Sinopsis Dream High Episode 3 part 1


Prof Jung Ha Myung menyerahkan dokumen berisi daftar nama murid pilihannya. Daftar nama murid yang akan menempati 3 daftar nama kosong di Kirin School. Kang Oh Hyuk heran, kenapa Prof memberikan dokumen itu padanya.
Prof Jung Ha Myung mengatakan, “Ini adalah daftar nama para murid yang ada di otakku. Kau harus mencarinya dan pastikan mereka masuk Kirin School saat upacara pembukaan Kirin.”
Kang Oh Hyuk bertanya, “Itu berarti mereka adalah anak-anak special?”
“Hmm.. Masing-masing mereka memiliki kekurangan, yang satu sangat sombong (Go Hye Mi), yang lainnya adalah seorang anak yang tidak memiliki mimpi apapun dan selalu membuat kekacauan (Jin Gook) dan yang lain adalah anak desa yang memiliki lingkungan yang tidak mendukung bakatnya (Song Sam Dong.)”
“Jadi aku harus mencari mereka yang memiliki kualitaas yang tidak baik dan mereka akan terancam gagal?”
“Bukankah mereka seperti dirimu?”
“Aku?”
“Ya. Seperti Teacher Kang katakan. Itu sangat tidak mungkin untuk membuat bakat potensi mereka muncul dalam waktu yang singkat. Tapi, bagaimanapun juga, aku rasa mereka akan mengubah diri mereka sendiri seiring berjalannya waktu.”

Sinopsis Dream High episode 3 :
Song  Sam Dong menarik tangan Go Hye Mi, ia mengajaknya untuk naik ke atas panggung. Penonton bersorak senang melihat mereka berdua. Go Hye Mi memaksakan diri untuk menutupi rasa malunya, semua ini agar ia bisa membujuk Song Sam Dong dengan mudah untuk datang ke Kirin School, nantinya.

Pembawa acara pun heboh melihat mereka, “Whoa.. Lihat, bukankan mereka seperti pasangan. Kau, gadis yang berdiri di sebelah sana, siapa namamu?”
“Namaku Go Hye Mi dari Seoul.” ucap Go Hye mi dengan ragu.
Ibu Song Sam Song yang berada diantara para penonton berkomentar, “Bukankah namanya sangat cantik seperti parasnya.”

“Baiklah kalau begitu, bagaimana kalau kalian berdua bernyanyi dan menari bersama.” ucap Pembawa acara.
“Apa?” Go Hye Mi terkejut, ia harus menari dan bernyanyi di tempat seperti ini, bagaimana bisa.. haha. “Ah, tidak-tidak. Kalau aku bernyanyi, aku akan mengambil bagiannya.”
Pembawa acara menanyakan pada Song sam dong “Apakah seperti itu? Apabila ia bernyanyi ia akan mengambil bagianmu?”
“Ah, tidak sama sekali. Itu akan menjadi sangat baik.” jawab Song Sam Dong yang sedari tadi memperhatikan Go Hye Mi. Whoaa.. Song Sam Dong jatuh cinta pada pandangan pertama.
“Ah tidak.. Aku bahkan belum menyiapkan kostumku.” jawab Go Hye Mi.

“Aku ada. Ada kostumku yang tersisa.” kata Song Sam Dong. Kemudian seseorang membawakan kostum karung seperti yang dipakai Song Sam Dong.
Go Hye Mi kesal, ia sangat kesal. Semua perkataannya tadi menandakan kalau ia tidak mau bernyanyi atau menari.

Kemudian ia membayangkan kalau dirinya menolak menggunakan pakaian yang diberikan oleh Song Sam Song.
“Yah, itu artinya aku tidak mau bernyanyi dan menari bersamamu. Seharusnya kau tau itu.” ucap Go Hye Mi seraya membentak Song Sam Dong. “Sudah cukup kau membawaku ke atas panggung, aku tidak mau menggunakan ini. Sudah lupakanlah, ayo kita ke Seol bersama, Kirin Art High School sudah memilihmu untuk menjadi siswa di sana. Ayo.” Sekarang giliran Go Hye Mi yang menarik tangan Song Sam Dong.

Karena Go Hye Mi berteriak padanya, Song Sam Dong membalas meneriaki Go Hye Mi, “Hey, kenapa aku harus pergi bersama orang bodoh sepertimu. Aku tidak akan pergi. Kau yang harus pergi, pergi dari hadapanku sekarang juga.”

Dan, apa jadinya kalau Go Hye Mi tidak bisa membujuk Song Sam Dong untuk datang ke Kirin Art High School?
1. Bukan hanya diusir dari rumah Kang Oh Hyuk, Kang Oh Hyuk juga akan kehilangan pekerjaannya.
2. Mereka akan tinggal di jalan dan menjadi pengemis
3. Dan akhirnya Go Hye Mi akan menyesali apa yang sudah diperbuatnya.

Tapi, semua itu hanya bayangan Go Hye Mi. Karena bayangan buruk itu, Go Hye Mi memaksa dirinya untuk menggunakan kostum sarung buatan Song Sam Dong.
“Hey, apa kau akan memakai kostum ini?” tanya Song Sam Dong yang melihat Hye Mi terdiam
“Ah, ya.. Berikan padaku.” jawab Go Hye Mi dengan memaksakan senyumnya.
Song Sam Dong memakaikan kostum karung itu pada Go Hye Mi. Melihat Go Hye Mi memakai kostum karung itu, semua penonton tertawa.

Pembawa acara mempersilakan perform Song Sam Dong. “Yah, kita sambut Song Sam Dong dan Go Hye Mi. Judul lagu yang dinyanyikan adalah Memory Of You. Silakan.”
Dan Song Sam Dong mulai bernyanyi, sebelumnya ia memperhatikan ibunya terlebih dulu baru memulai bernyanyi. Sumpah, suara Song Sam Dong engga enak buat didenger. Haha.. Bahkan ditengah lagunya, Song Sam Dong terbatuk-batuk karena kehabisan nafas.

Go Hye Mi langsung berpikir buruk, “Ah, bahkan dia tidak bisa bernyanyi dengan benar. Mungkin, bakatnya di tari.” Go Hye Mi memprediksi.
Dan saat waktunya Song Sam Dong menari, tariannya pun tidak karuan. Melihat hal itu Go Hye Mi langsung menatap rendah Song Sam Dong.

Karena Go Hye Mi sudah terlanjur berada di atas panggung, mau tidak mau ia harus mengikuti tarian Song Sam Dong. Dan akhirnya perfom Song Sam Dong berakhir. Penampilan Song Sam Dong sukses membuat audience tertawa terbahak karena ketidakmahiran Song Sam Dong dalam bernnyanyi ataupun menari.
Ada hal yang membuat Song Sam Dong melakukan hal itu, ia sengaja membuat penampilan panggungnya kacau. Padahal Song Sam Dong sangat jenius dalam bermusik, ia bisa langsung mengenali nada dengan hanya mendengar musik itu satu kali.

Setelah selesai Song Sam Dong selesai perform, pembawa acara menanyakan hal yang kelewat aneh..
“Jadi, bagaimana, dia menyanyikan lagu itu dengan sepenuh hatinya.” tanya pembawa acara pada Go Hye Mi. “Jadi, apa kau akan menerimanya?”
“Aku? Maksudnya?” tanya Go Hye Mi benar-benar tidak mengerti.
“Maksudku, apa kau akan menerima lamaran darinya?”
Go Hye Mi terdiam, apa sih yang engga akan Go Hye Mi lakukan untuk membujuk Song Sam Dong untuk datang ke Seol- Kiring Art High School.
“Iya, aku akan menerimanya.” ucap Go Hye Mi seraya tersenyum. “Asal kau mau memenuhi permintaanmu.”
“Apa permintaanmu.” tanya pembawa acara.
“Pergilah denganku ke Seol.”
Pembawa acara kaget mendengarnya, “Whoa. Kau benar-benar wanita yang tidak banyak basa basi. Aku menyukai caramu. Sekarang, Song Sam Dong, apa kau akan memenuhi permintaanya untuk pergi Ke Seol?”
Song Sam Dong tergagap, ia menjatuhkan microphonenya ke lantai. “A.. Ak.. Aku.. Aku .. Akan menerimanya..” Song Sam Dong mengambil microphone yang terjatuh. “Tapi, ibuku selalu merasakan sakit dibagian pinggangnya terutama saat musim dingin.”
Di tengah penonton, mendengar apa yang dikatakan anaknya, Ibu Song Sam Dong langsung menjawab, “Aku akan membiarkannya pergi ke Seol.”
Song Sam Dong terkejut mendengarnya, dan gemuruh tepuk tangan memenuhi ruangan.

Di Kirin Art High School, semua murid baru tengah berlatih keras dibawah bimbingan Shin Kyung Jin.
Kim Pil Sook yang sangat menyukai Jason, ia memberikan perhatian lebih pada Jason. Kim Pil Sook memberikan air minum pada Jason. Dengan tidak ragu, Jason mengambil air minum itu. Seraya tersenyum Jason mengucapkan, “Terimakasih.” Kim Pil Sook senang sekali mendengarnya.

Nona Shi Kyung Jin memberikan kesempatan pada perwakilan murid perempuan untuk dapat tampil solo di upacara penerimaan murid baru.
“Yang menginginkan hal itu, angkat tangan.” ucap Nona Shi Kyung Jin.
Beberapa dari mereka mengangkat tangan termasuk Yoon Baek Hee.
Nona Shi Kyung Jin menanyakan alasan mereka masing-masing kenapa ingin ikut berpartisipasi dalam solo perform.
Salah satu dari mereka berkata bahwa solo perform sangat keren.
Nona Shi Kyung Jin bertanya pada Jin Ah, “Kenapa kau ingin solo perform.”
Jin Ah berkata bohong, “Aku melakukan hal itu untuk ibuku yang sudah meninggal. Ibuku sangat menyukai tarianku sejak aku kecil. Aku harap, saat aku melakukan solo perform, ibu akan merasa senang disana.”
Semua orang jadi merasa iba mendengar hal itu.

Sedangkan saat ditanya alasan Yoon Baek kenapa ia ingin Solo Perform. Karena, Yoon Baek Hee tersentuh dengan cerita bohong Jin Ah, Yoon Baek Hee mengurungkan niatnya, “Aku pikir, akan lebih baik jika Jin Ah yang melakukannya.” ucap Yoon Baek hee.
Teman-teman yang lain menyetujuinya keputusan itu, tanpa adanya pemilihan, Jin Ah akan langsung mewakili perform murid baru dalam solo perform.

Di sebuah rumah sakit. Kang Oh Hyuk mengantarkan Jin Gook ke rumah sakit ini. Jin Gook luka parah karena dikeroyok oleh anak buat penagih hutang (anak buat Ma Doo Shik.).

Dokter menyatakan bahwa harus ada pemeriksaan lebih lanjut. “Kami harus menggunakan CT.”
“CT?” tanya Kang Oh Hyuk tidak mengerti.
“Ya, kami harus memeriksa bagian otaknya, apa ada hal yang berbaya yang bisa mengancam keselamatannya tau tidak. Apa kau keluarganya?” tanya dokter.
Kang Oh Hyuk menjawab, “Bukan, aku hanya pejalan kaki.”
“Baiklah, hubungi orang terdekatnya sekarang juga.”

Kang Oh Hyuk mengambil ponsel Jin Gook di jaket Jin Gook. Ia mencari nomor dengan nama Ibu tapi tidak ia temukan, kemudian ia mencari nomor dengan nama Ayah tidak juga ia temukan. Kang Oh Hyuk malah menelpon ayah tiri Jin Gook, Kang Oh Hyuk tidak tahu sama sekali kalau yang ia telepon adalah ayah angkat Jin Gook.
“Halo, apa kau mengenal siswa yang bernama Hyun Shi Hyuk. Ia, Hyun Shi Hyuk sedang sakit parah.”

Go Hye Mi masih tetap dalam usahanya untuk membujuk Song Sam Dong untuk segera datang ke Seol untuk menjadi siswa di sekolah itu. Sulit untuk meyakinkan Song Sam Dong kalau ia adalah orang yang di pilih langsung oleh direktur.
Go Hye Mi menunjukkan buku dan surat rekomendasi, “Ini adalah buku petunjuk Kirin Art High School dan ini adalah surat rekomendasi dari profesor.”
Song Sam Dong melihat surat itu, “Apa tadi kau naik ke atas panggung atas dasar hal ini?” tanya Song Sam Dong dengan tatapan polos.
Go Hye Mi berkata dalam hati, “Tentu saja, apa kau pikir aku melakukan hal itu karena aku menyukaimu?”
Go Hye Mi berkata pada Song Sam Dong. “Tentu saja, meskipun itu bukan kau, aku akan tetap naik ke atas panggung.”

Song Sam Dong tersenyum. Tapi kemudian ia ragu lagi.
“Tapi, kenapa kau harus pergi Seol, bahkan aku bukan siapa-siapa.” jawab Song Sam Dong.
Go Hye Mi menatap Song Sam Dong, ia harus menahan emosi dan kesalnya agar Song Sam Dong memberikan keputusan sesuai yang Go Hye Mi harapkan. “Tentu saja. Kau sangat cerdas.”
“Apa kau sangat ingin pergi bersamaku ke Seol?” tanya Song Sam Dong.
 “Ayo pergi bersamaku.” rayu Go Hye Mi.

Go Hye Mi terdiam, lalu tersenyum, ia berjalan perlahan ke arah Song Sam Dong. Melihat Go Hye Mi yang datang menghampirinya, Song Sam Dong memundurkan langkahnya. “Ah, aku benar-benar akan gila. Aku harus mengatakan hal ini pada ibuku.” ucapnya seraya menempelkan badannya ke tembok. haha.
“Tidak apa-apa. Itu mungkin saja, ayo kita pergi ke Seoul.”
Tapi kemudian Song Sam Dong berkata, “Maafkan aku, aku tidak bisa pergi.”
Hal itu membuat Go Hye Mi marah besar, ia berteriak ke arah Song Sam Dong. “Hey, apa kau ingin mati.”
Song Sam Dong melonjak kaget mendengar teriakan Go Hye Mi.

Melihat Go Hye Mi marah, Song Sam Dong segera pergi keluar. Ia menemui ibunya dengan wajah pucat. Dan agar Go Hye Mi tidak mengikuti mereka, Song Sam Dong menyuruh ibunya untuk segera pergi.
Go Hye Mi kesal, ia mencoba mengikuti Song Sam Dong, tapi tidak ia temukan. Handphone Go Hye Mi berdering, ia mendapat telepon dari Kang Oh Hyuk.
“Hallo!! Apa!!” teriak Go Hye Mi.
Kang Oh  Hyuk menjauhkan handphonenya dari telinga. “Apa kau sudah bisa membujuk Song Sam Dong.”
“Belum.” jawab Go Hye Mi jutek. “Ish, kenapa profesor begitu bodoh. Song Sam Dong bahkan tidak bisa bernyanyi dan menari dengan baik.”
“Ya sudah, pulanglah. Aku yang akan mengurusnya.”
“Bagaimana bisa?! Sudah cepat kau temuka Hyun Shi Hyuk atau siapapun namanya. Aku akan membereskan Song Sam Dong dengan caraku sendiri. “
“Dengan caramu?”
“Taktik nomor 31,” jawab Go Hye Mi seraya tersenyum.
“Taktik nomor 31?” tanya Kang Oh Hyuk tidak mengerti.
“Kecantikan.” ucap Go Hye Mi pasti. Go Hye Mi tersenyum lalu menggibaskan rambutnya. Ia yakin, kalau Song Sam Dong sudah tergila-gila padanya, untuk itu, ia akan memanfaatkan kecantikan dirinya untuk mengajak Song Sam Dong datang ke Seol.

Suster memberitahukan pada Kang Oh Hyuk bahwa, “Apa kau orang terdekatnya?”
“Oh, bukan..” jawab Kang Oh Hyuk.
“Kalau begitu, orang terdekatnya harus segera membereskan masalah administrasi rumah sakit.”
“Oh, bagaimana dengan keadaannya?”
“Kau tidak melihatnya? Bukankah dia sudah pergi dari tadi?” ucap suster.
Alhasil Kang Oh Hyuk yang harus membayar biaya administrasi Jin Gook. Haha.

Karena tanpa sengaja, Kang Oh Hyuk menelpon ayah angkat Jin Gook, Ayah angkat Jin Gook tengah berbicara dengan JIn Gook di dalam mobil.
“Whoa. Ini sangat menakjubkan, bagaimana kau tau aku bisa ada di sini, apa kau menaruh GPS atau sesuatu yang lain padaku..” ucap Jin Gook mencoba mencairkan suasana. “Ah ini..” Jin Gook memegang lukanya. “Ini bukan karena ulahku–“
“Terlalu sibuk di kantor, jadi aku tidak bisa mengatasi semua masalahmu. Aku mengizinkanmu untuk pergi dari rumah, karena aku yakin kau bisa hidup tenang. Tapi ternyata, seperti ini. Kalau kau tidak bisa hidup tenang, maka aku mengirimmu keluar negeri.” ucap ayah angkat jin Gook.
“Bagaimana dengan ayah.. Kalau kau memang ayahku, seharusnya kau bertanya, -apa kau baikbaik saja,  mana yang sakit, siapa yang melakukan ini padamu-” ucap Jin Gook, ia hanya ingin mendapatkan perhatian ayahnya. Walaupun ayah angkat, tapi setidaknya ia harus mengkhawatirkan keadaaan JIn Gook.

Ayah angkat Jin Gook menatap Jin Gook. Jin Gook berkata pelan, “Seharusnya kau menanyakan hal itu. Aku ingin melakukan sesuai dengan apa yang kau inginkan, tapi aku sudah tumbuh dewasa untuk melakukan hal itu.” Jin Gook keluar dari  mobil.
Di desa Song Sam Dong, ia pulang bersama ibunya setelah kontes bernyanyi selesai. Hahaa.. Aneh, Song Sam Dong pulang ke rumahnya dengan menggunakan alat angkut yang biasa digunakan untuk membajak (saya pikir…). Dan Go Hye Mi, bagaimana nasib Go Hye Mi?. Go Hye Mi yang keras kepala tetap mengikuti Song Sam Dong, ia harus benar-benar meyakinkan Song Sam Dong dan ia juga harus membawa Song Sam Dong ke Seol kalau tidak, tamatlah riwayat Go Hye Mi. Go Hye Mi diam-diam mengikuti Song Sam Dong, ia bersembunyi di tumpukan sayur dan barang-barang yang ada di bagian belakang kendaraaan.

Ibu Song Sam Dong berkata, “Apa kau mengikuti kontes itu hanya untuk mendapatkan ini?”
“Ya.. Aku dengar semua orang yang mengikuti kontes itu akan mendapatkan hadiah seperti itu. Jadi aku ikut.” jawab Song Sam Dong seraya tersenyum.
“Kenapa kau tidak mengatakan hal itu padaku?”
“Minggu depan adalah ulang tahun ibu, aku hanya ingin membuat kejutan.”
Ibu Song Sam Dong tersenyum, ia memegang erat hadiah kontes berupa alat pemijat (saya pikir… hahaa..).

Song Sam Dong menghentikan kendaraannya, mereka sudah sampai. Song Sam Dong membantu ibunya turun, kemudian ibunya bertanya, “Apa yang dikatakan gadis itu? Apa ia sangat menyukaimu?”
“Tentu saja.” jawab Song Sam Dong.
Ibu senang sekali mendengarnya, “Aku juga sangat menyukainya.”
Dan tiba-tiba, dari balik tumpukan barang yang ada di belakang kendaraan Go Hye MI muncul dan membungkuk mengucapkan salam, “Hallo..” ucap Go Hye Mi.
Ibu Song Sam Dong senang melihat keadaaan Go Hye mi, tapi Song Sam Dong malah kaget dan ketakutan. “Bagaimana kau bisa ada di sini?”
Go Hye Mi hanya tersenyum, haha.. “Ada sesuatu hal yang harus aku bicarakan padamu.”

Di dalam rumah sempit Song Sam Dong, Go Hye Mi menyerahkan dokumen surat lampiran pernyataan dari Profesor dan buku panduan Kirin Art High School pada Ibu Song Sam Dong.
Ibu Song Sam Dong membaca dokumen itu. Dan dengan ragu ia berkata, “Apa benar, ia bernyanyi dengan baik?”
Song Sam Dong langsung berkilah, “Ah, tentu saja tidak. Bukankah kau juga mendengar bagaimana caraku bernyanyi barusan. Kalau nyanyianku bagus pasti aku akan menang kontes, tapi aku hanya mendapat satu bunyi bel.” Butuh banyak bunyi bel dari juri untuk memenangkan kontes bernyanyi.
“Kau bernyanyi dengan bagus.” ucap Ibu Song Sam Dong dengan menatap putranya.
“Aku juga akan masuk sekolah itu, Jadi ayo kita ke Seol bersama.” ucap Go Hye Mi.
Song Sam Dong dan ibunya terdiam.
“Aku sudah mencatat nomor teleponku di lembar halaman belakang. Jadi, telepon aku nanti.” Go Hye Mi tersenyum lalu ia hendak beranjak pergi.

“Mau kemana?” tanya Ibu Song Sam Dong.
“Aku harus pulang ke Seol sekarang juga.” jawab Go Hye Mi.
“Seol?” ucap Ibu Song Sam Dong heran. “Tidak ada bus lagi jam segini.”
“Benarkah?” Go Hye Mi cemas.
“Ah, kau harus tidur di sini” jawab Ibu Song Sam Dong.
“Kenapa kau ragu, cepat buat ruangan menjadi hangat.” ucap Ibu Song Sam Dong pada putranya.

Jin Gook datang ke basecampnya, ia kesal dengan ucapan ayahnya. Mungkin sebentar lagi Jin Gook akan pergi keluar negeri seperti yang diinginkan ayahnya. Kemudian Kang Oh Hyuk datang menghampiri Jin Gook.
“Hey, kenapa kau keluar dari rumah sakit begitu saja?” Kang Oh Hyuk sangat mengkhawatirkan JIn GooK. “Ah, kepala, darah. Bagaimana keadaanmu? Mana yang sakit? Apa kau baik-baik saja? Siapa yang melakukan ini padamu? Haruskan aku menelpon polisi?” ucap Kang Oh Hyuk seraya memegang kepala Jin Gook.

Jin Gook risih,”Siapa kau, kau mengomel seperti ayahku?”
“Ah, apa kau baik-baik saja?”
Jin Gook merasakan sakit dibagian perutnya, ia menjatuhkan diri ke pundak Kang Oh Hyuk. Lalu Jin Gook berkata pelan, “Perutku.”
“Kenapa? Kenapa perutmu?”
“Perutku..” ucap Jin Gook lemas. “Aku lapar. Belum makan apapun dari kemarin.” Hahaha..

Jin Gook dan Kang Oh Hyuk berada di sebuah kedai makanan. Jin Gook sudah makan banyak sekali, ahhaa. Ia bahkan tidak menghiraukan, Kang Oh Hyuk yang cemas dengan jumlah uang yang harus dikeluarkannya, untuk membayar makanan yang dimakan Jin Gook.
“Kau tau kau sudah makan berapa banyak?” tanya Kang Oh Hyuk.
“Aku tidak tau, aku belum menghitung semuanya.” jawab Jin Gook dengan mulut yang dipenuhi makanan. “Anyway, siapa kau?”
“Aku? Ah, baiklah aku terlebih dulu akan mengenalkan namaku, aku Kang Oh Hyuk, pengajar di Kirin Art High School. Kita pernah bertemu sebelumnya di audisi.” ucap Kang Oh Hyuk.
Jin Gook masih tetap makan dengan santai. “Aku tidak mengingatmu.”
“Baiklah, tidak apa-apa, tidak masalah. Apa kau ingin masuk Kirin Art High School. Prof merekomendasikan dirimu untuk masuk Kirin, sebagai sebuah rekomendasi special..”

Song Sam Dong menyiapkan alas tidur untuk Go Hye Mi,
“Sebelah sini hangat, jadi kau tidur di sebelah sini..” ucap Song Sam Dong, ia membereskan kasur.
Kemudian Ibu Song Sam Dong datang, ia sangat senang melihat Go Hye Mi memakai bajunya, “Who.. Bukankah sangat pas, itu sangat cocok untukmu.”
Go Hye Mi memaksakan senyum. Go Hye Mi memegang perutnya, ia harus ke kamar mandi. Go Hye Mi bertanya pelan pada Ibu Song Sam Dong, “Aku harus ke toilet. Dimana toilet?”
“Toilet? Hei, antarkan dia ke toilet.” suruh Ibu pada Song Sam Dong.
“Ah, tidak usah, tolong sebutkan saja dimana tempatnya.” ucap Go Hye Mi.
“Sering ada babi, jadi harus berhati-hati.”
“Babi?” Go Hye Mi terkejut, ia panik.

Akhirnya Song Sam Dong mengantarkan Go Hye Mi,
“Hey, apa kau susah buang air besar. Lama sekali.” Song Sam Dong kesal, ia sudah menunggu diluar kamar mandi dalam waktu yang lama.
“Song Sam Dong, apa kau mendengarnya?” tanya Go Hye Mi. hahaa.
“Apa maksudmu?”
“Apa kau mendengarnya?”
“Apa aku mendengar kau sedang pup, begitu?” haha.. tanya Song Sam Dong.
“Hey, tutup telingamu sekarang juga.”
“Baiklah. Baiklah.. Ish, dia pikir, dia bersih..” Song Sam Dong tidak menutup telinganya.
“Hey, apa kau sudah menutup telingamu?” tanya Go Hye Mi.
“Iya..”
“Jangan membodohiku, kalau kau sudah menutup telingamu, bagaimana bisa kau mendengar panggilanku. Bernyanyilah.” Suruh Go Hye Mi.
“Yah, aku tidak mau. Kau saja yang bernyanyi.”

Dan akhirnya Go Hye Mi bernyanyi… Aaah.. Suzy nyanyi Only Hopenya Mandy Moore, kereen,, suaranya bagus banget.. Sweet,,😀 sweet sweet..
Saat Go  Hye Mi bernyanyi, Song Sam Dong terdiam, ia sangat terpesona dengan suara Go Hye Mi. Dan kemudian, seiring nyanyian Go Hye Mi, salju turun. Song Sam Dong melihat ke langit, ia menengadahkan tangannya, membiarkan dirinya dihujani salju.

Go Hye Mi dan Song Sam Dong berjalan pulang. Go Hye mi berkata, “Kalau kau ingint tertawa, tertawalah.”
Suka deh kalau liat tatapanya Song Sam Dong, jernih sama polos banget.. Haha…
“Apa maksudmu.? “
“Saat aku bernyanyi tadi. Ah sudah, lupakanlah. Jangan pernah membicarakan itu lagi.” ucap Go  Hye Mi.
“Suaramu tidak jelek itu sangat bagus.” jawab Song Sam Dong dengan jujur.
“Tentu saja. Lain kali, kalau kau ingin mendengar suaraku, kau harus membayar mahal.”

Go Hye Mi hampir saja tersandung kayu, tapi Song Sam Dong sudah lebih dulu menjaga Go Hye Mi agar tidak terjatuh. Song Sam Dong menggenggam tangan Go Hye Mi. Ia berkata dengan kaku, “Ayo ikuti aku..”

Di tempat lain, Kang Oh Hyuk masih berusaha untuk meyakinkan Jin Gook, kalau ia harus masuk ke Kirin School. “Kau tau, ini bukan hanya rekomendasi biasa, ini adalah rekomendasi special dari profesor, kau harus tau, tidak mudah untuk masuk ke sekolah kami.”
“Apa aku bisa menjadi terkenal?” tanya JIn Gook.
“Tentu saja, kalau kau bekerja keras.”
“Terkenal seperti Michael Jackson.”
“Ah, Michael Jakcson.”
“Berapa persen peluangku untuk menjadi terkenal seperti Michael Jackson? 100%?”
“100%?”
“50%?”
“well?”
“10%?”
“well?”
“Katakan padaku yang sebenarnya, berapa persen peluangku?”
“Aku adalah guru jadi aku tidak akan berbohong. Ah, Bakat seperti Michael Jackson sangat jarang, jadi sepertinya hanya 0,000001%.” jawab Kang Oh Hyuk.
Mendengar hal itu, Jin Gook lalu pergi meninggalkan Kang Oh Hyuk begitu saja. Buat apa kalau peluangnya menjadi sukses hanya 0,0000001%. Kang Oh Hyuk terus mengikuti Jin Gook, ia bahkan bertaruh dengan Jin Gook.

Jin Gook akan menaiki Lift dan Kang Oh Hyuk bertaruh,
“Menurutmu bila kau menaiki lift dan aku melewati tangga, siapa yang akan terlebih dulu sampai di lantai 11?”
“Lift.”
“Benar. Dan hanya ada kemungkinan 0,000001% bila aku yang melewati tangga yang sampai lebih dulu.”
Kang Oh Hyuk bertaruh, kalau ia yang sampai terlebih dulu di lantai 11, maka Jin Gook harus ikut dengannya ke Kirin School. Jin Gook menyanggupi hal itu.

Dengan susah payah, Kang Oh Hyuk menaiki tangga demi tangga, kecepatannya semakin melemah karena lelah. Dan tentu saja yang pertama kali sampai di lantai 11 adalah Jin Gook. Tapi, Jin Gook berpikir, apa salahnya kalau ia pergi ke Kirin, mungkin itu bisa merubah pemikiran ayah angkatnya sehingga ia tidak dikirim ke luar negeri.
Bersambung ke part 2……..

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s