Sinopsis Dream High Episode 4 part 2


Song Sam Dong berkata di atas panggung dengan suara keras, “Perhatikan. Tutup mata kalian dan dengarkan. Aku bukan orang udik dan aku juga bukan gelandangan. Aku akan membuktikan hal itu. Mengerti?!!”
Go Hye Mi yang mendengar hal itu terkejut. “Dia tidak boleh bernyanyi.”
“Apa itu Song Sam Dong?” tanya Jin Gook.
“Yeah.” jawab Go Hye Mi.
“Biarkan. Kita dengarkan ia bernyanyi.” jawab Kang Oh Hyuk.
“Tapi suaranya sangat bur—” ucapan Go Hye Mi terputus, karena Song Sam Dong mulai bernyanyi.

 

Dan, suara Song Sam Dong engga kalah keren dengan suara Jason. Go Hye Mi termangu, ia salah menduga. Ini nih, prinsip “Don’t Judge a Book by Its Cover” sangat amat berlaku. Go Hye Mi harus belajar dari quote ini “Don’t Judge a Book by Its Cover”
Song Sam Dong bernyanyi dibagian akhir dari lagu, ia mencoba mengikuti nada yang tadi dinyanyikan oleh Jason. Dan Jason, menanggapi duet itu, dipertengahan lagu, Jason dan Song Sam Dong benar-benar berduet.

 

Karena tadi Song Sam Dong tidak mendengar lagu yang dinyanyikan Jason sampai akhir, jadi ia hanya menebak akhir nada lagunya. Song Sam Dong menyimpulkan nada dari awal sampai akhir, ia beranggapan kalau nada akhirnya akan sangat simple. Dan kemudian Song Sam Dong menyanyikan nada akhirnya dengan simple, tapi ternyata Jason mengambil nada tinggi, Jason membuat nada akhirnya menjadi rumit.
Semua siswa yang menonton terpukau dengan Jason yang menyanyikan bait terakhir dengan sangat sempurna. Song Sam Dong nervous, ia gugup, mata polosnya menahan tangis. Kata-katanya tadi untuk mengalahkan Jason, tidak bisa ia buktikan. Song Sam Dong menjatuhkan microphone begitu saja, lalu ia pergi meninggalkan panggung.
Go Hye Mi yang melihat hal itu langsung mengikuti Song Sam Dong. Go Hye Mi menghampiri Song Sam Dong yang berada di taman.
“Yah! Kenapa posisi seperti itu? Itu hanya akan memperburuk dirimu.” ucap Go Hye Mi.
“Yah, kenapa kau menatapku seperti itu? Aku hanya baru mengetahui lagu itu.” jawab Song Sam Dong.
“Jadi, kau tidak tau lagu itu? Lalu, bagaimana kau menyanyikannya?”
“Aku hanya menebak bagian terakhirnya, kalau aku berlatih aku pasti mampu menang dari orang itu.” jawab Song Sam Dong dengan polosnya.

 

Go Hye Mi duduk di sebelah Song Sam Dong, ia memperhatikan Song Sam Dong lalu memegang wajahnya. Seperti yang saya pikir, Song Sam Dong perlu permak wajah sedikit.
Go Hye Mi berkata seraya memegang wajah Song Sam Dong, “Yah, apa aku harus melihat wajah buruk seperti ini selama sebulan?”
“Apa maksudmu? Apa yang kau lakukan?” tanya Song Sam Dong, ia tidak berani menatap Go Hye Mi.
Go Hye Mi menggoyang-goyangkan kepala Song Sam Dong. “Ah, pertama..” Go Hye Mi menyingkap poni Song Sam Dong, “Pertama, aku harus bisa melihat matamu. Matamu sangat berharga.”
“Benar.” Jawab Song Sam Dong pelan.
“Baiklah.. Hmm.. Tapi, perlu uang untuk melakukannya.” Go Hye Mi berpikir. Memerlukan uang untuk mengubah penampilan Song Sam Dong.
Go Hye Mi berdiri lalu berkata, “Hey, berapa uang yang kau punya?”
“Uang?” Song Sam Dong mengambil uang di saku bajunya. “Ini, tidak banyak.” Song Sam Dong menyerahkan uangnya pada Go Hye Mi.
“Baiklah. Ayo..” ajak Go Hye Mi.
“Hey, kau mau kemana??” Song Sam Dong berlari mengikuti Go Hye Mi.

 

Di koridor sekolah, Yang Jin Man tanpa sengaja bertemu dengan Ma Doo Sik. Yang Jin Man yang membawa banyak buku hampir saja menabrak Ma Doo Sik, mereka saling terkejut.
“Siapa kau?” tanya Yang jin Man.
“Kau tidak perlu mengetahui siapa kami. Kau tau dimana Kang Oh Hyuk?” tanya Ma Doo Sik.

 

Ma Doo Sik bertemu dengan Kang Oh Hyuk. Dengan gugup, Kang Oh Hyuk bertanya, “Ada apa ini? Apa ada masalah?”
“Setelah kami melihat Go Hye Mi di acara upacara pembukaan Kirin saat itu, kami merasa sedikit khawatir.” ucap Ma Doo Sik.
“Apa maksudmu? Tenang saja, aku yang akan mengurus hal itu.”
“Untuk itulah..” jawab Ma Doo Sik, ia memberikan dokumen berisi surat rumah milik Kakak perempuan Kang Oh Hyuk. Dokumen rumah itu atas nama Kang Oh Hyuk.
Kang Oh Hyuk harus menjadikan rumahnya sebagai jaminan bagi Ma Doo Sik. Ma Doo Sik sangat khawatir kalau-kalau Go Hye Mi berakhir dengan tidak sukses. Jadi, agar Ma Doo Sik tidak rugi, ia menggunakan rumah Kang Oh Hyuk sebagai jaminan.
“I.. ini.. surat tanah rumah.” ucap Kang Oh Hyuk terkejut. “Rumah itu milik kakakku. Bukan milikku, ia hanya meminjam namaku saja. Kalau aku melakukan hal ini, aku akan dibunuh olehnya.”
“Baiklah kalau kau tidak mau, aku akan mengambil Go Hye Mi.” jawab Ma Doo Sik.
Kang Oh Hyuk khawatir, ia juga tidak ingin Go Hye Mi menderita, jadi apa boleh buat, ia harus menandatangani surat itu.
Dari kejauhan, ternyata Yang Jin Man melihat apa yang dilakukan Ma Doo Sik dan Kang Oh Hyuk. Yang Jin Man berkata dengan heran, “Kenapa dia melakukan hal itu. Apa dia ayahnya?” tanya Yang Jin Man pada dirinya sendiri.
Setelah Go Hye Mi memotong rambung Song Sam Dong, ia mengajak Song Sam Dong ke pusat perbelanjaan, mereka mencari barang-barang yang diperlukan Som Sam Dong. Karena orang desa yang baru datang ke kota, Song Sam Dong merasa terkesima melihat megahnya departement store yang ia datangi. Song Sam Dong melihat poster Rain yang terpajang dan ia bertanya pada Go Hye Mi, “Apa orang ini terkenal?”
“Apa kau tidak tahu Rain?” tanya Go Hye Mi.
“Kelak, aku akan lebih tenar dari pada dia.” ucap Song Sam Dong seraya bergaya ala Rain.

 

Setelah pulang dari pusat perbelanjaan, mereka pulang dengan menggunakan sebuah bus. Bus itu penuh dan Song Sam Dong berkomentar dengan logat desanya, “Kenapa, bus di Seoul ini penuh seperti ini.”
Para penumpang yang mendengar logat desa saat Song Sam Dong berbicara, langsung berkomentar.
Song Sam Dong tidak mengerti, kenapa para penumpang melihat ke arahnya. Lalu ia bertanya kepada Go Hye Mi, “Kenapa. Ke.kenapa orang-orang itu melihat ke arahku.”
Go Hye Mi menjawab, “Kau tidak ingin disebut orang desa kan? Jangan gunakan logat desamu itu.”
Song Sam Dong mengerti, ia mencoba merubah gaya bicaranya, “Benarkah, Bagaimana sekarang?” tanya Song Sam Dong.
Go Hye Mi tersenyum.
Kemudian, handphone Go Hye Mi berdering. Ia mendapat telepon dari ayahnya. “Hallo.. Ayah..” ucap Go Hye Mi senang. “Bagaimana kabarmu? Kau ada di mana? Ya, aku baik-baik saja. Benarkah? Aku bisa bertemu denganmu? Melegakan sekali. Ya. Aku mengerti..”
Go Hye Mi berbicara dengan ayahnya lewat telepon, Go Hye Mi masih memegang Liontin K. Liontin K itu memang bekerja dengan baik, haha.. Go Hye Mi jadi mempercayai Liontin K itu, dengan semua perubahan baik yang terjadi, Liontin K itu memang pembawa keberuntungan.
Song Sam Dong memperhatikan Go Hye Mi saat ia berbicara dengan ayahnya di telepon. Song Sam Dong tersenyum dan ia juga memperhatikan Liontin K yang dipegang oleh Go Hye Mi.

 

Karena tidak mau tersaingi oleh Go Hye Mi, Yoon Baek Hee terus berlatih bernyanyi. Bahkan ia sampai masuk ke sebuah sekolah musik mahal. Ia berlatih bernyanyi, tekadnya untuk lebih baik dari Go Hye Mi memang sangat kuat. Yoon Baek Hee masuk ke sekolah musik itu, tanpa diketahui ibunya. Saat sedang berlatih tarik suara, handphone Yoon Baek Hee berdering, ia mendapat telepon dari ibunya.
“Halloo. Ibu. Aku sedang berada di perpustakaan. Ada apa?” ucap Yoon Baek Hee berbohong.
Ternyata ibunya sudah mengetahui, kalau Yoon Baek Hee mengambil kelas musik. Ibunya datang ke kelas musik itu dan langsung memarahi Yoon Baek Hee. “Kau sebut ini perpustakaan? Huh?!” ucap Ibu Yoon Baek Hee.
Yoon Baek Hee terkejut ternyata ibunya ada datang. Yoon Baek Hee menutup teleponnya, “Ibu kenapa kau disini?” tanya Yoon Baek Hee.
“Sudahlah.. Lebih baik kau belajar. Tidak perlu bermimpi menjadi bintang. Apalagi bernyanyi seperti ini, ini akan sia-sia. Kau tidak memiliki bakat seperti Go Hye Mi.”
Mendengar nama Go Hye Mi disebut-sebut, Yoon Baek Hee marah. “Ibu. Go Hye Mi tidak terpilih, ia tidak lolos seleksi. Tapi aku, bu. Aku yang terpilih. Aku yang lolos seleksi.” ucap Yoon Baek Hee seraya pergi meninggalkan ibunya.

 

Jin Gook datang ke tempat ayah tiri. Ia ingin mengembalikan uang yang ayahnya transfer ke rekeningnya.
Saat hendak memencet bel, ternyata mobil ayahnya baru saja datang. Jin Gook melihat ibu dan ayah angkatnya keluar dari mobil. Jin Gook membungkuk untuk memberi salam pada ibu tirinya, tapi ibu tirinya sama sekali tidak memperdulikan Jin Gook. Ibu tiri Jin Gook langsung masuk ke dalam rumah, lalu Jin Gook kembali membungkuk pada ayahnya.

 

“Ada masalah apa?” tanya ayahnya.
“Aku baru saja dari bank dan aku langsung mampir ke sini. Sepertinya ayah mengirimkan banyak uang ke rekeningku, aku hampir saja menghabiskan uang ini tanpa tau alasan kenapa ayah mengirimkan uang sebanyak ini ke rekeningku.” jawab Jin Gook. Ia sangat menghormati ayah tirinya.
“Itu bukan masalah. Mulailah mencari sekolah di luar negeri yang bagus. Aku mengirimkan uang itu untuk persiapanmu pergi keluar negeri.” jawab Ayah Jin Gook.
“Tapi ayah.. Aku akan tetap tinggal di sini.”
“Sampai pemilihan selesai, pergilah keluar negeri. Pemilihan agar segera dimulai, dan para wartawan akan mulai untuk mencari-cari kesalahan untuk di jadikan bahan mereka. Para wartawan akan mengaduk-aduk masalah pribadimu. Pergilah ke luar negeri.”
“Tidak ayah..” Jin Gook mengembalikan uang itu pada ayahnya. Ia menaruh amplop berisi uang di tangan ayahnya. “Aku akan tinggal di sini.” ucap Jin Gook seraya pergi meninggalkan ayahnya.

 

Tanpa sepengetahuan Jin Gook dan ayahnya, seorang wartawan tengah memotret mereka dari jarak jauh. Wartawan misterius yang juga memotret Jin Gook saat ia berada di panggung saat upacara penerimaan siswa baru.
Yoon Baek Hee masih terus mencari Liontin K nya. Ia bahkan terus mencari Liontin K itu di sekolah sampai larut malam. Saat melewati ruang latihan, tanpa sengaja, ia mendengar suara musik. Yoon Baek Hee lalu menuju sumber suara. Kemudian, ia melihat Jin Gook yang sedang berlatih dance.
Jin Gook sedang berlatih dance. Jin Gook keren ^_^

 

Yoon Baek Hee terus memperhatikan Jin Gook, ia terkagum dengan dance Jin Gook.
Jin Gook menyelesaikan latihan dancenya, kemudian saat ia hendak keluar dari ruangan, ia bertemu dengan Yoon Baek Hee. Jin Gook berkata, “Aku sudah selesai berlatih. Silakan, sekarang giliran kau untuk berlatih.”
“Ah, tidak. Jangan pedulikan aku, teruskan saja..”
“Sedang apa kau?”
“Aku hanya sedang mencari liontinku. Semuanya berjalan buruk sejak liontin itu hilang.”
“Aku harap kau bisa menemukan liontin itu.” jawab Jin Gook seraya pergi, lalu ia menyalakan lampu ruangan.
“Terimakasih.” jawab Yoon Baek Hee..

 

Go Hye Mi baru saja pulang, ia hendak masuk ke pekarangan rumah, tapi ia bertemu dengan Ma Doo Sik. Karena kaget melihat Ma Doo Sik, Go Hye Mi menjatuhkan Yakult (Yogurt tau..) yang dipegangnya.
Ma Doo Sik bersikap baik sekarang, karena Kang Oh Hyuk sudah benar-benar menjadikan rumah miliknya sebagai jaminan pada Ma Doo Sik. Ma Doo Sik mengambil yakult (Yogurt) milik Go Hye Mi dan memberikannya pada Go Hye Mi.

 

 

Ma Doo Sik juga memberikan makanan pada Go Hye Mi. “Ini..”
“Apa ini?” tanya Go Hye Mi curiga.
“Aku baru saja membeli daging Korea. Ini sangat mahal jadi kau harus memakannya. Ah, iya. jangan lupa untuk membaginya dengan Teacher Kang. Okey..” jawab Ma Doo Sik.

 

Go Hye Mi menerima bingkisan makanan itu. Kemudian, Ma Doo Sik bertanya, “Hmm.. Siapa pria yang maju ke panggung bersamamu saat upacara penerimaan siswa baru kemarin? Apa dia pacarmu?”
“Bukan.” jawab Go Hye Mi.
“Aaah, kau sudah pandai berbohong sekarang. Kalian pasti menjalin hubungan. Kalau tidak, kenapa pria itu datang ke tempatku. Ia waktu itu datang untuk menyelamatkanmu. Dia datang seperti seorang.. Hmm.. Bintang di sebuah film, yang mencoba menyelamatkan seseorang dari penculikan.”
“Apa maksudmu, ia datang ke tempatmu?” tanya Go Hye Mi.
“Dia datang untuk menyelamatkanmu, dia bahkan sampai dipukuli oleh anak buahku. Apa dia baik-baik saja? Ya sudah jaga kesehatanmu.” ucap Ma Doo Sik seraya pergi.
Go Hye Mi teringat dengan Jin Gook. Ia sudah salah sangka pada Jin Gook. Saat pertama kali bertemu di rumah Kang Oh Hyuk, Go Hye Mi pikir–Jin Gook adalah seorang berandalan karena wajah dan badannya dipenuhi dengan luka–padahal luka itu karena ia dipukuli oleh anak buah Ma Doo Sik saat mencoba¬†menyelamatkan Go Hye Mi.

Salju mulai turun dan Jin Gook tengah berjalan pulang. Di pertengahan jalan ia mengeluh, “Kenapa hari ini bersalju? Ah, motorku..” Jin Gook teringat motor besar kesayangannya, yang pasti sudah ditutupi oleh salju sekarang.

Jin Gook mempercepat jalannya, tapi kemudian ia menghentikan langkahnya saat melihat Go Hye Mi tengah membersihkan motornya. Haha.. Sweet ih.. -Saya sedikit aneh, semua yang dilakuin Jin Gook sama Go Hye Mi selalu terlihat sweet di mata saya.. HAHAAA..-

Go Hye Mi merasa bersalah karena sudah berburuk sangka pada Jin Gook. Go Hye Mi membersihkan motor Jin Gook dari salju. Ia kemudian menutupi motor itu dengan banyak payung kecil, agar motor terlindung dari salju. Sayangnya, Go Hye Mi kesulitan menata payung-payung kecil itu. Saat Go Hye Mi menaruh payung di atas motor, selalu saja, payung-payung itu jatuh.

Jin Gook yang melihat hal itu hanya tersenyum. tersenyum. tersenyum..

 

 

Go Hye Mi kesal, payung-payung itu benar-benar tidak bisa ia atur, “Ah, aku tidak akan melakukan ini lagi.” ucap Go Hye Mi seraya membiarkan semua payung jatuh. Ia berjalan kesal menuju rumah, tapi kemudian langkahnya tertahan kemudian kembali berbalik untuk mengambil payung yang jatuh. Jin Gook datang dan ia mengambil payung yang terjatuh kemudian memayungi Go Hye Mi. Sweet.. Salju oh salju..

“Kenapa? Apa kau sudah mulai merasa menyesal?” tanya Jin Gook seraya tersenyum. “Ayo, masuk.” Jin Gook berjalan mendahului Go Hye Mi.
Go Hye Mi bergumam, “Menyesal? Apa-apaan itu?”

Go Hye Mi mensejajarkan langkahnya dengan Jin Gook. Go Hye Mi berkata pelan dan cepat, “Maafkan aku.”
“Apa?” tanya Jin Gook.
“Aku bilang maafkan aku..” jawab Go Hye Mi.
Jin Gook tersenyum. “Kenapa tiba-tiba kau berkata seperti itu?”
“Karena aku sudah salah paham padamu. Kau.. Kau bukan seorang berandalan. Aku sudah salah. Kali ini aku mengakui kesalahanku.” jawab Go Hye Mi.
“Kau, mulai saat ini, cobalah untuk meminta maaf dari pada memaki-maki.” jawab Jin Gook.
Go Hye Mi tersenyum tipis.

 

 

Kemudian Go Hye Sung datang dan berkata, “Hey, kenapa kalian masih tetap di situ? Sesuatu yang buruk terjadi.”
“Ada apa?” tanya Go Hye Mi.
“Penyihir itu.. Penyihir itu datang.” Jawab Go Hye Sung.
“Penyihir?” tanya Jin Gook.
“Seseorang yang hendak mengusir kami dari rumah.” jawab Go Hye Sung.
“Ah, semoga kebaikan hari ini selalu ada.” gumam Go Hye Mi seraya memperhatikan Liontin K yang ada di tangannya.
Jin Gook melihat Liontin K itu, dan ia menyadari kalau Liontin K itu adalah Liontin yang sedang dicari oleh Yoon Baek Hee.

 

Yang dimaksud Go Hye Sung adalah kakak perempuan dari Kang Oh Hyuk. Kakak perempuan Kang Oh Hyuk memang punya temperamen yang aneh, Haaha.. Dia cuma baik dengan laki-laki. Lihat saja, saat melihat Song Sam Dong, Kakak perempuan Kang Oh Hyuk berubah menjadi sangat baik. Dan saat Kakak perempuan Kang Oh Hyuk melihat Jin Gook, whoaa.. Ia heboh luar biasa, Kakak perempuan Kang Oh Hyuk langsung melayani Jin Gook dengan sopan. Ia menyediakan makanan dan mengucapkan kata-kata yang baik.
Go Hye Mi dan Go Hye Sung yang melihat hal itu, langsung menatapnya aneh. Yah, malam itu dihabiskan oleh Jin Gook, Song Sam Dong, Go Hye Mi, Go Hye Sung dan Kang Oh Hyuk untuk mendengarkan ucapan Kakak perempuan Kang Oh Hyuk.

 

 

Go Hye Sung berkata pada Go Hye Mi, “Apa kita bisa benar-benar tinggal di rumah ini?”
“Ya, aku kira seperti itu.” jawab Go Hye Mi seraya tersenyum.
“Benarkah? Aku harap setiap hari, akan menyenangkan seperti ini.” ucap Go Hye Sung, kemudian ia mulai terlelap.
“Tenang saja, setiap hari akan menyenangkan seperti ini.” jawab Go Hye Mi seraya menggenggam Liontin K.

Sampai larut malam, Kang Oh Hyuk masih mengerjakan proposal untuk diajukan pada Si Bum Soo. Dan pagi harinya saat Kang Oh Hyuk menyerahkan proposal, Proposal itu memang diterima tapi Si Bum Soo juga menyuruh agar ketiga anak rekomendasi special agar masuk ke kelas lain. Ke tiga anak itu harus dipisahkan dengan murid-murid yang lain. Saat ditanya oleh Kang Oh Hyuk kenapa Si Bum Soo melakukan hal itu, Si Bum Soo berkata bahwa ketiga anak itu harus melalui tahap demi tahap baru keberadaan mereka diakui di Kirin.

Kang Oh Hyuk teringat kata-kata Profesor Jung Ha Myung yang mengatakan kalau pertarungan dan persaingan yang berat sudah dimulai. Mau tidak mau, Kang Oh Hyuk harus memasukkan ke tiga anak yang kini dalam asuhannya ke dalam kelas yang memiliki kualitas paling rendah.

Di tempat berlatih, Yoon Baek hee dan kedua temannya menghampiri Go Hye Mi. Yoon Baek Hee berkata, “Ini pasti kau.. Kau yang mengambilnya.”
“Apa maksudmu?” tanya Go Hye Mi.
“Liontin itu. Liontin itu hilang setelah aku bertengkar denganmu. Kau pasti yang sudah mengambilnya. Kembalikan padaku.” kata Yoon Baek hee.
“Tidak. Aku tidak mengambilnya. Bagaimana mungkin, orang sepertiku mengambil barang aneh seperti itu.” jawab Go Hye Mi.
“Baiklah kalau begitu, kami akan menggeledahmu.” ucap salah satu teman Yoon Baek hee.

Salah satu teman Yoon Baek Hee hendak menggeledah Go Hye Mi, tapi kemudian Jin Gook mengcegahnya. Ia berkata pada Go Hye Mi, “Berikan Liontin itu.” ucap Jin Gook.
“Apa maksudmu? Aku tidak memilikinya.” jawab Go Hye Mi.
Jin Gook langsung mengambil begitu saja, Liontin yang berada di saku Go Hye Mi. Ia lalu memberikan Liontin itu pada Yoon Baek Hee.

Hal itu membuat, semua orang mulai menuduh Go Hye Mi sebagai pencuri. Go Hye Mi menatap kesal pada Jin Gook. Jin Gook berkata, “Kau sangat berbakat, kau tidak memerlukan benda itu. Percayalah pada dirimu sendiri.”

Kemudian tiba-tiba, Song Sam Dong datang dan langsung menghajar Jin Gook begitu saja. Ia meninju Jin Gook dari arah samping. Jin Gook langsung melawan. Tapi, tidak berapa lama kemudian, perkelahian mereka terhenti karena Shi Kyun Jing datang dan berkata, “Berhenti. Bisakah menghentikan perkelahian ini. Lagi pula, kelas kalian bukan di sini.” ucap Shi Kyun Jing.

Go Hye Mi, Jin Gook dan Song Sam Dong tidak mengerti dengan ucapan Shi Kyun Jin. Song Sam Don berkata, “Kalau bukan di sini, di mana kelas kami?”
“Sesuai keputusan kalau kalian akan masuk admission class.” jawab Shi Kyun Jin.
Go Hye Mi dan Jin Gook terkejut mendengarnya. Song Sam Dong bertanya lagi, “Apa itu admission class?”

Yang lain bergumam, “Bukankah itu adalah tempat yang biasa disebut dengan kuburan Kirin.” “Semua siswa yang masuk kekelas itu adalah siswa yang tidak memiliki masa depan.”

Yoon Baek Hee menatap sinis ke arah Go Hye Mi. Yah, karena Liontin K itu sudah kembali ke tangan Yoon Baek Hee, jadi sepertinya semua berjalan sesuai dengan keinginan Yoon Baek Hee.

Go Hye Mi, Jin Gook dan Song Sam Dong masuk ke admission class, semacam kelas buangan yang dihuni sama anak-anak buangan juga. Karena sudah dicap sebagai siswa buangan yang memiliki kualitas renda, Go Hye Mi harus menerima cemooh-an dan tindakan-tindakan yang buruk dari siswa lain. Tapi, selalu ada Song Sam Dong yang melindunginya, saat siswa menimpuki Go Hye Mi dengan telur, Song Sam Dong datang lalu melindungi Go Hye Mi.

 

Hari pertama, mereka belajar tentang Grammar- verb ing. Tidak ada yang benar-benar mendengarkan pelajaran, Song Sam Dong kemudian berkata, “Teacher, saat ini yang kami butuhkan adalah nasehat..”

Pelajaran hari pertama yang membosankan selesai. Go Hye Mi segera keluar dari kelas, ia bahkan tidak menanggapi panggilan dari Jin Gook. “Go Hye Mi, kita perlu bicara..” ucap Jin Gook.
Go Hye Mi berlalu tanpa mempedulikan Jin Gook.

Song Sam Dong menghampiri Jin Gook. “Kalau kau ingin berbicara dengan Go Hye Mi, bicarakan saja denganku..”

 

Jin Gook dan Song Sam Dong berjalan di koridor lantai atas sekolah. Song Sam Dong berkata, “Minta maaflah pada Go Hye Mi, maka aku juga akan meminta maaf karena telah memukulmu.”
“Kenapa aku harus meminta maaf?” tanya Jin Gook.
“Kau sudah membuat Go Hye Mi dituduh sebagai pencuri di tengah banyak orang.” jawab Song Sam Dong.
“Aku tidak bermaksud untuk melakukan hal itu. Aku hanya mencoba menyadarkannya. Kalau ia sangat berbakat dan tidak membutuhkan barang-barang seperti itu. Benda seperti itu hanya untuk orang-orang yang tidak berbakat. Sebuah liontin..”
“Bukan masalah berbakat, tapi kau tau? Ini tentang ayahnya. Saat Go Hye Mi menggenggam liontin itu, Ayahnya menghubunginya. Go Hye Mi memang terlihat sangat angkuh, tapi hatinya sangat lembut.” jawab Song Sam Dong.

Tiba-tiba terdengar suara alarm. Jin Gook dan Song Sam Dong melihat ke arah bunyi suara. Ternyata Go Hye Mi. Go Hye Mi berada di atas panggung seraya memegang microphone dan menyalakan alarm. Go Hye Mi berkata, “Aku.. Go Hye Mi dari admission class..”

Semua siswa yang mendengar alarm itu segera berkumpul. Mereka penasaran dengan apa yang akan dilakukan Go Hye Mi. Go Hye Mi seperti membuat sebuah ultimatum, Go Hye Mi berkata dengan lantang. “Aku, Go Hye Mi dari Admission class akan menyudahi semua teror yang kalian buat. Aku bukan pencuri, aku juga bukan pengemis.”
“Tapi, kau sudah mencuri Liontin K.” ucap yang lain.
“Aku tidak mencurinya. Kalau kalian melihat sesuai dengan kemampuan maka Liontin itu akan diberikan padaku. Yoon Baek Hee. Di middle test, aku akan membuktikan kalau aku yang terbaik. Aku akan mendapatkan score tertinggi dan kalau hal itu terjadi, maka.. Kalian harus meminta maaf padaku.”
“Apa yang akan kau lakukan kalau aku yang menang.” jawab Yoon Baek hee, ia menutupi kegugupannya seraya memegangi Liontin K.
“Aku.. Aku akan menerima semua yang kalian tuduhkan padaku. Aku akan menerima semua perlakuan buruk yang kalian berikan.”

 

Jin Gook yang melihat hal itu hanya tersenyum. Ia tersenyum bangga seraya berkata pada Song Sam Dong. “Itulah Go Hye Mi. Ia benar-benar seperti bintang”
Song Sam Dong hanya termangu melihat Go Hye Mi.
“Tenang saja. Karena aku yang akan menang.” jawab Go Hye Mi.

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s