mengapa menggenggam tanganku? Semua itu Membuatku salah paham. Dia benar-benar buruk, sungguh. . . ”

Dan, tuiiing,, bola nyasar-Ah Jung kena timpuk bola. Ah Jung yang malang..  haha..
Ah Jung menangis, menangis bukan karena timpukan bola yang membuat kepalanya pening, tapi tangisan karena ia menyesali dirinya sendiri. Menyesali kenapa ia harus menyukai Ki Joon.

 

“Apakah Kau baik-baik saja?” tanya Ki Joon yang datang menghampiri Ah Jung.

Ah Jung berdiri dan mengucapkan hal yang seharusnya dari dulu ia ucapkan, “Aku benar-benar menyukaimu! Aku benar-benar menyukaimu! Jadi, jangan sukai wanita itu. Aku katakan, Aku benar-benar menyukaimu!” teriak Ah Jung.
“Jika Kau memiliki sesuatu untuk dikatakan, katakanlah.” jawab Ki Joon.

“Tidak bisakah kau hanya menyukai diriku saja? Jangan menyakitiku.” pinta Ah Jung.
“Aku tidak bisa dan tidak ingin menyakiti orang yang tidak bersalah lagi.” jawab Ki Joon.

 

Ah Jung menyadari sesuatu, “Benarkah? Sepertinya Kau harus menanggung tanggung jawab masa lalu.”
“Sebaliknya. . . Jika Aku tidak melakukan itu, bisakah Kau masih tetap menyukaiku?”
“Lupakan apa yang terjadi.” kata Ah Jung dan ia benar-benar pergi menjauh dari Ki Joon.

 

Di rumah, Ayah tengah mengenang masa-masa saat Ibu Ah Jung masih bersamanya, Ayah bergumam seraya melihat foto ibu Ah Jung, “Putri kita tampaknya mengalami kesulitan belakangan ini. Jika Kau ada di sini, Kau akan mampu merawatnya lebih baik dari padaku.”

Ah Jung tiba dirumah, ia mencoba tersenyum seolah engga terjadi apa-apa, “Aku kembali.”
Ayah langsung bertanya, “Bagaimana?  Apakah kau menyukainya? Tidak. Tidak..  Apakah dia menyukaimuu?”
“Aku tidak tahu. Jangan seperti itu dan beritahu Aku. Tak ada yang istimewa, kami hanya makan. . . ”
“Gong Ah Jung. Haruskah kita minum Soju bersama?”
“Boleh juga.” jawab Ah Jung. Ia masuk ke kamar dan berganti pakaian.

Dan keduanya minum Soju bersama, “Apa yang salah?” tanya Ayah saat melihat anaknya menatap aneh ke arahnya. ” Apakah ini pertama kali Kau melihat wajah ayahmu sendiri?”
“Benar, alis tebal, sangat tampan, kuakui itu.” Ah Jung tertawa.

“Aku akan tidur, aku harus pergi ke resort besok.  Jangan minum terlalu banyak.” kata Ah Jung.
“Aku tahu.  Sepertinya dia benar-benar tengah mengalami kesulitan.” gumam Ayah.

Keesokan paginya, Ah Jung masih berurusan dengan event di kantornya. Dan secara kebetulan, Yoon Joo juga berada di tempat yang sama dengan Ah Jung. Tapi mereka tidak saling melihat, hanya berselisih jalan.

Saat melewati koridor, Ah Jung berpapasan dengan Manager Park. Mereka saling menyapa, “Bagaimana keadaanmu?” tanya Manager Park.
“Semua baik-baik saja.” jawab Ah Jung.

Saat manager Park tiba di kantornya, ia bertemu dengan Yoon Joo yang tengah menunggunya. “Oh, Miss Yoon Joo. ”
“Aku pergi ke hotel dan mereka bilang kau ada di sini.” Yoon Joo tersenyum ramah.
“Apakah Kau datang untuk menemuiku?” tanya manager Park, yang heran kenapa Yoon Joo datang ke kantornya.
“Apa yang terjadi dengan oppa?  Apa yang terjadi dengan dia?” tanya Yoon Joo. “Miss Gong Gong Ah Jung….” Yoon Joo engga meneruskan kata-katanya.

“Meskipun presiden dan Aku adalah teman, kita tidak tahu tentang kehidupan pribadi masing-masing.” jawab manager Park.

Yoon Joo masih saja mencari alasan, “Ini pasti karena pekerjaan yang membuatnya lelah, kan? Ketika seorang pria lelah, mereka pasti mencari dan kemudian menemukan seseorang untuk bersandar, kan?”
“Miss Yoon Joo, aku hanya tahu satu hal. Presiden benar-benar ingin berbuat baik padamu. Apakah itu cinta atau sesuatu yang lain, Kau bisa menilainya sendiri.” jawab Manager Park.

 

“Aku adalah orang yang paling mengerti Oppa.” ungkap Yoon Joo.
“Jadi, Kau tidak memiliki kepercayaan diri sekarang?”
“Aku pikir Manager Park ada di pihakku.”

 

Manager Park menjawab, “Itu bagus untuk melihat Kalian kembali bersama. Miss Yoon Joo, sudah bertahun-tahun. Jangan hanya melihat Hyun Ki Joon seperti Hyun Ki Joon di tahun lalu, lihatlah Hyun Ki Joon sekarang.”
“Kau tampak sibuk, aku akan pergi.” pamit Yoon Joo. Manager Park hanya menjawabnya dengan senyuman.

 

Dan lagi-lagi…

 

Yoon Joo dan…

 

Ah Jung.. secara kebetulan bertemu.
Mereka saling menyapa dengan nada yang aneh.. hehe..

 

Manager Park kesal dengan sikap Ki Joon yang engga tegas, via telepon, Manager Park mengomel pada kI Joon. Ki Joon hanya mendengarkannya lalu berpikir. “Halo. Apa yang terjadi?” tanya Ki Joon.

Manager Park menjawab, “Apakah itu cinta atau yang lainnya, lakukan saja di luar. Jangan biarkan staff melihatnya.”
“Mengapa kau begitu marah?”
Manager Park melanjutkan kata-katanya, “Siapa bilang kau boleh berpegangan tangan dengan seorang wanita di tempat kerjaku? Aku katakan dengan jelas sebelumnya.Terlalu banyak mempedulikan orang lain  hanya akan merugikan orang lain itu sendiri.”

Ki Joon mengunjungi rumah Yoon Joo. Mereka saling berbicara, “Sudah tepat satu minggu. Aku khawatir, Kau tidak menjawab teleponku.” kata Ki Joon.

Yoon Joo malah mengungkit-ungkit tentang perasaan Ki Joon pada Ah Jung, “Apakah Miss Gong Gong Ah Jung mengatakan dia menyukaimu?”
Engga lama Ki Joon terdiam, ia langsung menggangguk pelan.

“Kau pasti sangat bahagia, Gong Ah Jung sangat menawan. Aku berpikir sangat lama untuk bisa memahamimu. Meskipun tidak masuk akal bahwa Kau menyukai Gong Ah Jung, aku ingin memahami apa yang Kau katakan. Berpikir tentang hal itu, dan aku sampai pada kesimpulan kalau hal itu bisa saja terjadi. Aku tidak bersamamu selama bertahun-tahun. Kau juga bisa goyah. Aku tidak goyah.” ungkap Yoon Joo.

“Aku menyukainya.” jawab Ki Joon.

Yoon Joo engga rela kalau Ki Joon engga lagi menyukai dirinya tapi lebih menyukai orang lain. “Tidak, Kau hanya bimbang karena aku tidak ada. Ini karena aku tidak ada disekitarmu dan akhirnya kau goyah. Aku berusaha keras untuk mengerti, karena Aku ingin mengerti. Oppa, bagaimana kau bisa seperti ini? Oppa, apakah Kau tahu bahwa Kau menjadi lebih aneh? Hatiku tidak berubah, jadi bagaimana bisa kau mengubah hatimu? Oppa!

“Aku akan menunggu sampai Kau bisa melupakan.” jawab Ki Joon.

 

Sang Hee menelpon Ah Jung,
“Aku sedang bekerja.” jawab Ah Jung.
“Aku tahu.”

“Tapi kenapa para pegawai negeri tidak memiliki jam makan siang? Sudah waktunya makan siang.” kata Sang Hee.
“Apa?”
“Aku ada di resort.” Sang Hee langsung mematikan teleponnya.
“Hei, aku tidak punya waktu untuk makan siang.” jawab Ah Jung.

Sang Hee membelikan boneka untuk Ah Jung, “Apa ini?” tanya Ah Jung.

Sang Hee tersenyum lalu membuat suara lucu.
“Halo, Aku Gong Ah Jung, Aku seorang pegawai negeri sipil.”
“Aku pernah disengat oleh lebah dan ternyata rambutku menjadi kuning seperti ini.”
“Lihat, dia terlihat sepertimu? Mata, hidung, mulut.  perut.”

 

“Apa itu?” Ah Jung acuh.
Sang Hee memohon, ia memain-mainkan bonekanya,  ” Kau benci aku ! Mengapa Kau benci aku? Bermainlah dengan Aku Gong Ah Jung Noona.”

Ah Jung akhirnya tersenyum dan berkata, “Dia tampak seperti Kau.”
Sang Hee menanyakan tentang kencan butanya Ah Jung, “Sepertinya kencan buta itu tidak berjalan dengan baik. Aku tahu itu akan seperti itu.”
Ah Jung kesal, “Kau berada di sini hanya untuk menanyakan itu?”
“Apa kau marah?”
Ah Jung tersenyum dan menjawab, ” Aku Gong Ah Jung, dan tidak akan marah karena sesuatu yang sepele.”

Yoon Joo memakai kembali cincin pertunangannya dengan Ki Joon.

 

Mungkin cincin ini bakal membawa keberuntungan buat Yoon Joo.

Yoon Joo pergi menemui bibi Ki Joon.
“Aku minta maaf untuk hari itu, Aku tidak berpikir terlalu jauh.” kata bibi Ki Joon.
“Tidak, tidak apa-apa.”
“Aku merasa kasihan pada Gong Ah Jung.Aku tidak mengira dia begitu terluka.”

Tanpa basa-basi, Yoon Joo langsung berkata, “Aku berpikir untuk segera melakukan pernikahan.” hah???
“Apakah Kau pernah mendiskusikan hal itu  dengan Hyun Ki Joon?” tanya bibi.
Yoon Joo memberi alasan, “Dia tidak punya waktu untuk mempertimbangkan ini.”
“Apakah Hyun Ki Joon mengatakan bahwa dia ingin menikahimu?” tanya bibi.
“Bibi, Kami sudah menunggu selama tiga tahun. Aku tidak ingin menunggu lebih lama lagi, aku tidak bisa menunggu lagi.” jawab Yoon Joo.

Setelah bertemu Yoon Joo, bibi langsung menemui Ki Joon, “Aku baru saja bertemu Yoon Joo.  Dia berbicara tentang pernikahan. Dia Mengatakan kalau dia tidak ingin menunggu, dan dia tidak bisa menunggu. Sepertinya dia tidak membicarakannya denganmu.”
Ki joon sedikit terkejut. “Kami akan membahasnya nanti.”
“Gong Ah Jung tampaknya sangat baik.” ungkap bibi.

Dan, yah, raut wajah Ki Joon langsung berubah saat bibi menyebutkan nama Ah Jung.

 

Dan dari situ bibi mulai menyadari perasaan Ki Joon pada Ah Jung.

 

Semua staff di  kantor Ah jung makan siang bersama dan masih saja membahas topik yang sama, tentang pegawai negeri sipil yang engga boleh melakukan hal-hal diluar hukum yang berlaku.

 

Apapun dilakukan Yoon Joo agar orang yang dicintainya engga pergi. Yoon Joo menemui Ah Jung dan menyampaikan berita yang membuat Ah Jung shock.
“Aku tidak bisa meninggalkan meja kerjaku dalam waktu yang lama.” kata Ah Jung.
“Sebaiknya aku bertemu denganmu saat kau sedang tidak dalam keadaan sibuk.”
“Tapi apa yang membawamu kemari?” tanya Ah Jung.

 “Sebelum datang ke sini, Aku ingin memberitahumu banyak hal. Tapi tiba-tiba saja, setelah melihatmu aku lupa apa yang harus aku bicarakan denganmu. Ki Joon dan Aku, kami akan menikah.” ungkap Yoon Joo.

 

“Mengapa Kau mengatakan hal ini padaku?” tanya Ah Jung, mencoba menutupi perasaan terkejutnya.
“Aku merasa bahwa Aku harus membiarkanmu tahu tentang hal ini, Gong Ah Jung. Aku mendengar bahwa Kau menyukai oppa.” jawab Yoon Joo.

Karena kesal, Ah Jung langsung menelpon Ki Joon, ia melampiaskan rasa frustasinya “Bukankah aku memberitahumu untuk melupakan tentang hal itu? Bisakah kita melupakannya? Mengapa Kau harus mengungkit-ungkit hal itu? Kau ingin pamer di depannya, apa kau ingin mempermalukanku di depan wanita itu?”

Di tengah rapat Ki Joon menerima telepon dari Ah Jung, ia sama sekali engga mengetahui pokok permasalahannya, Ki Joon cuma terdiam heran.

 

 

Ki Joon terus melancarkan usahanya buat mendapatkan simpati Ah Jung. Ia bahkan ikut makan bersama dengan staff Ah Jung. Ki Joon menyewa seharian tempat itu, dan membiarkan teman-teman Ah Jung makan dengan puas.

Karena frustasi, Ah Jung kembali minum berlebihan, Ki Joon terus memperhatikan Ah Jung. Saat pulang dari kedai makanan, Ki joon menghampiri Ah Jung,
“Lepaskan aku! Kau tau, kau itu terlalu berlebihan? Saat aku memberitahumu kalau aku menyukaimu, kau bahkan hanya membuat pernyataanku itu sebagai bahan tawaan, kau juga mengatakan hal itu pada tunanganmu!” ucap Ah Jung yang mabuk.
“Kau sudah salah paham.”
“Sebuah kesalahpahaman? Itu hal yang sangat buruk untuk dilakukan. Kau tidak tahu itu juga? Fool!” Ah Jung langsung kabur dengan taksi. “Taksi!”

Ada alasan buat Ki Joon untuk terus mengikuti Ah Jung yaitu handphone Ah Jung yang terjatuh.

Ah Jung kaget saat melihat Ki Joon sedang menunggunya di jalan, “Apa yang Kau lakukan di sini?”

“Ini.” Ki Joon memperlihatkan Handphone Ah Jung.

“Mengapa kau mengikuti Aku lagi?” tanya Ki Joon.
“Aku berjalan pulang.”
“Sebaiknya kau pergi saat aku mengatakan hal ini dengan cara yang baik.”

“Apakah Kau tahu nama panggilanku? Hyun Ki Joon “Lima Paket complete”. Apakah Kau tidak penasaran tentang lima paket itu?” Ki Joon membuat lelucon.
“Tidak penasaran.” jawab Ah Jung.
“Tidak hanya tampan, kuat, tanggung jawab, sangat baik dalam bersikap dan berpikir, memperoleh gelar tinggi dalam pendidikan. Bahkan semuanya benar. Bukannya aku membual. Tapi melihat wanita mabuk, bertentangan dengan tanggung jawabku, akal sehat, dan sikap.” ungkap Ki Joon.

 

Ah Jung hanya menatapnya aneh.
Kemudian Ki Joon memanggil nama Ah Jung, “Ah Jung-ah!  Ah Jung-ah!”
“Jangan panggil aku seperti itu!” jawab Ah Jung yang kemudian berlari menjauhi ki joon seraya menutup telinganya.
“Gong Ah Jung! Ah Jung-ah.. ” Ki Joon terus memanggil nama Ah Jung.

 

Akhirnya Sang Hee mengetahui perasaan Ki Joon pada Ah Jung. Di taman, ia berkata pada dirinya sendiri. “Hyun Sang Hee. Kau tidak dapat melakukannya lagi kali ini. Kau terlalu berlebihan jika Kau membiarkan hal itu terjadi lagi.” Sang Hee mencoba menekan perasaan sukanya pada Ah Jung, ia engga ingin perasaan itu bertambah besar, dan sikap egoisnya bakal merusak semuanya.

Sebelum pergi untuk melanjutkan studynya di luar negeri, So Ran membelikan teman-temannya cincin persahabatan, ia juga engga lupa membelikan satu buah cincin untuk Ah Jung.

 

Di rumahnya, Ah Jung terkejut melihat foto dan video Ki Joon di handphonenya. Tapi kemudian, ia malah terlarut buat menikmati wajah Ki Joon di handpohennya.. HAAHaa..

Ki Joon berkata di videonya, ia memanggil Ah Jung, “Gong Ah Jung! Ah Jung –ah.. apa kau sudah bangun? Apakah Kau sudah bangun? Mengapa kau terlalu banyak minum? ”
Ah Jung terus memutar ulang video Ki Joon, terutama saat bagian Ki Joon memanggil namanya, “Ah Jung –ah.. Gong Ah Jung!”
“Lagi.”
“Ah Jung –ah.. Satu lagi. Ah Jung –ah..”

Park Hoon membawa berita gembira, “Presiden, Ketua Jeon baru saja mengirimkan pesan.”
“Pesan tentang apa?” tanya Ki Joon.
“Karena berkat kita, pemakaman berjalan lancar. Dan ia akan datang mengunjungi kita di Korea dengan segera.”

“Kapan?” tanya Ki Joon.
“Dia bilang dia akan menghubungi kita lebih lanjut.”

Jae Bum pergi menemui Ah Jung di rumahnya, ia bersikap baik pada Ah Jung. “Apa kau benar tidak menikah dengan Ki Joon.” Jae Bum meraih tangan Ah Jung. “Pastikan untuk membicarakannya denganku.”

Kesalahpahaman  pun terjadi, So Ran datang menemui Ah Jung, dan ia melihat Jae Bum menggenggam tangan Ah Jung, “Gong Ah Jung. . . “
Kesalahpahaman… Kesalahpahaman.

 

So Ran tersenyum sinis, “Sebelum Aku pergi, Aku berpikir untuk membelikan sesuatu untuk kenang-kenangan bagi Gong Ah Jung.” ia memberikan Ah Jung bingkisan berisi cincin dan dengan sengaja menjatuhkan bingkisan itu dihadapan Ah jung.

Ki Joon ingin mengetahui masalah yang sebenarnya, apa yang sudah dikatakan Yoon Joo  pada Ah Jung. Untuk itu, Ki Joon pergi menemui Yoon Joo,
Yoon berkata, “Aku berniat untuk meminta maaf.Setelah Aku bertemu Gong Ah Jung kemarin, Aku menyesalinya sekarang. Aku pikir Aku terlalu kekanak-kanakan. Aku mengakui itu.”
“Yoon Joo. . . Aku berharap Kau tidak akan mencari orang itu lagi.” pinta Ki Joon.

“Sepertinya Kau khawatir, Bahwa aku mungkin melakukan sesuatu yang aneh. Aku berbohong. Bahwa aku akan menikah denganmu. Kau pikir Aku suka mengucapkan kata-kata itu?” ungkap Yoon Joo.
“Jadi jangan melakukannya.”

“Kau bilang kau akan menungguku sampai aku bisa melupakanmu? Bagaimana caranya, aku sama sekali tidak bisa melupakanmu?” ungkap Yoon Joo.
Sebelum pergi Ki Joon berkata, ” Sebaiknya kita menjaga jarak dulu.”
Ucapan Ki Joon tersebut membuat Yoon Joo menangis.

 

Ada lagi yang juga sedang frustasi. Sang Hee. Ia engga menyangka kalau lagi-lagi dirinya dan kakaknya menyukai orang yang sama yaitu Gong Ah Jung.

 

Sang Hee berbicara dengan Suk bong, “Seperti yang Kau tahu, dalam tiga tahun terakhir ini, Bagiku, itu adalah waktu untuk membayar dosa Aku. Dosa karena jatuh cinta dengan tunangan Hyung dan sebagai tanda bahwa aku menyesali perbuatanku. Pada waktu itu ketika Aku kembali ke rumah setelah bertahun-tahun, apakah itu Hyun atau Yoon Joo, aku tidak mampu bertemu mereka. Bahkan setelah sekian lama.”
“Ya, ya Aku tahu. Aku tahu. Ya, seperti yang Kau katakan, waktu telah berlalu. Itu semua di masa lalu,. Apakah ada masalah?” tanya Suk Bong.

“Mengapa setiap wanita yang aku sukai, lebih menyukai hyung dan mereka tidak pernah menyukaiku?” kata Sang Hee. ooh, sang hee yang malang.

Saat sedang mengurusi event di kantornya, Ah Jung tanpa sengaja melihat kedatangan ketua Jeon. Melihat Ketua Jeon datang, Ah Jung langsung panik.

 

 Ketua jeon-duta jepang yang datang untuk berinvestasi pada Ki Joon

 

Ah Jung langsung menelpon Ki joon.

 

Dan keduanya panik.

 

Sebagai event organizer, Ah jung berhasil membuat event di kantornya berjalan dengan sangat baik.

 

Dan, ternyata, pemimpin di kantor Ah Jung dan ketua Jeon saling mengenal. Tanpa sengaja mereka bertemu di koridor.
Mereka saling menyapa dan berjabat tangan.
“Chief Lee.”
“Ketua Jeon.”

Saat melihat Gong Ah Jung, Ketua Jeon langsung mengenali Ah Jung. “Gong Ah Jung? Miss Gong Ah Jung.” sapa ketua Jeon.
“Apakah Kalian mengenal satu sama lain?” tanya chef lee yang mahir berbahasa jepang.
Ketua Jeon menjawb, ” Dia adalah istri presiden dari Hyun Ki Joon.”
“Presiden Hyun Ki Joon. Bukankah ia keponakan dari  Hyun Myung Jin. Sebenarnya, Aku tidak tahu tentang hal itu. Ini adalah pertama kalinya aku mendengar bahwa Presiden Hyun sudah menikah.” lalu chef Lee bertanya pada Ah Jung. “Ah Jung apa kau sudah menikah…?”

Ah Jung berpikir keras, menimbang-nimbang beberapa alasan. Ah jung tau dengan benar kalau duta dari jepang ini sangat penting buat Ki Joon… kalau ia bilang kalau dirinya dan Ki Joon engga menikah, maka hubungan bisnis Ki Joon akan berada dalam masalah. Dan ia sampai pada satu keputusan, Ah Jung menjawab, “Ya, aku sudah menikah.. “

 

Bertepatan dengan itu, Ki Joon datang dan segera menghampiri Ah Jung. Dengan dodolnya Ki Joon malah menjawab, “Tidak… Kami, aku dan dia… tidak menikah.”

 

 

Bersambung….