Sinopsis Secret Garden Episode 3


Secret Garden episode 3

Joo Won menarik Ra Im dan mengumumkan pada semua kalau ia adalah fans Ra Im. Membuat sutradara syok. Rekan2 Ra Im juga melongo, Ra Im bingung sekali.

Joo Won meredakan suasana dengan mengundang semua kru dan casts untuk makan di resto dept store-nya. Sutradara dengan senang hati menyambutnya.

Para kru dan cast duduk dan mulai makan bersama. Ra Im duduk di sebelah sunbae-nya dan tidak makan apa-apa. Sunbaenya berbisik, sebenarnya ada apa ini? Ra Im tidak bisa menjawab, ia juga bingung.

Joo won dan sekretarisnya muncul dan memberi salam. Ayo, silahkan makan, makanlah dengan puas. Semua kru mengucapkan terima kasih.
Joo Won jalan ke arah Ra Im sambil berkata, aku tidak ingin mengganggu kalian, tapi aku ingin meminjam dia sebentar. Joo won berbicara sambil menarik tangan Ra Im. Ayo, kau makan denganku di kantorku lt.9.

Ra Im berusaha melepaskan diri, tapi Joo won jalan sambil menarik Ra Im. Rekan2nya bersorak. Joo Won senyum-senyum saja dan pergi. Park Chae Rin mendengus, seleranya terhadap wanita benar2 aneh. wanita itu sungguh penuh taktik. Tapi sunbae Ra Im menyindir, Park Chae Rin lebih penuh taktik.

Joo Won membawa Ra im ke atas, masuk ke kantor pribadinya. Ra Im tertegun melihatnya. Ada meja penuh hidangan enak dan mewah, lengkap dengan bunga dan lilin. Joo Won berkata ia tidak tahu apa yang disukai Ra Im dan ia tanya pada Ah Young, yang memberi saran untuk menyiapkan banyak hal. Jadi Joo Won menyiapkan ini.’
Ra Im akan duduk dan Joo Won menarikkan kursinya. Dengan sigap Ra Im menahan kursinya. Joo Won berkata, aku hanya akan menarikkan kursi bagimu. Ra Im menjawab dingin, kau lakukan untuk wanita lain saja.
Joo won : Aku tidak percaya, di usiamu ini, belum pernah ada orang yang menarikkan kursi untukmu?
Ra Im diam saja, ia duduk dan menarik nafas kesal.

Ra Im terganggu dengan lilin dll, ia berkata jika kau tidak akan berdoa, bisakah aku mematikan ini? Ra Im menggunakan sendok peraknya untuk mematikan lilin2. Membuat Joo won terbelalak.
Joo Won : Bukannya biasa makan dengan ditemani lilin?
Ra Im : Yang biasa bagiku adalah 3 kaleng bir dan buah sebagai teman minum. Kenapa kau tidak mengatakan-nya padaku?

Joo won mengambil korek dan menyalakan lilin lagi, lalu menjawab : Apa? oh kalau aku seorang CEO? Aku sudah mengatakan padamu sebelumnya kalau kau tidak seharusnya teriak padaku sebebas itu. Jujur, kau terkejut karena kau pikir aku ini pengangguran tapi akhirnya aku justru jauh dari yang kau perkirakan.
Tiba-tiba aku kelihatan berbeda sekarang heh? aku kelihatan lebih tampan, lebih tinggi. Ah..baju training itu pasti mahal (msh blom nyerah juga kawan ini hehe..khususnya tentang tracksuit bling2 nya itu), aku jadi tidak enak sekarang.

Ra im mengangguk saja. Dan ini memicu kemarahan Joo Won. Apa itu? Jika kau setuju begitu saja dengan pendapat seorang pria dalam situasi seperti ini, ini memalukan!

Ra Im : Aku kira, kau bilang kalau aku cantik saat marah. Aku mencoba tidak akan marah mulai sekarang. Jadi jangan melakukan hal seperti ini lagi dan jangan muncul di sekolah action lagi, ini bukan tempat untuk pria yang sedang bosan seperti dirimu.
Ra Im berdiri dan jalan pergi.

Ra Im turun dan kembali ke resto tempat para kru makan. Ternyata sudah selesai dan semua sudah pergi. Tinggal staf dan pelayan yang sedang membersihkan meja. Ra Im duduk saja di sembarang meja yang masih belum dibereskan.

Manajer resto mendekat dan minta Ra Im pindah ke meja yang masih kosong. Tapi Ra Im menolak, ia juga bagian dari para kru tadi dan ia minta nasi semangkuk saja. Manajer resto bingung.

Joo Won menyusul turun dan memerintah untuk tidak memberikannya pada Ra Im. Ra Im berkeras dan berkata, tidak apa, berikan saja padaku. Joo Won memberi tanda agar manajer pergi saja. Anak buahnya mengerti dan pergi.

Ra Im kesal dan mengambil mangkuk nasi di sampingnya yang masih isi sekitar 3/4. Ia mengambil sumpit dan akan mulai makan. Joo Won merampas sumpit Ra im dan membuangnya.

Joo Won : Apa yang kau lakukan? Aku tidak mengerti kelakuanmu. Bantu aku untuk mengerti (situasi ini).
Ra Im : Bagiku, ini sudah pas.(nyaman)
Joo Won tidak mengerti, apa yang salah dengan yang diatas? Lilin? Anggur? menarikkan kursi untukmu?
Ra Im : Semuanya. Ketiga-tiganya.

Ra Im menarik uang dari kantungnya, 40 ribu won dan meletakkan semuanya di meja. Ini semua yang kumiliki. 20 ribu untuk biaya RS, 20 ribu lagi untuk makanan-nya. Aku tahu makanan ini jauh lebih mahal tapi karena aku tidak memakan-nya, anggap saja impas. Jadi tidak ada alasan lagi bagi kita. (untuk bertemu)
Ra Im bangun dan jalan pergi.

Joo Won menahannya, Ini berlebihan, aku hanya ingin kau tidak meminta maaf dengan begitu gampang.

Ada flashback, Joo Won bersama sekretarisnya mengamati syuting Ra Im dan bagaimana Ra Im selalu minta maaf pada sutradara yang memperlakukannya dengan tidak fair.

Ra Im : Apa salahnya mengatakan “aku minta maaf?” aku bisa mengatakan itu ratusan kali lebih. Karena bersyukur dengan kesempatan yang kudapatkan, aku bisa mengatakan aku minta maaf sepanjang hari.

Begitulah aku mendapatkan penghasilan, tapi sekarang karena kau. Aku harus mendengar orang2 berkata ada orang kuat yang mem-backing-ku. Berapa banyak lagi aku harus mengatakannya sekarang? Apakah hidup ini bagaikan dongeng untukmu? Apa kau pikir dunia nyata ini selalu ada anggur, lilin dan bunga ? (anggur= kesenangan, lilin = kemewahan/kemegahan, bunga = keindahan)
Ini peringatan terakhir, jangan muncul di depanku lagi! Ra Im pergi.

Meninggalkan Joo Won yang melihat ke arah 40 ribu won-nya di meja.

Ra Im kembali ke lokasi syuting dan kali ini Sutradara baik sekali dan ramah pada Ra Im (money talks). Sutradara berkata lokasi syuting belum siap dan Ra Im tidak perlu syuting, ia justru minta Chae Rin saja yang melakukan sendiri.

Chae Rin tidak mau, mengapa aku harus melakukannya? Aku takut ketinggingan.
Sutradara justru minta Ra Im duduk saja di sampingnya dan melihat monitor. Chae Rin tidak percaya ini.

Chae Rin langsung mendatangi Ra Im, waktu aku tanya padamu tadi, apa katamu? siapa Kim Joo Won?
Ra Im : Kami tidak pernah menanyakan nama.
Chae Rin : Kau becanda ya? Sekarang aku tanya lagi, apa hubungan kalian?
Ra Im : Tapi Park Chae Rin, kenapa kau terus saja berbicara merendahkan padaku? Apa urusanmu dengan hubungan kami? Apa aku alasan untuk menjawabnya?
Chae Rin : Tidak.
Ra Im : Aku kira juga tidak.

Sunbae Ra Im lapor pada Direktur Im Jong Soo tentang apa yang terjadi antara si “aku pintar mencari uang” dan Ra Im. Dari mulai sebagai fan, memberi kelonggaran waktu syuting sampai mentraktir makan semua kru dan casts.

Ra Im masuk : Saya kembali.
Sunbaenya langsung memberi selamat, Gil Ra Im kau baru saja mendapatkan lotere. Hidup hanya sekali dan apa kau akan berhenti jadi stunt?
Ra Im kesal, apa maksudmu berhenti? Tidak ada apa-apa antara pria itu dan aku.
Ra Im marah dan keluar, tali tasnya putus dan tas Ra Im jatuh ke lantai.

Sunbaenya berkata, beli yang baru lagi saja, tidak mahal kan? Pergi dan ambil satu dari dept. store si “aku pintar mencari uang” itu.
Ra Im membentak : Sunbae-nim!

Direktur Im Jong Soo diam saja tapi bukannya tidak terpengaruh.

Ia pergi latihan panjat tebing dan ia ingat semua kejadian antara Ra Im dan Kim Joo Won di sekolah action.

Ia melihat ketika Joo Won menarik Ra Im dan membuka paksa jaketnya hanya untuk melihat bekas luka di lengan Ra Im.

Jong soo tidak konsentrasi dan kakinya terpeleset, Jong Soo melepaskan pegangan-nya dan hanya berayun-ayun dengan mengandalkan tali pengaman saja. Jealous mode-on.

Oska sedang melakukan pemotretan bersama beberapa model dan rambutnya diatur seperti singa hehe..

Setelah selesai, Oska mengedit foto2nya bersama photografer dan Ia dengar berita tentang Seul dan ia kesal, hei apa kita akan pemotretan atau tidak.
Lalu manajernya telp. Hyung, begini…aku sedang ada di LOEL Dept. Store untuk persetujuan dan ada sesuatu yang aneh. Aku akan potret dan kukirimkan padamu ya, kau harus melihatnya.

Oska heran, apa itu? halo? hei!
Oska menerima mms poster yang dipasang Joo Won di LOEL, Romantic trip bersama Oska.

Oska jelas marah besar, ia sama sekali tidak tahu apapun mengenai itu dan ia tidak mau melakukan perjalanan seperti itu. Ia tahu persis siapa yang harus diminta pertanggung jawaban-nya.

Joo Won merenung di ruang duduk istananya. Sambil mendengar alunan piano Chopin. Uang 40 ribu won itu ada di mejanya dan ia memandangi uang itu.
Oska datang, marah-marah, hei! Kenapa kau tidak menjawab telpku? Berapa kali aku telp?

Joo won : Aku tidak tahu, orang yang telp-lah yang tahu.

Oska kesal, ia mengambil remote dan mematikan musik. Joo Won protes, tapi Oska tidak peduli, apa ini? Ia menunjukkan poster romantic tripnya dari ponsel. “Romantic trip bersama Oska” bagaimana Oska bisa tidak tahu masalah ini?

Joo won : Kau seharusnya mengganti managermu, itu sudah ada di sana 3 hari lebih.
Oska kaget, apa? sudah 3 hari?
Joo Won : Kau cukup populer, apa kau tahu betapa besar dept. store kita harus berterima kasih padamu, kakak bintang Hallyu-ku?

Oska marah, kau pikir aku akan melakukan ini?
Joo Won : Aku kira kau tidak akan melakukannya.
Oska : ya, kau tahu itu! aku tidak akan melakukannya. Langkahi dulu mayatku! Aku akan memastikan kalau aku tidak akan melakukannya!
Joo Won : Jangan cemas, kau akan melakukannya. Sekarang pergi. syuh..syuh..dan Joo Won mengusir Oska dengan kakinya hehehe…

Manager dan asisten Oska juga pusing dengan poster itu. Oska datang dan managernya marah-marah, apa kau gila? Apa ini?
Oska : Ya, aku juga baru tahu.
Manager : Kau baru tahu? Jadi ini seminggu setelah syuting MV?

Oska : Kalau begitu kita jadwal ulang saja MV-nya.
Managernya kesal, apa kau mau mati? Kau harus syuting MV-nya, Sutradanya sudah ada di Thailand! Giliran Oska yang kaget, kau dapat sutradara? wah berarti aku tidak terlalu menyebalkan seperti yang kukira…jika masih ada sutradara yang mau kerja sama denganku.

Oska tertarik dengan penyanyi baru yang ia lihat di bar exclusive ep 1 dan ia ingin membesarkan anak itu (dengan kata lain dibina, jika bintang baru itu sukses, maka Oska juga sukses. seperti talent gitu lah). Managernya tidak setuju, bekerjalah dengan bakatmu sendiri, bakatmu sendiri! Siapa yang akan kau bina sekarang? Lupakan saja!
Oska tetap ingin asisten-nya mencari anak itu. Karena dalam satu interview, Oska sudah membual kalau ia sedang membina satu bintang dan beritanya menjadi besar di internet. Jadi, temukan dia, dia penyanyi di Klub di Cheongdam-dong.

Oska mendapat telp dari seorang wanita dan malamnya, mereka kencan di kediaman Oska.

Namanya Eun sol. Oska merayunya, bagaimana dengan musik lembut dan tempat tidur lembut yang nyaman…tapi, bagaimana rasanya menjadi lebih cantik dari bunga mawar?

Eun sol : Oppa kau bohong, apa kau pikir aku benar2 lebih cantik daripada bunga mawar?
Ketika keduanya sedang asyik, Joo Won masuk. Eun sol kaget, siapa itu?

Joo Won : Maaf mengganggu, tapi aku ingin tanya sesuatu padamu.
Oska kesal, kalau tentang perjalanan romantis itu, aku tidak akan pergi.

Joo won meyakinkan bukan tentang itu, apa kau ingat rumah yang kukatakan padamu dulu, yang seperti di acara National Geographic? Gil Ra Im tinggal di rumah seperti itu.
Oska : Kau sepertinya tidak bisa kalau tidak menyebutkan nama itu.

Joo Won : Kupikir latar belakang pendidikannya juga tidak bagus, dan pilihan kata-katanya benar2 sangat buruk. Dan ia juga suka menggunakan kekerasan. Apa kau pernah kencan dengan wanita seperti itu?

Oska : Ya, tentu saja, ia mirip Park Chae Rin sebelum karirnya melejit, mengapa? paling tidak Gil Ra Im lebih keren.

Joo won : Apa kau melakukan sesuatu sehingga kau dipukul oleh wanita tapi itu membuatmu merasa enak?
Oska bingung dan mulai berpikir aneh2 : Apa?

Joo Won : Perasaan seperti “aku bisa mulai terbiasa dengan ini.” Ada sedikit harapan dan sensasi aneh?
Oska sudah melenceng pikirannya : Whoa! itulah mengapa pria berpendidikan adalah yang terburuk. Lalu bagaimana dengan senjata? Apa kau suka senjata? Apa kau menggunakan borgol? (tuh kan Oska pikirannya kacau…)
Joo Won kaget, bukan hal yang seperti itu!

Joo won kesal, aku akan pergi. Lakukan saja apa yang kalian tadi lakukan. Tapi Joo won tidak ingin pergi begitu saja sebelum membuat Oska jengkel, ia berbalik dan menunjuk baju Eun Sol, bukankah Park Chae Rin dulu mengenakan baju itu juga?

Eun Sol tidak terima. Oska menghiburnya, tidak, dia salah lihat. Chae rin mengenakan bajuku. Gubrak! Oska langsung menggigit jarinya karena kelepasan bicara.

Joo won kembali dan memikirkan Ra Im.

Paginya, Direktur sekolah action, Im Jong Soo menemui Joo Won di kantornya. Jong soo masuk dan keduanya saling berpandangan. Jong soo membuka percakapan dengan berkata kalau setelan jas itu jauh lebih cocok daripada training bling2 itu.
Joo won : Tapi bukannya baju training itu tidak cocok untuk-ku, apa yang membawamu kesini?
Jong Soo : Kau sepertinya tidak suka melihatku.
Joo Won : Apa kita sangat dekat sehingga akan gembira kalau bertemu?

Jong soo berkata meskipun demikian, tapi Joo Won seharusnya tidak sedingin ini padanya, ketika kau muncul di sekolahku tanpa resume, aku tidak melakukan itu.
Jong Soo tahu Joo Won tidak suka dengan kehadirannya, maka Jong Soo langsung pada poinnya, aku dengar kau mentraktir anak buahku, aku pikir aku harus mengucapkan terima kasih padamu.

Joo Won : Aku tidak melakukannya hanya untuk anak buahmu, kau tidak perlu berterima kasih.
Jong Soo : Aku berterima kasih, tapi kuharap kau tidak melakukannya lagi.
Joo Won : Hanya mentraktir makan siang satu kali, berapa banyak aku harus menerima penghinaan lagi? Apa kalian para stunt selalu bereaksi seperti ini kalau diperlakukan dengan baik? Atau kau mengajari mereka seperti itu?

Jong Soo tanya apa Joo Won akan terus datang ke sekolah actionnya? Joo won berkata ia tidak punya alasan untuk datang ke sana.
Jong soo : Anak buahku agak kasar.
Joo Won : Aku juga tidak selembut itu, aku punya otot juga.

Jong Soo menegaskan, aku tidak tahu kalau kau tahu tapi Gil Ra Im adalah stunt berbakat dan dia baik2 saja di jalannya, jadi jangan mencampuri jalannya.
Joo Won menyanggupi, ia juga hanya berniat membantu. Kau juga jangan mencampuriku.

Jong soo pergi dan ketika di luar, ia melihat tas. Sepertinya Jong Soo ingin beli untuk Ra Im.

Seul juga mengunjungi Oska dan manager Oska kesal padanya. Bagaimana kau bisa datang kesini? Kau seharusnya tidak perlu datang kesini.
Yoon Seul beralasan ia tidak mengunjungi Woo Young oppa, tapi datang untuk Kim Joo Won.

Manager Oska heran, Joo won? Seul hanya berkata kita bicarakan lagi nanti. Manager Oska berkata sebaiknya Seul tidak perlu jadi sutradara MV Oska, mereka sudah mendapat sutradara yang baru.

Seul marah dan menelepon rekannya, PD Park, Yoon Seul tanya, apa Park masih menginginkan tasnya? Seul akan memberikannya untuk Park. Tapi Seul ingin tahu informasi siapa sutradara yang mengurus MV Oska.

Seul sekalian mampir sambil mengamati “istana” Joo Won. Joo won datang dan parkir, ia sebal melihat Seul.
Yoon Seul : Kau terkejut kan (melihatku disini) ?
Joo Won pura-pura terkejut : Oh! my God!
Seul tidak terpengaruh dengan sarkastisme-nya Joo Won.

Seul : Itulah mengapa kau sering disebut pria brengsek. Kau tidak tahu? Latar belakang, wajah, gaya bercanda, dan bahkan kepribadianmu..semuanya sangat sempurna, orang akan merasa..bisakah aku mengatakannya terintimidasi?

Joo won : Ah dan aku tidak bisa pergi dan menemui setiap orang dan minta maaf. Tapi apa yang kau lakukan disini?
Seul : Menemui Manager Choi, untuk urusan pekerjaan. Dan aku dengar kau tinggal di dekat sini juga. Kalau aku tidak tahu tidak masalah, tapi karena aku tahu, tidak sopan jika tidak mampir.

Yoon Seul : Apa kau sibuk hari ini?
Joo Won : Tidak, aku bebas.
Yoon Seul senang, oh itu bagus, aku juga bebas hari ini.
Joo Won : Oh begitu…yah selamat menikmati hari liburmu.

Joo Won pergi. Seul tidak percaya ini, apa aku memilih orang yang terlalu muda? Apa dia punya sepupu yang lain lagi?

Joo won terus saja memandangi uang 40 ribu won dari Ra Im dan mondar mandir sambil merenung. Akhirnya ia menelepon Dokter Lee, psikiaternya.
Joo Won : Ini aku, apa kau tahu wanita yang mendapat jahitan di lengannya malam itu? Apa kau bisa menuliskan bon-nya?

Dr. Lee : Apa? bon-nya? Apa kau pikir hanya untuk menuliskan bon-mu maka aku sekolah kedokteran selama 6 tahun dan internis 4 tahun dan juga residensi/hospitality selama 4 tahun lalu kerja selama 10 tahun? Telp administrasi RS itu.
Joo Won : Jika kau seperti itu kepalaku sakit.
Dr. Lee : Mengapa kau perlu bon? bukankah dia wanita yang tidak kau kenal?
Joo Won : Justru karena tidak kenal, maka aku harus mengenalnya. Aku di rumah, jadi kirimkan segera dengan kurir.

Dokter Lee kesal, apa aku asistenmu? Aku akan kembali ke RS dalam 10 menit, jika kau perlu, datang saja ambil sendiri. Lalu Lee menutup telpnya. Ia bergumam : Dia pasti sedang kencan..

Ra Im jalan menuju halte bus, ia duduk menunggu bis dan teringat kata2 Joo Won, bagiku, dia adalah Kim Tae Hee dan Jeon do Yeon. Lalu ia melihat poster Jeon Do Yeon dalam satu iklan kosmetik di halte bis. Ra Im lalu menirukan pose Jeon dan tersenyum.

Ra Im merasa ini konyol dan ia menunduk dan berkata “maafkan aku” pada poster itu.

Joo won muncul lagi di sekolah action, kali ini mengenakan training leopard ke-emasan. Aku curiga, apa Joo won investasi di jaket training ini, sampai rela pakai jaket aneh bin ajaib hehehe
Ra Im sedang jalan ke arah lokernya dan ia menoleh, lalu terperanjat melihat Joo won.

Joo Won : Kau pura2 manis…mengapa terkejut? Apa kau lihat hantu?
Ra Im tidak percaya, apa yang kukatakan kemarin tidak ada artinya? Aku bilang jangan muncul di depanku lagi.

Joo won berkata Ra Im berlebihan, ia tidak datang karena Ra Im tapi hanya untuk mengambil uang. Bon RS-mu ternyata 45 ribu won, dan karena kau tidak makan, aku tidak akan menagih uangnya. Aku orang yang cukup perhitungan dengan hal-hal seperti itu. Kepribadianku setajam pisau. Jadi berikan yang 5000 Won lagi.

Ra Im mengambil dompetnya dan mengambil uang, ia mengulurkan 3000 Won, aku akan memberikan sisa 2000 won lagi nanti.
Joo Won : Nanti kapan?
Ra Im : Kalau aku pulang!

Joo Won alasan ia tidak punya banyak waktu luang, berikan padaku sekarang. Apa aku minta 2 juta Won atau 20 juta? Berikan saja 2000 wonku.
Ra Im kesal dan ia membanting pintu loker, tapi tidak bisa tertutup karena isinya banyak. Ra im pergi begitu saja.

Joo Won teriak hei kau mau kemana? kita belum membuat surat perjanjian.

Lalu Joo Won mengamati loker Ra Im. Ada foto Ra Im dengan pria paruh baya, mungkin ayahnya, Ayahnya seorang pemadam kebakaran. Joo Won mengamati dan berkata ah dia menuruni ibunya, lalu mengambil foto dengan ponselnya.

Joo Won juga memotret foto close up Ra Im yang sedang senyum. Lalu Joo Won menemukan foto poster Oska bersama seorang model dan Ra Im mengganti wajah model itu dengan wajahnya sendiri (tipikal tingkah laku fan-girl).

Joo Won tiba-tiba jadi marah dan ia meremas foto itu. Joo Won mengamati loker Ra Im, ada sarung tinju, buku2 catatan, kosmetik, perban, dll. Isinya banyak dan amburadul.

Ada yang aneh..tiba-tiba wajah ayah Ra Im dalam foto berubah, menjadi cemberut hahaha..awalnya aku pikir aku mulai halusinasi kaya Joo Won ^_^

Ra Im melatih para stunt sit up dan Joo won masih belum mau pergi juga. Ra Im kesal, apa yang kau lakukan?
Joo Won ingin ikut latihan juga. Salah seorang stunt mendekat dan siap untuk memegangi kaki Joo Won tapiJoo Won mengusirnya, pergi! pergi!

Ra Im : siap?
Stunts : Ya!

Joo Won protes, dia tidak punya partner. Ia bahkan berkata Ra Im memperlakukan-nya tidak adil (siapa yang ngusir pria tadi coba?). Atau jika kau tidak mau menghadapi ini, berikan 2000 wonku.
Ra Im marah dan langsung memegang kaki Joo Won untuk membuatnya diam, tapi Joo Won hanya menarik badan sedikit saja.
Ra Im : Lakukan dengan benar.
Joo Won : Kau mungkin menyesal kalau aku melakukan dengan benar.

Benar saja, saat Ra Im memegang kaki Joo won dan Joo won mulai sit up, setiap kali Joo Won duduk, wajahnya dekat sekali dengan wajah Ra Im.

Setiap kali Joo Won melakukannya, Ra Im mengalihkan pandangan dari Joo won dan Joo won sengaja memandang Ra Im tajam. Semua stunt jadi tidak latihan dengan benar dan justru melihat kedua orang ini.

Joo Won bahkan menggoda Ra Im, Gil Ra Im, umur berapa kau ketika mulai jadi cantik? Sejak tahun kemarin?
Ra Im tidak tahan lagi dan ia berdiri. Joo won tersenyum manis, aku tadi cuma bercanda.

Ra Im mendelik dan menendang tulang kering Joo Won. Joo won mengeluh kesakitan. Ra Im tanya, kenapa? apa itu sakit? aku juga cuma bercanda.
Ra Im membubarkan para stunt untuk istirahat 10 menit. Joo won bangun dan mengikuti Ra Im, aku tidak akan melepaskanmu kali ini!

Ra Im naik ke atap sekolah, dan minum air untuk menenangkan diri. Joo Won mengikutinya sambil pincang. Aku benar2 marah sekarang.

Ra Im membalas, apa aku kelihatan senang? Tutupku juga terbuka lebar sekarang. (Ini ungkapan biasa untuk menggambarkan kalau ia sedang marah, bayangkan ini, kepala orang yang terbuka dan keluar asap mengepul dari dalamnya karena terlalu marah, tapi ungkapan ini tidak cocok diucapkan para gadis.)

Joo won protes, lagi, lagi, kau pikir kau ini apa? rice-cooker? Kenapa kau menggunakan bahasa yang kasar?

Ra Im : Itu yang paling manis yang bisa aku lakukan, karena kau adalah presiden dari perusahaan besar. Aku bisa mengatakan yang lebih parah. Kau tidak menyukainya, kan? Lalu kenapa kau terus saja disini, kenapa kau muncul terus? Apa alasanmu? Apa mungkin kau menyukaiku? Apa kau suka padaku?

Joo won tidak mau mengaku dan mengatakan hal yang sebenarnya adalah untuk meyakinkan dirinya sendiri: Apa aku terlihat segila itu? (yeah..) atau aku terlihat seperti orang bego? Apa kau pernah melihat pria sepertiku yang suka dengan gadis seperti dirimu? Apa kau pikir itu masuk akal? aku pikir kau sedang berkhayal, jadi biar aku jelaskan.

Tumpukan foto dari para gadis yang terpelajar, cantik, dari keluarga terpandang yang antri dan ingin menikah denganku bisa dibuat bangunan. Tapi kau tidak memiliki keluarga, pendidikan, keahlian, usia yang sesuai untukku. Atau kau punya? tidak kan?

Ra Im : Lalu mengapa kau mengikutiku?
Joo won : Kenapa kau tanya padaku?
Ra Im : Lalu aku harus tanya pada siapa?

Joo won : Tanyakan dirimu sendiri. Kau terus saja muncul dalam pikiranku, jadi apa yang bisa kulakukan? meskipun aku tidak melihatmu, sepertinya kau ada bersamaku, jadi apa yang harus kulakukan?

Joo Won : Kim su han mu..bla..bla (hahahaha…) Aku mengatakan itu setiap malam, apa kau tahu seberapa buruknya untuk-ku melakukan ini? Apa yang sudah kau lakukan padaku? Mengapa aku diantara semua orang?

Ra Im tidak mengerti, apa?

Joo Won semakin frustrasi, kau tutup telp kapanpun kau mau, kau marah kalau aku muncul, kau jadi semakin marah kalau aku mencoba mentraktirmu makan siang. Dan kau bahkan memukulku! Kau benar2 wanita yang aneh. Tapi itu masalahnya, kau sangat aneh, jadi aku merasa kau sangat mengganggu dan mengherankan. Jadi sekarang, aku benar2 gila. Aku tidak akan datang kesini. Aku pergi.

Datang dan bawa uang 2000 wonku sendiri. Aku akan mengatakan (sms) lokasinya padamu nanti, Bye. (amit2 gara2 20 ribu rp hahaha..ini cara konglomerat ngajak kencan)

Ra Im tertegun dan speechless.

Oska sedang latihan dance. Asisten-nya masuk dan Oska tanya apa kau menemukannya?
Asisten-nya tanya, maksudmu Han Tae sun?
Oska : Oh jadi namanya Han Tae Sun

Oska langsung semangat dan tanya apa dia langsung bersedia membuat kontrak? Asisten-nya berkata orang itu bahkan tidak tahu siapa Oska.
Oska marah : Apa? dia tidak tahu siapa aku? Apa dia dari Korea Utara? (bwa hahaha…Oska ini bintang Hallyu yang sudah lama jadi anak2 sekarang dan pendatang baru tidak kenal dia)

Oska ingin bicara dengan Tae sun langsung. Asisten-nya berkata Tae Sun tidak terlalu tertarik menjadi peliharaan selebriti.
Oska : Apa maksudnya?

Oska bicara dengan Tae Sun, apa kau Han Tae sun? Apa maksudmu siapa aku? Aku Oska!
Tae sun tidak tertarik, lalu kenapa kalau kau Oska? Jika kau ingin ketemu denganku, kirim musikmu dulu, itu adalah aturan yang benar.
Tae Sun menutup telp.

Oska tidak terima dan telp lagi, kau ini jual mahal ya?

Tae sun : Apa kau tidak mengerti bahasa Korea? apa aku minta kau kirim uang? kirim musikmu dulu-dasar idiot. Jika kau tidak percaya diri maka pergi saja. (Klik!)

Oska masih tidak terima dan telp lagi, Halo? sudah lama aku tidak ketemu orang yang bisa melawanku, ya..dengar ya, mulai sekarang dengar baik-baik. Aku akan menunjukkan padamu siapa diriku!
Dan lewat telp itu, Oska menyanyi…asisten-nya menundukkan kepala karena malu. (oh berarti saudara sepupu sama freak-nya hahaha I love Yoon Sang Hyun ^_^)

Di seberang sana Tae Sun sebenarnya sedang butuh uang, ia menjual keyboardnya dan pemilik toko memberinya uang. Tae Sun tanya dengan pekerja di dekatnya, apa kau tahu Oska? Pekerja itu langsung semangat, Oska penyanyi? dia mendengar suara Oska dari ponsel Tae sun dan gembira sekali.
Oska sudah menyelesaikan nyanyinya : Apa kau dengar tadi? Jujurlah, apa kau terkejut?
Gadis itu langsung menjawab iya! lagi! lagi!

Asisten Oska merampas ponsel Oska, apa kau harus melakukan ini? memalukan!
Oska murka, kau benar, aku tidak seharusnya melakukan ini, siapkan mobil, aku akan membunuhnya! ayo! kenapa kau tidak pergi?

Di apartemen Ra Im, Ah Young siap-siap akan pergi kencan buta. Ah Young mengenakan baju dengan model scarf senada menutupi lehernya. Ra Im heran, apa kau nanti tidak akan keringatan? Tapi Ah Young berkata pria menyukainya jika kau sembunyikan sedikit seperti ini. Dah!
Ra Im mengingatkan Ah young : Jangan minum terlalu banyak! Awas kalau kau pulang di punggung seseorang! (jangan mabuk sampai harus di gendong)

Ah young sampai ke tujuan dan ia terkejut ketika bertemu dengan Sekretaris Joo won, Sekretaris Kim. Kenapa kau disini, sekretaris Kim?
Ternyata Kim yang jadi kencan Ah Young. Keduanya duduk dan Sekretaris Kim meniru gaya bossnya untuk membuat Ah Young terkesan. Sampai ia bilang sudah 5 tahun ini ia mengamati Ah Young.

Ah Young justru marah dan menuduh Sekretaris Kim menguntitnya selama 5 tahun. Ah Young berdiri dan akan pergi. Tapi ketika akan keluar, ia dikejutkan dengan beberapa pria yang berdiri membawa kembang api dan berseru selamat! selamat! Ah Young!

Lalu Sekretaris Kim muncul membawa taart dengan kembang api dan tulisan : 5 tahun bekerja.
Kim : Selamat untuk 5 tahun bekerja. Nada suara dan ekspresi wajahnya berubah 180 derajat dari yang sebelumnya, menjadi manis dan ramah saat membawa kue. Jelas Kim naksir Ah Young hehehe..
Ah Young terperangah : sekretaris Kim..

Sementara itu, Ra Im menunggu sms Joo won dan ia benar2 gelisah, sepertinya hati Ra Im mulai melunak. Joo Won akhirnya mengirim sms agar Ra Im menemuinya.
Ra Im tiba di klub ekslusif itu dan beberapa gadis melihatnya dengan pandangan aneh. Gadis2 itu juga melihat Joo won dan berseru, bukankah itu Kim Joo Won? wah dia tampan sekali! (gadis2 kelas atas biasanya saling tahu bachelor top di kelas mereka, beda dengan Ra Im yang sama sekali tidak kenal Joo Won dulu)

Ra Im mendatangi Joo won : Apa ini tidak berlebihan hanya untuk mengambil 2000 won?
Joo won terganggu dengan scarf di leher Ra Im : Apa kau …melukai lehermu? Apa kau mencoba menghentikan pendarahannya? (padahal Ra Im memakai scarf karena kata Ah Young pria menyukainya, sigh…)
Ra Im langsung melepas scarf itu dan berkata akan pergi ke kamar mandi, ia meninggalkan tasnya di meja.

Joo Won melihat Ra Im pergi dan tersenyum, tapi senyumnya lenyap seketika waktu lihat tas Ra Im dengan peniti untuk menahan talinya. Joo won teringat lagi, apartemen Ra Im yang reyot, jendela yang diplester, dan loker Ra im yang berantakan. Wajah Joo won jadi aneh.

Ra Im kembali lagi dan duduk, Aku tidak tahu apa minuman kesukaanmu, tapi aku bisa membelikan bir satu atau dua kaleng. Karena aku harus minta maaf padamu untuk beberapa hal. Ra Im menunduk karena malu, tapi Joo won diam saja, lalu Ra im mengangkat mukanya, kau tidak suka bir?

Joo Won : Untuk pertama kalinya dalam hidupku, aku pikir aku bertemu wanita yang tidak bisa kuatasi. Apakah keluarganya bisa mendukung perusahaanku, apa dia bisa memberikan gen yang baik untuk anak-anakku, diluar itu, ini mungkin ini pertama kalinya aku ingin tahu berapa harga tas seperti ini?

Ra Im bingung, apa maksudmu..? Lalu Ra Im sadar apa maksudnya dan ia segera meraih tasnya dan menyembunyikannya di bawah meja.
Joo Won : Jika kau mempertimbangkan sedikit untuk aku, sebelum kau datang kesini kau seharusnya melihat lagi dirimu paling tidak sekali. Aku tidak benar2 memintamu datang kesini hanya untuk 2000 won itu, kau tahu.

Ra Im hanya memandang Joo Won dan Joo Won meneruskan: kau tidak bisa menyembunyikan tas itu dari pandanganku? Kau tidak punya tas yang tidak robek? kau tidak punya waktu? Itu tidak bisa dihindari? Atau..

Joo Won berhenti sejenak, sementara Ra Im menahan malu dan juga marah, “Kau bahkan tidak punya uang untuk membeli tas?”

Ra Im membuang muka menahan emosinya.

Joo Won : Jawab aku. Apa aku benar2 menggunakan alasan uang 2000 Won untuk merayu wanita yang bahkan tidak bisa membeli tas yang pantas?

Ra Im menahan marah dan sakit hati : Aku pikir kau sudah salah paham, tapi tujuanku datang ke sini hanya untuk ini! Ra im mengambil uang 1000 won 2 lembar dan membantingnya di meja, lalu pergi.

Di luar klub, Oska menyuruh asistennya untuk memanggil Tae sun keluar. Ra im jalan keluar dan keduanya bertemu. Huh? Gil Ra Im?
Oska berkata ia berharap bertemu Ra Im lagi, apa yang membuatmu kesini?

Joo Won keluar dan wajahnya masih kesal. Ia melihat Ra Im dan Oska.

Oska : Kau ketemu Joo Won?
Ra Im ingin segera pergi tapi Oska menahannya dengan menarik tali tasnya. Talinya putus! Aduh maaf! Oska tidak enak tapi ia dengan pintar berkata ah kau lihat? Aku cukup kuat kan? (dia memang lebih pintar dalam urusan cewek hehehe..jadi Ra Im tidak malu karena kualitas tasnya yang jelek)

Ra Im tersenyum, bukan salahmu.
Oska bahkan mengagumi cara Ra Im menahan tasnya dengan peniti, ah kau menggunakan peniti sebagai solusi darurat, kau memang banyak akal! Oska minta tas Ra Im, aku pintar dengan yang seperti ini karena aku punya jari-jari panjang.
Ra Im menolaknya dan Joo won tidak tahan lagi, ia langsung jalan masuk ke mobilnya dan pergi.
Oska : Hei! kau mau kemana? Ada apa dengannya? Apa kalian bertengkar?

Asistennya keluar dan berkata Tae sun sudah pergi dan tidak ada yang tahu dia dimana. Oska kesal, temukan anak itu dan bawa ia padaku, aku akan membunuhnya!
Ra Im melihat arah kepergian Joo Won dan wajahnya terlihat sedih.

Oska mengajak Ra Im jalan-jalan. Banyak gadis menunjuk Oska dan Oska mengeluh, kenapa mereka tidak memotretku dan memasukkan ke forum atau apa? imageku sepertinya mulai memudar sekaran ini.

Oska menghibur Ra Im, cerialah, di Korea ini, dia (Joo Won) yang paling pintar dalam mengatakan hal terburuk. Tapi apa hubunganmu dengan Joo won?

Ra Im : Kami bisa melihat perasaan kami dari sebuah tas.
Oska heran : Hubungan seperti itu? Kalian sedekat itu?

Ra Im balik tanya, lalu apa hubunganmu dengan Joo Won?
Oska : Joo Won tidak mengatakannya padamu? Kami bisa dikatakan sepupu.
Ra Im : sepupu?
Oska : Ya, Joo Won selalu menyembunyikan itu dari artikel dan berita, jadi tidak ada seorang pun kecuali anggota keluarga yang tahu. Ngomong2, dia selalu menyebut namamu setiap waktu.

Ra Im heran, benarkah? dia mengatakan namaku sepanjang waktu?

Tiba-tiba Kim Hee Won muncul, Oppa, apa kau sedang kencan?
Oska berkata tentu saja! Kita cocok kan? (Oska ini pintar mengambil hati cewek hehehe)

Hee Won memperingatkan Ra Im, hati2 dia playboy.
Oska berkata pada Ra Im : Dia saudara Joo Won, tidak seperti Joo Won, dia baik.

Hee Won menyampaikan berita kalau Joo Won di campak-kan lagi oleh seon-nya (calon istri yang dipertemukan dalam perjodohan).
Oska : Lagi? dia benar2 tidak punya bakat dalam berhubungan dengan wanita. Orang itu yang mengusulkan perjalanan romantis dengan Oska. siapa memang seon-nya?
Hee Won : Aku tanya teman, namanya Yoon seul, seorang sutradara CF.
Oska kaget, siapa?
Hee Won : Oppa, kau kenal dia? Aku dengar dia cantik sekali.
Oska kelihatan kesal.

Oska mengingat lagi saat ia masih kencan dengan Yoon seul. Semua fansnya mengangkat karton dengan tulisan mereka menyukai Oska, sedangkan Seul mengangkat karton dengan tulisan : Studio rekaman? kau pembohong! Kau bersama dengan Chun Ji Hae. Aku bilang jangan senyum pada gadis2! Lalu Seul jalan pergi dengan marah.

Ra Im duduk di suatu tempat dan merenung, ia justru mengikat tali tasnya yang putus dengan scarfnya tadi. Ra Im membelai tasnya seolah-olah ingin menenangkan hatinya.

Sampai rumah, baik Joo Won dan Oska sama2 merenung dan minum bir, awalnya sendiri2 lalu ketemu dan duduk dekat kolam. Keduanya membuka mulut bersamaan,

Oska : Aku punya pertanyaan.
Joo Won : Aku punya pertanyaan.

Oska : Aku duluan.
Joo Won : Aku duluan.

Joo Won : Apa Gil Ra Im selamat sampai rumah?
Oska : Aku dengar kau pergi ke perjodohan.

Joo Won : Kenapa memangnya? Aku melakukannya sepanjang waktu.

Joo Won : Apa kau membiarkannya pulang sendiri?
Oska : Apa kau membawanya ke rumah?

Oska : Bagaimana kencanmu kali ini?
Joo won : Apa ia mengatakan sesuatu tentang aku?

Oska : Hee Won bilang ia mencampakkanmu. Apa itu benar?
Joo won : Tidak ada? sama sekali?

Oska : Apa kau benar2 dicampakkan?
Joo Won : Apa dia masih membawa tas rombengnya? Tas plastik akan jauh lebih baik.

Oska : Hei! kau tidak benar2 akan menikahi stuntwoman itu kan? Lalu bagaimana perjodohanmu kali ini?
Joo Won : Kau bilang Hee Won sudah mengatakannya padamu. Aku dicampakkan, puas? sekarang kita bicara tentang Gil Ra Im.

Oska : Sebenarnya kotoran apa yang dibuat olehnya sehingga kau seperti ini?
Joo Won : Kotoran? Aku?
Oska : Jangan pura2, aku tahu segalanya. Mungkin ..kau juga diambil fotonya?
Joo Won mulai marah : Apa? akulah yang mengambil foto! Aku!

Oska berkata pada managernya, ia tidak akan pergi dalam perjalanan romantis. Dan Oska tetap akan ke Thailand lusa.

Oska mendapat info dari asistennya kalau Han Tae Sun ada di Jeju, ia upload foto di twitternya hari ini. Oska : Kalian semua, mulai sekarang, matikan ponsel kalian.

Joo Won berusaha melupakan Ra Im dan ia membaca puisi di perpustakaan-nya.

Tapi justru berakhir dengan memandang foto Ra im dari ponselnya.

Joo Won mencoba konsentrasi membaca tapi akhirnya ia berdiri dan mengembalikan buku di rak.

Joo Won jalan dan bersandar di rak bukunya.

Judul-judul buku puisi milik Joo Won: Pagi yang cerah tidak berarti apapun ; Seseorang masuk ke dalam hatiku ; Aku menanti kesempatan; Bidadariku yang melankolis dan berharga ; Kau terbang ke dalam hati yang salah.
(seperti menggambarkan perasaan dan juga hubungannya dengan Gil Ra Im)

Ra Im mendapat telp kalau ia memenangkan sebuah vacum cleaner. Ra Im mengira Ah Young yang melakukannya, tapi Ah Young berkata ia tidak memasukkan nama Ra Im dalam undian.

Ah Young mengira itu cara Joo Won agar bisa ketemu Ra Im.
Ra Im : Dia tidak seperti itu. Ah Young ke dapur dan mengambil sup, kau mau sup?
Tapi Ra Im berubah pikiran dan berkata apa dia bisa pinjam tas Ah Young yang baru dibeli kemarin?

Tanpa diketahui oleh dua gadis itu, Joo Won ada di luar, di depan apartemen mereka dan merenung. Joo Won mengingat pertemuan terakhir mereka dan ia jalan ke rumah Ra Im!

Joo Won ingin menelepon Ra Im, tapi tidak jadi. Ia keluar dari mobilnya.

Joo won susah payah untuk mencapai pintu rumah Ra Im karena sangat sempit dan kotor, Joo won melapisi tangannya dengan saputangan dan siap mengetuk…tapi tidak jadi.


Paginya, Joo Won jalan di dept. storenya bersama Sekretaris Kim yang bingung kenapa tiba-tiba Joo Won datang.
Joo Won : Kenapa? aku kan kerja disini.

Ketika ia melihat Ra Im. Keduanya berhenti dan saling berpandangan.

 

Bersambung ke episode 4….

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s