Sinopsis Secret Garden episode 10


Secret Garden episode 10

Dibuka dengan perkataan Oska, 25 th lalu aku berusia 10 th, 15 th lalu aku berusia 20 th, 5 tahun lalu aku 30 th, dan 5 tahun sudah berlalu tapi aku masih merasa seperti anak usia 10 th.

Ra Im : Kau bukan anak kecil, anak kecil selalu berkata “aku ini kakak”(hyung)
Oska : Kau lebih mengesankan dari yang kukira.
Dan Ra im tersipu dan menarik kakinya kebelakang. Oska menyadarinya.
Tiba-tiba, sebuah suara merusak suasana itu, ini benar2 foto yang bagus.

Episode 10

Oska ke Joo Won, apa kau baru sadar? lalu Oska tanya apa Ra Im punya rencana ketemu Joo Won. Ra Im berkata ia sudah mengatakan pada Joo Won dengan jelas (untuk tidak muncul lagi) jadi dia pasti kepala batu atau memang sangat menyukaiku.
Oska senang dengan sebutan Ra Im untuk Joo won. Lalu Ra Im komen, apa itu, baju dalam bibi-bibi?

Joo won : Baju dalam bibi-bibi? kau benar2 tidak tahu, ini dijahit oleh perancang Top dari Nambour Perancis, ia menjahit tiap bunga dan detilnya satu demi satu…

Oska sudah bosan dengan ocehan Joo won dan ia pamit pulang. Ra Im dengan manis berkata Oppa, hati-hati di jalan.

Oska : Baik, Ra Im-ku, sampai jumpa lagi dalam mimpi kita. Lalu ia bicara sendiri dan mencemaskan Joo Won, ada apa dengan orang itu?

Ra Im lalu jalan turun dan tidak mengacuhkan Joo Won. Joo Won mengikutinya, bagaimana denganku, kenapa kau tidak mengatakan apapun padaku?
RA Im berkata, kau juga hati-hati di jalan.
Joo Won : Apa aku kelihatan seperti seseorang yang tidak hati2? jalanan yang seharusnya hati2, hei! lihat sini Gil Ra Im!

Joo Won protes kenapa Ra Im tidak pernah memanggilnya Oppa, dia kan 4 tahun lebih tua dari Ra Im, HEI! Ra Im masuk dan membanting pintu tepat di depan muka Joo won.

Joo Won : Membanting pintu di muka seseorang, dari negara mana perilaku seperti itu? Mengapa kau tidak bisa melihat kalau aku bisa saja terluka karena hidungku lebih tinggi dari yang lain, kenapa?
Joo Won : Hei! Gil Tang ja! (Gil dari marganya dan Tang ja seperti kata jeruk, aku sih taunya tangkue hue hehehe)

Ah Young tanya apa ada orang di luar? Ra Im menjawab itu gonggongan anjing tetangga.
Ah young : Apa anjing itu menggonggong, hei, Gil Tang ja?
Kau dengar ya? tanya Ra Im. Apa itu CEO dan kenapa dia datang, dan tidak masuk ?
Ra Im berkata tidak tahu.

Lalu Ah Young memberikan paket buku untuk Ra Im. Ternyata Ra Im pesan buku, ia menjelaskan kalau ia pergi ke rumah seseorang dan melihat perpustakaan yang besar sekali. Saat ia melihat buku2 itu ia bertanya-tanya apa orang itu membaca semua buku-buku itu.
Dari semua itu, mana buku kesukaan-nya, ketika ia membacanya, apa yang ia pikirkan dan apa yang ia rasakan. Aku ingin tahu tentang itu.

Ah Young : Jadi kau membeli buku-buku yang ia baca?

Ra Im : Karena aku ingin tahu apa yang ada dalam hatinya. Bagaimana perasaan-nya sebenarnya yang tidak ku ketahui, aku mungkin akan menemukannya dari judul2 buku ini,

Judul-judul buku Ra Im disorot dan seperti yang terjadi pada Joo Won, daftar judulnya seperti menggambarkan siapa Ra Im bagi Kim Joo Won

Alice in Wonderland
Seperti kisah dongeng
Malam dimana galaksi melalui galaksi
(Dia melihat) Seorang pria berdiri
Melankolis yang menyedihkan
Dia jalan dalam nostalgia

Joo won pulang dan menemui Oska, ia pasti tidak serius dengan apa yang ia katakan pada Ra Im.
Oska membalas, kenapa tidak? apa kau tulus pada Ra Im? apa kau bisa bertanggung jawab atas perasaanmu sekarang?

Joo Won : Tanggung jawab? tanyakan padaku sesuatu yang pantas (untuk kau tanyakan). Apa kau juga bertanggung jawab untuk semua wanita yang kau temui?

Oska : Itulah mengapa aku punya mulut jelek. Wanita yang kutemui meskipun mereka membawa tas dengan peniti ketika talinya putus, mereka tidak naif untuk menyadari orang seperti apa kita ini, mereka tidak sepolos itu. (seperti Ra Im)

Joo Won : Kenapa kau menyinggung itu?
Oska : Lihat? jika kau tidak bisa menerima ini, apa yang akan kau lakukan ke depan? Apa kau bisa melepaskan semua yang kau miliki?
Joo Won : Haruskah aku melepaskan-nya?

Oska : Tidak perlu, kau hanya perlu melepaskan Gil Ra Im. Simpel, apa kau tahu apa bedanya bibi, ibuku, dan semua istri konglomerat? Meskipun mereka membayar pajak untuk warisan, mereka tidak akan memindah namakan kediaman mereka (kepada kita) sementara mereka masih hidup. Kenapa? Agar kau dan aku mendengarkan apa kata mereka. Apa kau bisa menang melawan ibumu?

Joo won : Tidak ada pembenaran untuk memenangkannya, bagaimana aku bisa?

Oska : Mungkin tidak ada tapi aku bertaruh itu karena kau tidak punya alasan untuk itu. Bagimu, pernikahan adalah bisnis terbesar dalam hidupmu sama seperti merger dan akuisisi. Kuharap kau mengerti. Jadi kau tidak punya hak untuk mempersulit Ra Im kalau hanya untuk main-main. Kau tidak punya hak.

Oska belum selesai, dan kau, di resort, kenapa kau memegang tangan Seul? kenapa kau melakukan itu?
(Aku ingat kata2 Ha Jae Kyung, “Apa kau tahu? aku jatuh cinta pada tunanganku! itu hebat kan?” dan Jan-di seperti what? yah untuk mereka memang susah benar2 mencintai pasangannya, karena marriage is a big business)

Joo Won : Aku sudah bilang itu bukan diriku.

Oska tidak percaya, kalau bukan Joo won lalu siapa? hantu? Apa sebenarnya niatmu menikahi Seul. Kau main2 dengan Ra Im sedikit dan mencampakkan-nya, kau ini brengsek. Kedua wanita itu terlalu baik untuk diperlakukan seperti itu.

Joo won kembali ke kediaman-nya sendiri dan menempelkan kembali sobekan peta yang digambar Ra Im. Lalu menulis “pengecut” di atas peta untuk rumahnya, “rumah Kim Joo won pengecut cerewet.” sambil merenungkan kata2 Oska.

Ra Im membaca Alice in wonderland.

Joo Won jalan di terasnya lalu ada tulisan di layar, semua judul buku yang dibeli Ra Im.

Direktur Im Jong Soo membaca skenario dalam bahasa Inggris dengan keras, ia merekam-nya : adegan 102, di ruang terbuka, malam hari. A bloodstained Jean stands before a masked assassin, bla, bla lalu ia memberikan rekaman itu untuk Ra Im. Dengarkan ini setelah latihan. Setelah latihan.

Ra Im senang sekali, baik Tapi ketika Jong Soo jalan pergi, Ra Im langsung mendengarkannya dan para sunbaenya teriak, direktur, lihat dia! dia mendengarkannya sekarang!
Jong Soo senyum dan dengan bercanda ia teriak, ini karena dia tidak disiplin! disiplinkan dia.

Ra Im teriak senang, Direktur, kapan kau merekam ini? terima kasih banyak!
Para sunbaenya melihat Ra Im : Bagaimana cara mendisiplinkan dia? apa kita sama2 saja? Buat dia mengepel lantai!

Joo won juga mengawali hari dengan cukup normal, ia menempel peta itu di dekat tempat tidurnya.

Joo won mengenakan pakaian dan menemukan instruksi Ra Im, bagaimana mengikat dasi, itu di dapat Ra Im dari internet, bagaimana mengikat dasi dengan gaya, atau paling tidak seperti cara Joo won.
Joo Won merasa sedikit menyesal.

Manager Oska dan tim-nya berusaha mendandani Oska dan membujuknya datang ke acara tanda tangan. Tapi Oska tidak berani.

Seul menata rambut bersama teman-nya. Teman Seul berkata Oska keterlaluan kalau ia mencurigai Seul dan heran di saat seperti ini bagaimana Seul bisa menata rambutnya.
Seul : Kecuali negara dalam keadaan bahaya atau orang tua meninggal, jika seorang wanita tidak memikirkan tata rambutnya maka ia bukanlah wanita, seorang wanita harus menjaga penampilan apapun yang terjadi. (unbelievable)

Seul mendapat telp dan sepertinya ia menemukan orang yang ia cari.

Acara jumpa fans Oska sedikit sepi, tidak seheboh episode awal tapi mereka tetap mendukung Oska dan berteriak kami mencintaimu. Oska berkata ia bukan plagiat dan ia minta fans-nya percaya padanya. Oska merasa lebih baik.

Oska berkata ia akan memberikan tanda tangan bukan sebagai penyanyi tapi sebagai pria bernama Woo young. Lalu antrian fans yang ingin tanda tangan.

Seul tiba2 muncul di antrian dan ia menyodorkan kertas, aku tidak percaya padamu Oppa. Kau tidak percaya padaku juga kan? Tapi aku tetap fan-mu. Untuk Yoon Seul, kuberikan cinta abadiku padamu…tulislah seperti itu, kumohon.

Oska tertegun dan ia menulis, untuk Yoon seul, karena mencintaiku selama waktu itu. Ku ucapkan terima kasih. Dec 2010. Oska.

Yoon Seul kembali ke mobilnya dan membaca tulisan Oska lalu menangis. (Oska menulis Woo young untuk fans-nya tapi Oska untuk Seul, karena Seul tidak percaya pada Choi Woo young)

Joo Won pergi nonton opera dan ia membeli kursi di samping kanan kirinya, padahal harganya 250 ribu Won (Rp 2,5 juta) kecil sih buat Joo won. Agar ia bisa menggunakan semua pegangan kursinya. Dasar…
Tapi Joo won tidak bisa konsentrasi menikmati opera. Ra Im imajinasi muncul di sampingnya.

Ra Im pindah2 dari satu sisi ke sisi lain, setiap kali berganti baju, dan juga apa yang ia bawa. Ia muncul dengan tas berpeniti, vacuum cleaner, dan amplop uang.

Sekretaris Kim tanya bagaimana pertunjukannya tapi Joo Won bilang ia tidak bisa konsentrasi, lain kali pesankan kursi satu baris penuh. Kim heran, satu baris?
Joo won tanya apa ada yang akan kau laporkan?
Kim : Ini adalah informasi untuk presentasi di Bisong Far East, besok pagi.

Joo Won kaget, kenapa kau baru mengatakan-nya sekarang? aku sudah lama tidak membentak-mu ya jadi sekarang otakmu mati, iya kan?

Joo won marah2 apalagi ketika melihat tanda tangan bentuk hatinya, apa tanda tangan bentuk hati ini masuk akal? Apa ia pikir ia itu benar2 Kim Tae Hee atau apa?

Lalu Joo Won memberikan presentasi mengenai konsep resort baru : Sampai hari ini, konsep umum resort adalah ski, golf, dan semua aktivitas menyenangkan lainnya. Orang pergi ke resort untuk istirahat, tapi seringnya mereka pulang dengan kondisi kelelahan.
Jadi, ini konsep yang ku pikirkan, “Aku ingin pergi ke sana.” Jadi resort ini dibangun di pegunungan diantara hutan tapi kita tidak akan mengganggu setiap pohon, kita biarkan saja bentuk aslinya.

Tuan Park menyadari kalau Kakek Joo Won datang tanpa pemberitahuan dan mengawasi Joo won. Sedang Joo won tidak tahu kalau ia diawasi. Tapi Tuan Park membual dan menambahi setiap Joo won selesai memberikan penjelasan, seperti ia juga ikut merancang proyek ini.

Dokter Lee Ji Hyun datang ke rumah Joo won dan pelayan berkata kalau Joo won sedang jalan2. Dokter Lee tahu dan ia sudah menelepon Joo won. Pelayan menyajikan teh dan snack lalu pergi.
Joo won muncul dan minta Ji Hyun minum dulu, ia mau mandi karena kepanasan. Tapi Dokter Lee berkata ia harus pergi karena ada janji dan ia minta Joo won bicara padanya.

Joo Won : Apa ini? makan dulu.
Ji Hyun : Tidak aku ada acara, aku datang karena kau tidak pernah meneleponku, kau tidak kehabisan obat kan?

Joo Won baru sadar kalau ia tidak minum obatnya. Ji Hyun heran, kau tidak minum obat? Joo Won lebih heran lagi, bagaimana ia bisa, bagaimana aku bisa tidak minum obat dan tidur di kamar korek api itu?
Ji Hyun : Kau pergi ke satu tempat?
Joo won tidak mungkin berkata pergi ke dalam badan Ra Im kan, nanti Ji Hyun justru mendaftarkan Joo Won ke RS lain hahaha…jadi ia berkata tidak, bukan apa-apa. Kukira aku tidak perlu minum obat lagi.

Joo Won : Tapi aku ingin tahu, apa kebanyakan orang melepaskan sesuatu dalam hidup mereka untuk mendapat yang benar2 mereka inginkan?
Ji Hyun : Tentu saja. Karena apa yang mereka inginkan biasanya diluar kemampuan mereka.

Joo Won : Tidak bisa dipercaya. Apa kau bilang kalau wanita itu diluar kemampuanku?
Ji Hyun : Wanita itu?

Bel berbunyi, ternyata Ra Im mengirim semua barang2 mewah yang dibeli Joo Won untuk kamar Ra Im.
Joo Won : Ah gadis ini, benar2, apa ia harus bertindak kuno dan jelas seperti ini?

Ji Hyun menghela nafas dan melipat tangannya, memandangi barang2 itu, kau mungkin tidak tahu ini, tapi apa kau tahu betapa beratnya bagi seseorang yang tidak punya banyak, untuk jadi kuno dan jelas seperti ini? Kebanyakan wanita akan menerima ini semua dan menghilang. Kau mengerti? wanita itu diluar jangkauan-mu.

Pengarang lagu yang sudah menjiplak itu mengirim surat permintaan maaf dan nama Oska dibersihkan.
Oska ingin mencari Tae Sun dan minta maaf sebelum ia meninggalkan Korea.

Ternyata Tae sun bertemu dengan Yoon Seul. Tae sun adalah pengarang asli lagu yang menyebabkan keributan itu.
Seul : Ketika kau di London, teman-mu menampungmu dan memberimu makan. Kau menulis lagu untuk mereka sebagai bayaran, dan seorang penulis lagu Korea menjiplak-nya.

Seul ingin mengikat kontrak dengan Tae sun. Seul bahkan sudah membawa kontraknya, apa kau mau melihatnya? rumah, studio, dan mobil. Jika ada hal lain yang kau inginkan, kau bisa mengatakan padaku.
Tae sun tidak tertarik, aku tidak bisa cocok dengan pengusaha seperti dirimu, aku akan pergi.

Seul berkata kalau ia menyukai lagu Tae Sun, dan aku punya banyak uang. Buatlah musik yang kau inginkan, aku akan menolongmu.
Tae Sun : Kenapa? kenapa kau ingin membantuku?

Seul : Karena kau masih muda, kau mungkin tidak tahu, tapi tidak mudah menemukan orang yang bisa mengenali apa yang kau miliki di dalam sana. Han Tae sun yang tidak dikenal siapapun, Ssun, yang tidak dilihat orang. Aku mengakui apa yang ada di dalam dirimu. Bukankah itu sudah cukup sebagai alasan-nya?

Salju mulai turun dan kediaman Joo Won diliputi salju, keren, Joo Won membaca Alice in Wonderland dan teringat ketika ia melakukan sit up beberapa kali sampai hampir mengenai muka Ra Im.

Joo Won duduk sendiri di sofanya dan main2 dengan aplikasi Smurf-nya, ia berkata Oh Kim joo Won-ku, apa kau tahu aku menantikan telp-mu? dan Smurf itu langsung menirukan suara Joo Won. Ya memang kesepian kawan ini…
Joo Won : Aku merindukanmu
Smurf : Aku merindukanmu

Joo Won : Kim Joo Won, aku akan menjadi Catwoman abadimu hahahaha
Smurf : Kim Joo Won, aku akan menjadi Catwoman abadimu hahahaha
Joo Won : Apa kau tidak bisa melakukan ini? Gil Ra Im ssi…
Menyedihkan memang hahaha…ia ingin Gil Ra Im mengatakan itu padanya.

Joo Won jalan-jalan dengan menggunakan payung dan ada petugas pengiriman barang, mereka ingin mengirim game edisi terbaru ke rumah Choi Woo Young.

Joo Won sadar itu game mobil terbaru dan mereka berkata Choi Woo Young adalah orang pertama yang memilikinya di Korea.

Joo Won berkata ini bukan rumah Oska dan menunjukkan rumahnya sendiri, jadi petugas itu mengirim game mobil itu ke rumah Joo Won, ingat Kim Joo Won harus selalu jadi yang pertama dasar..

Oska masuk ke rumah Joo Won dan marah2, ia sudah menunggu 3 bulan untuk game itu. Joo Won minta Oska menunggu 3 bulan lagi untuk pesan yang lain. Oska tidak sudi, aku akan panggil sopirku dan mengambilnya kembali, jangan menyentuhnya dan pergi dari situ!
Joo won : Baik, lakukan yang kau inginkan, tapi kau lebih baik menghindari kak Dong Gyu.
Joo Won mengancam Oska kalau ia akan memberikan foto2 Oska dengan Char Rin pada manager Oska itu.

Mereka seperti anak laki usia 10 th yang rebutan mainan baru, sigh…Joo Won berkata kalau Oska meninggalkan game ini disini, ia akan memberikan original (foto) nya pada Oska.

Mereka membicarakan masalah lagu yang dijiplak itu, Oska berkata tidak sia-sia ia hidup dengan layak selama ini. Meskipun Tuhan mengujinya, Tuhan tidak menyiksanya lama-lama.
Oska mengingatkan Joo Won: Kau juga harus hati2
Joo Won : Kenapa?

Oska : Gil Ra Im, jika kau benar2 menyukai Gil Ra Im, maka hentikan adegan Lovers in Paris-mu dan kembali ke alam nyata. Itu yang benar. Apa kau akan jadi Lovers in Dept store atau apa?

Joo won berkata ia sudah memutuskan. Ia akan putus dengan Ra Im. Oska kaget, kau serius?
Joo Won : Tapi..nanti. Aku akan putus dengan-nya nanti, aku tidak bisa sekarang.
Oska : Kenapa?

Joo Won : Aku sudah memikirkan-nya dari berbagai sisi. aku menyukai wanita itu, jadi aku akan menemuinya seperti tidak punya harga diri, sekarang semuanya memusingkan dan mengagumkan tapi jika aku terus menemuinya, dia akan menjadi wanita biasa, sama seperti 9 dari 10 wanita. Tidak akan terbakar karena melihatnya. Tidak dingin, tidak panas, wanita seperti itu, paling lama 3 bulan. meskipun aku menemuinya selama 3 bulan, tidak akan terjadi apa-apa dengan warisanku.

Oska : wah, benar2 brengsek. Aku akan mengatakan-nya pada Ra Im.

Joo won : Ia sudah tahu, kalau ia tidak bisa menjadi yang lain kecuali Little Mermaid, melihat kepribadian-nya aku pikir ia bukan tipe wanita yang akan selalu bergantung padamu, dan akan mudah putus dengan-nya.

Oska : Menurutku, kau-lah yang tidak akan bisa putus dengan mudah. (I love you Oska…)

Joo Won : Aku?

Lalu dimulailah serangkaian kunjungan Kim Joo Won untuk menemui Gil Ra Im, seperti katanya, aku akan menemuinya terus seperti orang tidak tahu malu.

Pertama,
Joo Won pergi ke sekolah aksi dan menyalahkan Ra Im karena ia jadi tambah gemuk ketika Ra Im ada di dalam tubuhnya. Kata Joo Won, ketika Ra Im belum masuk ke dalam tubuhnya, perutnya berbentuk six-pack, tetapi sekarang mana? hilang!
Joo Won : Karena perutku tidak seperti dulu, bajuku tidak bisa jatuh dengan benar, singkirkan lemak ini.

Ra Im : Dasar gila.

Kedua,
Joo Won datang membawa sekotak celana dalam miliknya yang dipakai ketika Ra Im ada di dalam badannya.
Ini adalah celana yang kau cuci dengan tangan dan kau keringkan, pakai saja.

Ra Im kesal : Kenapa aku harus memakainya?
Joo won mengamati badan Ra Im, sepertinya pas, apa masalahnya?
Ra Im murka dan teriak, singkirkan ini dari hadapanku!

Ra Im mengambil satu dan menunjukkan pada Joo Won, celana hitam dengan bling2 emas, astaga..Joo won memang maniak bling2, “dan ini..ini bukan sesuatu yang kukenakan.”

Joo Won malu dan ia cepat2 merebut celana itu, ah maaf, sepertinya tercampur. tercampur.
Joo Won mengantungi celana itu dan berkata bagaimapun, ini milikmu. Dibandingkan yang biasanya kau kenakan, yang ini terlihat lebih pantas dan bagus.

Ra Im meledak : Dasar gila!!!

Ketiga,
Joo Won menemui Ra Im lagi, “Ayo tanggung jawab.”
Ra Im teriak, apa lagi kali ini?
Pelan-pelan Joo won berkata : Aku konstipasi. (susah BAB)

Ra Im tidak bisa berkata apa-apa lagi. Joo Won menambahkan, apa yang kau masukkan ke dalam tubuhku?
Joo Won teriak, makanan seperti apa yang membuatnya tidak mau keluar? buahahaha…kali ini gila ..

Joo Won terus saja berteriak pada Ra Im dan bahkan ia mengepalkan tangannya untuk menggambarkan betapa sulitnya, “Benar2 tidak bisa keluar!” Bagaimana kau mengatasi situasi ini?

Ra Im tersudut, Apa kau punya bukti kalau aku melakukan itu?
Joo Won teriak lagi pada Ra Im : Bagaimana aku bisa memberikan bukti padamu? Kau ingin aku membawa-nya padamu?

Ra Im menggeleng marah, kau brengsek!!

Ke-empat, yang paling fenomenal sampai jadi poster konser.

Ra Im ada di cafe dan ia sedang menikmati latte-nya, situasi aman terkendali dan Ra Im membaca skenario sambil melatih tinjunya di tengah sinar mentari yang hangat.

Tiba-tiba..Kim Joo won duduk di depan-nya! haiya..
Ra Im sudah lelah, ia langsung bicara, ada apa lagi kali ini? Joo Won diam saja. Ra Im mengulang, ada apa?

Joo Won menjawab dengan perlahan, saham dept store kami turun.
Joo won : Berita kalau CEO-nya dungu pasti sudah bocor.
Ra Im seperti sadar, tunggu, apa maksudmu ini juga karena aku?

Joo won menjawab dengan tenang, kau tidak berpikir itu bukan karena kau? Bukankah aku dengan spesifik berkata jangan menyetujui apapun? Tapi dengan kekeras kepalaan-mu kau menandatangani dokumen2 itu? Ini tidak pernah terjadi padamu, kalau satu tanda tangan akan mempengaruhi harga saham, iya kan? Ini posisiku dan akibat tanda tangan hatimu itu. Apa kau sekarang menyadari apa yang sudah kau lakukan?

Ra Im merasa bingung, lalu apa yang bisa kita lakukan? aku melakukannya karena Sekretaris Kim mengatakan itu penting.
Joo Won berkata karena itu ia akan memecat sekretaris Kim. Ra Im kaget, apa? bagaimana kau bisa melakukannya?

Joo won senyum, kau tidak mau aku melakukannya? Baik, sebagai imbalan-nya, mulai sekarang aku akan datang kesini kapanpun aku mau dan setiap kali aku datang, aku berharap kau menyambutku dengan cinta dan rasa terima kasih dengan kebahagiaan dan kegembiraan, kau akan menemuiku, bagaimana?

Ra Im : Omong kosong! aku bisa menyambutmu dengan pukulan dan cacian. Mulai sekarang, kau ingin mendapatkan contohnya hari ini?
Joo Won : Jadi tidak masalah memecat Sekretaris Kim?
Ra Im : Pria kurus, coba saja.

Ra Im membuat gerakan mengancam dengan menyorongkan cangkir kopinya ke arah Joo won seperti akan menyiram-nya. Joo Wo serta merta menyilangkan tangan di depan dadanya.

Joo Won : Marah-lah dengan ku! dengan aku! Bajuku salah apa?
Ra Im : Dasar gila.

Lalu Ra Im minum kopinya, tanpa sadar meninggalkan sedikit foam di bibir atasnya hehehehe…

Joo Won terprovokasi, lihat itu, lihat itu, kenapa dengan gadis-gadis ini? kalian tidak melakukannya ketika diantara para gadis, kalian selalu melakukannya ketika diantara pria, mendapatkan krim di bibir kalian dan pura-pura tidak sadar kalau krim itu ada di sana..

Ra Im menyipitkan mata karena kesal, iss..dan Ra Im akan menghapus krim itu dengan lengan bajunya.

Dan secepat kilat Joo won menangkap tangan kanan Ra Im, “Ahh..kotor sekali”

Ra Im melihat ke arah Joo Won dengan terperanjat. Joo Won berdiri dan menahan pergelangan tangan kanan Ra Im dengan tangan kirinya, “Sini!” lalu menarik dagu Ra Im dengan tangan kanan-nya dan mencium Ra Im. yeah..lahirlah .. the foam kiss yang fenomenal itu ^_^

Ra Im menarik diri Joo Won dengan kaget, ia terpana, bisa dikatakan tidak bisa bereaksi sama sekali. Sedangkan Kim Joo Won hanya memberikan penjelasan ringan, apa? tidak ada tisue, apa kau lebih suka kubersihkan dengan bajuku? Meskipun ini buatan tangan, dijahit satu demi satu?

Ra Im masih belum bisa bereaksi normal, ia berusaha melepaskan tangannya dari pegangan Joo won. Ra Im seperti ingin memukul Joo won.

Joo Won memberi peringatan : Aku peringatkan kau. Mulai sekarang, jangan menggunakan kekerasan, jika kau menggunakan kekerasan padaku, beginilah aku akan membalasnya. Dengan kata lain, kalau Ra Im memukul atau menendang, maka Joo Won akan mencium hahahaha

Tim stuntman akan berangkat syuting. Ra Im masuk ke van dan Joo Won muncul lagi, ia juga ingin ikut. Ra Im mengusirnya dengan mendorong Joo won keluar dari mobil.
Ternyata Jung Hwan yang memanggil Joo won lalu menyuruh Joo Won masuk ke mobil.

Ra im protes, Joo won belum terlatih. Tapi Joo won membantah, aku ini cepat belajar. Jung Hwan mendukung, hari ini cuma lari dan jatuh, jika ia memang payah, kita bisa meninggalkannya di mobil. Ia ingin melakukannya, kenapa kita mencegahnya? (yah pasti dah dibayar ama Joo Won ya..)

Joo Won menjejalkan diri ke dalam van dan berkata ayo berangkat. Lalu berkata pada Ra Im, tapi apa kita bisa pergi sendiri? mobil ini jelek sekali.
Ra Im : Mulai sekarang, si brengsek yang bicara, akan kita lempar keluar.
Jung Hwan ; Brengsek? aku?

Joo won menunjuk JH dan berkata : ayo kita lempar dia keluar dan pergi dengan nyaman.
Jung Hwan kesal dan teriak ke Joo Won, ya! kau! Joo Won mendiamkan Jung Hwan dan nyengir ke arah Ra Im.

Mereka tiba di lokasi syuting, sepertinya lokasi SKKS, tapi lebih berantakan karena habis hujan jadi banyak lumpur. Joo won mengenakan kostumnya tapi ia tidak suka, apalagi ketika lihat kostum Jong Soo.
Joo Won punya tahi lalat besar di wajahnya dan wig belah tengah hahaha….

Jong Soo heran bagaimana Joo Won bisa ada di sini. Jung Hwan menjelaskan kalau ia pikir Joo won sudah menyerah tapi dia melihatnya mengganggu Ra Im terus di sekolah maka ia membawa Joo Won, ia mengaku ingin mendekatkan mereka. Jika berhasil, maka akan bagus sekali.

Joo Won tidak suka bajunya dan ia ingin tukar dengan kostum Jung Hwan tapi Jung Hwan membujuk Joo won jika Joo won tetap pakai baju itu maka ia akan mengajak Joo won terus.

Akhirnya syuting mulai dan Joo won harus jadi orang yang tertembak panah dan mati, tapi karena dimana-mana banyak lumpur,


Joo won tidak mau bajunya kotor, jadi ia ‘mati’ diatas tubuh rekannya yang lain.

Lalu Joo won harus berganti kostum dan menjadi pemberontak. Dia tidak mau bertempur dan ia bisa menakuti musuhnya. Tapi ia menusuk punggung pemimpin-nya sendiri karena pemimpin-nya yang jadi Im Jong Soo!

Sutradara teriak, cut! cut! hei! hei! hei! kau yang disana! apa yang kau lakukan? Mengapa kau menyerang pihakmu sendiri? Apa kau mata-mata?

Joo Won : Sorry..

Setelah syuting selesai, dia tanya apa ia bisa melihat adegan-nya lagi, Joo Won berkata jika dilihat dengan benar ia mirip Jang Dong Gun (bossnya Hyun Bin), aku hanya ingin melihat dengan cepat seperti apa aku di layar.
Tentu saja permintaan Joo won tidak ditanggapi, kau ini siapa? minggir!

Sutradara teriak lagi, tim stunt apa kalian masih belum siap?
Ra Im muncul dengan dandanan drama sageuk, maaf, kami siap. Joo Won memuji Ra Im, kau bagus mengenakan hanbok.

Ra Im ceritanya menjadi stunt untuk Ha Ji won dalam drama Damo, ia sebagai Chae Ok dan saat itu harus bertempur dengan Jong Soo yang berperan sebagai Sung Baek, kakak Chae Ok. Jadi ini pertempuran berat untuk Chae Ok, karena ia seorang Damo yang harus menangkap Sung Baek, kakak-nya sdr yang seorang pemberontak.

Joo Won terpana melihat adegan pertempuran Ra Im dan Jong soo, ia terpesona. Ra Im bertempur di tengah salju dan wajahnya tampak sedih karena Chae Ok memang harus merasa berat melawan kakak-nya sendiri.

Joo Won berkata dalam hati :
Ini sindrom Alice in Wonderland, ada semacam penyakit, kebingungan yang misterius, sepertinya melihat dari sisi yang salah pada kaca pembesar, seperti kau melihat dongeng hari demi hari.
Sindrome yang menyedihkan, pasti aku sudah menjadi korban dari sindrom seperti ini, jika tidak lalu mengapa setiap kali ada kesempatan bersama wanita ini, yang bukan siapa-siapa, menjadi cerita dongeng?

Ra Im mengambil foto dari para kru dengan kostum mereka. Joo Won mengeluh tentang makanan-nya dan ia minta agar Ra im tidak memakan-nya, jangan makan itu, makan-lah sesuatu yang hangat nanti.
Ra Im mengambil kembali makanan-nya dan tetap memakan itu karena ia masih harus syuting lagi.

Joo Won tanya dimana Jong Soo, ia pergi cari makan sendiri dan memberi kita makanan ini?
Ra im menjawab, Direktur pergi dengan tim untuk syuting adegan kuda yang berlari. Kenapa?

Joo Won berkata inilah yang ia maksud, kenapa kau harus kerja pekerjaan gila ini, dimana kau tidak bisa makan siang dan harus pergi dan syuting adegan tambahan?

Makan saja, kata Ra Im. Joo won masih belum bisa diam, ini tidak bisa dimengerti, kau tidak akan kaya atau terkenal, kau mungkin akan terluka atau mati, jadi kenapa kau harus melakukan pekerjaan seperti ini?
Demi kebanggaan sebagai aktor aksi? Tidak ada yang akan mengenali kalian, mereka hanya mengingat aktor utama-nya. Apa hebatnya kebanggaan itu? Apa aku salah?

Ra Im : Kau benar.
Tapi…kata Ra Im sambil menunjuk sunbaenya, orang ini akan mengingatku. Lalu satu per satu para stunt di sorot kamera. Dan aku akan mengingat mereka semua.

Joo Won : OK, tapi apa gunanya diakui oleh sedikit orang saja? apa ada yang berubah?

Ra Im balik bertanya, apa ada orang yang mengakui Joo Won, berapa banyak rekan yang mengakuimu? orang yang patah lengan dan retak kepalanya dan bukannya dirimu, lalu berkata padamu, untung bukan kau yang terluka, dan tersenyum, berapa banyak?

Joo won tidak bisa menjawab. Ra Im berkata inilah mengapa ia tidak suka Joo Won ikut.

Ra Im : Aku tidak tahu mengapa kau berpikir pekerjaan kami ini hanya lelucon, tapi ini adalah pekerjaan yang kami pilih. Ketika kami melakukan ini, hati kami bergelora, dan itulah mengapa kami melakukannya. Siapa kau berani menilai apa yang kami lakukan? Siapa kau itu?

Ok, itu membungkam Joo won dan…taruhan semakin membuat Kim Joo won tidak bisa melepaskan Little Mermaid-nya hahaha

Malamnya, semua anggota LAS termasuk Joo Won, minum2. Ra Im memanggang anju (kulit babi) dan memberikannya pada Jong Soo. Jong soo memuji Ra Im, ia bekerja dengan bagus, Ra im membalas, Direktur, kau juga hebat. Jong Soo minta Ra im juga makan.
Ra Im membagi anju untuk teman-teman lainnya, makanlah. Mereka dengan senang hati makan, ya, terima kasih.

Joo won dilewati terus, akhirnya ia mengangkat piringnya. Tapi Ra Im tetap tidak meletakkan apapun. Joo Won protes, kenapa kau melewatkan-ku?

Ra Im : Kau tidak tahu bagaimana makan makanan ini, bukankah kau bilang orang yang makan ini adalah orang jahat?

Joo Won : Aku memakan-nya atau tidak itu urusanku, jika kau menyajikan, bukankah kau punya tugas untuk tidak melakukan diskriminasi?
Ra Im : Bukankah kau yang bilang kalau perlakukan tidak sama dan diskriminasi adalah hal yang rasional dan akal sehat untuk jenismu?

Lalu seorang stunt heran dan tanya pada Joo Won, kau tidak bisa makan kulit babi? Pria macam apa kau yang tidak bisa makan makanan ini?
Joo Won : Siapa bilang aku tidak bisa memakan-nya? siapa? dan berkata makan ini baru dianggap pria..

Ra Im langsung menyuapkan sepotong kulit babi ke mulut Joo won, kau yang minta. Makan!
Joo Won menahan anju itu dalam mulutnya. Aku memakan-nya. Rasanya benar-benar..

Ra Im melihat ke arah Joo Won dengan galak dan membentak, kunyah! dan telan.
Jong soo melihat keduanya. Joo Won melihat ke arah Ra Im dengan marah, lalu meledak, Aku tidak mau! Aku akan melelehkan-nya di mulutku!

Ra Im melihat ke arah Joo won dengan perasaan malu, sementara seisi restoran meledak dalam tawa.

Joo Won sama sekali tidak terpengaruh, dan mengangkat tangannya meminta mereka melanjutkan aktifitas-nya, makan dan minum.
(Hyun Bin ini ahli membuat orang ketawa dengan muka serius hahaha..)

Ra Im tersenyum ke arah Joo Won dan Jong soo melihatnya, ia tidak suka.

Paginya…
Joo Won terbangun di atas tempat tidur Ra Im, ia menoleh ke samping dan menemukan Jong soo tidur di sampingnya! Joo Won teriak.

Ra Im lari2 dari dapur, apa? Joo Won memandang Ra Im dengan ketakutan, mengapa aku disini? apa kita bertukar lagi?

Ra Im minta Joo Won cuci muka saja. Joo Won masih bingung, kenapa ia ada di sini. Ra Im kesal, kenapa kau disini? ingat2 lagi.
Joo won mengeluh ia tidak ingat, aduh kepalaku…

Malam sebelumnya, Joo Won dan Jong Soo saling melihat dan terus saja menuang bir, mereka adu minum.
Joo Won sudah mabuk dan berkata ia akan sarapan dengan Ra Im, besok pagi.
Ra Im : Apa kau sudah gila, kenapa kau seperti ini?
Joo won : Benar, sekali kita sarapan bersama permainan usai.

Joo won bicara pada Jong Soo, aku sering menginap di rumahnya. Kau bahkan tidak tahu itu, jadi mengapa kau bicara…
Ra Im teriak, yah!!

Lalu ketika mereka bertiga ada di dekat rumah Ra Im, Joo won masuk ke dalam dan Jong Soo menariknya, mengapa kau kesana? tidak mungkin aku mengijinkanmu!

Joo Won : Lepaskan! Ini rumahku. Aku tidur disini. Aku mengenakan celana dalam-nya, aku memandikan-nya, Bahkan giginya, juga kusikat tiga kali sehari. gubrag!
Ra Im menampar Joo won dengan keras, apa kau tidak akan diam? apa kau benar2 ingin mati?

Jong soo minta Ra Im menyuruh Joo won pulang. Ra Im minta Direkturnya juga diam, keduanya kacau sekali dan rebutan masuk ke apartemen Ra Im.
Ah Young yang ada di tempat tidur kaget sekali melihat kedua pria itu menerobos masuk, ada apa ini?

Ra Im minta maaf pada Ah Young tapi dia tidak bisa menghentikan kedua pria itu. Jong soo berkata ia akan tidur di ranjang.
Joo Won : Silahkan. Aku akan tidur dengan Gil Ra Im.
Keduanya berkelahi dan akhirnya jatuh ke atas tempat tidur.

Joo Won dan Jong soo ada di atas tempat tidur dan keduanya masih bingung. Jong soo tanya apa ini rumah Joo won?
Joo Won puas, ah jadi kau tidak pernah ke sini sebelumnya? dan ini pertama kalinya?
Jong Soo : tentu saja.

Jong Soo melihat Ra Im menyiapkan sarapan, ia tanya apa perlu bantuan? Ra Im meminta Jong Soo duduk, kau perlu melenyapkan mabukmu. Joo Won ada di kamar mandi.

Tiba-tiba kepala Joo Won muncul dari kamar mandi, apa kau memindahkan sikat gigiku?
Ra Im malu : Mengapa kau mencari sikat gigimu di sini?

Joo Won : Apa kau bisa memberiku handuk biru itu dan bukan yang ini? Aku lebih suka itu.
Ra Im kesal, Joo Won pasti sengaja dan ia hanya berkata pada Jong Soo, ia pasti belum sadar benar.

Ketiganya keluar dari apartemen Ra Im. Tanpa sadar Oska ada di luar, Ra Im!
Semua melihat ke atas dengan kaget.
Joo Won : Apa yang kau lakukan disini?

Oska : Aku ingin berkata “surprise!” tapi kenapa si brengsek ini dan tuan ini keluar dari dalam rumahmu? Apa kalian bertiga main Go-stop?

Joo Won : Lalu kau, apa yang kau lakukan di rumahnya?
Oska mengaku ia ingin menculik Gil Ra Im. Ra Im, kenapa tidak menjawab telp-mu?
Ra Im : ah ya, sedikit ribut pagi ini.

Oska tersenyum, tidak apa, asal kau tahu, kau adalah wanita pertama yang tidak mengangkat telp dariku.

Oska minta ijin mengajak Ra Im pergi ia ingin konsultasi tentang latihan aksi. Ia perlu guru. Jong Soo mengijinkannya. Ra Im senang sekali dan pergi dengan Oska.

Joo won tidak mengerti, kenapa kau membiarkan-nya pergi?
Jong Soo : Lalu kenapa kau diam saja?

Joo Won : Kau bisa menggunakan kemampuan aksimu (untuk menggampar Oska?) dan aku akan menyediakan pengacara untukmu.
Jong Soo : Apa kita ini di pihak yang sama?
Joo won : Bersatu karena musuh yang sama, apa kau tidak tahu itu?

Oska mengajak Ra Im ke sebuah cafe dan ia minta bantuan Ra Im melatihnya karena Oska akan membintangi CF/Iklan.
Ra Im senang, sudah lama Oska tidak muncul di iklan. Kasus plagiat itu sudah selesai dan sekarang Oska akan syuting iklan.

Oska berkata jika Ra Im terus saja mengerti dirinya seperti ini, ia akan mulai memikirkan Ra Im di malam hari.
Ra im bercanda, malam yang mana? malam ini atau besok malam? agar ia juga bisa memikirkan Oska.

Oska lebih serius dan berkata jika mereka melakukan itu, maka mereka bisa langsung kencan. Ra Im mengaku ia tadi cuma bercanda.
Oska : Aku tahu, tapi sebenarnya, aku harus hati-hati sekarang karena aku mulai menyukaimu.

Ra Im tertegun tapi Oska berkata ah kita bicara pekerjaan saja.
Oska berkata dalam iklan ini ia diharuskan memanjat tapi ia sudah lama tidak pernah memanjat, kau bisa membantuku kan?

Ra Im bersedia, Oska hanya perlu latihan saja, karena sudah sering olah raga, cukup latihan intensif selama 10 hari. Oska setuju.

Lalu Ra Im menerima telp, dari Ibu Joo won! Ibu Joo won ingin bertemu Ra Im.

Hal pertama yang ditanyakan Ra Im adalah apa Ibu Joo Won sudah menerima uangnya kembali? Ibu Joo won marah, ia pikir Ra Im main2 dan berkata uangnya kurang.

Ibu Joo Won : Apa maksudmu uangnya terlalu sedikit? Atau apa kau minta pembayaran bulanan? Kau benar2 seorang gadis yang tidak bisa kumengerti. Mengapa anak-ku harus membayar kembali uang yang sudah kau habiskan? Memangnya anakku ini dompetmu?

Ra Im : Bukan seperti itu, kau mungkin susah untuk percaya, aku benar2 tidak menerima uang itu.

Ibu Joo won : Oh benar, kau tidak menerima uang itu? mengapa? saat kau keluar untuk mengambil uang itu apa kau meninggalkan rohmu di rumah? Karena kau tanpa malu mengambil uang itu, meskipun kau tidak punya harga diri, aku pikir paling sedikit kau akan menepati kata-katamu, tapi apa sebenarnya rencanamu untuk terus menemui anak-ku?
Jika kau mendapatkan uang itu, kau seharusnya meninggalkannya atau minta lagi (kalau kurang) dan pergi selamanya, apa kau bahkan tidak punya etika bisnis?

Ra Im : Kata-katamu terlalu kasar.
Ibu Joo Won : Itu benar.
Lalu Ibu Joo won meraih gelas air dan menyiramkan-nya ke arah Ra Im, tapi ini Gil Ra Im, action-stunt, tentu saja Ra Im dengan mudah menghindarinya.

Anehnya Ra Im sadar apa yang ia lakukan dan minta maaf, maaf, ini sudah kebiasaan (reflek). Lalu ia meletakkan gelas air yang lain di depan ibu Joo Won dan berkata, kita coba lagi. Hahaha..aku tidak tahu harus marah atau ketawa lihat Ra Im.
Ibu Joo Won pun bingung, bagaimana bisa ada orang seperti ini..

Kim Joo won datang, apa yang kau lakukan sekarang? Ibunya menjawab dengan sadis, apa kau tidak bisa melihatnya? Aku tidak bisa berdiri saja dan melihat.

Joo won : Mengapa? untuk apa? Ibu, kau tidak punya alasan untuk bersikap seperti itu dengan-nya.

Ibu JW : Kim Joo Won, apa yang kau lakukan pada ibumu di depan gadis ini?

Joo Won : Karena kau membuang energi untuk hal tidak berguna.

Dan Joo Won mengatakan hal yang tidak bisa dipercaya tapi realistis menurutnya :
“Aku tidak bilang akan menikahi wanita ini. Mengapa kau memanggilnya ke sini dan membuatnya (seperti) bintang drama sampah murahan? Jika aku pernah bilang aku tidak bisa hidup tanpa dirinya, maka kau bisa ikut campur dan menghentikan-ku. Sekarang, ini hanya untuk sementara. Kau bahkan tidak bisa menunggu sebentar saja?”

Ra im memandang ke arah Joo Won dengan pandangan yang tidak bisa di-definisikan, ia pasti marah, tidak percaya, kesal, muak, sebel, jengkel, dan berjanji akan mencincang Joo Won kecil-kecil terus dimasukkan ke dalam rebusan sup hahaha…biarpun misalnya Joo Won mengatakan ini diluar hati nuraninya yang sebenarnya.

 

Bersambung ke episode 11…………..

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s