Sinopsis lie to me episode 8


Sinopsis Lie To Me episode 8 :

“Maafkan aku. Itu semua salahku.” ucap Ah Jung sebelum pergi.
Hyun Ki Joon terbangun dan ia mencoba mencegah Ah Jung untuk pergi.
“Hyun Ki Joon!” Ah Jung sedikit terkejut.
“Apa yang terjadi?” tanya Ki Joon dengan masih memegang lengan Ah Jung.
“Dokter mengatakan bahwa kau dalam keadaan stres dan keracunan makanan. Maksudku, bagaimana kau bisa pingsan karena keracunan makanan? Memalukan sekali.” jawab Ah Jung. Ia kemudian kembali duduk di samping Ki Joon.

“Maksudku kenapa kau di sini?” tanya Ki Joon lagi.
“Aku mencoba menghubungi Sang Hee dan Sekretaris Park tapi. . . ” Ah Jung bingung harus bilang apa. “Yah, aku akan menghubungi mereka tapi aku tidak. . . Aku hanya. . .” akhirnya ia mengungkapkan hal yang sebenarnya. “Aku hanya ingin tinggal di sisi Kau.”
“Kenapa?” tanya Ki Joon.

“Itu semua salahku, bukan?” Ah Jung panik saat melihat Ki Joon bangun dari tidurnya. “Mengapa kau bangun?”
“Aku harus pergi bekerja.”
Ah Jung mengomel ” Apa maksudmu, pergi bekerja? Dokter bilang kau perlu istirahat. Apa yang kau lakukan?” Ah Jung merebut handphone Ki Joon.
“Hey!”

Ah Jung mengirim pesan pada Park Hoon melalui handphone Ki Joon. Apa pesannya? Pesan yang ngebuat Park Hoon tersenyum saat membacanya.

Hari ini aku perlu istirahat. 
Aku dengan seorang wanita jadi jangan menggangguku!
Hhhahahaa..

Ah Jung mengembalikan handhpone itu pada Ki Joon dan tersenyum penuh kemenangan.
“Seorang wanita! Seorang wanita? Aku dengan seorang wanita?” Ki Joon terkejut membaca pesan yang Ah Jung kirimkan.
Ah Jung malah menjawab, “Aku akan membuatkanmu bubur.”
“Aku tidak benar-benar lapar.” jawab Ki Joon.
“Tapi kau perlu makan, aku akan membuat bubur yang lezat untukmu.  Kau harus mendengarkanku.”

Ah Jung membuatkan bubur special untuk Ki Joon. Saat melihat bubur yang dibuatkan Ah Jung, Ki Joon langsung berkomentar, “Bubur? Jadi aku bisa makan dan mati?” lelucon aneh dari Ki Joon. hihii. Ini kayak sejenis lelucon, “Bubur” dan “mati” keduanya memiliki pengucapan yang sama dalam bahasa korea.

“Hei, apa yang kau katakan? Jangan mengeluh. Makanlah dengan perlahan dan makan yang banyak, yaaah?” Ah Jung berkata pelan dan lembut. Dan kemudian berubah panik saat melihat jam. “Oh, apa yang harus dilakukan? Aku terlambat, aku terlambat! Kalaupun itu tidak enak, kau harus memakan semuanya! Aku akan meneleponmu!”

Ah Jung pergi, Ki Joon memakan habis bubur special buatan Ah Jung.

 

Di kantor, teman sekantor Ah Jung berkata, “Meninggalkan orang sakit di rumah dan datang ke tempat kerja benar-benar menyakitkan.”
Ah Jung langsung meng-iya-kan “Kau benar.” Ah jung teringat kondisi Ki Joon.

Sedang apa orang yang paling di khawatirkan Ah Jung?
Lagi seru-seruan main game.

 

Bosan.. “Ssshh”

 

Ah Jung benar-benar khawatir, ia mengirim pesan pada Ki Joon.
Apakah Kau merasa lebih baik? 

Ki Joon tersenyum saat membaca pesan dari Ah Jung. Beberapa kali ia menghapus pesan balasannya untuk Ah Jung.
Pertama Ki Joon menulis : aku baik-baik saja.
Delete.
Kedua : Tidak begitu baik.
Delete.
Ketiga : aku merasa sedikit lebih baik
Delete

hahaa.. sampai akhirnya, Ki Joon memutuskan buat engga membalas sms dari Ah Jung.

Karena engga mendapat balasan dari Ki Joon. Ah Jung semakin panik. Ia segera kembali ke rumah Ki Joon. Memanggil-manggil Ki Joon dari pagar.
“Hyun Ki Joon! Hyun Ki joon?”

Dan ternyata orang yang dipanggilnya, ada dibelakangnya.
“Apa? Apa yang Kau lakukan di sini?” tanya Ki Joon.
“Kau mau kemana?” tanya Ah Jung.
“Aku hanya sekedar berjalan-berjalan, di dalam rumah sangat membosankan.” jawab Ki Joon.

“Kau jelas merasa lebih baik, mengapa Kau tidak membalas pesan dariku?” Ah Jung benar-benar mengharapkan balasan dari Ki Joon. “Aku mengirimimu pesan teks, menanyakan apakah Kau merasa lebih baik.”
Ki Joon malah menjawab,  “Ah, aku lupa.”

Jawaban yang membuat Ah Jung kesal. “Kau lupa? Kau bahkan tidak memikirkan hal itu? Jika Kau tidak membalas pesan teks dariku, aku akan khawatir? Orang lain khawatir tentangmu tapi kau sama sekali tidak peduli padanya?”
“Mengapa kita perlu khawatir satu sama lain?” tanya Ki Joon tanpa rasa bersalah.
“Oh, begitu, kita tidak memiliki hubungan apapun. Maaf sudah mengganggumu.” Ah Jung langsung pergi meninggalkan Ki Joon.
“Bukan begitu! Hey! Kenapa dia seperti itu?” Ki Joon heran, ia sama sekali engga tau apa kesalahannya. aneh.

Engga lama kemudian, Ki Joon mendapat berita dari Park Hoon.
“Ya, Hoon Park. Apa?  Aku sedang dalam perjalanan.”

Sesampainya di kantor.
“Kau bilang Ketua Jeon dan istrinya pergi.” ujar Ki Joon.
“Maafkan aku. Aku mencoba membujuk mereka untuk bertemu denganmu sebelum mereka pergi.” jawab manager Park.

“Apa mereka mengatakan sesuatu?” tanya Ki Joon.
“Tidak.. Jika mereka tidak mengatakan apa-apa, itu berarti mereka tidak tertarik dalam proses negosiasi ini, bukan? Sepertinya usaha di Shanghai tidak akan berhasil.” jawab Park Hoon.

“Jam berapa mereka akan berangkat?” tanya Ki joon.
Manager Park menjawab, “Penerbangan ke Hong Kong, atau penerbangan berikutnya ke Tokyo. Bukankah lebih baik bagi kita untuk menunggu dan melihat apa yang bakal terjadi? Kalau kita pergi sekarang, kita bisa membuat kesalahpahaman.”

“Aku kembali.” Ah Jung pulang dan ia bertemu Jae Bum di rumahnya.  “Sunbae!”
Jae Bum sedang membahas tentang bidang perkuliahan pada Ayah Ah Jung. “Oh, Ah jung!”
“Apa yang Kau lakukan di sini?” tanya Ah Jung.
” Aku datang untuk meminta ayahmu untuk melakukan kuliah akademis. Ah, ya. Bagaimana denganmu? Ah. . .  Aku tahu Kau datang untuk mengunjungi ayahmu, kan.” jawab Jae Bum.
“Duduklah! Bagaimana kau bisa berdiri di sana seperti orang asing?” ujar Ayah yang mulai curiga pada Ah Jung.

“Kenapa suamimu tidak ikut?” tanya Jae Bum.
“Ah. . . karena dia terlalu sibuk. Dia mengatakan dia menyesal karena tidak bisa datang.” jawab Ah Jung.
“Uh-huh. Tentu saja dia sangat sibuk. Aku mendengar mereka mencoba untuk memulai usaha di Cina.”
“Aku pergi dulu.” Ayah kesal. Ia pergi ke kamarnya.

“Ayah!”
“Aku pikir aku telah melakukan kesalahan. profesor sepertinya marah.” pikir Jae Bum.
“Bukan seperti itu. Ayahku kadang memang sangat sensitif.

Kemudian, Jae Bum pamit.

Ayah keluar dari kamarnya dan mulai membicarakan tentang pernikahan palsu Ah Jung dengan Ki Joon.
“Apa yang harus aku lakukan?” keluh Ah Jung.
“Hal ini karena Cheon Jae Beom kan?” terka Ayah.
“Aku sangat lelah.” jawab Ah Jung.
“Gong Ah Jung! Itu semua karena Cheon Jae Beom, kan? Katakan sesuatu.”

“Apa yang akan Kau lakukan sekarang? Berapa lama Kau akan terus menyimpan semua ini ini?” tanya Ayah. “Gong Ah Jung!”
“Kau tidak perlu khawatir! Ini masalahku dan aku akan menyelesaikannya.” jawab Ah Jung.

“Tunggu saja dan aku akan memperbaiki hal ini.” jawab Ah Jung.
“Ini hanya akan terus bertambah besar, apa yang Kau ingin aku lakukan?” tanya Ayah.

Saat sedang Ah Jung dan Ayahnya saling berbicara, tiba-tiba Jae Bum masuk kembali ke dalam rumah. Ia bilang. “My hand phone… ”
Ah Jung panik, ia takut Jae Bum mengetahui hal yang sebenarnya.

Ki Joon sangat memerlukan bantuan Ah Jung. Cuma Ah Jung yang bisa membantunya untuk mengatasi masalah bisnisnya dengan duta jepang.
“Halo. Hey!”
“Gong Ah Jung. Kau harus membantuku. Miss Gong Jeong Ah!”
Ah Jung kesal. “Apa? Dan Kenapa harus aku? Bukankah kau mengatakan bahwa kita tidak memiliki hubungan apapun?”
Ki Joon menjawab,  “Aku datang ke rumahmu, aku akan ke sana dalam sepuluh menit.”

Ki Joon menunggu di tikungan jalan dekat rumah Ah Jung. Ia menunggu Ah Jung, dan terus menunggu. Sampai akhirnya Ah Jung datang.

“Kau idiot, Gong Ah Jung.” gumam Ah Jung pada dirinya sendiri yang lagi-lagi mau membantu Ki Joon.

Lalu Ki Joon menjelaskan alasannya, agar Ah Jung dan dirinya berpura-pura menjadi pasangan suami istri untuk menarik perhatian duta yang berasal dari jepang itu.

“Kami datang untuk mengantarkanmu pergi.” ucap Ki Joon pada duta jepang.

Ah Jung mencoba menenangkan istri duta jepang yang sedang ditimpa musibah.

Melihat kebaikan Ah Jung, presiden dari duta jepang itu langsung menyetujui kontraknya dengan Ki Joon. “Oke. Setelah kontrak disusun, segera kirimkan padaku. Aku akan mulai bekerja seperti yang Kau usulkan.” engga lupa, duta jepang itu mengomentari Ah Jung. “Dia adalah gadis yang sangat baik.” ucapnya seraya menepuk-nepuk pundak Ki Joon. Ki Joon hanya menahan senyumnya saat melihat Ah Jung.

Ki Joon mengantarkan Ah Jung pulang.
“Apa semua berjalan baik?” tanya Ah Jung.
“Ya. ” jawab Ki Joon.
“Itu bagus.”
” Aku pergi.”

“Tunggu. . . ” cegah Ki Joon. “Aku berencana untuk membalas pesan teks darimu. Tapi aku tidak tahu bagaimana mengatakannya. . . Kalau aku bilang aku tidak baik-baik saja, Kau akan khawatir. . . Jika aku bilang aku sudah baik-baik saja, aku takut kau tidak akan datang.”

Ah Jung tersenyum mendengar jawaban itu, “Apakah Kau menungguku untuk datang?”
Ki joon menjawab, “Yah. . . Setidaknya, Aku tidak menunggu selama itu.”
“Itu sama saja, kan?” jawab Ah jung.

“Tampaknya seseorang akan menjadi aneh ketika dia sakit, kan?” ujar Ki Joon menutupi rasa gugupnya.
” Mr Hyun Ki Joon, Kau benar-benar aneh sekarang.”
“Aku pikir aku masih sakit.” jawab Ki Joon.
Baiklah. Terima kasih. Aku pergi. Hyun Ki joon, aku senang bisa membantu.” ucap Ah Jung sebelum pergi.

Pagi harinya di kantor, dengan senyum mengembang Ki Joon mengatakan pada Manager Park. “Proposal kita diterima. Jadi, kita harus melanjutkan draft kita dan segera mengirimnya.”
“Bagaimana Kau melakukannya?” tanya manager Park.
“Ini semua berkat Gong Ah Jung.”
“Kau pergi ke airport bersama-sama? Ini sangat membantu kalau kau punya istri. Aku akan menghubungi Shanghai, untuk mengirim karangan bunga.”

“Rasanya, menjadi orang sakit lebih baik.” gumam Ki Joon.

“Ibumu juga setuju kalau Kau harus focus pada studymu. Kembalilah keluar negeri untuk melanjutkan studymu. Aku sepenuhnya akan mendukung Kau.” ucap bibi Ki Joon.
“Tidak perlu.” jawab Yoon Joo.

“Kau dan Ki joon tidak akan berakhir dengan baik.” Bibi Ki Joon engga ingin lagi melihat Hyun bersaudara bertengkar hanya karena Yoon Joo. Kali ini ia harus membuat Yoon Joo pergi.
“Kau belum berubah sama sekali! Sejak awal, Kau hanya peduli tentang Sang Hee. Bagaimana Kau hanya peduli pada Sang Hee?” jawab Yoon Joo.
” Karena dirimu, mereka benar-benar bertengkar dan saling menyakiti. Itu seharusnya tidak pernah terjadi lagi.”

 

 

“Kau seharusnya berbicara dengan Sang Hee Mengapa kau melakukan ini padaku? Sang He baik-baik saja sekarang. Kau bisa bertanya padanya. Dia pasti akan mengatakan dia tidak menyukai aku lagi. Aku tidak setuju. ” ungkap Yoon Joo.

 

So Ran mengatakan tentang perselingkuhan Ki Joon. “Kenapa kau tidak tahu sebelumnya kalau suamimu terlibat perselingkuhan?”
Ah Jung menjawab, “Ini bukan masalah besar.
“Tentu saja, ini masalah besar! Keluarga, pendidikan, kepribadian, dan penampilan. Masing-masing dari itu sangat penting. Tapi Ketua Hyeon masih menolak orang itu? Wanita itu di Seoul sekarang. Itu benar, aku sudah melihat perempuan itu.” ungkap So Ran yang memanas-manasi Ah Jung. Ia sangat ingin melihat rumah tangga palsu Ah Jung berantakan seperti keadaan hubungannya dengan Jae Bum.

“Dua orang telah dipisahkan, dan mereka mungkin ingin bersama lagi.” jawab Ah Jung.
“Apa maksudmu? Situasi seperti ini harus dihindari. Pergi dan temuilah perempuan itu dan jelaskan semuanya padanya.” saran So Ran, ia memberikan alamat Yoon Joo.
Ah Jung kesal dan ia langsung pergi.

“Ah, benar-benar. . . Siapa yang tidak mencintai seseorang di masa lalu? Dan apa masalahnya tentang hal itu?  Oh Ju Yun. Seong Buk Dong. Bahkan namanya sangat cantik.” kata Ah Jung saat membaca kertas berisi alamat rumah Yoon Joo.

Akhirnya, Ah Jung pergi juga untuk mencari rumah Yoon Joo.
“Benar-benar menjengkelkan. Alamat ini sangat sulit untuk ditemukan!”

Ah Jung menunggu dan menunggu, sampai akhirnya, ia melihat Yoon Joo.

Ibu Yoon Joo yang kebetulan berada di rumah memanggil Yoon Joo, Yoon Joo menghampiri ibunya. Dan Ah Jung menatap orang yang bernama Yoon Joo itu.

Ah Jung frustasi tingkat dewa. Ia meminum banyak alkohol dan mabuk berat.

Teman-teman Ah Jung segera memanggil taksi dan membiarkan Ah Jung pergi sendiri dengan taksi itu. Ah Jung yang mabuk saat ditanya ingin pergi kemana, Ah Jung langsung memberikan alamat Ki Joon.

Alhasil, pagi harinya, Ah Jung bangun dari tidurnya dan terkejut dengan dirinya sendiri. Ia terkejut karena ia berada di kamar Ki Joon.

Ah Jung merapikan dirinya. Dan ia berusaha kabur karena malu pada Ki Joon, ia seenaknya berada di rumah Ki Joon.

Saat berusaha kabur, Ki Joon memergoki Ah Jung dan berkata, “Kau harus berterimakasih kepadaku. Apa yang bakal terjadi coba, kalau wajahmu buruk seperti itu?”

“Kenapa?” tanya Ah Jung.
“Kau belum bercermin kan?” jawab Ki Joon.

Ah Jung langsung pergi ke kamar mandi dan membersihkan makeup nya yang luntur.

Menunggu Ah Jung keluar dari kamar mandi, Ki Joon berpikiran buruk. Berusaha buat mengerjai Ah Jung. Ini-nih, cerita awal dari  kissing ala cola-cola (cola kiss). hahaahaa..

Parah, Ki Joon benar-benar jail. Untuk mengerjai Ah Jung, ia shaking botol coca-cola sampai buih  sodanya penuh. Dan apa yang terjadi saat si botol coca-cola itu dibuka? Saat Ah Jung membuka botol coca-cola itu, buih soda langsung bersemburan.
Liat stepnya dibawah ini. HAHAHAA..
Ah Jung sama sekali engga terima, dijaili seperti itu oleh Ki Joon. Dan balas dendam pun dimulai.

 

Ah Jung menyemburkan coca-cola ke arah Ki Joon. Kejar-kejaran ala anak kecil pun terjadi.

 

Sampai, waktu seolah-olah berhenti. Dan cola kiss second kissing ala Yoon Eun Hye Kang Ji Hwan terjadi..

Ah Jung sempat memalingkan wajahnya menolak kissing, dan  bertanya, “Tunggu sebentar? Ini hanya acting atau memang real?”
“Ini real.” jawab Ki joon.

Lalu terjadilah cola kiss yang so sweet itu

“Kau harus bahagia, karena ini adalah your second kiss.” ucap Ki Joon
“Rasanya manis” jawab Ah Jung..

Di tempat lain, Yoon joo menemui Sang Hee.
“Sang Hee. Apakah Kau masih menyukaiku? Kenapa kau tidak menjawab?” tanya Yoon Joo. “Apakah Kau masih menyukaiku?”
Sang hee menjawab setelah diam beberapa saat, “Aku tidak suka kalau Kau bertanya kepadaku seperti itu, kau tahu.”
“Oppa menolakku lagi, dengan alasan karena Kau. Apakah Kau masih menyukaiku?”
“Apakah Kau merasa tidak nyaman? Bagi Ki Joon, tidak ada wanita yang bisa menggantikan tempatmu di hatinya.”

Setelah mengantarkan Ah Jung pulang, Ki Joon bertemu dengan bibinya.
“Apa kau berencana untuk kembali pada Yoon Joo?” tanya bibi Ki Joon.
“Ini adalah masalahku.” jawab Ki Joon.
“Sejak kapan Yun Ju menjadi masalahmu sendiri?”
“Kali ini, jangan campur tangan bibi.”
“Jadi, Kau bisa mengatasinya, kan?”

Sang Hee engga rela melihat Yoon Joo disakiti oleh Ki Joon. Setelah perkataan Yoon  joo padanya, Sang Hee langsung menemui Ki Joon.
“Hyung, Kau munafik.” kata Sang Hee.
“Jangan lancang.” Jawab Ki Joon.
“Apa yang Kau katakan pada Yun Ju? Mengapa kau menggunakan aku sebagai alasan untuk menyakiti Yun Ju?” tanya Sang Hee yang memuncak.
“Hyun Sang Hee!”
“Tidak peduli apa yang aku lakukan, Kau harus menjaga Yun Ju! Jangan menghindari Yun Ju.” jawab Sang hee, mencoba merelakan semuanya.
“Sang Hee.”
“Tidak apa-apa denganku. Hal ini sudah berakhir. Jika kau mencintainya, Kau harus menjaganya.” kata Sang Hee sebelum ia pergi meninggalkan Ki Joon.

So Ran masih tetap berusaha untuk memanas-manasi Ah Jung.
“Inti dan hubungan suami istri adalah kepercayaan. Aku percaya pada suami aku, jadi mengapa kau yang khawatir? Apakah Kau tidak percaya pada suamimu? Jangan menyesali ini di masa yang akan datang. Aku lebih khawatir tentangmu.” ucap Ah Jung pada So Ran.
“Apa maksudmu?” dari ucapan Ah Jung itu, So Ran mengetahui kalau Ah Jung tahu tentang perselingkuhan suaminya.

Saat pejalanan pulang, ada sekretaris bibi Ki Joon mencegat Ah Jung. “Miss Gong Ah Jung. Ketua Hyeon Myung Jin ingin bertemu.” katanya.
“Ketua Hyeon Myung Jin? bibi Hyun Ki Joon?” Ah Jung terkejut. “Mengapa dia ingin bertemu denganku?”

Dan pertemuan yang mengejutkan pun terjadi. Saat Ah Jung masuk ke sebuah ruangan, ia melihat Bibi Ki Joon dan Ki Joon.
Terkejut

 

Terkejut

 

Belum puas melihat Ah Jung dan Ki Joon yang saling terkejut satu sama lain, Bibi Ki Joon kembali menunjunkkan kejutan baru. Kejutan apa lagi yang datang :
Yoon Joo datang.

 

Ah Jung dan Ki Joon sama-sama terkejut.

Bibi Ki Joon dengan ramah mempersilakan Yoon Joo duduk. Lalu berkata pada Ki joon, “Hyun Ki Joon. Kau harus memperkenalkan istrimu kepada kami.”
Ki Joon kesal,
“Pernahkah Kau mendengar tentang hal itu? Ki Joon sudah menikah.” ucap bibi Ki Joon pada Yoon Joo.
Ki Joon marah. “Bibi.” ucapnya dengan meninggikan suara.

Yoon Joo menahan tangisnya lalu pergi. Ki Joon engga ingin membiarkan terjadi kesalahpahaman, ia langsung mengejar Yoon Joo dan meninggalkan Ah Jung begitu saja.

Saat Ah Jung mengejar Ki Joon, Ki Joon malah cuma berkata, “Maaf.”
Yoon Joo berkata pada dirinya sendiri, “Apa kau masih menyukainya.”

Engga perlu waktu lama untuk menemukan Yoon Joo. Ki Joon berhasil menemukan Yoon Joo di pantai favorit mereka. Dan keduanya mulai kembali kisah cinta mereka dari awal.

 

Ah Jung yang malang pun cuma bisa menunggu Yoon Joo datang. Ah Jung menunggu semalaman di depan rumah Yoon Joo.

 

Pagi harinya, ia berhasil bertemu dengan Yoon Joo dan Ki Joon.

 

“Aku minta maaf untuk kesalahpahaman ini.” ucap Yoon Joo pada Ah Jung.

Ah Jung mencoba tersenyum, “Jujur, aku khawatir, karena aku, kalian berdua akan terpisah. Hyun Ki Joon ini tidak bisa disalahkan sama sekali. Aku meminta dia untuk berbohong, tentang pernikahan ini.Oleh karena itu, Apa yang harus aku lakukan? Maafkan aku. Aku harus pergi, aku harus pergi bekerja.”  lalu Ah Jung pergi.

Ki joon sedari tadi hanya terdiam. Saat Ah Jung pergi, ia juga mengejar Ah Jung. “Ah Jung.”

Ah Jung berkata “Tidak perlu khawatir, aku tidak apa-apa. Kau tidak perlu khawatir dengan pernikahan palsu ini. Aku akan berusaha mengklarifikasinya.”

Ah Jung pergi……… Di dalam mobil ia menangis.. Oh.. Ah Juuung yang malang..

Ah Jung engga benar-benar pergi bekerja. Ia malah berencana untuk mengungkapkan hal sebenarnya pada So Ran.

Rumah So Ran persis seperti kapal pecah, perang dunia ketiga baru saja terjadi di rumahnya. Lagi-lagi So Ran  berhasil menganiaya jae bum, suaminya sendiri. hehee.. Kasian Jae Bum..

Ah Jung datang ke rumah So Ran, dengan pasrah So Ran membiarkan Ah Jung melihat semua kekacauan yang baru saja terjadi.
“Tepat pada waktunya. Lihatlah. Seperti ini kehidupan kami.” ucap So Ran.

Dengan keberaniannya, Ah Jung mengungkapkan hal yang sebenarnya.

“So Ran. Aku tidak menikah. Hyun Ki Joon dan aku, kami tidak pernah menikah.  Kami berpura-pura. Dari awal sampai sekarang.”

 

“Apa yang kau katakan? Gong Ah Jung!”

 

Bersambung….

 

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s