Sinopsis Dream High Episode 4 part 1


Solo perform Yoon Baek Hee begitu memukau. Hingga membuat segelintir orang membicarakan tentang perform Yoon Baek Hee. Sebagian dari mereka berpikir kalau Yoon Baek Hee memang berbakat, tapi sebagian yang lain menyatakan kalau, solo perform Yoon Baek Hee yang memukau itu karena Liontin yang ia pakai.
Liontin yang bersimbol K itu merupakan Liontin keberuntungan yang diberikan langsung oleh profesor Jung Ha Myung pada Yoon Baek Hee. Beberapa orang yang membicarakan tentang Yoon Baek Hee beranggapan kalau semuanya berkaitan dengan liontin itu. Posisi Yoon Baek Hee yang tadinya ia berada di kelas rata-rata, sekarang langsung naik ke posisi atas.
Tanpa disengaja Go Hye Mi mendengar pembicaraan itu, ia terus memperhatikan Liontin yang dipakai Yoon Baek Hee.
Yoon Baek Hee berhasil membuktikan pada semua orang terutama pada Go Hye Mi kalau dirinya bukan lagi Yoon Baek Hee yang dulu. Di akhir performnya Yoon Baek Hee mencium Liontin K, Yoon Baek Hee berkata dalam hati, “Perhatikan baik-baik, dunia ini adalah milikku.”
Setelah Solo perform dari Jason dan Yoon Baek Hee selesai, Si Bum Soo (Kepala sekolah Kirin) kembali melanjutkan pidatonya. Dan kali ini ia juga tidak lupa untuk memulai siasat liciknya. Siasat licik untuk menjatuhkan proffesor Jung Ha Myung.
Si Bum Soo berkata dari podiumnya pada Kang Oh Hyuk, “Tuan Kang, bagaimana menurutmu kalau mereka perform?”
Kang Oh Hyuk berkata dengan gugup, “Mereka tidak memiliki persiapan apapun.”
“Tidak masalah bila hanya menunjukkan bakat mereka dalam waktu yang sebentar.”

 

Dan yang lain bersorak agar Jin Gook dan Go Hye Mi untuk maju ke panggung dan menunjukkan bakat mereka. Go Hye Mi bangkit dari duduknya,
“Hey, apa yang akan kau lakukan?” tanya Jin Gook.
“Menurutmu apa? Kita tidak bisa diam di sini saja.” jawab Go Hye Mi dengan angkuh.
Ya, mau tidak mau mereka harus maju ke atas panggung. Gimana nasib Song Sam Dong? Ah, orang itu. Karena kebaikan hatinya, Song Sam Dong harus menjaga seorang anak kecil sampai ibu anak kecil itu datang dan menjemputnya. Saat mengetahui kalau Song Sam Dong benar-benar telat, ia langsung berlari cepat.

 

Go Hye Mi dan Jin Gook maju ke atas panggung. Hal itu membuat semua reporter bergegas mengambil gambar mereka berdua. Reporter memfoto mereka. Flash dari banyak kamera membuat Jin Gook menjatuhkan microphonenya, seperti trauma terhadap sesuatu, Jin Gook lalu pergi meninggalkan panggung begitu saja. Di antara para photographer itu, ada photographer misterius yang selalu memfoto Jin Gook.
Go Hye Mi terdiam sendiri di atas panggung, dan semua orang mulai memojokkannya. Mereka menyuruh Go Hye Mi untuk turun panggung.
Ah, padahal saya pikir, kalau mereka berhasil perform, pasti keren banget. Go Hye Mi nyanyi dan Jin Gook nge-rapp (tapi untuk dream high, kelemahan peran Jin Gook adalah engga bisa nyanyi- bakatnya di dance.)

 

Setelah upacara pembukaan siswa baru selesai, Si Bum-Soo melaporkan semua yang terjadi.
“Sepertinya ketiga anak itu tidak memiliki kualififkasi yang bagus untuk bisa masuk Kirin. Mereka bahkan tidak menunjukkan bakat mereka di atas panggung tadi, bukan karena mereka tidak memiliki persiapan, tapi memang bakat mereka yang minim.. Ah, semua ini bukan pendapatku, tapi para reporter menulisnya seperti itu. Tapi, aku sudah membereskan semuanya, aku sudah memblock semua situs yang menuliskan hal buruk seperti itu. Semua sudah selesai. Masalah utamanya adalah pada guru dan siswa. Jadi, solusi yang tepat adalah dengan segera mengeluarkan guru dan siswa tersebut. Aku akan membawa masalah ini ke meja dewan.”
Profesor hanya tersenyum mendengarnya, “Baiklah. Aku akan mencari solusi  yang terbaiknya.”

 

Song Sam Dong sudah tiba di Seol dan sekarang ia berada di rumah Kang Oh Hyuk. Song Sam Dong terkejut saat mendengar bahwa rekomendasi special dari profesor akan segera dibatalkan.
“Apa?” Song Sam Dong menjatuhkan semua barang-barang bawaannya. “Jadi tawaran itu akan dibatalkan.”
Kang Oh Hyuk berkata, “Ya, memang seperti itu. Tapi, keputusan akhir belum ditetapkan.”
“Ah, kenapa bisa begini.”
“Sudahlah, besok kau harus pergi ke Kirin. Terlalu cepat bagi kita untuk putus asa.”
“Ah, Hye Mi. Dimana Go Hye Mi?” tanya Song Sam Dong dengan cemas.

 

Go Hye Mi memeluk Go Hye Sung. Semua kejadian memalukan yang ia hadapi hari ini, membuatnya memerlukan motivasi baru.
“Ah, lepaskan.. Aku tidak bisa bernafas.” ucap Go Hye Sung yang didekap oleh Go Hye Mi.
“Sebentar saja..”
“Kenapa? Apa ada masalah?” tanya Go Hye Sung.
“Tidak..” jawab Go Hye Mi seraya mengingat kembali kejadian yang terjadi hari ini.
Go Hye Sung mengerti kalau kakaknya tengah menghadapi suatu masalah, dengan lembut ia menepuk-nepuk lengan Go Hye Mi.

 

Jin Gook berada di basecampnya. Sama seperti Go Hye Mi, ia juga shock dengan semua yang terjadi hari ini. Kata-kata ayahnya yang akan mengirimnya keluar negeri selalu terngiang di telinga Jin Gook.
Sedangkan Song Sam Dong. Ia menatap ke langit dan berkata, “Bintang di langit Seol kenapa meredup.”

 

Pagi harinya, Jin Gook baru saja datang. Saat hendak masuk ke dalam rumah, dari luar ia mendengar Go Hye Mi yang tengah berteriak marah. Jin Gook mengurungkan niatnya untuk masuk ke dalam rumah.
Go Hye Mi kesal karena hak sepatunya copot. Ia memaki-maki engga jelas..
“Kenapa semua ini terjadi padaku? Kenapa? Apa aku perment? Apa aku lem? Ha.? Kenapa semua seperti ini?” Go Hye Mi melempar sepatunya.
Song Sam Dong, Go Hye Sung dan Kang Oh Hyuk yang melihat kejadian itu heran.
“Dia berteriak kepada siapa?” tanya Song Sam Dong.
“Dia.. berteriak pada.. sepatu??” jawab Go Hye Sung dengan ragu.

 

Song Sam Dong mencoba menenangkan Go Hye Mi. “Aku akan memperbaiki sepatumu.” ucap Song Sam Dong seraya mengambil sepatu Go Hye Mi.
Go Hye Mi mengomel, “Tidak! Kau.. Kau pulang saja! Kau tidak ada apa-apanya. Aku hanya berbohong padamu. Kau hanya anak kampung. Jadi pulanglah ke desamu!” ucap Go Hye Mi seraya keluar dari rumah.

 

Saat melewati gerbang rumah, Go Hye Mi kembali mengomel. “Aissh.. Kenapa seperti ini!!” ucapnya kesal, seraya membuang sepatunya. Tapi Jin Gook datang dan menahan tangan Go Hye Mi yang tengah memegang sepatu. Jin Gook mengambil sepatu rusak milik Go Hye Mi.

 

Jin Gook memperbaiki hak sepatu Go Hye Mi, Jin Gook berkata, “Kalau kau menyesal telah membohonginya, seharusnya kau meminta maaf padanya. Bukan malah meneriakinya.” ucap Jin Gook. Hak Sepatu Go Hye Mi sudah selesai ia betulkan, ia menaruh sepatu itu dekat kaki Go Hye Mi.
Go Hye Mi berkata, “Semua ini adalah salahmu. Semua ini karena kau!!” Go Hye Mi menyalahkan Jin Gook.

 

Jin Gook selalu saja bisa menenangkan Go Hye Mi, Jin Gook berdiri dan berkata, “Biasanya orang-orang normal saat mereka sedih, mereka akan menangis bukan malah berteriak-teriak seperti itu.”
“Aku.. Aku harus membayar semua hutang-hutang. Dan aku juga harus kembali ke sekolah bodoh itu.” Go Hye Mi menangis. Ia membalikkan diri untuk menyembunyikan air matanya.
“Wanita biasa saat menangis mereka terlihat sangat cantik. Tapi kau aneh, saat kau menangis kau malah terlihat jelek. Jadi jangan menangis.” ucap Jin Gook seraya memasangkan helm pada Go Hye Mi.
“Maafkan aku. Aku meminta maaf.” ucap Jin Gook. Ia sadar kalau saat itu ia sudah membuat kesalahan dengan meninggalkan panggung begitu saja.
“Ayo.. Kau bilang. Kau harus pergi ke sekolah itu. Aku juga. Aku akan berusaha untuk sebisa mungkin bertahan.” jawab Jin Gook.
Go Hye Mi hanya menatapnya.

 

Eria- selebritis populer yang masuk ke Kirin Art High School menyita seluruh perhatian semua siswa di Kirin. Eria berkata, “First Kiss, Firs Love, First School. Selalu membuat hatiku berdebar kencang.”
Di Kirin, tengah diadakan pengukuran tinggi dan berat. Kesempurnaan yang dimiliki Eria membuat banyak siswa iri, tak terkecuali Yoon Baek Hee dan Jung Ah Jung. Yoon Baek Hee bahkan berkata, “Selebritis tetap saja selebritis. Bagian-bagian yang seharusnya melengkung keluar, memang seharusnya melengkung keluar dan bagian-bagian yang seharusnya melengkung ke dalam. Memang seharusnya melengkung ke dalam.” ucap Yoon Baek Hee.
Jung Ah Jung menanggapi, “Semua yang ada padanya padanya palsu.”

 

 

Giliran Kim Pil Sook menimbang berat badan dan mengukur tingginya. Dari semua siswa, berat badan Kim Pil Sook yang paling parah. Maeng Seung-Hee mengatakan, bahwa setiap minggu berat seluruh siswa harus turun 3 kg. Kalau berat mereka naik maka 70 point akan dikurangi, karena tampilan diri juga merupakan aset yang tidak dapat dipisahkan dari seorang bintang. Dan khusus untuk Kim Pil Sook, Maeng Seung-Hee mengatakan, “Jika kau tidak dapat menurunkan berat badanmu maka kau akan mendapatkan pengurangan 50 point.”

 
Go Hye Mi masuk kelas dan semua orang memandangnya aneh. Bukankah Go Hye Mi sudah tidak diperbolehkan lagi untuk berada di Kirin, pikir mereka.
Go Hye Mi memberikan salah pada Noona Maeng Seung-Hee, “Maaf aku terlambat.”
Noona Maeng Seung-Hee berkata, “Bukankah kau sudah tidak diizinkan untuk mengikuti pelajaran apapun di Kirin?”
“Keputusan resmi belum ditentukan.” jawab Go Hye Mi.

 

Rapat meja dewan diadakan dan Profesor Jung Ha Myung memimpin rapat itu. Profesor mempersilakan rapat dimulai dengan agenda yang akan dibicarakan. Dan Si Bum-Soo segera mengangkat masalah 3 orang murid rekomendasi special dan masalah Kang Oh Hyuk. Si Bum-Soo mengungkap, kalau ke-3 murid rekomendasi special itu sudah mengecewakan saat upacara pembukaan Kirin Art School. Mereka tidak layak untuk berada di Kirin. Apabila masalah ini tidak dapat dituntaskan, maka akan berpengaruh pada reputasi Kirin. Dan Si Bum-Soo mengungkapkan agar ke-3 murid itu untuk segera dikeluarkan. Sedangkan Kang Oh Hyuk (yang seharusnya dipecat tapi diselamatkan oleh profesor), juga harus mendapatkan hal yang sama, karena kinerja kerja Kang Oh Hyuk yang tidak baik, keberadaannya di Kirin akan mencoreng nama baik Kirin. Semua anggota rapat menyetujui pendapat Si Bum-Soo.

Jadi, materi rapat :
1. Dikeluarkannya 3 murid rekomendasi special
2. Pemecatan Kang Oh Hyuk.

Profesor tersenyum, ia berkata “Apa ada opini lain yang ingin disampaikan?”
Semua anggota diam. “Aku ada. Tiga murid itu dan Guru Kang Oh Hyuk akan tetap diizinkan di Kirin. Kang Oh Hyuk akan menghandle ke tiga anak itu. Aku yang membawa mereka ke tempat ini, maka aku yang akan menyelesaikannya.” ucap Profesor.
Dan satu hal lagi yang mengejutkan, “Dan direktur kesenian (Si Bum-Soo) akan direkomendasikan sebagai kepala sekolah Kirin.”
Yap, berakhir sudah chameo dari Bae Yong Joon, Bae Yong Joon cuma berperan sampe episode 4.

Di Toilet, Go Hye Mi baru saja membersihkan tangannya, kemudian Yoon Baek Hee menghampirinya. Ia berkata sinis pada Go Hye Mi, “Kau akan segera dikeluarkan. Lebih baik kau mengeluarkan dirimu secara sukarela dari sekarang, dari pada kau harus dikeluarkan.”
“Kenapa? Apa kau takut? Kau takut aku berada di Kirin.” jawab Go Hye Mi. Go Hye Mi melihat Yoon Baek Hee yang tengah memegangi liontin K nya. “Ayahku pernah berkata, kalau orang yang bergantung pada benda semacam itu hanya ada dua alasan. Satu, orang itu tidak percaya dengan dirinya sendiri dan orang itu takut pada seseorang. Benarkan? Bagaimanapun juga, kau adalah pengikut Go Hye Mi dan sampai kapanpun juga kau akan terus mengikutinya.” ucap Go Hye Mi.

 

Yoon Baek Hee kesal, ia langsung menampar Go Hye Mi. Lalu Yoon Baek Hee menjambak rambut Go Hye Mi, untuk mempertahankan dirinya Go Hye Mi melawan. Go Hye Mi menyudutkan Yoon Baek Hee ke tembok. Semua orang mendengar kegaduhan dari toilet dan mereka semua segera menuju ke sumber kegaduhan itu. Yoon Baek Hee melihat teman-temannya datang. Untuk mengelabui teman-temannya, Yoon Baek pura-pura tidak sadarkan diri. Tentu saja, hal itu membuat teman-teman Yoon Baek Hee menyalahkan Go Hye Mi. Padahal, pada kenyataannya, Go Hye Mi tidak alias belum melakukan apa-apa.

Yoon Baek Hee hanya berpura-pura tidak sadarkan diri, agar dirinya dikasihani, sehingga teman-temannya memojokkan Go Hye Mi.
Go Hye Mi berkata, “Hey, Yoon Baek Hee jangan berpura-pura, bangunlah!”
Yang lain menyalahkan Go Hye Mi, “Sudahlah Go Hye Mi, kau sudah membuat Yoon Baek Hee menjadi seperti ini.”

Karena teman-teman Yoon Baek Hee khawatir, Yoon Baek Hee segera digendong dan dibawa ke ruang kesehatang. Tapi, saat dikoridor, Yoon Baek Hee menyadari kalau liontinnya tidak ada.
Yoon Baek Hee berkata, “Turunkan aku. Turunkan aku..”
Teman Yoon Baek Hee segera menurunkannya dari punggung, “Ada apa? Apa kau baik-baik saja?”
“Liontinku.. Liontinku tidak ada..” jawab Yoon Baek Hee cemas.

Go Hye Mi berjalan seraya memakai sweater, dan tanpa sengaja Liontin K itu terjatuh. Go Hye Mi engga ngambil Liontin K itu, tapi Liontin K itu yang nyangkut di baju Go Hye Mi saat mereka saling jambak menjambak.
Dengan ragu Go Hye Mi mengambil liontin itu, “Apa ini? Jimat keberuntungan? Apa ini masuk akal?” ucap Go Hye Mi. Go Hye Mi masih memperhatikan liontin itu. Kemudian Jin Gook datang.

 

 

Jin Gook mengabarkan berita gembira, “Go Hye Mi.”
Go Hye Mi yang mendengar panggilan Jin Gook segera menyembunyikan liontin K di saku bajunya.
“Apa kau sudah mendengarnya?” tanya Jin Gook.
“Apa?”
“Proposal pengeluaran murid rekomendasi pilihan ditolak.”
“Benarkah?”
“Ayo, sekarang kita ambil IP siswa kita..” ajak Jin Gook. Jin Gook berjalan mendahului Go Hye Mi.
Go Hye Mi memperhatikan Liontin K yang dipegangnya. Ia mulai percaya kalau liontin K ini masuk akal dan benar-benar liontin pembawa keberuntungan.
“Ayo.” panggil Jin Gook lagi.
“Ya.” jawab Go Hye Mi seraya tersenyum.

 

Yoon Baek Hee masih panik karena kehilangan liontin K nya. Ia mencari dari sudut ke sudut sekolah (??). Kemudian Park Do-Joon datang dan mengabarkan, “Kalian sudah dengar, kalau pengeluaran siswa rekomendasi special dibatalkan?”
Yoon Baek Hee terkejut, “Kenapa mendadak seperti ini?!”
“Aku tidak tau..” jawab Park Do-Joon.
Yah, kebetulan dengan hilangnya Liontin K, hidup Yoon Baek Hee jadi sulit.

Sebelum Profesor Jung Ha-Myung pergi, ia memberikan pesan pada Kang Oh Hyuk. “Pertarungan besar sudah dimulai. Pertarungan ini akan memakan waktu yang sangat lama. Ini benar-benar pertarungan antara mereka. Aku ingin kau untuk me-manage pertarungan ini.”
Mendengar hal itu, Kang Oh Hyuk terkejut, “A.. Aku? Pertarungan? Aku hanya guru biasa. Sepertinya, kau tidak mengenaliku dengan baik. Aku, Kang Oh Hyuk, yang memiliki kinerja kerja yang rendah 3 tahun belakangan ini. Aku juga tidak memiliki kemampuan untuk menghandle pertarunganmu.”
“Aku kenal kau. Kang Oh Hyuk. Dan aku yakin, kau akan memenangkan pertarungan ini. Kau memiliki kapasitas yang memadai untuk memenangkan pertarungan ini.”

Kang Oh Hyuk menuju meja kerjanya, ia sulit mengerti kenapa profesor mengatakan hal itu padanya. Kemudian ia menemukan sebuah note book.
“Apa ini? Bukankah ini note book milikku?” tanyanya pada dirinya sendiri.
Kang Oh Hyuk menemukan notebook miliknya saat ia masih berada di tingkat sekolah. Seperti yang pernah saya sebutkan sebelumnya kalau Profesor Jung Ha Myung adalah orang yang misterius, yang seolah-olah, ia itu adalah orang yang datang dari masa depan. (hihi..) Dan Notebook itu juga berasal dari Profesor Jung Ha Myung.

Di dalam notebook terdapat sebuah note yang berisi pesan dari Profesor Jung Ha Myung. Isi notenya “Kau pasti penasaran, kenapa aku memiliki notebook ini. Sebelum kau menanyakan tentang hal ini. Aku ingin mengembalikan apa yang menjadi milikmu. Dan aku ingin kau membaca buku ini yang telah aku pinjam 23 tahun yang lalu. Dan jawabannya ada di dalam buku ini. Dari temanmu, Jung Ha Myung.”

Seperti sebuah kado sebelum pergi (?) yap, Profesor Jung Ha Myung menyerahkan notebook itu sebagai tanda perpisahan. Profesor pergi dengan meninggalkan amanat pada Kang Oh Hyuk.

Kang Oh Hyuk membuka lembar demi lembar dari notebook miliknya. Notebook berjudul

“Dream high.
Woon Hak Middle School Grade 1
17th class Kang Oh Hyuk”

Di lembar terakhir tertulis,
“20 tahun yang akan datang jadilah orang yang membanggakan, aku ingin melihat kau dengan bangga. Cheers up, Kang Oh Hyuk.”

Setelah kepergian profesor Jung Ha Myung yang misterius, Si Bum Soo resmi menjadi kepala sekolah. Ia menempati ruang yang dulunya ditempati oleh Profesor. Si Bum Soo berkata, “Ruangan ini sangat luas bila hanya dihuni oleh satu orang.” dan untuk memperingat dirinya masuk ke ruangan megah itu, Si Bum Soo memainkan terompetnya.

 

Di kelas olah suara, giliran Go Hye Mi yang ditest olah suara. Bakat Go Hye Mi dalam bernyanyi memang sangat mengagumkan. Go Hye Mi selalu bisa menyanyikan nada apapun dengan baik.
Yoon Baek Hee hanya melihat kesal kearahnya. Jung Ah Jung berkata, “Dia memang punya tempramen yang buruk, tapi suaranya lumayan. Mungkin itu karena dia les vocal..”

 

Song Sam Dong datang ke Kirin, ia masih tetap menggunakan pakaian desanya dan masih dengan penampilan katronya (?). Semua siswa yang melihat hal itu tentu saja mulai mengolok-olok Song Sam Dong. Sedih ngeliatnya, walaupun diolok-olok, tapi Song Sam Dong tetap berjalan masuk ke dalam gedung Kirin. Dari kejauhan, Ia melihat Jason tengah bernyanyi. Jason bernyanyi dengan diiringi piano oleh Kim Pil Sook. Wuiih, suaranya jangan ditanya? Kereen.. Suara Wooyoung emang cool.

Song Sam Dong adalah jenius dalam bermusik. Ia mengerti nada hanya dengan sekali dengar. Song Sam Dong tinggal di pelosok, bahkan dia sama sekali tidak mengenal lagu yang sedang dinyanyikan oleh Jason. Tapi kemudian ia teringat ibunya, Song Sam Dong berkata dengan pasti, “Itu sangat mudah. Aku pasti bisa melakukannya.”

Dengan seluruh keberaniannya, Song Sam Dong naik ke atas panggung. Ia mengambil microphone dan berkata pada Jason. “Apa kau siswa yang paling populer di sekolah ini? Apa kau yang paling populer? Aku akan mengalahkanmu.” ucap Song Sam Dong.

Go Hye Mi, Jin Gook dan Kang Oh Hyuk berjalan beriringan di koridor, mereka membicarakan tentang Song Sam Dong.
“Aku tidak pernah melihat lagi Song Sam Dong sejak ia pergi dari rumah.” ucap Kang Oh Hyuk,
“Mungkin ia kembali ke rumahnya karena frustasi.” jawab Jin Gook seraya tertawa.
“Ah, bagaimana mungkin seperti itu.” jawab Go Hye Mi.
Beberapa siswa heboh karena Song Sam Dong akan melakukan duel dengan Jason. Mereka saling membicarakan hal itu. Kemudian tanpa sengaja, Go Hye Mi-Jin Gook-Kang Oh Hyuk mendengar rumor itu. Dan ketiganya shock.
“Ah, itu passti Song Sam Dong. Pasti.” ucap Kang Oh Hyuk. Mereka bertiga langsung berlari untuk melihat Song Sam Dong.

Bersambung Sinopsis Dream High episode 4 part 2……….

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s