Sinopsis My Princess Episode 9 part 2


Sinopsis My Princess episode 9 part 2 :

Lee Seol berjalan ke arah mimbar, ia terkejut karena hanya ada 3 orang reporter di press conference itu. Lee Seol melihat ke arah Yoon Joo.

Kakek yang juga datang menghadiri press conference terkejut melihat keadaan. “Apa yang terjadi? Press conference pengklarifikasian. Kenapa seperti itu?”
Yoon Joo berkata tanpa merasa bersalah, “Aku pikir ada sesuatu yang salah.”

Lee Seol memaksakan diri untuk bisa menerima keadaan yang terjadi. Ia memulai pidatonya. “Hello, I am the Princess of Korea, Lee Seol. Meskipun hari ini dingin, kepada semua media dan semua tamu yang terhormat.. Aku mengucapkan terimakasih.”

Park Hae Young pun terkejut melihat hal itu. Ia lalu memanggil ketua pengawal kerajaan lalu menanyakan hal yang terjadi. Ketua pengawal itu berkata, “Sepertinya mereka menghentikan orang-orang. Orang-orang yang tidak memiliki kartu resmi, akses dilarang masuk.”
“Apa itu mungkin dilakukan oleh Direktu Yoon Joo.” tanya Park Hae Young.
“Sepertinya begitu.” jawab ketua pengawal.

Park Hae Young berpikir untuk mencari solusi, bagaimanapun caranya press conference kali ini harus berjalan sukses. Kemudian, Hae Young menulis sebuah memo untuk Lee Seol. Ia memberikan memo itu pada kepala pengawal agar memberikannya pada Lee Seol. Kau akan bertanggung jawab penuh dengan mendapatkan memo ini dari Princess.”
“Ya, aku mengerti.”

“Untuk itu, pembentukan kembali keluarga kerajaan adalah suatu
perwujudan dari sejarah korea, dan hal itu akan membuat…” pidato Lee Seol terhenti sejenak karena kedatangan pengawal.
“Ini untukmu.” bisik kepala pengawal itu.
Lee Seol membaca memo itu. Isi memo :
Bagaimana kalau mengadakan press conference di tempat parkir, princess?

Lee Seol tersenyum, “Agar orang-orang di seluruh dunia tahu tentang
Keindahan budaya Korea dan orang-orang di sana.. AKu akan meneruskan pidato, di tempat Parkir.” ucap Lee Seol. “Bisakah kita pergi?” Lee Seol lalu berlari meninggalkan ruang press conference. Pengawal istana dan seluruh staff istana panik, mereka mengejar Lee Seol.
“Princess, kau akan pergi kemana? Princess! Princess!”
“Princess! Princess! Princess! PRINCESS!! Princess!”
Lee Seol mencopot sepatunya agar larinya mudah.

Reporter yang melihat Lee Seol datang ke arah mereka, “Di sana! Ia datang! Apa alasan atas semua hal yang sudah terjadi hari ini? Apa kau sudah mengumpulkan semua kekuatanmu? Tolong bicara! Tolong bicara!” Para reporter itu segera melayangkan banyak pertanyaan pada Lee Seol.
“Hello everyone, I am the Princess of Korea, Lee Seol. Mulai saat ini, di sini, aku akan melanjutkan pidatoku mengenai pengembalian kembali keluarga kerajaan.” ucap Lee Seol.
“Di sini? Dia melakukan pidato di sini?” ucap salah satu reporter.
Lee Seol menarik sebuah bangku lalu ia berdiri diatasnya, ia berkata dengan lantang. “Aku benar-benar minta maaf atas tempat yang tidak nyaman.
“Suaramu tidak terdengar.” kata para reporter. “Mohon keraskan suaramu.”
Lagi-lagi ia menggunakan microphone (?). “Kau bisa mendengarku sekarang, kan?” ucap Lee Seol.
“Ya.” jawab para reporter serentak.

“Apa yang harus aku lakukan? Karena aku terburu-buru untuk sampai di tempat ini, sehingga aku meninggalkan notes pidatoku di podium Baiklah, aku akan mengatakan apa yang ingin aku katakan. Beberapa terakhir ini, aku sudah menuliskan laporan dan melakukan kerja part time di Gyeongbok Palace.. Tapi, sekarang, mereka mengatakan kalau aku adalah seorang Princess. Untuk menjadi seorang putri, aku tidak
memiliki kelayakan yang pantas. I’m sorry. Catatanku tertulis. Sebuah monarrki dapat membangun kembali tradisi, dan itu adalah titik penting dalam pengembalian kembali sejarah kita Dan itu lah kenapa aku menjadi seorang Princess Princess Lee Seol. Ya, aku akan melakukan hal itu. Tapi, semuanya, aku tidak tahu bagaimana seharusnya aku memulai titik balik penting dalam sejarah kita. Atau bagaimana seharusnya aku membangun kembali sejarah tradisional kita. Jadi, ajarkan aku! Tolong katakan padaku, Lee Seol. Apa yang  seharusnya dilakukan. Apa yang orang seperti aku harus lakukan. Meskipun aku tidak pintar, tapi orang-orang yang berada di istana yang membantuku, mereka sangat cerdas. Untuk orang-orang itu, aku akan bekerja keras.” ucap Lee Seol panjang lebar.

“Apa yang akan kau lakukan? Bagaimana kita bisa mengetahuinya? Bagaimana kami harus mengetahui hal itu?” tanya para reporter.
“Terdengar hanya sebatas kata-kata, benar? Mulai sekarang tolong tulislah pendapat kalian di Myprincess@monarchy dot HS dot KR. Please kirimkan aku email dari semua tempat. Aku akan sangat menghargai hal itu. Apapun itu, aku akan mendengarkan pendapat yang kalian tuliskan. Aku akan melakukan hal yang terbaik. Di cuaca yang dingin ini, kalian masih mendengarkan apa yang aku katakan sampai akhir. Thank you so very much.” Lee Seol mengakhiri pidatonya.

Semua yang ada di tempat itu langsung bersorak, mereka tersentuh dengan kata-kata Lee Seol. “Princess, you’re so cool! Aku akan pastikan, aku menulis email itu.”
Lee Seol tersenyum.

Pengawal mengantarkan Lee Seol masuk ke dalam istana. Lee Seol berakta pada asisten pribadinya, “Bagaimana aku? Aku sangat nervous, aku bahkan tidak menyadari apa yang aku katakan.”
“Itu benar-benar sangat menyentuh, Princess. Bagaimana bisa kau memikirkan hal itu?” tanya asisten pribadi Lee Seol.
“Sebuah note membantuku. Tapi memo itu, siapa yang memberikannya? Apa Itu, Park Hae Young?” tanya Lee Seol pada kepala pengawal.
“Eh, bukan.” jawab kepala pengawal dengan gugup.

“Apa benar-benar bukan dia?” tanya Lee Seol. “Apa dia mengatakan untuk tidak memberitahukan hal yang sebenarnya?”
“Bukan, tapi ia memberitahukan untuk tidak memberitahu siapapun.” ucap pengawal itu tanpa menyadari perkataanya.

“Oooh.. kakiku. Ah, melepuh. Memar. Apa yang harus kita lakukan?” rintih Lee Seol, ia melihat kakinya yang melepuh karena tadi ia berlarian tanpa memakai sepatu.
“Apa yang kau lakukan?” tanya Park Hae Young yang datang menghampiri Lee Seol.
“Kau bisa mengatakan kalau aku sedang bermeditasi.”
“Apa yang terjadi dengan kakimu?” Park Hae Young panik.
“Kakiku?”
“Sedari tadi, kau terus memperhatikan kakimu.” ucap Park Hae Young.

“Ohh, karena kakiku sakit.” jawab Lee Seol.
“Sakit? Kenapa? Biarkan aku lihat.” ucap Park Hae Young.
“Ohh..! Oh! Kenapa kau harus melihatnya?! Apa yang akan kau lakukan?” Lee Seol panik karena Park Hae Young mengangkat-angkat kakinya.

Lee Seol lalu menarik paksa kakinya dan ia segera memasukkan kakinya ke dalam air. “Kakiku mungkin sedang terserang penyakit flu? Mereka sedang balas dendam.” ucap Lee Seol.
“Lihat air ini jadi kotor!” ujar Park Hae Young. “Karena kau sudah melakukan yang terbaik di press conference,ini adalah hadiahku untukmu yang mulia.”
“Apa?” tanya Lee Seol.
“Ini.” Park Hae Young memberikan sepatu Lee Seol. Ia lalu menggendong Lee Seol. jjah, sweet. “Kakimu akan membeku. cepat, letakan kakimu di air hangat.”
“Turunkan aku. Apa ada seseorang yang melihat?” tanya Lee Seol.
“Tentu saja mereka melihat, kau tahu ada banyak mata di istana ini.”
“Apa tidak apa-apa kalau mereka melihat?”
“Bagaimana akan baik-baik saja? Itu akan menjadi kacau.” jawab Park Hae Young.
“Kenapa kau begitu berat?  Apa kau batu besar? Jujurlah, berapa beratmu?”
“Berat? Siapa yang berat?”

Dari kejauahan, Yoon Joo melihat Park Hae Young menggendong Lee Seol. Ia menatap iri dan cemburu.

“Apa? Idola?” tanya Lee Seol tidak percaya saat asisten pribadinya berkata bahwa sekarang Lee Seol sudah memiliki banyak fans.
“Ya. Princess, parking lot press conference, etc… Sudah masuk ke dalam 10 besar pencarian utama on line. Dan setiap waktu penggemar dan anti Lee Seol semakin terlihat, 100 dan 1000 orang bergabung.”
“Woah! Tapi, benar ada anti Lee Seol?” tanya Lee Seol.
“Seperti itulah, ketika ada terang, pasti akan ada sisi gelap. Aku juga meregistrasikan diri di sana. Aku sudah mengetahui ID dari orang-orang yang berkomentar tidak baik. Aku berencana untuk mengenyakan mereka, secepat mungkin.” ucap Asisten Lee Seol dengan sungguh-sungguh.
“Fighting!”

Hahaa.. ini dia yang saya tunggu, Gun-i cute.. “Dia sudah menjadi bintang besar. Kenapa?” Gun-i menangis karena ternyata Noonanya itu sudah tidak lagi menjadi miliknya, karena sekarang Lee Seol sudah memiliki banyak penggemar..

Kubu kontra mulai berdiskusi tentang kemajuan yang dilakukan oleh Lee Seo. “Tapi tuan, kau juga harus mewawanarai Princess juga untuk mendapatkan satu tanda tangan.”
“Hey hey hey! Apa yang mereka lakukan? Mereka melemparkan boneka dan sekarang orang-orang mulai mengambil bagian mereka. Meskipun begitu, seberapa lama kau pikir mereka akan bertahan? Apakah aku tidak populer? Sepertinya hanya sementara.”

Presiden dan Park Hae Young saling berbicara, “Aku mengirim kalian ke istana karena Aku mengerti kalian adalah objek dari monarki. Tapi, Semua yang telah kau lakukan akan menambah popularitas Princess.” ucap Presiden.
“Maafkan aku.” jawab Park Hae Young, publik akan lebih memihak Princess ketimbang presiden. Dan kemungkinan besar, publik akan memilih princess.
“Kau tidak harus meminta maaf. Ayo kita ubah ketidakberuntungan ini,
menjadi sesuatu manfaat. Kata-kata Princess lebih efektif dari pada
kata-kata Presiden sepertiku. Aku juga ingin membantunya.” jawab Presiden. “Pendidikan Princess sangat baik. Ia sudah bisa berbicara lantang seakrang. Saat burung beo belajar berbicara, ia akan berbicara dengan sangat baik. Biarkan Princess menjadi seorang pembicara, maka ia akan diterima oleh semua kalangan nasional.”

Di ruangannya, Park Hae Young menonton video Lee Seol yang tengah mengenalkan dirinya.
“Hello, I am Princess Lee Seol. Hello, I am Princess Lee Seol.”
“Hello, I am Princess Lee Seol. Hello, I am Princess Lee Seol”
Park Hae Young mengulang-ngulang video di bagian yang sama, ia lalu tersenyum. Woah.. bunga-bunga cinta mulai mewangi dan merekah.. HUAHAA..

Lee Seol berada di mobilnya, ia berkata setelah mengetahui pengikut fanatiknya bertambah, “12,988 members. Popularitas ini sangat menakjubkan..”
Dengan mengikuti gaya Mishil – Queen Seon Duk saat berbicara, “Sekarang waktunya untuk Lee Seol. It’s now the time of Lee Seol. It’s now the time of Lee Seol.” Hahaa.. beberapa kali, Lee Seol mengikuti gaya mishil berbicara.

Lee Seol tidak menyadari kalau Park Hae Young tengah memperhatikannya. Park Hae Young masuk begitu saja ke dalam mobil kuno bersejarah. lee Seol kaget melihat kedatangan Park Hae Young.
“Aku akan mengundurkan diri.” ucap Park Hae Young.
“Apa seseorang menyuruhmu?” tanya Lee Seol.
“Kalau aku pergi, kau akan mulai mencariku.” jawab Park Hae Young.
“Betapa senangnya! Siapa yang akan mencari siapa? Kau adalah orang yang selalu mengikutiku. Dan juga, satu hal yang perlu diluruskan. Di sini, aku akan menggunakan ruangan ini dari jam 10 sampai 11, jadi selain waktu itu kau boleh masuk dan keluar sesuka hatimu. Jadi, kita tidak akan bertemu satu sama lain.” ujar Lee Seol.

“Aku tidak mau.” jawab Park Hae Young. “Aku ingin di sini dari pukul 10 sampai 11.”
“Kenapa.” tanya Lee Seol.
“Karena aku menyukainya.”
“Kau..”
“Kalau begitu aku tidak akan di sini jam 10.. Aku akan di sini dari jam 9 sampai jam 10.
“Baiklah, Aku akan  pergi.” ucap Park Hae Young seraya keluar dari mobil.
“Kau mau pergi kemana?” tanya Lee Seol.
Park Hae Young tidak menjawab ia malah pergi begitu saja.

“Di panti Yatim piatu?” tanya Profesor Nam Jung Woo.
“Ya, diingatanaku, aku memiliki tas bersejarah itu. Jadi, aku akan memulai berpikir dari tempat aku diadopsi. Dari segi sejarah, tas bersejarah itu memiliki arti yang sangat penting.. Itulah kenapa aku ingin menemukannya. Bisakah kita mencarinya ke sana?” tanya Lee Seol pada profesor Nam Jung Woo.
“Tidak bisa.” jawab Profesor.
“Kenapa?”
“Karena aku harus menemukan hal itu dulu.”
“Gezz.. Profesor, apa yang kau lakukan?” Lee Seol terbahak.
“Baiklah, ayo kita pergi. Tapi, kalau kau menemukan tas bersejarah itu. Kau harus menyebukan namaku di buku bersejarah.” pinta Profesor.
“Tentu.”  jawab Lee Seol, ia masih tidak berhenti tertawa.
“Aku berjanji. Tentu.”

Ternyata Yoon Joo yang lebih dulu datang ke panti asuhan itu. Ia juga menanyakan tentang tas bersejarah.
“Lee Seol sangat menyukai anak kecil. Dia tidak berubah semenjak ia kecil. Aku sangat mengenalnya. Dia menjadi yatim piatu selama sebulan, sebalum diadopsi. Sebenarnya, kami merekomendasikan Eun Byul. Tapi, orang tua angkat ingin Lee Seol. Lee Seol dan Go Eun Byo memiliki umur yang sama. Tapi, Eun byo mengganti namanya. Ia mengganti nama menjadi Lee Dan.” ucap pengurus panti asuhan.
“Yeah. Tapi kenapa merekomendasikan anak lain, padahal orang tua angkat sudah memilih Lee Seol?” tanya Yoon Joo.
“Karena Lee Seol tidak bisa mengingat masa lalunya. Tidak hanya namanya, tapi juga dimana ia tinggal. Dan bagaimana ia terpisah dengan orangtuanya, dia tidak ingat.Mungkin. Saat ia menjadi yatim piatu, apakah ia punya benda seperti ini?” Yoon Joo menyerahkan foto tas bersejarah pada pengasuh panti.
“Ohhh, Aku ingat.” jawab pengasuh panti.

Kemudian pembicaraan mereka terputus karena kedatangan Lee Seol dan Profesor Nam Jung Woo.
“Ya, tuhan! Lee Seol kami tumbuh dengan sangat baik. Aku melihatmu di TV.” sambut pengasuh panti itu dengan hangat.
“Apa kau mengingatku?” tanya Lee Seol.
“Tentu saja.” jawab pengasuh panti, kemudian mempersilakan mereka duduk.
“Tapi, ada satu benda yang harus benar-benar aku temukan. Aku rasa tempat seperti ini adalah sebuah petunjuk, untuk itu aku datang ke sini. Kalau kau mengingatku, kau pasti tahu bahwa aku tidak ingat apapun sebelum aku ke sini. Aku hanya ingat beberapa potong kisah dari masalaluku. Tapi, ada satu benda yang harus benar-benar aku temukan. Aku rasa tempat seperti ini adalah sebuah petunjuk, untuk itu aku datang ke sini. Mungkin, kau pernah melihat benda seperti ini?” tanya Lee Seol, ia menyerahkan selembar kertas yang bergambar tas bersejarah.
“Jadi, kalian datang ke tempat ini untuk mencari benda ini?” tanya pengasuh itu pada Lee Seol dan Yoon Joo.
Lee Seol langsung menatap Yoon Joo, ia bertanya-tanya kenapa Yoon Joo juga ikut mencari benda miliknya.

“Sebelumnya, kau bilang kau ingat.” ucap Yoon JOo
“Tentu saja aku ingat. Aku pikir itu adalah bagian dari baju. Tas bersejarah ini tidak ada pada Lee Seol, tapi itu ada di Eun Byo. Dia dipanggil Dan sekarang. Dia adalah orang yang juga diadopsi di waktu yang sama denganmu.” jawab pengasuh panti.
“Apa kau benar-benar yakin?” tanya Lee Seol.
“Ya, seperti itu. Diingatanku, itu memang sebuah tas bersejarah. Tentu aku ingat, karena kau selalu menangis sepanjang hari. Eun Byo berkata itu adalah pemberian ibuny. Dia selalu membawa benda itu kemana-mana. Itu benda yang mengingatkannya pada ibunya, semua orang pasti merindukan ibunya. Dan saat menerima hadiah, memang masing-masing orang memiliki rasa iri. Agar mendapatkan hal itu, aku tidak tahu setiap orang memiliki argumennya masing-masing.” jawab pengasuh panti.

Mendengar hal itu, Yoon Joo tersenyum sinis.
“Lalu,… tentang tasku? Bukankah aku memiliki tas milik ayahku?” tanya Lee Seol.
“Ya, kau memilikinya. Kau selalu membawanya kemana-mana setiap hari dan setiap malam Kami bahkan tidak bisa memberi makan dirimu, saat itu.. Kau tau betapa kami sangat mengkhawatirkan kau Saat itu kau selalu bersama Eun Byo.”
“Apa kau yakin kau tidak membuat kesalahana tentang memory ini?
memory yang sudah lama yang mungkin saja memudar.” ucap Lee Seol.
“Tidak, memang seperti itu.”

Setelah mendapatkan informasi, mereka keluar dari ruangan. Yoon Joo berjalan di depan Lee Seol dan profesor.
“Kalau itu adalah Lee Dan, bukan kah itu kakakmu? Aku kira, kita harus bertemu Lee Dan dulu.” ucap Profesor pada Lee Seol.
“Kalau itu benar-benar kakakku, apa yang harus aku lakukan? Apa aku membuat kesalahan? Apa yang akan terjadi?”
“Atau mungkin itu palsu? Itu dapat menjadi masalah yang sederhana, kalau saja kenangan kakakmu itu adalah salah. Atau kakakmu mencoba membohongimu.”
“Kakaku berkata bohong?”

“Kau sudah selesai dengan pekerjaanmu? Ayo kita pulang bersama.” ucap Yoon Joo yang tiba-tiba berbalik dan menghampiri Lee Seol-profesor Nam Jung Woo.
“Baiklah. Profesor, aku akan pergi dengan Direktur.” jawab Lee Seol. “Melihatmu di sini, Ada sesuatu hal yang harus aku bicarakan.” ucap Lee Seol pada Yoon Joo.
“Ok.”

“Kalau ada sesuatu yang terjadi, telepon aku.” ucap Profesor Nam jung Woo.
“Apa maksudmu?” Yoon Joo mulai tersinggung, ia pikir dirinya akan mencelakai Lee Seol.
“Mahasiswaku jauh lebih kurus dari kelihatannya. Baiklah, aku pergi.” ucap Profesor seraya tersenyum lalu pergi meninggalkan Yoon Joo dan Lee Seol.

Yoon Joo tidak langsung mengantarkan Lee Seol kembali ke istana, mereka mampir terlebih dulu ke sebuah restauran dan memesan alkohol. Lee Seol bertanya pada Yoon Joo, diantara park hae young dan profesor nam jung woo, mana yang paling Yoon Joo sukai. Yoon Joo menjawab kalau ia menyukai keduanya dan ia memperingati Lee Seol kalau Lee Seol tidak akan dengan mudah merebut keduanya dari diri Yoon Joo. Dan Yoon Joo juga berkata kalau dirinya sekarang sangat merindukan Profesor nam jung woo karena ia mendapat banyak cinta dari profesor nam jung woo.

Yoon Joo bahkan bertaruh kalau park Hae Young dan profesor nam jung woo sangat menyukai dirinya. Yoon Joo dengan sengaja mengirim sms yang sama pada Park Hae Young dan Profesor. Tentu saja,  keduanya langsung datang menjemput Yoon Joo. Park Hae Young datang untuk menjemput mereka, melihat Park Hae Young datang. Yoon Joo langsung memeluknya. dan hal itu membuat Lee Seol dan Profesor cemburu.

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s