Sinopsis My Princess Episode 13


Sinopsis My Princess Episode 13

Hae Young dan Seol tiba di rumah peristirahatan, dimana Seol mengingat, ia melihat seorang laki-laki yang menyambutnya di depan pintu. Hae Young menjelaskan bahwa tempat ini penuh kenangan.
Seol berjalan berkeliling, melihat-lihat keadaan rumah. Ia berhenti di depan sebuah piano dan memainkan beberapa not. Ia membuka buku piano tua Hae Young dan menemukan stiker  putri-putri disney.
Hae Young mengingatkan tentang perjanjian mereka: Ketika di rumah ini, ia hanya diperbolehkan untuk memikirkannya dan mendengarkannya.

Mereka menghabiskan malam dengan nyaman (sedikit bertengkar juga). Seol tertidur di pelukan Hae Young. Ia menurunkannya agar Seol dapat tidur dengan lebih nyaman. Hae Young memandang Seol dan menyentuh wajahnya mengikuti garis wajah. Seol bangun dan grogi dan ingin tetap bangun dengannya. Tapi Hae Young menyuruhnya tetap tidur dan menambahkan untuk dirinya sendiri,” Jika aku melihatmu matamu hari ini, aku pikir aku tidak dapat tidur.”
Paginya, Hae Young berkeras untuk merawat Seol, dari menyeka wajahnya sampai mengikat rambutnya (memasangkan ikat rambutnya dengan salah, tapi terlihat sangat manis).
Ini memicu ingatannya tentang “teman ayah” – laki-laki yang menyambutnya didepan pintu rumah – ini adalah pertanda yang baik bahwa ingatannya mulai kembali.
Seol berjalan keluar untuk menerima telpon dari seseorang yang ada dalam daftarnya. Orang itu adalah Park Tae Joon (ayah Hae Young), yang ingin bertemu dengannya.
Karena Park Tae Joon dilarang memasuki Korea, ia meminta Seol untuk berbicara dengan Kakek untuk menghilangkan larangan itu, karena ia adalah satu-satunya orang yang dapat menggoyahkannya. Seol hanya ingin tahu apakah ia terlibat dalam kematian ayahnya dan Tae Joon menjawab tidak, itu adalah kecelakaan itulah sebabnya ia membawanya setelah ayahnya meninggal. Tapi ia menolak untuk melanjutkan ceritanya, berkata bahwa ia ingin memceritakan sisanya nanti, ketika mereka bertemu.
Ia menutup telponnya, ketika Seol masuk kedalam rumah, sedikit demi sedikit ingatannya kembali, seperti saat ia dibawa ke rumah ini ketika masih kecil ( dengan Kantong Ratu Myeongseong ditangannya) dan diberitahu bahwa ayahnya telah meninggal.
Jung Woo memberitahu Kakek bahwa Kantong itu palsu. Ia telah mengantisipasinya, bahwa itu akan digunakan untuk mengacaukan restorasi dan berbohong untuk menutupi keterlibatan Yoon Ju. Ia mempunyai yang asli.
Jung Woo meminta agar ia dipercaya untuk menyelesaikan masalah ini. Ia akan mengembalikannya dan membawa Seol kembali ke istana.
Hae Young menemukannya rumahnya kosong. Seol setelah menelpon Sekretaris Oh, telah meninggalkan rumah. Hae Young menelponnya, tapi Seol menjawab bahwa ia telah meninggalkannya dan semua yang dikatakan kakaknya tentang ayah Hae Young ternyata benar.
Ia mengingatkannya bahwa mereka telah memutuskan akan mencari kebenarannya bersama-sama, tapi Seol menjawab bahwa ia tidak dapat melihatnya lagi, karena membuatnya merasa bersalah pada ayahnya. Ia menutup telponnya, mengabaikan permintaannya untuk memberitahu dimana ia berada. Dan ia segera dijemput oleh Sekretaris Oh.
Jung Woo memberitahu Yoon Ju bahwa ia baru saja bertemu dengan Kakek dan ia telah mengganti Kantong itu dengan yang palsu. Yoon Ju berkata bahwa ia tidak akan terperangkap dalam kebohongannya, ia bukan jenis pria seperti itu dan ia selalu mengerti dirinya. Jung Woo menjawab bahwa ia telah mencapai batas kesabarannya dan Yoon Ju boleh memeriksa kantong tersebut.
Jung Woo memberitahunya untuk turun dari posisinya dan sebaliknya ia akan diam tentang fakta bahwa Yoon Ju memperalat Dan untuk menyerang kerajaan. Ini hanya satu-satunya cara ia dapat menolongnya dan ia tidak mau menunggu keputusannya terlalu lama.
Seol bertemu dengan kakek dan bertanya apakah Park Tae Joon membunuh ayahnya, karena ia telah dibawa ke rumah peristirahatan pada hari ayahnya meninggal. Apakah itu mungkin terjadi apabila Park Tae Joon tidak terlibat?
Kakek bersumpah bahwa putranya tidak membunuh ayah Seol…..tidak secara harfiah. Ia juga menduga hal yang sama karena putranya selalu mengejar ayah Seol dan mengancamnya, tapi kematiannya adalah kecelakaan. Seol menjawab bahwa ini berarti Kakek yang membunuh ayahnya, kakek membenarkan dan menundukkan kepalanya dalam penyesalan.
Seol berkata bahwa rencana Kakek untuk mengembalikan kerajaan telah mengorbankan hidup ayahnya, ayah Hae Young, Hae Young dan Dan. Sekarang ia berharap Seol berperan sebagi putri untuk semua orang yang bertanggungjawab atas kematian ayahnya? Kakek protes, berkata bahwa restorasi ini dibutuhkan karena Dinasti Joseon telah berdiri 500 tahun dan merupakan bagian dari  sejarah. Ia mendiskripsikan hal ini sebagai takdirnya, dan berkeras ini bukan karena alasan personal. Tapi Seol menegaskan bahwa ia melakukan ini karena merasa bersalah. Seol memintanya untuk menyerah.
Sekretataris Oh dan Yoon Ju masuk ketika Kakek memohon pada Seol agar jangan pergi, berlutut padanya….kemudian pingsan.
Presiden diberitahu keadaan kakek dan segera membuat strategi : ketika Kakek meninggal, pertengkaran mengenai uang yang dihibahkan pada monarki akan timbul. Ia ingin membawa Seol ke kelompoknya dan membuatnya sebagai juru bicara dari Rumah Biru. Ia sangat yakin kalau Seol adalah seorang putri. Bila tidak ia akan membawa kekuatan politiknya untuk membuat Seol menjadi putri.
Politisi dari partai oposisi datang menemui Presiden. Berkomentar dengan sombong bahwa kematian Kakek akan membersihkan jalan diantara mereka berdua, secara politik.
Hae Young tiba di rumah sakit, melihat sejenak bahwa Seol sedang berdiri dengan Yoon Ju. Ia mengabaikan Yoon Ju dan memperingatkan Seol untuk tidak pergi kemana-mana ketika ia memeriksa Kakeknya.
Yoon Ju memberi selamat kepada Seol karena kemampuannya yang membuat kakek pingsan dan menduga bahwa ia sangat takut, karena ini membuat status putrinya dalam bahaya. Seol tidak percaya kedinginan hati Yoon Ju dan memanggilnya wanita jalang.
Sekretaris Oh memberitahu Hae Young bahwa ia berpikir Seol sudah mengetahui banyak hal, berdasarkan bagaimana kakek memohon padanya untuk memaafkannya. Ia membuat dugaan bahwa daftar penelpon yang menghubungi dari iklan tentang Lee Han, termasuk ayah Hae Young berhubungan dengan ini.
Menggabungkan fakta bahwa Seol meminta daftar beberapa hari yang lalu dan hal yang terjadi sekarang menjadi masuk akal untuk Hae Young. Ia sadar Seol sudah tahu segalanya.
Jung Woo tiba di rumah sakit dan Yoon Ju membawanya ke tempat lain untuk bertanya tentang Kantong Ratu Myeongseong. Di dukung oleh “keajaiban” (kesehatan kakek). Ia mendapatkan waktu ekstra dan tidak berminat untuk menyerah, seperti peringatan Jung Woo. Ia menyuruh Jung Woo untuk menyerah, tapi ia juga tidak mau berhenti sekarang.
Yoon Ju meminta Jung Woo untuk tidak melakukan ini, karena jika ia melakukannya,” Aku tidak punya seseorang tempatku bersandar.”
Jung Woo memberitahunya bahwa ia menyesal berada di kubunya kemarin dan membiarkan semuanya menjadi begini.
Yoon Ju menelpon Dan untuk memberitahu bagiannya telah selesai. Sebagai kaki tangan, Dan sangat cengeng. Yoon Ju menunjukkannya  seperti saat Dan mengeluh bosan atau mengeluh karena tidak dapat menerima telpon dari ibunya. Yoon Ju tersenyum ketika mengatakan bahwa Dan terlalu naif atau bodoh karena tidak menyadari : Untuk memenangkan sesuatu berarti kehilangan sesuatu dan ia tidak akan mendapatkan hidupnya kembali. Dan diberi uang dalam jumlah yang banyak untuk pergi dari negeri ini dan ia bebas melakukan apapun
Dan bertanya dengan curiga, bagaimana ia mengetahui bahwa ia aman untuk pergi – bagaimana jika Yoon Ju menikamnya dari belakang saat ia pergi, menjatuhkan semua kesalahan padanya? Yoon Ju merasa geli, karena memang itulah yang akan dilakukannya. Dan yakin membutuhkan sedikit waktu untuk mewujudkannya. Ia mengancam akan bertahan dan memberitahu semua orang bahwa Yoon Ju yang menyuruhnya melakukan itu. Yoon Ju tidak peduli, ia akan tetap melaksanakan rencananya.
Hae Young menemukan Seol diluar dan menduga bahwa ia telah berbicara dengan ayahnya hari ini. Ia memberitahunya apapun yang ia ingat, apapun kebenarannya –  walaupun itu berarti ia tidak dapat bersamanya – ia selalu disisinya.
Seol berkata bahwa kakek telah memberitahunya , ayah Hae Young tidak membunuh ayahnya:” Jika kamu berada disampingku, tolonglah supaya aku tidak menjadi putri.” Tapi ini tidak berarti karena ia dermawan, tetapi untuk menjaga agar keluarga Park merasa lega , karena keterlibatan mereka dalam kematian ayahnya. “ Apakah ini menyebabkan kematiannya atau mengancam dan menakutinya selama hidupnya – semuanya tetap sama untukku. Karena pada akhirnya, ayahku meninggal.”
Yoon Ju melihat ketika ayahnya merawat Kakek, , kemarahannya muncul ketika ia melihat ada kancing lengan ayahnya yang hilang. Kakek bergerak, Sekretaris Oh bergegas keluar untuk memanggil dokter, meninggalkan Yoon Ju sendirian bersama Kakek.
Yoon Ju mendekati ranjang Kakek, saat Kakek bergumam tentang putri, Ia memberitahu Kakek, Seol pergi dan memaksa dirinya untuk berkata bahwa ia senang karena Kakek telah siuman.
Jung Woo menemukan Seol saat ia akan pergi dan memberitahunya kabar baik tentang Kakek yang sudah siuman. Seol merasa lega. Ia memberitahu Jung Woo, Ia ingat tentang Kantong Ratu Myeongseong – tapi tidak cukup sebagai bukti, tapi cukup untuk membuktikan bahwa itu miliknya, karena ia memilikinya sebelum ia tinggal di panti asuhan.
Jung Woo bertanya apa yang ingin ia lakukan pada Dan. Seol masih kesal, ia berkata bahwa ia akan senang melimpahkan kesalahan pada kakaknya. Kemudian ia mendesah, tetapi ia masih keluarga.
Seol kembali ke rumah ibunya untuk pertemuan yang bahagia, walaupun Ibu sedikit bingung ketika Seol menanyakan kakaknya. Ini masalah yang sensitif, Ibu berkata bahwa Dan pergi untuk beberapa hari karena ia merasa tidak enak akibat “berita yang salah” dan membutuhkan waktu untuk sendiri.
Ibu akan pergi untuk menemui seseorang. Ibu memberitahunya dengan gugup. Seol melihat bahwa ibu mempersiapkan tas penuh pakaian – tentu saja untuk Dan – dan membiarkan ibu pergi dengan gembira.
Ibu memarahi Dan karena membuat skandal ini. Ia bertanya apa motivasinya. Dan berkata bahwa ia hanya tertarik untuk mengungkap kebenaran, karena ada kemungkinan bahwa ia seorang putri. Ibu tidak percaya, karena ia tahu selama ini Dan masih berhubungan dengan orang tua kandungnya, jadi ia tidak mungkin seorang putri.
Ibu mendesah bahwa Dan bukan orang seperti itu, bahwa ia selalu bangga padanya. Dan berkata ya, ia memang begitu, yang selalu membuat masalah adalah Seol. “ Apakah Ibu tahu bagian yang paling mengerikan dari semua ini? Bahwa Ibu mencintai kami sama besar.”
Dan memberitahu Ibunya bahwa ia tidak ingin cinta ibu padanya berkurang karena tindakannya ini.
Ibu menenangkannya, mengatakan bahwa ia mencintainya dan memaafkannya, tapi berkeras agar ia menghentikan tindakannya, karena ini sudah terlalu jauh.
Yoon Ju merasa terguncang karena kesembuhan Kakek dan memberitahu Jung Woo bahwa harapan adanya keajaiban, tidak terwujud.
Jung Woo memberitahunya dengan tegas hal seperti itu susah untuk disebut keajaiban. Yoon Ju bertanya-tanya,” Apakah begitu?”
Sebelum Yoon Ju memberikan jawabannya. Ia ingin pergi ke suatu tempat dengan Jung Woo.
Ia meminta tolong untuk mengantarkannya memilih baju, bukan untuknya. Ia mendeskripsikan sesuatu untuk pria yang mempunyai bahu lebar. “ Bahu yang selalu merasa berat, karena dirinya.” Sesuatu yang ringan untuk bahu ayahnya yang terbebani.
Ia meminta baju itu untuk dikirim, karena jika diberikan secara langsung hanya akan membuat ayahnya berterima kasih padanya, ia tidak ingin ayahnya merasa berhutang pada siapapun. Jung Woo menunjukkan pikirannya yang tidak konsisten, karena bila ia tidak suka ayahnya berterimakasih pada orang, bagaimana perasaannya membuat ayahnya meminta maaf kepada orang lain? Itulah akibat dari perbuatannya.
Yoon Ju berkata bahwa itu semua tidak akan terjadi, mengungkapkan bahwa ia akan menyimpan rahasia selamanya dan memberitahunya untuk membawakan Kantong Ratu Myeongseong yang asli. Jung Woo kecewa, karena telah berharap banyak: “ Kamu telah membuang kesempatan terakhirmu.”
Ketika putri sedang pergi, Gun dan dayang Seol menunggu sambil melihat buku masakan, mengeluh setiap kali melihat makanan favorit Seol. Dayang Seol tertarik pada Gunnie dan hari ini ia menyuruh Gun untuk menemuinya di taman untuk “malam yang kreatif”.
Hae Young tiba ditempat persembunyian Dan, saat ia bersiap pergi dengan koper dan semua barangnya. Hae Young segera menemuinya: Jangan tergesa-gesa pergi, karena ia telah dimasukkan dalam daftar larangan terbang.
Dan tidak percaya, berkata bahwa ia tidak takut dan ia tidak menyesala tas perbuatannya. Tapi kemarahannya langsung hilang ketika Hae Young memberitahunya bahwa ia tidak akan dapat menikmati uang pembayarannya, karena rekeningnya telah dibekukan. Jika ia berencana untuk hidup diluar negeri dengan uang itu, sebaiknya ia membatalkannya karena “ perahu telah tenggelam”.Ia dapat melupakan keinginannya untuk menjadi pengacara atau hakim. Ia dapat mengucapkan selamat tinggal pada Ibunya atau Seol dan tidak pernah menemui mereka lagi. Ia juga tidak boleh berhubungan dengan Yoon Ju.
Trik itu benar-benar membuat Dan ketakutan.
Hae Young tiba di rumah Ibu saat Seol memberi makan anjing seperti saat pertama kali ia datang. Seol menolak berbicara dengannya. Ia segera masuk kedalam rumah dan meninggalkan Hae Young berdiri di depan pintu yang tertutup.
Hae Young berbicara melalui pintu, tahu bahwa Seol berdiri di baliknya mendengarkan
Hae Young: “ Aku tahu kau ada dibalik pintu. Aku tahu kau ingin mendengar suaraku. Karena berusaha untuk menghindariku, kau tidak bisa melakukan apapun. Hanya bisa berdiri dibalik pintu kan? Walaupun kau menutup pintu, aku masih dapat mendengarmu, melihatmu. Jangan seperti ini.
Hae Young berkata ia akan sabar dan akan menunggunya membukakan pintu. Tapi Seol tidak membukakan pintu., ia hanya duduk di dalam. Hae Young menunggu di teras. Saat malam tiba, ia berbicara lagi:
Hae Young:” Ketika aku melihat apa yang ayahku lakukan dan rasa sakit yang kau rasakan, seharusnya aku tidak datang. Aku seharusnya tidak kembali. Aku tahu itulah kesopanan yang seharusnya aku tunjukkan, tapi aku minta maaf karena aku tidak dapat melakukannya hari ini. Rasa senang yang selalu kurasakan ketika bersamamu dan bertengkar denganmu – Aku tidak bisa menyerah. Dan aku tidak dapat menyerah membuatmu tidak bisa bernapas atau membuatmu jantungmu berdebar. Aku merasa seperti anak kecil. Aku tidak bisa begitu sabar. Aku belum pernah menyerah sebelumnya. Ya, seperti katamu. Aku brengsek. Kamu benar…tapi…apa yang kulakukan bila aku merindukanmu?” Suaranya pecah ketika ia mulai menangis, Seol juga menangis didalam. Ia melanjutkan,” Apa yang harus kulakukan karena merindukanmu 24 jam sehari? Aku merindukanmu sekarang. Aku merindukanmu sampai mati! Apa yang harus aku lakukan? Lee Seol….Aku mencintaimu. Aku berkata, Mr. P ini mencintaimu.”

Seol membuka pintu dan berkata, “ Aku juga….” tapi ia tidak memberinya kesempatan untuk menyelesaikan perkataannya..

Bersambung..

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s