Sinopsis Dream High Episode 3 part 2


 

Song Sam Dong mengantarkan Go Hye Mi untuk mendapatkan bus ke Seol. Ketika turun dari kendaraan, tanpa sengaja Go Hye Mi menjatuhkan gantungan handphone miliknya. Song Sam Dong yang mengetahui hal itu segera mengambil gantungan handphone milik Go Hye Mi.
“Ini milikmu..” Song Sam Dong menyerahkan gantungan itu pada Go Hye Mi.
Melihat gantungan itu, Go Hye Mi jadi teringat dengan Yoon Baek Hee. Ia teringat saat mereka berdua masih bersahabat. “Itu.. Untukmu saja.”
“Apa? Ah,, Ini sangat bagus.. Dan sepertinya sangat mahal. Aku tidak bisa menerimanya.”
“Kau bilang itu sangat bagus, simpanlah..” ucap Go Hye Mi.
Song Sam Dong menatap Go Hye Mi, “Itu..” ia ingin mengatakan sesuatu tapi kata-katanya tertahan karena bus menuju Seol sudah datang. “Ah, busnya sudah datang.”

 

Song Sam Dong mengantarkan Go Hye Mi sampai ia menaiki bus, ia berkata, “Supir, antarkan gadis ini ke terminal.”

 

Bus melaju meninggalkan Song Sam Dong yang masih terdiam. Ia ingin mengungkapkan sesuatu tapi sedari tadi saat di depan Go Hye Mi, kata-katanya selalu saja tertahan. Kali ini, ia harus mengatakannya, Song Sam Dong lalu mengejar bus. Ia menyuruh agar supir menghentikan bus. Go Hye Mi heran melihat apa yang dilakukan Song Sam Dong, kenapa ia mengejarnya. Lalu Go Hye Mi menyuruh supir untuk menghentikan bus.
Go Hye Mi membuka jendela, dari jendela ia mengeluarkan kepalanya dan berkata pada Song Sam Dong, “Apa?”
“Aku ingin bertanya, kenapa saat itu kau mau naik ke atas panggung bersamaku?” tanya Song Sam Dong.
“Jawaban apa yang ingin kau dengar agar kau mau datang ke Seol?” tanya Go Hye Mi.
“Seharusnya kau maju ke panggung karena kau menyukaiku–“
“Ya.. Aku menyukaimu. Aku naik ke atas panggung karena menyukaimu. Jadi, kau akan pergi ke Seol kan?” tanya Go Hye Mi seraya tersenyum manis.

 

Song Sam Dong terpaku melihat senyum Go Hye Mi, ia bahkan membayangkan kalau dirinya bisa mencium Go Hye Mi.
Karena terlalu lama berhenti, supir berteriak “Hey, bus ini akan berangkat! Kau ingin naik atau tidak?!”
“Tidak aku tidak naik.” jawab Song Sam Dong. Lalu bus melaju.
Go Hye Mi kesal. “Kau akan pergi ke Seol kan?!!”
“Tidak.”
“Hey, kalau kau tidak pergi ke Seol kau benar-benar pria bodoh!!”

 

Bus semakin melaju cepat dan meninggalkan Song Sam Dong. Hahaa.. Song Sam Dong benar-benar jatuh cinta pada Go Hye Mi. Ia menggenggam gantungan handphone milik Go Hye Mi dan mendekapkannya ke dadanya, seraya berkata, “Jangan mudah dibohongi, Dia itu wanita tidak baik. Jangan percaya begitu saja Dia itu racun. Semua ini tidak benar.”
Yoon Baek Hee ingin mengembalikan semua barang-barang yang pernah Go Hye Mi berikan padanya. Di jalan ia bertemu dengan Ma Doo Sik.
“Ah, kau driver Go Hye Mi, kan? Ini, aku ingin mengembalikan ini padanya.” ucap Yoon Baek Hee pada Ma Doo Sik.
“Apa ini?”
“Ini barang-barang yang pernah Go Hye Mi berikan padaku dan aku sudah tidak membutuhkannya lagi.”
“Kau tau? Aku bukan drivernya.”
“Maaf??”
“Kau tidak tau? Kalau keluarga Go Hye Mi sudah bangkrut?”
Mendengar hal itu Yoon Baek Hee sangat terkejut. Ia lalu pergi ke rumah Go Hye Mi. Dan, segera ia mengetahui kalau rumah itu bukan lagi milik Go Hye Mi. Yoon Baek Hee sedih, ia menyesal sudah tidak berteman lagi dengan Go Hye Mi. Yoon Baek Hee menahan air matanya, “Dia benar-benar bodoh. Gadis berhati dingin.”

 

Di Kirin Art High School, Kang Oh Hyuk bertemu dengan profesor Jung Ha Myung.
Prof bertanya, “Bagaimana murid-murid itu?”
“Ah, aku belum mengumpulkannya, tapi aku pastikan mereka akan masuk ke Kirin dan bertemu saat pembukaan upacara dimulai.” jawab Kang Oh Hyuk.
Kemudian Prof mengenalkan Yang Jin Man pada Kang Oh Hyuk. Kang Oh Hyuk sebenarnya pernah mengenal Yang Jin Man. Tapi Yang Jin Man pura-pura tidak mengenalnya.

 

Profesor hanya tersenyum melihal Kang Oh Hyuk dan Yang Jin Man yang saling berbicara.
“Aku kenal kau.” ucap Kang Oh Hyuk.
“Ah, tidak. Mungkin karena wajahku, banyak orang yang salah mengenaliku.” jawab Yang Jin Man.
Profesor Jung Ha Myung menyuruh Kang Oh Hyuk untuk mengantarkan Yang Ji man untuk melihat-lihat keadaan sekolah.
Di lift, saat profesor sudah pergi. Yang Jing Man memojokkan Kang Oh Hyuk, ia mencengkram kerah Kang Oh Hyuk.
“Ya, aku mengenalmu, bahkan aku tidak melupakan satupun memory tentang hal itu. Saat kau menawariku sebuah kontrak dan menjanjikanku untuk menjadi seorang penyanyi, tapi kau malah membatalkan kontrak itu secara sepihak. Sehingga aku harus membayar denda kontrak dengan menggadaikan apartemenku.” ucap Yang Jing Man dengan kesal.
“Kau…” Kang Oh Hyuk sulit bernafas.
“Jadi jangan sekali-kali kau seolah-olah mengetahui segalanya tentang aku. Mengerti?!!”

 

Go Hye Mi baru saja pulang, ia terkejut, sangat terkejut saat melihat Jin Gook ada di rumah Kang Oh Hyuk. Begitu pula, Jin Gook ia juga terkejut, sangat terkejut, haha.. melihat Go Hye Mi ada di rumah itu.
“Sedang apa kau di sini?” tanya Go Hye Mi kesal.
“Kau, kau sedang apa di sini?” Jin Gook tanya balik.
Cerita komedi klasik. Saat Jin Gook hendak menghampiri Go Hye Mi, handuk yang dipakai Jin Gook copot. Dan… aaaaaaaaaaaa… hhehee.. keduanya saling berteriak.

 

Jin Gook bertanya pada Kang Oh Hyuk, “Kenapa ia ada di sini?” tanya Jin Gook kesal.
“Ia salah satu dari tiga orang itu.” jawab Kang Oh Hyuk.

 

Karena saat berbicara dengan Kang Oh Hyuk, suara Go Hye Mi terdengar sangat keras dan jelas, sampai-sampai Jin Gook bisa mendengar apa yang Go Hye Mi katakan.
Go Hye Mi juga melakukan hal yang sama, ia menanyakan dengan kesal, “Siapa yang membiarkannya tinggal di rumah ini?!!”
Kang Oh Hyuk menjawab, “Karena kalian bertiga belum berkumpul, jadi tidak ada tempat lagi yang bisa ditempati. Lagi pula, ia juga akan membayar uang sewa selama ia di sini.”
“Jadi, kau membiarkannya tinggal di sini karena uang, begitu??”
“Kau juga tinggal di tempat ini karena uang, bahkan kau menerima tinggal di tempaku walaupun aku adalah musuhmu, juga karena uang.” jawab Kang Oh Hyuk yang tidak terlalu memikirkan apa yang sudah diucapkannya.
“Jadi, kau menganggap dirimu musuh. Aku kira kau tidak seperti itu.” jawab Go Hye Mi kesal lalu pergi meninggalkan Kang Oh Hyuk.
Kang Oh Hyuk sedikit bingung dengan apa yang diucapkannya, “Musuh??”

 

Prof, memasuki ruang kelas yang sudah tidak terpakai. Ruang kelas itu biasa digunakan untuk siswa yang tidak memiliki talenta apapun dan lemah dalam seni, siswa yang memiliki nilai dan point kecil akan masuk ke kelas itu. Banyak yang meng-claim kalau kelas itu adalah neraka, karena semua siswa yang masuk ke kelas itu, maka masa depannya akan suram.
Prof memperhatikan keadaan kelas yang tidak terurus, ia melihat coretan-coretan di atas meja. Di episode 4, Jin Gook, Go Hye Mi dan Song Sam Dong bakal masuk kelas ini. Whooaa.. Seruu.. Di episode 4, mereka bakal nantang murid kelas atas untuk duel. Whooaa.. Seru. seruu.. *seneng deh buat ngobral drama yang udah ditonton.. hahaa..*
Si Bum-Soo datang menemui Profesor dan ia mengatakan, “Kami akan mengadakan acara pembukaan upacara penerimaan mahasiswa baru dengan mengundang para reporter. Jadi, acara itu bisa dipublikasikan.”
“Kenapa harus dipublikasikan?” tanya Prof.
“Ah, yang ingin aku tanyakan kenapa kita tidak mempublikasikannya?” jawab Si Bum-Soo, seolah-olah menantang. Rencana Si Bum-Soo adalah, saat upacara pembukaan dipublikasikan melalui banyak media, itu ia gunakan sebagai media untuk menjatuhkan profesor. Si Bum-Soo memiliki rencana bahwa ia akan mempermalukan ke tiga anak special pilihan Prof dan membuktikan pada khalayak ramai bahwa, pilihan profesor adalah salah.
“Ya, kenapa kita tidak mempublikasikannya.” jawab Prof seraya tersenyum.

 

Sedang diadakan pembagian seragam untuk siswa baru. Ada seseorang yang memperolok-olok seragam milik Kim Pil Sook.
“Hey, ini seragam atau selimut. Apa sekolah kita memiliki asrama yang menyediakan selimut?”
Mendengar hal itu semua orang tertawa.
Kim Pil Sook sangat malu mendengarnya, ia lalu pergi meninggalkan barisan.
“Itu bisa digunakan untuk membuat tenda.” seru yang lain.
“Coba kita liat, siapa nama pemilik rok ini.. Namanya.. Kim..”

 

“Itu milikku..” ucap Jason. Jason menghampiri dan segera mengambil rok milik Kim Pil Sook.
“Hey, ini kau ini pria. Kenapa kau menggunakan rok? Bukankah seharusnya pria menggunakan celana?”
“Aku bilang ini milikku. Kau kira semua wanita yang menggunakan celana, kau sebut itu bukan wanita?”
Jason merebut baju dan rok milik Kim Pil Sook.. Whoaa.. Keren. Lalu ia membawanya ke tempat Kim Pil Sook bersembunyi. Tanpa banyak berkata, Jason menggantungkan baju itu didinding dekat Kim Pil Sook duduk. Lalu Jason pergi begitu saja.
Kim Pil Sook kaget dan sangat senang. Ia berkata pelan, “terimakasih.”

 

Go Hye Mi datang ke Kirin, ia masuk ke sebuah ruangan dan bertemu dengan Yoon Baek Hee. Yoon Baek Hee terkejut melihat kedatangan Go Hye Mi,
“Go Hye Mi, sedang apa kau di sini?” tanya Yoon Baek Hee.
Semua siswa yang ada di ruangan itu melihat ke arah Go Hye Mi.
“Kenapa? Aku terpilih sebagai salah satu siswa special pilihan profesor.” jawab Go Hye Mi dengan angkuh.
“Apa? Apa Kirin ada prinsip penerimaan siswa seperti itu?” tanya yang lain. “Bukankah kau tidak lulus masuk test?”
“Aku bukan tidak lulus. Tapi aku memang tidak membutuhkan audisi bodoh seperti itu.” jawab Go Hye Mi.

 

Yoon Baek Hee senang melihat Go Hye Mi ada di Kirin, ia teringat tentang keluarga Go Hye Mi yang jatuh bangkrut, ia merasa simpati pada Go  Hye Mi.
“Go Hye Mi, ada hal yang ingin aku bicarakan. Ayo kita bicara di luar.” ajak Yoon Baek Hee.
“Kenapa harus diluar?” ucap Go Hye Mi.
“Aku dengar mengenai keadaan keluargamu. Ayahmu jatuh bangkut dan karena itu kau keluar dari sekolah musikmu.” perkataan Yoon Baek Hee membuat semua orang yang ada di ruang itu menatap simpati dan rendah ke arah Go Hye Mi.
Hey, enggak seharusnya Yoon Baek Hee bilang seperti itu di depan banyak orang, sama aja, ia mempermalukan Go Hye Mi di depan orang banyak.
Go Hye Mi kesal, “Kauu..” Go Hye Mi pergi begitu saja, lalu Yoon Baek Hee mengikutinya.

 

“Go Hye Mi..” panggil Yoon Baek Hee. Pada dasarnya Yoon Baek Hee tidak bermaksud untuk mempermalukan Go Hye Mi.
“Kau? Kenapa kau tidak sekalian saja menggunakan microphone lalu mengatakan didepan umum kalau ayahku jatuh bangkrut dan sekarang aku menjadi pengemis.” Go Hye Mi meninggikan suaranya.
“Hye MI.. aku tidak bermaksud.. Kenapa kau tidak mengatakan hal itu padaku?”
“Kalau aku mengatakan hal itu, memangnya apa yang akan kau lakukan? Kau akan membayar semua hutang-hutang ayahku?”
“Hye Mi-yah..”
“Apa? Kau pikir siapa kau..” Go Hye Mi menangis.”Kau seharusnya tau dimana tempatmu. Kau pernah mengatakan padaku, bagaimana rasanya berada di kelas yang memiliki urutan ke 3. Sampai saat ini aku tidak tau bagaimana rasanya. Bagaimana rasanya? Meskipun kau sudah terpilih dalam audisi itu bukan berarti dunia ini milikmu. Kau tau? Sebutanmu tetap saja pengikut Go Hye Mi.” ucap Go Hye Mi meninggalkan Yoon Baek Hee.
Kata-kata Go Hye Mi membuat Yoon Baek Hee menangis, ia bukan pengikut Go Hye Mi lagi. Ia bisa menjadi dirinya sendiri.

 

Di depan ruangan semua orang mencuri dengar pembicaraan antara Go Hye Mi dan Yoon Baek Hee. Go Hye Mi keluar dari ruangan, ia memandang sinis pada yang lain. Saat Go Hye Mi berjalan melewati mereka, salah satu dari mereka merentangkan kakinya, hal itu membuat Go Hye Mi tersandung dan ia jatuh. Semua orang tertawa melihat Go Hye Mi jatuh.
Saya suka karakter Go Hye Mi yang angkuh. Hehe.. Kereen. Go Hye Mi akan selalu bersikap angkuh dimanapun dia berada, kejadian buruk apapun yang sudah terjadi padanya, pada akhirnya ia akan tetap angkuh..

 

Nah, mulai dari sini Yoon Baek Hee berubah menjadi seseorang yang ambisius. Ia akan menghalalkan banyak cara untuk mendapatkan yang ia inginkan. Yoon Baek Hee menemui Shi Kyung Jin-guru tari.
Yoon Baek Hee mengungkapkan keinginannya, bahwa ia harus melakukan solo perform pada acara upacara pembukaan siswa baru nanti.
Shi Kyung Jin bertanya alasan kenapa Yoon Baek Hee melakukan hal itu,
“Kenapa kau tiba-tiba ingin melakukan hal itu bukankah kau sudah membiarkan kalau solo perform akan dibawakan oleh nomor 6?” Shi Kyung Jin tidak memanggil siswanya dengan sebutan nama, tapi Shi Kyung Jin memanggil dengan urutan nomor. Yoon Baek Hee nomor 7 sedangkan Jung Ah Jung nomor 6.
“Ah, aku harus melakukan solo perform.”
“Baiklah kalau begitu kau harus mengatakan hal itu pada nomor 6 langsung.”
“Apa? Ak.. Aku harus mengatakan hal itu padanya?”
“Kenapa?”
“Tidak, aku hanya merasa.. Aku akan merasa sangat menyesal melakukan hal itu.” jawab Yoon Baek Hee.
“Kalau kau merasa menyesal, itu artinya kau tidak bisa mengikuti solo perform.”
“Ah, tidak, aku harus melakukannya.” jawab Yoon Baek Hee pasti.
“Nomor 7, aku akan mengatakan hal ini, karena aku melihatmu merasa tidak nyaman. Sebenarnya, nomor 6 (Jung Ah Jung), ibunya tidak meninggal, orang tuanya bercerai dan ibunya tinggal di Amerika.”

 

Yoon Baek Hee terkejut mendengarnya.
Shi Kyung Jin berjalan mendekati Yoon Baek Hee, seraya berkata, “Bisakah aku memberikanmu nasehat..?”
Ini bukan nasehat baik tapi nasehat buruk yang membuat Yoon Baek Hee menjadi sangat ambisius. “Apa kau tau apa yang benar-benar lebih penting dari pada seorang teman? Yang lebih penting, lebih dari seorang teman? Adalah seorang rival. Seorang rival yang sangat ingin membuat dirimu  untuk menyingkirkannya dan membuatnya rusak.”

 

Setelah berbicara dengan Shi Kyung Jin, Yoon Baek Hee mengambil sepatu di lockernya. Yoon Baek Hee merencanakan hal buruk, ia akan mencelakakan Jung Ah Jung.
Setelah mengambil sepatunya di locker, ia kemudian melihat sekelilingnya, memastikan kalau tidak ada orang yang memperhatikannya. Yoon Baek Hee membuka locker milik Jung Ah Jung, lalu mengambil sepatu Jung Ah Jung. Yoon Baek Hee akan menaruh paku payung di sepatu Jung Ah Jung, sehingga kaki Jung Ah Jung akan terluka dan Yoon Baek Hee-lah yang akan tampil dalam solo perform
Song Sam Dong tengah membelah kayu bakar untuk perapian, kemudian ia bernanyai pelan. Ibu Song Sam Dong mendengar hal itu, “Kau bernyanyi dengan baik.”
“Ibu..” ucap Song Sam Dong melihat ke arah Ibunya.

 

Lalu mereka berbicara di dalam.
“Kau bernyanyi dengan sangat baik. Lalu kenapa kau menyembunyikan hal itu?” tanya Ibu Song Sam Dong.
Song Sam Dong berkata, “Ibu, aku..”
“Kau tau semuanya, siapa ayahmu. Kau melakukan hal ini, kau menyembunyikan bakat bernyanyi karena tau kalau ayahmu seorang penyanyi. Dan kau menyembunyikan bakat menyanyimu karena takut aku tidak menyukainya. Aku tidak menyukai ayahmu bukan berarti aku tidak menyukaimu saat kau bernyanyi. kau bernyanyi dengan sangat baik.” Ibu Song Sam Dong mengelus ubun-ubun (kah?) kepala Song Sam Dong.

 

“Ibu, aku pikir, seseorang yang bernyanyi dengan baik juga tidak memiliki sesuatu yang dibanggakan.” jawab Song Sam Dong.
“Aku menyukai musik. Aku bertemu dengan ayahmu juga karena musik.  Aku bertemu dengannya dan akhirnya mendapatkan anak yang membanggakan sepertimu. Aku tidak tau, betapa bodohnya kau.”
“Aku tidak bodoh.”
“Kau bodoh karena kau menolak pergi ke Seoul.”

 

Di tempat untuk menunggu bus (halte,, elok, haha), Jin Gook duduk tak jauh dari tempat Go Hye Mi berdiri. Jin Gook memperhatikan Go Hye Mi, ia melihat lutut Go Hye Mi yang terluka.
Karena kejadian tadi, semua siswa menganggap rendah Go Hye Mi. Dan mereka bahkan membicarakan tentang Go Hye Mi.
“Hey, lihat, bukankah itu anak menyedihkan.”
“Kau bisa mengetahui hal itu hanya dengan melihat penampilannya, dia itu pecundang.”
“Aku bertaruh kalau ia tidak memiliki teman.”
Beberapa siswa yang juga sedang menunggu bus, sudah menaiki bus yang baru saja berhenti. Go Hye Mi tidak naik bus yang baru saja lewat.

 

Go Hye Mi mendengar pembicaraan mereka, tapi Go Hye Mi hanya terdiam.
Jin Gook memanggil Go Hye mi, “Hey, anak menyedihkan.” ucap Jin Gook, ia juga mendengarkan pembicaraan orang-orang tadi.
“Hey, anak menyedihkan. Duduk disini. Ayo.” Jin Gook menyuruh Go Hye Mi duduk di sebelahnya.

 

Jin Gook melepas headset sebelah kirinya, lalu menawarkannya pada Go Hye Mi, “Apa kau ingin mendengarkannya?”
“Tidak terimakasih.” jawab Go Hye Mi.
Aaah.. Sweet..
Jin Gook memakaikan begitu saja, headset ke telinga Go Hye Mi.

 

Go Hye Mi berkata, “Apa ini? Aku tidak mendengar apa-apa.”
Hehee.. Headset Jin Gook memang tidak disambungkan dengan apa-apa. “Bukankah sangat damai. Katakanlah, apa yang ingin kau katakan, aku tidak bisa mendengarnya.” ucap Jin Gook seraya menunjukkan kabel headset yang tidak tersambung.”Begini, kita akan berpura-pura menjadi teman ketika kita tidak menginginkannya.”

 

Go Hye Mi tersenyum lalu memasangkan headset itu ke telinganya. Mereka seolah-olah mendengarkan sebuah lagu, padahal lagu itu berasal dari hati mereka sendiri. Whooaa.. hehee.. sweet.. ^__^
Di Kirin latihan dance untuk solo perform di mulai. Siasat licik Yoon Baek Hee untuk mengalahkan Jung Ah Jung berhasil. Kaki Jung Ah Jung terluka, dan Yoon Baek Hee menolong Jung Ah Jung dengan tidak menyesali perbuatannya pada rivalnya itu.
Akhirnya Song Sam Dong datang ke Seol, di sebuah tempat, ia menemukan seorang anak kecil yang tengah menangis, kemudian Song Sam Dong menolongnya. Ia membawa anak kecil itu ke pusat pelayanan, agar segera diumumkan mengenai anak yang ditemukannya. Song Sam Dong menjaga anak itu, sampai ibunya datang. Dan hal itu, yang membuatnya terlambat datang ke upacara pembukaan Kirin Art High School.

 

Daan.. Acara upacara pembukaan siswa baru pun dimulai. Acara itu melibatkan banyak media massaa, banyak reporter yang datang dan meliput acara besar itu.
Siapa yang menjadi solo perform?
Jason.. Whoaa.. Ahhaa.. Saya suka liat Wooyoung nge-dance.. Cool..

 

Dan selanjutnya..
Yoon Baek Hee melakukan solo perform..
Go Hye Mi terkejut melihat Yoon Baek Hee yang tampil begitu memukau.

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s