Sinopsis lie to me episode 6


Sinopsis lie to me peisode 6

“Kapan kau akan mengundang kita ke pesta di rumah barumu?” ucap So Ran memanas-manasi Ah Jung. “Kalian ingin mengunjungi rumah Ah Jung Ah kan?” tanya So Ran pada temannya yang lain.
“Yes.” jawab  mereka serempak.
” Aku harus mengundang kalian semua. Tentu saja.  Tentu saja.” jawab Ah Jung gugup.
Kali ini, Ah Jung harus memohon pada Ki Joon agar membantunya.
“Hyun Joon Gi!!” seru Ah Jung saat melihat mobil Ki Joon yang baru saja datang.
“Apa yang Kau lakukan?” teriak Ki Joon. Ia keluar dari mobil.
“Apa yang harus dilakukan,  Hyun Joon Gi?  Kita dalam masalah.” Ah Jung panik.
“Masalah besar apa lagi. . . ? ” tanya Ki Joon.
Petugas melihat gelagat buruk, ia menyorotkan senter ke arah Ki Joon dan Ah Jung. Posisi mereka emang aneh sih. hahaha.
Ki Joon langsung mengajak Ah Jung untuk berbicara di dalam rumah. ” Ayo pergi”

“Untuk makan malam?” Ki Joon terkejut mendengarnya.
Ah Jung memelas. “Tolong pinjami aku rumahmu.”
“Kenapa aku harus melakukan hal itu?”
“Bukankah kita sudah menikah?”
” Miss Gong Ah Jung.”

Ah Jung tetap berusaha merayu Ki Joon dengan berbagai cara. “Aku tidak akan mengganggumu lagi. Aku tidak akan mengganggu apapun di rumah ini, sama sekali tidak akan merusak rumah. Aku pasti akan merapikan rumahmu.  Jangan khawatir tentang hal itu. Dan juga,  Kau tidak perlu untuk bergabung dalam acara ini.”
Tapi tetap saja, Ki Joon enggan meminjamkan rumahnya. “Aku tidak mau!”
Ah Jung yang malang.

Di rumahnya sendiri, Ah Jung sama sekali engga bisa tidur. Ia memikirkan tentang harga dirinya di mata So Ran kalau ia membatalkan pesta itu.

Ah Jung dan ibu perinya. hehe he.. ” Apakah itu tidak enak? Hanya untuk membeli ini, aku antri satu jam untuk itu.” ucap Sang Hee saat melihat Ah Jung yang engga nafsu makan.
“Aku tidak yakin. . .” gumam Ah jung.
“Rencana cincin itu juga gagal? Apa Teman-temanmu tidak pingsan?” tanya Sang Hee.
“Itu sudah cukup. Dan kemudian. . . tentang rencana mereka datang ke rumahku. Apa yang harus aku lakukan?” keluh Ah Jung.

“Benar-benar. . . ! Apa yang kau khawatirkan? Kau hanya perlu melakukan apa yang aku katakan.” jawab Sang Hee yang selalu punya cara untuk membantu Ah Jung.
“Aku tidak punya rumah! Sebuah rumah! Aku bahkan tidak bisa meminjam rumah Hyun Ki Joon.”

“Yang Kau butuhkan hanya rumah, kan?” tanya Sang Hee.
“Apakah Kau memiliki saran?”
“Hey. . . Hey. . . Aku akan membantumu. Kenapa? Apakah Kau sekarang percaya? Akulah ibu peri Cinderella. Serahkan saja padaku.” jawab Sang Hee.
Ah Jung lalu mencubit lengan Sang Hee. “Ini bukan mimpi, kan? Apakah Kau akan benar-benar akan membantuku?”
Sang Hee tersenyum. “Ya. Sekarang makanlah cepat.”

“Apakah rumor itu benar?” tanya bibi Ki Joon saat disodori beberapa foto Ki Joon yang sedang bersama Ah Jung.
“Rasanya hal itu bukan hanya desas-desus.” jawab sekretarisnya.
“Ki Joon menikah dengan wanita muda ini.”
“Tidak ada bukti yang tepat untuk hal ini.”
” Aku harus berbicara dengannya.” ucap bibi Ki Joon.

Sekretarisnya kemudian berkata,  “Miss Oh Yoon Joo sedang menunggu di luar.”
“Siapa?”

“Kapan kau kembali?” sapa bibi Ki Joon dengan ramah.
“Akhir pekan yang lalu.” jawab Yoon Joo.
“Kau menjadi lebih cantik.”
“Terima kasih!” Yoon Joo tersenyum.
“Berapa lama kau berencana untuk tinggal?” tanya bibi Ki Joon.
“Aku berniat untuk tinggal dalam waktu yang lama. Aku telah bertemu dengan Ki Joon Oppa.”
“Benarkah?”
“Mari kita makan siang bersama.
Tidak, terima kasih. Aku di sini hanya untuk memberitahumu bahwa aku telah kembali. Mungkin lain waktu.”
“Oke, lain kali saja.”

“Cari semua informasi tentang Miss Gong Ah Jung.” suruh bibi Ki Joon pada sekretarisnya.

Sang Hee dan Ah Jung menguntit rumah yang akan dijadikan target mereka. Mereka berencana untuk meminjam rumah presiden-bibi Ki Joon.
“Orang itu adalah Ketua Hyun Myung Jin?” tunjuk Ki Joon dari dalam mobil, saat bibinya keluar dari rumah.
“Yeah.” Ah Jung mengangguk.
“Dan rumah itu adalah miliknya. Ah,  bagus. Ketua Hyeon pergi ke Jeju Island setiap akhir pekan. Dengan kata lain, tidak ada satu orang pun di rumah itu pada akhir pekan. Kau dapat menggunakannya untuk melakukan pertemuan dengan teman-temanmu. Dibandingkan dengan Rumah Hyun Ki Joon, rumah yang satu ini lebih baik. Teman-temanmu akan pingsan jika Kau memberitahu mereka tentang rumah ini.” ide gila yang dicetuskan oleh Sang hee.
“Bagaimana Kau meminjam rumah ini?” tanya Ah Jung sedikit engga percaya.
“Jangan khawatir. Aku memiliki rencana. Aku mengenal beberapa orang di rumah itu.”
Ah Jung kesal, “Apa kau tidak bisa membedakan kapan waktu yang tepat untuk bercanda? Ini bukan lelucon. Kita bisa saja menculik Hyun ki Joon untuk memudahkan rencana ini.”
“Tapi itu kejahatan.”
“Aku harus kembali. Kau mendengarku. Keluar.” Ah Jung menyuruh Sang Hee keluar dari mobilnya.
“Hei, adalah rencanaku itu benar-benar memungkinkan?”
“Tidak, tidak, tidak.”
Tapi mau bagaimana lagi, engga ada cara lain. Akhirnya Ah Jung memutuskan untuk menyetujui rencana Sang Hee. Ah Jung menyetujui kalau mereka akan meminjam rumah bibi Ki Joon.
“Aku bisa memperpercayakan semuanya padamu, kan?”
“Percayalah. Aku kan ibu perimu, oke?”

Ah Jung datang mengejutkan Ki Joon yang tengah berolah raga. Kedatangan Ah Jung yang tiba-tiba membuat Ki Joon terkejut, dan ia jatuh terperosok. Lucu banget deh, jatuhnya ke rumput penghias taman. Hahaha…
“Bagaimana kau tahu aku di sini?” Ki Joon kesal, ia bangun dari jatuhnya.
“Ini bukan rahasia besar.” jawab Ah Jung dengan ringan.

 

“Aku akan mengatakannya lagi. Aku tidak akan meminjam rumahmu. Jika itu yang Kau inginkan. Aku tidak membutuhkan rumah itu lagi. Bahkan jika Kau tidak membantuku, aku bisa memecahkan masalah ini dengan caraku sendiri.” ujar Ah Jung. Ia memamerkan pada Ki Joon kalau tanpa bantuan Ki Joon ia bisa membuat semuanya berjalan dengan baik.
“Bagaimana caramu memecahkan masalah itu?” Ki Joon penasaran.
“Bukan urusanmu. Goodbye!”
“Miss Gong Ah Jung !”
Ah Jung pergi meninggalkan Ki Joon seraya tersenyum penuh kemenangan.
“Mengapa kau datang ke sini?” tanya Ki Joon saat mengetahui bibinya datang ke kantornya.
“Apakah Kau sudah bertemu Yoon Joo?” tanya Bibi.
“Ya, aku sudah bertemu dengannya.”
“Kau telah bertemu denganya. Hari ini, dia datang menemuiku. Apakah Kau masih menunggu Yoon Joo?”
Ki Joon menjawab, “Tidak, aku senang dia sudah kembali. Baik itu di masa lalu atau di masa sekarang, aku tidak pernah merubah pikiranku.”
“Yoon Joo. Aku sangat menyukainya. Tapi, dia tidak sebanding dengan Sang Hee. Dia sudah kembali. Kau tidak akan membiarkannya pergi lagi kan?” tanya bibi.
Yoon Joo bekerja di bawah naungan Ki Joon. Atasan Yoon Joo memperkenalkan Yoon Joo pada Ki Joon.
“Miss Yoon Joo ini  adalah Designer kita. Dia menangani semua kegiatan di Prancis. Kali ini, dia bertanggung jawab untuk pasar Asia. Ini adalah presiden kita.”
“Aku Yoon Joo. Presiden terlihat sangat muda.” Yoon Joo tersenyum berpura-pura tidak mengenal Ki Joon.
“Begitu juga Kau.” jawab Ki Joon.
Saat Park Hoon mengajak Ki Joon makan bersama, tanpa sengaja ia bertemu dengan Jae Bum. Jae Bum mengingat Park Hoon dan Ki Joon.
“Aku dengar, dia cinta pertama Ah Jung. Hanya untuk cinta pertamanya, dia bekerja sangat keras untuk mempersiapkan ujian negara, tetapi temannya diam-diam menusuknya dari belakang. Miss Gong Ah Jung memang sangat menyedihkan, Presiden.” Park Hoon menceritakan tentang Ah Jung pada Ki Joon.
Ki Joon hanya menjawab, “Dia hanya terluka karena harga dirinya.”
Park Hoon sangat bersimpati pada Ah Jung, “Aku bisa merasakan apa yang dirasakan Miss Gong Ah Jung.”
“Sepertinya kau lebih memihaknya sekarang?”
“Aku katakan sebelumnya. Miss Gong Ah Jung dan aku adalah teman.”
“Sebenarnya kau ini sekretaris siapa?” Ki Joon kesal karena Park Hoon lebih memihak pada Ah Jung.
Presiden di tempat kerja Ah Jung melihat Ah Jung yang tetap bekerja meskipun sudah waktunya makan siang. Presiden tersenyum karena kerja keras Ah Jung. Padahal nyatanya Ah Jung sedang sibuk searching makanan untuk pestanya.
Ah Jung meminta bantuan pada sunbaenya Sang Hee untuk mengajarinya cara memasakan makanan lezat. Tapi kemudian, berita buruk datang dari sang hee.

 

Sang Hee bilang, rencana diubah. Rumah bibi Ki Joon tidak bisa dipinjam begitu saja. Ah Jung kesal.

 

Di tempat lain, tanpa di sengaja, ia ikut memikirkan masalah Ah Jung. Ia kemudian pergi untuk menemui Ah Jung. Di mobilnya, ia mencoba menelpon Ah Jung.
Tapi handphone Ah Jung mati.
* Panggilan anda tidak dapat dihubungkan. =–= Anda akan diarahkan ke sistem pesan suara otomatis.*
“Tentang rumah baru itu . . Aku punya sesuatu yang ingin aku katakana, jadi telepon aku  setelah Kau mendengar pesan ini.” ujar Ki Joon.

 

Kemudian tanpa sengaja, Sang Hee dan Ah Jung berjalan engga jauh dari tempat Ki Joon memakirkan mobilnya. Ki Joon melihat Ah Jung bersama dengan Sang Hee. Ki Joon terkejut dan ia langsung keluar dari mobil.

“Hyung.” ucap Sang Hee pelan.
“Hyung?” Ah Jung engga mengerti apa yang sang hee ucapkan. Ia menatap searah dengan Sang Hee dan ia mendapati Ki Joon ada di depannya. Beberapa detik kemudian, Ah Jung baru menyadari “Apa itu. .  Hyun Joon Gi?”

Ki Joon kesal, ia langsung meninggalkan Ah Jung dan Sang Hee begitu saja.
“Hyung,. . . Hyung!” pangil Sang Hee. Ki Joon melajukan mobilnya dengan cepat, tanpa memperdulikan Sang Hee yang memanggil-manggilnya.

 

“Dia punya sifat yang cepat marah.” gumam Sang Hee.
Sekarang giliran Ah Jung yang marah, “Tunggu sebentar. Dengarkan aku dulu. . . “
“Apakah dia benar-benar kakakmu?” tanya Ah Jung kesal.
“Ah Jung! Ah. . Sungguh!”
“Gong Jung Ah.”

 

“Hyung. Apa yang harus aku lakukan?  Haruskah Aku pergi ke sana dan berdiri dengan mengangkat tanganku?” Samg Hee memohon pada Ki Joon untuk memaafkannya. “Dengar hyung, Gong Ah Jung tidak tahu kalau aku adikmu.”
“Bagaimana hal itu masuk akal? Bagaimana bisa dia tidak tahu?” Ki Joon masih kesal.
“Dia tidak tahu. Kemarin kami bermain bersama, kau tidak melihat itu?”
” Hyun Sang Hee!”

“Ini bukan hal yang sulit untuk dilakukan. Pokoknya kau sudah menikah.” Sang Hee membela dirinya.
“Semua karena siapa?”
“Hei, aku hanya merasa sangat menyesal, itulah kenapa aku seperti itu. Aku akan meminjam rumah dari bibi, tapi aku malah diomeli olehnya. Aku seharusnya tidak melakukan hal itu. Apa sebenarnya yang terjadi? Bukankah itu menarik?” Sang Hee mencoba memohon pada Ki Joon untuk membantu Ah Jung. “Sigh, jangan seperti itu, hanya untuk satu hari.”

Sang Hee melihat Yoon Joo di galerinya. Ia sama sekali engga punya nyali untuk bertemu dengan Yoon Joo.

 

 

Yoon Joo pergi dan Sang Hee hanya berani memperhatikannya dari kejauhan.

 

Buat sebagian orang, termasuk sang hee.. Basket bisa dijadikan alternatif buat merileks-kan dirinya.
Park Hoon mengunjungi Ki Joon untuk menyerahkan beberapa berkas kantor dan tanpa sengaja ia melihat Ah Jung di depan gerbang rumah Ki Joon.

“Kau bilang Sang Hee dan Ah Jung saling kenal. Aku pikir Kau tahu?” kata Ki Joon.
“Aku benar-benar tidak tahu. Aku setia pada presiden, Kau harus tahu itu!” jawab Park Hoon dengan pasti.
“”Aku melihat Gong Ah jung-sshi di depan gerbang. Tapi kenapa ia tidak masuk?”
“Apakah Kau yakin?”
“Ya, walaupun hanya sekilas. Itu pasti dia. Benar-benar aneh. . . Mengapa dia tidak masuk ke dalam rumah?”

Ki Joon pun akhirnya merasa simpati pada Ah Jung. Ki Joon mengirimi Ah Jung sebuah pesan “Bagaimana rencana pesta di rumah itu?”
Mendapat pesan seperti itu dari Ki Joon, Ah Jung mengomel, “Kenapa orang ini malah mengirimi aku sms seperti ini? Dasar bodoh!”
Engga mendapat balasan dari Ah Jung, Ki Joon langsung menelpon Ah Jung “Miss Gong Jung Ah. Mari kita bertemu.”
“Mengapa ia menyuruhku untuk bertemu di sini?” ujar Ki Joon yang bingung kenapa Ah Jung menyuruhnya datang ke sebuah apartemen mewah.

Ki Joon masuk ke sebuah ruangan mewah dan ia disambut dengan senyuman Ah Jung, ia juga mendapat sapaan mengejutkan dari petugas penyewaan apartement, “Silakan masuk Kau suaminya, kan?”

Ah Jung malah terkekeh melihat reaksi Ki Joon yang terkejut saat disebut sebagai suami Ah Jung.

Ah Jung menyuruh Ki Joon untuk datang ke apartemen mewah ini, agar Ki Joon bisa membantunya untuk menyewa apartemen itu. Karena Ki Joon enggan meminjamkan rumahnya, Ah Jung mengambil cara ini, menyewa apartemen mewah sebagai pengganti rumah Ki Joon.
Ki Joon yang sangat apik, melihat seluuuuruh ruangan. Ia mengecek semua sudut dari apartemen itu. Buat Ki Joon semuanya harus perfect, Ah Jung yang menaruh gelas dengan letak yang salah, Ki Joon langsung membenarkan letak gelas itu.

“Ini tidak terlalu buruk, kan?” tanya Ah Jung.
“Orang tidak akan percaya bahwa ini adalah rumahku.” jawab Ki Joon.
“Itulah kenapa kita harus memikirkan cara untuk membuat mereka percaya. Kau hanya perlu mengatakan, kalau rumahmu sedang direnovasi. Ini hanya sementara waktu, dan sebagainya dan sebagainya.”

Tiba-tiba, So Ran menelpon Ah Jung dan menanyakan bagaimana persiapan pesta di rumahnya. Ah Jung mengatakan, “Semuanya berjalan dengan baik.”
“Baiklah, besok kami akan datang ke rumahmu.” jawab So Ran.
Ki Joon hanya memperhatikan Ah Jung.

 

“Bagaimana dengan furniturnya? Kau tidak akan membiarkannya kosong, bukan?” Ki Joon melihat ke sekeliling ruangan yang kosong.
“Kita harus membelinya.” jawab Ah Jung.
“Buy it?”
Petugas penyewaan datang dan bertanya, ” Apakah Kau suka?”
Ah Jung malah berkata,  “Permisi. Kita akan tinggal disini selama satu hari untuk membuat keputusan. Sebuah rumah yang mahal seperti ini, bagaimana bisa Kau begitu saja membelinya? Bahkan untuk kosmetik pun mereka memberikan contoh sebelum Kau membelinya! Jadi kita harus tinggal di sini sebelum kita memutuskan untuk membelinya kan?”
Mendengar ucapan itu, petugas penyewaan langsung mengusir Ah Jung dan Ki Joon. haha..
Tamannya 49 days ya?

 

Kursi tamannya Scheduler sama Ji Hyun ya?

 

Setelah diusir keduanya langsung duduk di taman dan menenangkan diri, “Kau tidak perlu khawatir, aku punya cara.” ujar Ah Jung.
“Cara apa?” tanya Ki Joon.
“Trik terakhir.”
“Apa itu?”
“Mengapa aku harus memberitahumu? Ini trik terakhir.” ucap Ah Jung seraya meninggalkan Ki Joon sendirian.
“Apa trik terakhir itu?” Ki Joon penasaran.
Trik terakhir Ah Jung, Ah Jung mencoba meminjam rumah dari seorang teman ayahnya. Tapi, hasilnya nihil.
Ah Jung pergi ke restaurant Shim Ae kyung. Dan tanpa sengaja ia bertemu dengan Sang Hee.
“Aku bodoh.” gumam Ah Jung yang merasa engga enak pada Sang Hee.
“Masih ingin memukulku?” tanya Sang Hee seraya tersenyum ke arah Ah Jung.

 

“Aku merasa tidak enak, aku salah.” jawab Ah Jung.
“Kau tidak melakukan sesuatu yang salah.” jawab Sang Hee dengan bijak.

 

“Terima kasih, kau sudah membuatku berada di tahap ini.” ujar Ah Jung. “Apakah Hyun Joon Gi sangat marah?”
“Kali ini kemarahan benar-benar sudah mereda.” jawab Sang Hee.
“Apakah tidak ada solusi lain?”
“Ada, membakar rumah Hyun Ki Joon.”
“Api?”
“Fire!”
Keduanya bersorak.
Ki Joon bermimpi, kedua orang komplotan itu -sang hee dan Ah Jung- berhasil membakar rumahnya. Untungnya itu cuma mimpi.

 

“Dia benar-benar tidak bisa membiarkan orang hidup dengan nyaman.” gumam Ki Joon saat terbangun dari tidurnya.

 

Akhirnya, keputusan bijak diambil Hyung Ki Joon. Dari pada mendapati rumahnya dibakar oleh Sang Hee dan Ah Jung. Ia lebih memilih untuk meminjamkan rumahnya pada Ah Jung.

“Apakah Kau menunggu lama?” tanya Ah Jung yang berlari tergesa-gesa menghampiri Ki Joon.
“Hanya untuk hari ini saja.” ujar Ki Joon seraya menyerahkan kunci rumah.

Ah Jung tertawa senang. “Satu hari sudah cukup.”
“Aku benar-benar tidak akan berpartisipasi.” kata Ki Joon.
“Aku tidak berharap Kau datang.”
“Jika sesuatu terjadi, aku akan meminta ganti rugi.”
“Aku akan memperlakukannya seperti rumahku sendiri. Aku akan menggunakannya dengan hati-hati.”
“Angel. Itu passwordnya.”
“Ah! Password! , Sangat sederhana. Hyun Joon Gi! Kau tidak akan menyesali ini!” sorak Ah Jung.
“Aku sudah menyesalinya terlebih dulu.” jawab Ki joon, ia langsung pergi.
Park Hoon mengajak Ki Joon menonton film romantis. Ki Joon menolak tapi akhirnya, ia engga tega melihat Park Hoon yang memelas padanya.
Saat sedang bersama Park hoon, Yoon Joo menelpon Ki Joon.
“Halo. Ini aku,  Yoon Joo.”
“Ya, Yoon Joo?” jawab Ki Joon dengan hati-hati.
“Apa yang Kau lakukan hari ini? Apakah Kau sibuk?”
“Kenapa?”
“Aku membeli kepiting segar, dan aku membuat banyak masakan. Datanglah untuk makan malam.”
Sang Hee benar-benar ibu peri Ah Jung. Ia bahkan menyiapkan dengan sangat baik semuaa kebutuhan yang diperlukan Ah Jung.
“Apa semua ini?” tanya Ah Jung saat melihat ruangannya penuh dengan baju-baju cantik.
“Aku meminjamnya dari seorang teman. Mereka pasti akan memintamu untuk melihat kamar gantimu. Bukankah aneh jika istri Joon Gi Hyun hanya punya lemari sederhana dan biasa?” jawab Sang Hee.
“Hyun Sang Hee.” Ah Jung bersorak girang, ia lalu memeluk Sang Hee.
“Semua ini pinjaman, jadi jangan macam-macam.”
“Kau benar-benar ibu periku!”
Jae Bum berusaha tidak ikut dalam selamatan rumah Ah Jung. Ia memberi alasan kalau ia ingin muntah dan sedikit demam. Sepertinya daging sapi yang kumakan tidak terlalu segar. Aku tidak akan bisa pergi hari ini.

So Ran : Aku tidak peduli apa yang kau lakukan, selama kau bersikap benar di depan Ah jung. Jangan pernah kau membiarkan dia tahu situasi kita.
Jae Bum : So Ran..
So Ran : Pergi dan ganti baju!

Ah Jung bergumam dengan senyum kemenangan, ” Itu sempurna, sempurna. Ini sangat sempurna! Meskipun memalukan, bahwa suami tidak ada di sini, tapi tidak apa-apa. Semuanya sempurna.”
Tapi, gimana selanjutnya.. Yang engga diharapkan malah datang.
Ah Jung engga mengharapkan kedatangan Ki Joon, tapi Ki Joon malah datang.
“Kenapa. . . Kenaapa kau di sini?” tanya Ah Jung heran.
“Apa maksudmu kenapa, ini adalah rumahku?” jawab Ki Joon.
Sebaliknya, Yoon Joo yang mengharapkan Ki Joon, malah Sang Hee yang datang.
“Apakah Kau kecewa bahwa yang datang bukan  Hyung?” ucap Sang Hee saat melihat Yoon Joo terkejut.
“Silakan masukkan.” sapa Ki Joon.

 

 “- Hello. – Hello. Wow, sangat tampan.”
Semua teman Ah Jung terpesona pada Ki Joon. Tapi gimana Ki Joon di mata Ah Jung?
Ah Jung malah sama sekali engga menyadari ketampanan Ki Joon. (Dasar Ah Jung nggak nyadar punya suami guanteng…!!!)
Daaan pesta pun dimulai!!
Ki Joon dan Ah Jung dengan sukses berpura-pura menjadi pasangan mesra yang harmonis.

 

Siapa yang paling jealous? Tentu saja So Ran.
“Haruskah aku bantu?” tanya Ki Joon.
“Kenapa?” Ah Jung aneh dengan sikap baik Ki Joon.
“Apa maksudmu kenapa? Aku suamimu.”
“Kenapa Kau melakukan ini? Ini menakutkan. Apa yang kau lakukan sekarang?”
“Ber-acting. Ini adalah panggung. . . dan aku bukan actor yang buruk, Kau tahu.” jawab Ki Joon.
“Semuanya, mari kita makan.”
Dan suap-suapan yang dramatis pun terjadi. hahaa..

 

Apa yang ngebuat Ki joon ngerasa simpati pada Ah Jung?
Saat Jae Bum mengatakan kalau, “Ibu Ah Jung meninggal saat usianya masih sangat kecil.”
“Oh God! Jika itu yang terjadi. . . Kami tidak tahu. . Kapan ibumu meninggal?” tanya teman Ah Jung.
“Ketika aku berada di kelas tiga.” jawab Ah Jung.
“Kemudian, dari waktu itu, Kau mulai melakukan pekerjaan rumah tangga?”
“Tidak, hanya. . sedikit, hanya sekedar membantu ayahku saja.”
Ah jung mengalihkan pembicaraan, bagaimana kehidupan kalian? Bagaimana suamimu? Mereka mengeluh, suaminya hanya baik setelah 3 bulan pernikahan. Tapi itu semua bohong. Bla..bla..Selama itu Hyun Ki Joon terus memandangi Ah Jung.
Ah Jung pergi ke kamar mandi. Aku ini kenapa? Aku pasti sudah gila.
Ah Jung akan keluar saat Jae Bum masuk ke dalam. Ah jung!
Jae Bum memohon pada Ah Jung untuk tidak mengatakan tentang perselingkuhannya pada So Ran.
“Ah Jung!”
“Oh! Sunbae. . .”
“Ah Jung! Aku mohon padamu! jangan bilang istriku. Jika Kau katakan padanya, aku benar-benar akan mati. Ah Jung!” pinta Jae Bum.
“Jangan khawatir. Aku tidak berencana untuk memberitahunya.”
“Benarkah? Sungguh, benar?”
“Anyways,  ini adalah masalah antara Kau dan So Ran.”
“Kau benar-benar tidak akan mengatakan apa-apa!”

 

“Wow, Ki Joon di kiri dan di kanan Jae Bum. Itu luar biasa, Gong Ah Jung.” seru teman-teman Ah Jung.

Ah Jung duduk dan Jae Bum secara tidak sengaja duduk di sampingnya. So Ran melotot dan Jae Bum langsung pindah ke sisi istrinya.
Jae bum salah tingkah dan tiba-tiba berseru : menyanyi! di hari baik seperti selamatan rumah ini, kalau tidak menyanyi akan membosankan!

Jae Bum ingin mendengar suara Hyun Ki Joon kalau menyanyi (wow blom tahu dia..Kang Ji Hwan adalah penyanyi!)
Ah Jung tidak enak dan berkata untuk melepaskan Ki Joon.

Tapi Jae Bum justru berkata : Dia tidak bisa menyanyi.
Ah Jung berdiri untuk menggantikan Ki Joon menyanyi. Ki Joon juga berdiri, kita menyanyi bersama.
Ah Jung kaget, ia takut suara Ki Joon fals, apa kau benar2 bisa menyanyi?

Ah Jung memilih lagu, tapi Ki Joon menolaknya, bukankah lagu itu sudah kuno? tunggu..
Ki Joon memilih lagu, bagaimana kalau ini? Ah jung tahu, tapi ia tetap cemas, kau tidak mau mempertimbangkan lagi?

Akhirnya keduanya menyanyi. Ki Joon tersenyum dan bahkan memandangi Ah Jung. Ia teringat saat bertemu Ah Jung.

Tiba-tiba entah kesambet apa. Hyun Ki Joon menjatuhkan mike-nya dan mendekati Ah Jung.

Ki Joon mencium Ah Jung …di depan teman2 Ah Jung. Jae Bum menunduk, ia kikuk, oh kemana aku harus melihat..
Ah jung menjatuhkan mike-nya dan mereka tetap berciuman sampai lagu habis….

So Ran justru memandang tajam keduanya.

bersambung….

 

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s